Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bunda PAUD Ny. Putri Koster: Hikmah di Balik Musibah Pandemi, Anak Dapat Sentuhan Langsung Kasih Sayang Orangtua

BALIILU Tayang

:

de
Bunda PAUD Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster

Denpasar, baliilu.com – Pandemi Covid-19 seperti mengingatkan kita untuk jeda sesaat dari hiruk-pikuk kesibukan orangtua atau ayah bunda di luar rumah. Pandemi Covid-19 juga mengharuskan anak anak tidak bisa ke sekolah bertatap muka langsung dengan guru untuk menimba ilmu. Padahal masa anak-anak adalah rentang tumbuh kembang yang luar biasa.

‘’Orangtua mesti berbesar hati, bersabar hati ketika di masa pandemi harus mampu mengambil peran sebagai orangtua juga sebagai guru mendampingi anak-anak kita belajar di rumah, ketika anak-anak tidak bisa ke sekolah bertatap muka langsung dengan guru,’’ ujar Bunda PAUD Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat didaulat sebagai narasumber webinar mengambil tema ”Melakukan Aktivitas Fisik Asyik Bersama Keluarga” dalam Kelas Orangtua Berbagi seri 7 yang diselenggarakan BP PAUD Dikmas Bali, Selasa (24/11-2020) di Jaya Sabha Denpasar.

Ny. Putri Koster kemudian memaparkan kalau di Bali orangtua juga disebut guru. Orangtua disebut dengan guru rupaka, kalau guru di sekolah disebut dengan guru pengajian.  Sekarang ini, orangtua berperan sebagai guru rupaka sekaligus di masa pandemi sebagai guru pengajian. ‘’Nah tentunya mengubah suatu kebiasaan yang sudah bertahun-tahun menuju suatu tatanan atau satu pola yang baru mungkin kita perlu kesabaran. Sedikit mengubah perilaku walaupun memang berat tetapi mau tidak mau harus kita lakukan. Karena semua ini kan bermuara pada tumbuh kembang anak khususnya pada usia dini,’’ ucap pendamping orang nomor satu di Bali ini.

Seniman multitalenta ini lanjut menyampaikan mungkin di masa pandemi alam semesta mengingatkan kita kembali. Bahwa kita mesti jeda sesaat dari hiruk-pikuk kesibukan orangtua, ayah bunda yang mengejar karir, tentunya tak bisa disalahkan sehingga kemudian banyak sekali ada penitipan pengasuhan anak. ‘’Bukan saya tak setuju. Tetapi sesungguhnya di usia dini anak-anak memerlukan sentuhan langsung orangtua, bukan pengasuhannya diserahkan kepada orang lain di luar orangtua atau keluarga. Sekali lagi bukan tak setuju, tetapi kemudian semesta mengajak kita untuk jeda sejenak, kembali pada hakikat intinya yang dibutuhkan oleh putra-putri kita yakni sentuhan kasih sayang langsung dari orangtua,’’ ungkapnya.

Bunda PAUD Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat didaulat sebagai narasumber webinar mengambil tema Kelas Orangtua Berbagi yang diselenggarakan BP PAUD Dikmas Bali, Selasa (24/11-2020) di Jaya Sabha Denpasar.

Ketua TP PKK Provinsi Bali ini pun menyampaikan hikmah di balik musibah yang telah menimpa seluruh sektor kehidupan ini, sepertinya sudah berjalan jauh ke depan akhirnya diajak dan ditarik kembali pada inti yang sangat kita butuhkan yakni mengasuh anak, menyentuh anak, memperhatikan anak di 1000 hari tumbuh kembangnya, itu luar biasa.

Penggagas Fesival Seni Bali Jani ini menggambarkan, jika orangtua fokus dan ikhlas menjaga putra putrinya di rumah, ke depannya kalau diibaratkan ladang, akan menjadi ladang subur yang bisa tumbuh pohon berbuah yang sangat bermanfaat dan sehat. ”Kita menjaga putra-putri kita dengan tata cara yang mereka butuhkan bukan yang kita inginkan,’’ ujar Ny. Putri Koster mengingatkan.

Oleh karena itu, Ny. Putri Koster mengajak orangtua tidak hanya memberi contoh kepada anak-anak  tetapi menjadi contoh. Ketika kita setiap hari Minggu pagi menggemburkan tanah, menata halaman menjadi HATINYA, membuat halaman menjadi asri teratur indah dan nyaman dengan sendirinya anak-anak akan tersentuh.  

Penulis Trilogi Puisi Merah ini pun mengigatkan lagi bahwa banyak kasus orangtua tidak siap mendampingi putra-putrinya untuk belajar daring. Mau tidak mau harus melewati situasi ini. Dengan landasan kasih sayang kepada putra-putri kita, akan dengan cepat menyesuaikan diri.

Bagaimanapun stress yang dihadapi di masa pandemi jangan sampai emosi tersalur dilihat langsung oleh putra-putri kita. ‘’Dengan landasan kasih sayang kita, putra-putri kita adalah asset bangsa, ini masa depannya. Investasi besar orangtua ketika mampu mendidik menjadi anak bangsa yang berkarakter Nusantara,’’ tuturnya.

Maka yang lebih banyak dilakukan, di depan menjadi contoh, di tengah membangkitkan semangat dan keinginan anak, yang lebih adalah tut wuri handayani. Jika ada minat dan bakatnya maka doronglah. Jika semua dilakukan dengan lapang hati, dengan hati yang gembira maka hasilnya akan menggembirakan juga.

Seperti diguratkan dalam susastra, membuat telaga lebih baik daripada menggali seratus sumur, membuat yadnya itu lebih tinggi mutunya daripada membuat seratus telaga, dan mempunyai anak yang suputra itu lebih berguna daripada melakukan seratus yadnya. Begitulah utama seorang anak yang berkarakter. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polresta Denpasar Gelar Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik 2026

Perkuat Transparansi dan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat

Loading

Published

on

By

Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik Polresta Denpasar di Ruang Catur Prasetya
EVALUASI: Rapat Analisa dan Evaluasi terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Analisa dan Evaluasi Terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026).

Dengan dipimpin oleh Kabag Ren Polresta Denpasar AKP I Putu Agus Ady Wijaya, S.H. dan dihadiri para pejabat serta personel dari sejumlah satuan kerja, di antaranya Kanit Regident Sat Lantas, Ka SPKT, KBO Sat Reskrim, PS. Kauryamnin Sat Intelkam Polresta Denpasar, serta personel/staf masing-masing Satker yang ditunjuk.

Forum tersebut juga melibatkan unsur masyarakat sebagai bagian penting dalam memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, yakni Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Selatan, Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Barat, perwakilan mahasiswa Universitas Warmadewa, Elisabeth International, dan STIKES Bina Usada, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan media.

Kabag Ren Polresta Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan FKP menjadi ruang komunikasi antara Kepolisian dan masyarakat untuk menyepakati serta mengevaluasi standar pelayanan publik. Transparansi menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan pelayanan, sehingga berbagai masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

Selain membahas standar pelayanan, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai layanan Polisi 110 sebagai sarana quick response dalam memberikan bantuan Kepolisian kepada masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Kanit Regident Sat Lantas Polresta Denpasar memaparkan standar pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), mulai dari dasar hukum, persyaratan, hingga mekanisme pelayanan yang terbagi dalam tujuh zona, yakni zona pendaftaran, registrasi, identifikasi, pencerahan, uji teori, uji praktik, dan cetak SIM.

Sementara itu, KBO Sat Reskrim Polresta Denpasar menjelaskan standar pelayanan pada proses penyelidikan dan penyidikan. Pelayanan Reskrim mengedepankan prinsip profesional, akuntabel, transparan, serta berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Disampaikan pula bahwa standar pelayanan Reskrim tidak hanya berorientasi pada kecepatan penanganan perkara, tetapi juga mencakup kepastian proses, perlindungan hak saksi, korban, tersangka maupun masyarakat, tertib administrasi, serta akuntabilitas setiap tindakan. SOP menjadi instrumen pengawasan dan pengendalian agar seluruh proses penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai ketentuan hukum.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan bagian dari upaya Polresta Denpasar untuk memastikan pelayanan Kepolisian senantiasa terbuka terhadap evaluasi dan masukan masyarakat.

“Melalui Forum Konsultasi Publik ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pelayanan yang diberikan Polresta Denpasar benar-benar memenuhi standar, mudah diakses, transparan, serta memberikan kepastian kepada masyarakat. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan,” ujar Kasi Humas.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam forum tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun pelayanan publik yang semakin responsif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan FKP Tahun 2026, Polresta Denpasar berharap terbangun komunikasi dua arah yang semakin kuat antara Kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi landasan dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tindaklanjuti Laporan Warga via Call Center 110, Polsek Dentim Datangi Lokasi Gangguan Musik Keras

Published

on

By

Polsek Dentim respons laporan gangguan musik keras
RESPONS LAPORAN: Personel Polsek Dentim saat merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui Call Center Polri 110 terkait adanya gangguan suara musik keras yang mengganggu waktu istirahat warga di kawasan Jl. Dahlia 1, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Jumat (21/8/2026) dini hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Dentim yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I Wayan Suartana, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan.

Setibanya di lokasi, personel UKL Polsek Dentim tidak menemukan adanya aktivitas yang menghidupkan musik dengan suara keras. Petugas hanya mendapati sejumlah anak muda yang sedang duduk dan berbincang-bincang.

Dalam kesempatan tersebut, Pawas memberikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban, tidak membuat keributan maupun menyalakan musik dengan volume keras, mengingat waktu sudah memasuki dini hari dan warga sekitar sedang beristirahat. Imbauan tersebut juga disampaikan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setelah diberikan imbauan, anak-anak muda tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Polsek Dentim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kepolisian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Published

on

By

Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana bersama pembudidaya lokal mengemas paket olahan ikan Gemarikan
KEMAS PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M. (kanan) bersama pembudidaya dan pengolah lokal saat mengemas paket olahan ikan. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan bahan baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal, yakni Kelompok Ikan Tunjung Putih yang juga berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi. Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

“Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,”ujarnya.

“Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” sambung Suardana.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap. Pembudidaya dan pengolah ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca