Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Atma Wedana“ dan “Manusa Yadnya“ di Desa Adat Mengwi

Serahkan Secara Simbolis Bantuan Hibah Upakara Sebesar Rp. 400 Juta

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Adi Arnawa
SERAHKAN DANA HBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri “Karya Atma Wedana“ dan “Manusa Yadnya“ di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Mengwi, Senin (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian adat, agama, tradisi, seni, dan budaya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri pelaksanaan Karya Penileman/Atma Wedana dan Manusa Yadnya yang diselenggarakan oleh Desa Adat Mengwi bertempat di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Mengwi, Senin (20/10).

Karya Penileman/Atma Wedana dan Manusa Yadnya ini dilaksanakan sejak 29 September hingga 24 Oktober 2025, dengan rincian upakara Memukur 126 sawa, Mapetik 98 diri, dan Mesangih 148 orang. Puncak karya berlangsung pada Selasa, 21 Oktober 2025, dipuput oleh Ida Pedanda Griya Bekak.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, Bupati Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bantuan hibah upakara sebesar Rp. 400 juta yang diterima langsung oleh Panitia Karya.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Mengwi atas semangat kebersamaan dan gotong-royong yang ditunjukkan dalam pelaksanaan yadnya ini.

“Saya merasa bahagia dan bangga. Rasa syukur kita panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas asung kerta wara nugraha-Nya, saya dapat hadir menyaksikan pelaksanaan Karya Atma Wedana dan Manusa Yadnya di Desa Adat Mengwi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa kegiatan yadnya memiliki makna spiritual yang mendalam serta mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang harus terus dilestarikan. Pemerintah Kabupaten Badung, akan selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan, sebagai bagian penting dari pembangunan kebudayaan di Bali.

“Tradisi seperti ini bukan hanya bentuk pengabdian spiritual, tetapi juga sarana mempererat rasa persaudaraan, menumbuhkan nilai kebersamaan, serta memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Melalui yadnya, kita menata hubungan dengan Sang Pencipta sekaligus menjaga keseimbangan dengan sesama dan lingkungan,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara “Nodia Melaspas Alit” Pura Dalem Desa Adat Oongan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Saya berpesan dan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, ini sebagai wujud tanggung jawab bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan menjaga agar tidak terjadi banjir. Ini perlu kerja sama semua pihak, karena ini tidak bisa terwujud jika tidak ada dukungan dan kerja sama dari krama semua. Saya berharap melalui pelaksanaan yadnya ini akan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan berkarakter, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal,” ucapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengwi Ida Bagus Oka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan hibah sebesar Rp 400 juta untuk mendukung pelaksanaan karya ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Mengwi yang memberikan bantuan uparengga sebesar Rp 50 juta melalui APBDes Mengwi.

“Mewakili krama Desa Adat Mengwi, saya sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati serta anggota DPRD Badung sekaligus tokoh masyarakat Mengwi atas perhatian dan dukungan nyata terhadap pelaksanaan yadnya ini. Bantuan ini menjadi bukti sinergi dan hubungan yang baik terjalin antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian budaya serta memperkuat kegiatan keagamaan masyarakat Bali,” jelasnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Penglingsir Puri Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Satria, Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Tripika Mengwi, Perbekel Mengwi I Nyoman Suwarjana, Bendesa Adat Mengwi Ida Bagus Oka, serta krama Desa Adat Mengwi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

“Karya Agung“ 10 Tahunan di Kintamani, Bupati Adi Arnawa Ajak Jaga Danau Batur Sebagai Jantung Air Bali

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Tawur Agung di Danau Batur
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri “Karya Tawur Agung Manca Wali Krama“ di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Upacara keagamaan Danu Kertih serangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama digelar megah di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). Karya di salah satu Pura Tri Kahyangan Jagat yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali ini dilaksanakan sebagai momentum penting untuk mendoakan kerahayuan, keselamatan, serta menjaga keharmonisan alam dan spiritual Bali.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Turut serta Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, yang bersama-sama mengikuti prosesi sakral mendak tirta amertha dan mulang pekelem di tengah Danau Batur.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan apresiasi mendalam kepada krama Desa Adat Songan atas pelaksanaan karya agung ini. Ia menegaskan bahwa ritual tersebut bukan hanya milik warga setempat, melainkan demi keharmonisan seluruh jagat Bali.

“Puncak Karya Agung akan jatuh pada Saniscara Umanis Bala, 26 September 2026, bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat. Astungkara melalui pelaksanaan karya ini, Pulau Bali senantiasa gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Senada dengan Wagub Bali, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turut memuji semangat gotong-royong warga dalam menjaga kelestarian tradisi spiritual dan alam Danau Batur. Baginya, karya agung ini menjadi pengingat penting akan keseimbangan ekosistem (Bhuana Agung) dan spiritualitas (Bhuana Alit).

“Upacara Danu Kertih ini bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan wujud nyata penghormatan kita terhadap alam, khususnya Danau Batur sebagai jantung sumber air di Pulau Bali. Harapan kita bersama, melalui kesucian yadnya Manca Wali Krama ini, Bali senantiasa dianugerahi kedamaian, kerahayuan, serta kelimpahan sumber daya alam yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Abulan Pitung Dina Karya Padudusan” di Pemerajan Agung Sakti Padangsambian

Jalannya karya keagamaan ini di-puput oleh Yajamana Karya, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun bersama Ida Istri Nata Nawa Wangsa dari Griya Kedhatuan Kawista, Banjar Munduk Ngandang, Desa Belatungan, Pupuan, Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga dan Gubernur Bali Wayan Koster sembahyang Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau
PERSEMBAHYANGAN BERSAMA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci Tumpek Uye melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Uye, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta jajaran memaknai perayaan hari suci yang menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup, khususnya satwa, melalui persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukaru, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Provinsi Bali beserta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Rahina Tumpek Uye atau yang dikenal dengan Tumpek Kandang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye. Hari suci ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan satwa sebagai bagian dari kehidupan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas manfaat dan keberadaan seluruh makhluk hidup. Nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan satwa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan serta pelepasan burung, yakni burung crucuk, titiran, dan kukur, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian ekosistem dan satwa. Kemudian persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Beji dan di utama mandala Pura Luhur Batukau sebagai wujud syukur dan penghayatan terhadap makna Rahina Tumpek Uye.

Sanjaya menyampaikan bahwa peringatan Rahina Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai melalui pelaksanaan upacara, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata untuk menjaga alam serta seluruh makhluk hidup. Menurutnya, keharmonisan antara manusia dan alam merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengapresiasi kebersamaan Gubernur Koster dan jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperingati Rahina Tumpek Uye. Pihaknya berharap semangat untuk menjaga alam dan satwa dapat terus ditumbuhkan serta diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga nilai-nilai keharmonisan dan keseimbangan yang terkandung dalam Rahina Tumpek Uye dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Paparkan Strategi dan Capaian Target Pembangunan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Pitenget” Tumpek Uye, juga Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekda Eddy Mulya menghadiri persembahyangan Tumpek Uye di Pura Agung Jagatnatha Denpasar
TUMPEK UYE: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). Perayaan Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye tersebut menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan dan menghormati keberadaan hewan sebagai bagian dari ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain persembahyangan bersama, kegiatan juga dirangkaikan dengan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan peliharaan secara gratis bagi masyarakat.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Tumpek Uye memiliki makna penting dalam kehidupan umat Hindu. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap hewan, tetapi juga mengingatkan manusia untuk menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

“Melalui Tumpek Uye, kita diingatkan untuk menghormati dan menyayangi seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan hari ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran rabies,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya menambahkan, pelaksanaan vaksinasi rabies bertepatan dengan Tumpek Uye diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin bertanggung jawab dalam memelihara hewan peliharaan. Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung kesehatan masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan bahwa vaksinasi rabies gratis merupakan salah satu kegiatan yang secara rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar. Namun, pelaksanaan kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Rahina Tumpek Uye.

Baca Juga  Penutupan Turnamen Sepak Bola STWD Cup XII 2025

“Vaksinasi rabies gratis sudah sering kita laksanakan. Hari ini menjadi spesial karena bertepatan dengan Tumpek Uye, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari semangat memuliakan hewan,” jelas Eddy Mulya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama. Usai persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi otonan bagi hewan peliharaan yang dibawa oleh masyarakat.

Selanjutnya, hewan peliharaan yang telah mengikuti prosesi tersebut mendapatkan pelayanan vaksinasi rabies secara gratis di jaba Pura Agung Jagatnatha. Masyarakat juga mendapatkan pelayanan sterilisasi hewan peliharaan sesuai dengan ketentuan dan layanan yang tersedia.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa Tumpek Uye bukan sekadar momentum untuk memuliakan hewan sebagai bagian dari Bhuwana Agung, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri manusia atau Bhuwana Alit dari sifat-sifat kebinatangan.

“Makna Tumpek Uye sangat luas. Kita diajak untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, serta seluruh makhluk hidup. Karena itu, kegiatan vaksinasi rabies ini sangat relevan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Tumpek Uye,” ungkapnya.

Perayaan Tumpek Uye di Kota Denpasar diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap hewan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca