Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Adi Arnawa Evaluasi “Mantap Nak Badung”

Dorong Layanan Kesehatan Cepat, Mudah dan Nyata

Loading

BALIILU Tayang

:

Mantap Nak Badung
PIMPIN RAPAT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat memimpin rapat evaluasi implementasi program “Mantap Nak Badung” di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Rabu (29/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat komitmen pelayanan publik melalui inovasi kesehatan yang cepat, mudah dan tepat sasaran. Hal ini menjadi fokus utama dalam rapat evaluasi implementasi program “Mantap Nak Badung” (Manfaat Tambahan Penjaminan Pelayanan Kesehatan) di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Rabu (29/4).

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan dihadiri Inspektur Kabupaten Badung, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Plt. Kepala BPKAD, Kepala Dinas Kesehatan, Kabag Hukum, Kabag Tapem, Kabag Prokompim, serta Tim Perumus Kebijakan.

Program Mantap Nak Badung dirancang sebagai pelengkap layanan Krama Badung Sehat (KBS) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Inovasi ini mengintegrasikan berbagai fitur unggulan seperti home care, telemedicine, layanan SIGAP, hingga sistem antar-jemput pasien dalam satu ekosistem digital guna meningkatkan efisiensi.

Bupati Wayan Adi Arnawa menekankan bahwa indikator keberhasilan program ini bukanlah kecanggihan fitur, melainkan dampak nyata yang dirasakan oleh warga. Ia menyoroti perlunya memangkas kesenjangan akses layanan, terutama bagi masyarakat lapisan bawah. Ia mendorong penguatan unit layanan bergerak agar tenaga medis dapat menjemput bola hingga ke lingkungan terkecil.

“Yang terpenting sekarang adalah membuktikan bahwa program ini berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jangan sampai bagus di atas kertas, tetapi tidak terasa di lapangan,” tegasnya.

“Saya ingin ada armada yang bisa menjangkau masyarakat hingga ke gang-gang. Bayangkan jika masyarakat cukup menelepon dan langsung ditangani dengan cepat, tentu rasa aman akan langsung muncul, itulah yang dibutuhkan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemanfaatan layanan saat ini dinilai belum sebanding dengan jumlah penduduk Badung yang mencapai lebih dari 500 ribu jiwa. Faktor utamanya adalah sosialisasi yang belum merata. Untuk itu, Bupati meminta puskesmas, perbekel, dan perangkat desa bergerak aktif sebagai ujung tombak informasi.

Baca Juga  Wabup Suiasa Harapkan Pemilu Bisa Berjalan Demokratis

Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan bahwa inovasi harus dibarengi dengan kesiapan SDM dan infrastruktur yang mumpuni. “Inovasi harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, serta penyederhanaan sistem layanan agar tidak menyulitkan masyarakat. Ini bukan sekadar program, tetapi bagaimana kita hadir memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran. Kita harus lebih serius, mulai dari sosialisasi, pelaksanaan, hingga evaluasi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita, menjelaskan bahwa regulasi teknis dan pengaturan tarif baru tuntas pada akhir 2025. Hal inilah yang mempengaruhi optimalisasi di tahap awal. Ia menambahkan, seluruh layanan kini telah terintegrasi dalam aplikasi “Badung Sehat”. Melalui platform digital ini, masyarakat dapat memantau riwayat kesehatan hingga mengakses layanan home care secara mandiri. Ke depan, Pemkab Badung akan terus mengembangkan layanan respons cepat (fast response) untuk menjawab kebutuhan warga yang semakin dinamis. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Setetes Darah Selamatkan Nyawa, Donor Rutin PLN Bantu Penuhi Kebutuhan Darah di Bali

Published

on

By

donor darah pln
ANTRE: Calon pendonor darah antre melakukan registrasi dan pemeriksaan awal oleh tim PMI. (Foto: Hms PLN UID Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketersediaan darah di Bali masih menghadapi tantangan fluktuasi setiap harinya. Untuk membantu menjaga pasokan dan memenuhi kebutuhan pasien, kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin oleh berbagai institusi, termasuk PLN, menjadi salah satu penopang penting.

Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara PLN dan PMI dalam membantu masyarakat.

“Kegiatan donor darah ini berhasil mengumpulkan 50 kantong darah dari keluarga besar PLN UID Bali yang bekerja sama dengan PMI. Kami berharap kontribusi ini dapat membantu meringankan masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan seperti ini,” ujarnya.

Perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Denpasar, dr. Bella, menyampaikan bahwa kebutuhan darah terus ada setiap hari dan tidak hanya berasal dari rumah sakit di Denpasar, tetapi juga dari seluruh Bali.

“Stok darah bersifat fluktuatif, tidak ada angka pasti. Namun setiap hari kami menerima permintaan darah dari berbagai rumah sakit di seluruh Bali. Kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkala oleh institusi sangat membantu memenuhi pasokan kantong darah di PMI Provinsi Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan donor darah tidak hanya berdampak pada pemenuhan stok, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah. Selain itu, masyarakat juga mendapat manfaat pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor.

“PLN termasuk salah satu rekanan institusi yang secara rutin melaksanakan donor darah. Ini sangat membantu kami dalam menjaga keberlangsungan donor darah sukarela,” tambahnya.

Menutup kegiatan, salah satu pendonor, Komang Sri Novirayanthi, mengaku terdorong untuk berkontribusi langsung membantu sesama.

Baca Juga  Sosialisasi Pembentukan Desa "Getting to Zero" di Kecamatan Mengwi

“Saya ingin berkontribusi langsung membantu sesama. Setetes darah yang kita donorkan bisa sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Ini cara sederhana tapi berdampak besar,” ungkapnya.

Ia juga merasakan manfaat secara pribadi setelah mengikuti kegiatan donor darah. “Rasanya lega dan senang, ada kepuasan tersendiri karena bisa berbagi. Selain itu juga jadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan,” tambahnya.

Komang juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan donor darah karena prosesnya aman dan diawasi tenaga medis. “Dari hal kecil seperti ini, kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-20 SMKN 1 Petang, Wagub Giri Prasta Tekankan Peran Generasi Muda di Sektor Pertanian

Published

on

By

Giri Prasta
HADIRI HUT: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Petang, Selasa (28/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – SMK Negeri 1 Petang dinilai dapat menjadi pionir dalam mencetak petani muda yang unggul di Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Petang, Selasa (28/4).

“Kedepannya, siswa lulusan SMKN 1 Petang dapat diarahkan menjadi petani muda yang unggul atau melanjutkan ke jenjang sarjana di jurusan pertanian, seperti di Universitas Udayana,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Giri Prasta berkesempatan berkeliling melihat dan berbelanja di stan bazar yang diselenggarakan oleh para siswa SMKN 1 Petang. Terlihat ia memborong dan membagikan berbagai macam dagangan yang ditawarkan kepadanya.

Giri Prasta menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan profesi petani. Saat ini, banyak anak muda Bali yang sukses di bidang pertanian, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja serta membangun desanya.

“Salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Bali adalah sistem pertanian organik. Ini menjadi potensi bagi masyarakat, termasuk siswa SMK Pertanian, untuk mengembangkan sistem pertanian organik, khususnya di Desa Plaga,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama pariwisata di Bali. Sementara itu, Desa Plaga yang berada di dataran tinggi Badung Utara memiliki potensi yang sangat besar di sektor tersebut.

“Badung Utara tidak mungkin dibangun hotel karena merupakan daerah konservasi. Jadi, harapan kita bagaimana agar hasil pertanian dari daerah Badung Utara dapat diserap dengan baik oleh industri pariwisata di Bali,” ungkap politikus asal Desa Plaga tersebut.

Giri Prasta menyampaikan bahwa ketiga jurusan yang ada di SMKN 1 Petang, yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Pengolahan Hasil Pertanian, dan Pariwisata, saling mendukung satu sama lain. Namun, core utamanya diharapkan tetap pada sektor pertanian.

Baca Juga  Pemkab Badung dan Ombudsman Tandatangani Rencana Kerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik

“Bapak, Ibu, dan para siswa, saya ingin mengajak untuk melawan praktik tengkulak, pengepul, dan pengijon, serta memberikan kepastian harga demi kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-20 untuk SMKN 1 Petang serta selamat kelulusan bagi siswa kelas XII. Ia berharap para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mencapai cita-cita yang diinginkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dishub Denpasar Tertibkan Pelanggaran Lalu Lintas di Jalan Kamboja dan Gajah Mada

Published

on

By

Dishub Denpasar
PENERTIBAN: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar saat melaksanakan Kegiatan Pengawasan dan Pengendalian Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Kota Denpasar, Rabu (29/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar melaksanakan Kegiatan Pengawasan dan Pengendalian Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Kota Denpasar, Rabu (29/4).

Kegiatan penertiban ini difokuskan di kawasan Jalan Kamboja dan Jalan Gajah Mada dengan melibatkan lintas instansi guna menciptakan ketertiban lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berkendara.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait masih adanya pelanggaran lalu lintas dan parkir yang mengganggu kelancaran arus kendaraan.

“Disamping adanya laporan masyarakat, kegiatan ini memang rutin kami laksanakan setiap bulan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian lalu lintas di Kota Denpasar,” ujarnya.

Pada kegiatan di Jalan Kamboja, petugas memeriksa sebanyak 12 kendaraan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar pengendara diberikan teguran karena sopir berada di tempat saat pemeriksaan dilakukan. Selain itu, petugas juga melakukan penempelan stiker terhadap 10 kendaraan roda empat sebagai bentuk peringatan atas pelanggaran yang ditemukan.

Sementara itu, kegiatan pengawasan di Jalan Gajah Mada dilaksanakan dengan melibatkan total 40 personel gabungan. Adapun rinciannya yakni unsur Kepolisian sebanyak 9 personel, TNI 4 personel, Dishub Kota Denpasar 18 personel, Satpol PP 5 personel, Perumda Pasar 2 personel, Kecamatan Denpasar Barat 1 personel, serta DPC Organda 1 personel.

Dalam kegiatan di Jalan Gajah Mada tersebut, petugas memeriksa sebanyak 15 kendaraan. Sebanyak 12 kendaraan diberikan teguran karena sopir berada di lokasi saat penertiban berlangsung. Selain itu, petugas juga melakukan penempelan stiker terhadap kendaraan pelanggar yang terdiri dari 3 kendaraan roda enam, 3 kendaraan roda empat, dan 9 kendaraan roda dua.

Baca Juga  Bimtek Dunia Usaha Berintegritas di Kabupaten Badung

Tak hanya itu, pihak Kepolisian juga melakukan tindakan tilang terhadap 3 kendaraan yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas. Barang bukti yang diamankan berupa 2 STNK dan 1 SIM B1.

Ketut Sriawan menegaskan bahwa kegiatan pengawasan dan penertiban ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menciptakan ketertiban, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di Kota Denpasar.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas serta memarkir kendaraan pada tempat yang telah disediakan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca