Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Bupati Adi Arnawa Puji Penampilan Bapang Barong Duta Badung di PKB 2026

BALIILU Tayang

:

HADIRI PEMENTASAN BAPANG BARONG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pementasan Tabuh dan Bapang Barong Duta Kabupaten Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Arda Candra, Art Center, Denpasar, Kamis (25/06/2026) malam. (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap pementasan Tabuh dan Bapang Barong Duta Kabupaten Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Penampilan memukau tersebut berlangsung di Panggung Terbuka Arda Candra, Art Center, Denpasar, Kamis (25/06/2026) malam.

“Penampilan Bapang Barong Badung malam ini sangat luar biasa. Kalau diberi nilai, saya kasi angka sembilan (9). Penampilannya sangat baik sekali,” ujar Bupati Adi Arnawa penuh bangga seusai menyaksikan acara.

Turut hadir mendampingi Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba bersama Ketua DWP Badung Ny. Olivia Surya Suamba, serta Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana. Hadir pula Camat Kuta Utara, para seniman, tokoh masyarakat, dan pencinta seni yang memadati tribun penonton.

Duta Kabupaten Badung dalam ajang bergengsi ini diwakili oleh Sekaa Gong Satya Winangun Budaya dari Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Pementasan ini menampilkan pengembangan teknik garap bapang barong khas Badung dengan karakter gerak yang tegas, dinamis, dan berwibawa.

Koreografinya tertata struktur melalui penguatan aksen gerak, pengolahan ruang, serta harmonisasi visual antara penari barong dan penari tedung (payung hias). Menariknya, kehadiran penari tedung dalam sajian ini terinspirasi dari Pusaka Pejenengan di Desa Tibubeneng, yaitu Lelandepan Kilemar Agung dan Tamiang Ikulan Jaya.

Pusaka tersebut merepresentasikan kebenaran, ketajaman pikiran, pengayoman, serta kekuatan spiritual. Nilai-nilai filosofis dan tradisi Tamiang ini diterjemahkan ke dalam pola gerak pemegang tedung yang harmonis, ritmis, dan dinamis, sehingga memperkaya dimensi estetis pementasan.

Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Badung merupakan bentuk dukungan penuh terhadap seluruh seniman yang berjuang membawa nama daerah di PKB 2026.

Baca Juga  Bawakan Kisah ‘’Pralaya Senopati Salya’’ Khas Sulangai, Sanggar Seni Wayang Kulit Parwa Bendu Semara Tampil di PKB 2025

Sebelum menyaksikan Bapang Barong, Bupati juga sempat meninjau dan mengapresiasi parade klasik pementasan Semar Pegulingan dari Desa Sulangai, Kecamatan Petang. “Kami memberikan dukungan penuh, mulai dari masa latihan hingga penampilan malam hari ini. Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak kita yang tampil luar biasa,” ungkapnya.

Mengingat Bapang Barong merupakan salah satu nomor yang dilombakan dalam PKB tahun ini, Adi Arnawa optimis Duta Badung mampu meraih hasil tertinggi. “Ini ajang yang sangat bergengsi. Walaupun tantangan dan persaingan antar-kabupaten/kota di Bali sangat berat, saya yakin dengan kualitas yang ditampilkan tadi. Astungkara, Duta Badung Jayanti (juara),” pungkas Bupati Adi Arnawa. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

SENI

“SINGAde Barong”, Refleksi Keberadaan Barong dari Sudut Pandang Bali Utara

Published

on

By

barong ket buleleng
LOMBA BARONG KET: Duta Kabupaten Buleleng yang diwakili Sanggar Seni Wahana Santhi, Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu saat tampil dalam lomba Barong Ket Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (24/6). (Foto: Hms Buleleng)

Denpasar, baliilu.com – Buleleng kembali menunjukkan kekayaan kreativitas seninya dalam Lomba Barong Ket Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (24/6). Melalui garapan bertajuk “SINGAde Barong”, Duta Kabupaten Buleleng yang diwakili Sanggar Seni Wahana Santhi, Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu, menghadirkan sebuah perspektif khas Bali Utara dalam memaknai kesenian Barong Ket.

Di tengah kuatnya tradisi barong yang berkembang di sejumlah wilayah Bali, Buleleng memilih menghadirkan pendekatan berbeda. Garapan ini tidak hanya menampilkan kekuatan teknik dan estetika pertunjukan, tetapi juga menawarkan gagasan tentang identitas budaya Bali Utara yang diterjemahkan melalui bahasa seni pertunjukan.

Konseptor garapan, I Ketut Pany Ryandhi, menjelaskan bahwa judul “SINGAde Barong” sengaja dipilih karena memiliki dua makna yang saling melengkapi. Pertama, dapat dimaknai sebagai “Singa de Barong”, yang merujuk pada sosok singa sebagai representasi visual Barong Ket. Kedua, dapat pula dibaca sebagai “Sing Ade Barong” yang dalam bahasa Bali berarti “tidak ada barong”.

Menurutnya, makna kedua tersebut lahir dari refleksi terhadap kondisi budaya di Buleleng. Bukan berarti Bali Utara tidak memiliki tradisi barong, melainkan keberadaan dan perkembangannya tidak seintens beberapa wilayah lain di Bali yang dikenal kuat dengan tradisi barongnya.

“Berangkat dari situ, kami ingin menghadirkan perspektif orang Buleleng terhadap Barong Ket. Melalui kesempatan ini kami mencoba membawa cara pandang masyarakat Bali Utara dalam memaknai barong, baik dari sisi estetika maupun spirit yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah pertunjukan yang memadukan tradisi Barong Ket dengan karakter musikal Bali Utara. Dalam penggarapannya, tim kreatif mengadopsi spirit musik kebyar yang selama ini menjadi salah satu identitas kuat kesenian Buleleng. Energi, dinamika, dan semangat eksploratif khas musik kebyar diolah menjadi bagian penting dalam penyajian karya, tanpa meninggalkan esensi tradisi Barong Ket itu sendiri.

Baca Juga  Usung “Bima Swarga”, Janger Tradisi Remaja Duta Badung Sampaikan Pesan Moral Bakti kepada Orang Tua dan Leluhur

Selain mengangkat identitas budaya, “SINGAde Barong” juga membawa pesan tentang kesetaraan dalam dunia seni. Hal itu tercermin dari keterlibatan penabuh perempuan dalam proses kreatif maupun penyajian pertunjukan.

Kehadiran para seniman perempuan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap kemampuan yang dimiliki perempuan dalam berkesenian. Sanggar Seni Wahana Santhi meyakini bahwa kualitas berkarya tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kemampuan, dedikasi, dan komitmen dalam menjalani proses kreatif.

Secara struktur pertunjukan, garapan tetap mengikuti ketentuan lomba yang ditetapkan panitia PKB. Penyajian disusun berdasarkan hirarki musikal yang telah ditentukan, mulai dari bagian pembuka hingga pengembangan adegan yang memberikan ruang bagi penari dan penabuh menampilkan kemampuan artistiknya. Pany Ryandhi mengatakan, struktur garapan sengaja disusun sesuai pedoman lomba yang telah ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

“Di bagian awal terdapat gending papeson yang menjadi ruang bagi penari tedung untuk menampilkan kebolehannya, kemudian dilanjutkan dengan bagian-bagian lain sesuai hirarki yang sudah ditentukan. Secara musikal, kami mengadopsi struktur yang telah ditetapkan dalam kriteria lomba,” pungkasnya.

Melalui “SINGAde Barong”, Sanggar Seni Wahana Santhi tidak hanya menampilkan sebuah garapan lomba, tetapi juga menyampaikan refleksi budaya tentang posisi dan identitas Barong Ket di Bali Utara.

Permainan makna dalam judulnya menjadi simbol keberanian untuk menafsirkan kembali tradisi, sekaligus menegaskan bahwa Buleleng memiliki cara tersendiri dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Bali di tengah dinamika zaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Janger Remaja Buleleng Perdana Tampil di PKB, Usung Lakon “Atma Prasangka”

Published

on

By

janger remaja
PARADE JANGER: Sekaa Yowana Mudita Desa Adat Kalibukbuk saat membawakan garapan berjudul Atma Prasangka pada Parade Janger Remaja dalam rangkaian PKB 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (25/6). (Foto: Hms Buleleng)

Denpasar, baliilu.com – Janger Remaja untuk pertama kalinya mewakili Kabupaten Buleleng tampil di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Debut tersebut diwujudkan oleh Sekaa Yowana Mudita Desa Adat Kalibukbuk yang membawakan garapan berjudul Atma Prasangka pada Parade Janger Remaja di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (25/6).

Mengusung lakon Atma Prasangka, duta Kabupaten Buleleng ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan, tetapi juga menghidupkan kembali warisan Janger khas Kalibukbuk yang sempat berjaya pada era 1960-an.

Pembina garapan, Gede Adi Setiawan, mengatakan karya tersebut lahir dari proses riset terhadap bentuk Janger yang pernah berkembang di Desa Adat Kalibukbuk. Bersama tim pembina tabuh dan vokal, mereka menelusuri berbagai narasumber, mulai dari mantan penari, penonton, hingga para tetua desa yang masih mengingat pertunjukan Janger pada masa lalu.

“Kami sepakat mengangkat kembali Janger yang pernah eksis di Desa Adat Kalibukbuk sekitar tahun 1960-an. Gending-gending yang dibawakan merupakan hasil penelusuran dari para narasumber yang masih menyimpan ingatan tentang kesenian ini,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, struktur pertunjukan tetap mempertahankan pakem Janger terdahulu. Pembaruan hanya dilakukan pada pengolahan gerak untuk memperkuat estetika pertunjukan, sementara lagu-lagu dan vokal tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya.

Lakon Atma Prasangka mengangkat persoalan prasangka dalam kehidupan manusia, tentang sikap ketika seseorang mengetahui kebenaran tetapi memilih diam, atau sebaliknya merasa benar padahal keliru. Gagasan itu dipadukan dengan nilai Atma Kerthi yang menekankan kesadaran manusia terhadap jati diri, keseimbangan jiwa, serta keharmonisan hubungan purusa dan pradana.

Menurut Adi, pesan yang ingin disampaikan melalui garapan ini adalah mengajak masyarakat untuk merefleksikan diri. “Pernahkah kita sadar siapa diri kita, untuk apa kita hidup, dan apa yang harus kita lakukan. Itulah yang ingin kami renungkan melalui karya ini,” katanya.

Baca Juga  Sanggar Gita Bandana Praja Denpasar Pastikan Kesiapan Tampil di Ajang PKB XLVIII

Ia mengakui proses penyusunan garapan memerlukan waktu panjang. Selain latihan selama tiga bulan, tim juga harus mencari dan menghimpun informasi dari para narasumber untuk menyusun kembali bentuk Janger Kalibukbuk yang telah lama tidak dipentaskan.

Bagi Sekaa Yowana Mudita, tampil sebagai duta pertama Kabupaten Buleleng pada Parade Janger Remaja PKB menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesenian Janger di daerahnya. Mereka berharap Janger tidak hanya hidup di panggung festival, tetapi juga kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat melalui kegiatan ngayah, desa adat, maupun berbagai agenda kebudayaan di Kabupaten Buleleng.

“Semoga penampilan ini menjadi awal agar Janger di Kabupaten Buleleng terus eksis, berkembang, dan kembali menjadi identitas budaya yang diwariskan kepada generasi muda,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Semara Pagulingan Duta Badung Angkat Filosofi Wong Samar di PKB XLVIII 2026

Published

on

By

semara pegulingan badung
TARI LEGONG KREASI WANG AMUHA: Rekasadana Semara Pagulingan Komunitas Seni Nyenit-Nyenir, Duta Kabupaten Badung, menampilkan Tari Legong Kreasi Wang Amuha dalam Pergelaran PKB XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar. Penampilan mengangkat filosofi Wong Samar sebagai simbol pemuliaan terhadap seluruh ciptaan Tuhan sesuai tema PKB, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha. (Foto: wid/bi)

Denpasar, baliilu.comRekasadana (Pergelaran) Semara Pagulingan dari Komunitas Seni Nyenit-Nyenir, Banjar Sulangai, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, tampil memukau di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Kamis (25/6) pukul 18.00.

Sebagai Duta Kabupaten Badung, komunitas seni tersebut menghadirkan perpaduan tabuh dan tari yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal serta sejalan dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha yang bermakna “Memuliakan Jiwa Paripurna”.

Penampilan yang melibatkan puluhan seniman itu membawakan empat garapan, yakni dua tabuh dan dua tari. Di antaranya Tabuh Klasik Sekar Taman, Tabuh Kreasi, Tari Legong Kreasi berjudul Wwan atau Wang Amuha, serta Tari Jauk Longor. Garapan tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa.

Ketua Komunitas Seni Nyenit-Nyenir, I Made Yudiarta, mengatakan bahwa penampilan tahun ini tidak hanya menonjolkan aspek estetika seni pertunjukan, tetapi juga menyampaikan pesan spiritual yang berakar dari tradisi masyarakat Desa Sulangai.

”Kami mengambil kearifan lokal yang ada di wilayah kami, yakni Desa Sulangai. Kami mengangkat cerita terkait Wong Samar sebagai bentuk pemuliaan terhadap percikan kecil Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang juga mendiami makhluk-makhluk yang tidak kasat mata. Jadi ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap atman yang sangat relevan dengan tema Atma Kerthi pada PKB tahun ini,” ujarnya.

Menurut Yudiarta, karya utama yang menjadi fokus garapan adalah Tari Legong Kreasi berjudul Wang Amuha. Karya tersebut mengangkat filosofi tentang penghormatan terhadap seluruh ciptaan Tuhan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

”Kami ingin menyampaikan pesan tentang pemuliaan terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan. Dalam konsep yang kami angkat, makhluk tidak kasat mata juga merupakan bagian dari ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang harus dihormati. Jadi esensinya adalah menjaga keharmonisan hubungan dengan seluruh ciptaan-Nya,” katanya.

Baca Juga  Arja Klasik dari Sanggar Citta Usadhi Duta Badung Sukses Tampil di PKB 2025

Untuk mempersiapkan penampilan tersebut, Komunitas Seni Nyenit-Nyenir melibatkan sekitar 50 orang yang terdiri atas penabuh, penari, pembina, kru panggung hingga panitia pendukung.

”Kami berjumlah kurang lebih 50 orang. Persiapan sudah dilakukan sekitar lima bulan, dimulai sejak Februari. Seluruh anggota bekerja keras agar bisa memberikan penampilan terbaik sebagai Duta Kabupaten Badung,” ungkap Yudiarta.

Dalam pergelaran ini, pembinaan tabuh iringan tari dilakukan oleh I Wayan Sumayasa, sementara pembina Tabuh Klasik dan Kreasi dipercayakan kepada I Wayan Kartika. Keduanya berperan penting dalam proses penggarapan musik yang menjadi penguat karakter setiap karya yang ditampilkan.

I Wayan Sumayasa menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam proses kreatif terletak pada upaya menerjemahkan konsep yang bersifat abstrak ke dalam bentuk musik dan gerak tari yang harmonis.

”Tantangan terbesar adalah bagaimana mengemas konsep yang ingin disampaikan dalam karya ini. Kami membicarakan sesuatu yang tidak terlihat, sehingga proses menuangkan ide ke dalam iringan menjadi cukup sulit. Selain itu, dalam perjalanan latihan sering terjadi ketidakcocokan antara gerak tari dan iringan tabuh,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa proses penyempurnaan dilakukan berulang kali agar iringan dan gerak tari mampu menyatu secara utuh di atas panggung.

”Karena prosesnya panjang, kami terus melakukan revisi demi revisi. Akhirnya iringan dan tari bisa menyatu dengan baik sehingga menghasilkan penampilan yang sesuai dengan konsep yang diharapkan,” katanya.

Sumayasa menambahkan bahwa selain menyuguhkan hiburan, karya yang ditampilkan juga mengandung pesan moral mengenai pentingnya menjaga hubungan harmonis antar-sesama makhluk.

”Pesan yang ingin kami sampaikan sesuai tema PKB tahun ini adalah bagaimana kita lebih menghargai sesama ciptaan Tuhan. Kita harus saling menghormati dan menjaga hubungan yang baik dengan seluruh ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Baca Juga  Sanggar Gita Bandana Praja Denpasar Pastikan Kesiapan Tampil di Ajang PKB XLVIII

Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Adi Adnyana, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung terus memberikan dukungan terhadap perkembangan seni dan budaya, termasuk kepada para seniman yang tampil dalam ajang PKB.

”Kami dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung sangat mengapresiasi dan memotivasi setiap perkembangan seni budaya di Badung. Salah satu wadah terbesarnya adalah Pesta Kesenian Bali yang diselenggarakan setiap tahun,” katanya.

Menurutnya, komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam pelestarian budaya diwujudkan melalui berbagai bentuk pembinaan dan dukungan pendanaan kepada seluruh duta kesenian yang mewakili daerah tersebut di PKB.

”Pemerintah memberikan bantuan dan pembinaan kepada seluruh sekaa atau kelompok seni yang akan tampil di Pesta Kesenian Bali. Persiapan sudah dilakukan sejak awal tahun sehingga para seniman memiliki waktu yang cukup untuk mematangkan penampilannya,” ujar Adnyana.

Ia menegaskan bahwa seni budaya merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Badung, sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan dikembangkan.

”Kabupaten Badung tetap berkomitmen menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali. Seni tidak boleh hilang atau punah, khususnya di Badung. Karena itu kami terus memberikan ruang bagi para seniman untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuannya,” katanya.

Lebih lanjut, Adnyana berharap PKB tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi media edukasi dan tuntunan bagi masyarakat.

”Yang tampil di Pesta Kesenian Bali adalah seniman-seniman terbaik yang memiliki kemampuan luar biasa. Karena itu pertunjukan yang disajikan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi masyarakat Bali,” pungkasnya.

Melalui penampilan Semara Pagulingan yang mengangkat filosofi Wong Samar dan pemuliaan terhadap seluruh ciptaan Tuhan, Duta Kabupaten Badung tidak hanya menghadirkan kualitas artistik yang kuat, tetapi juga mempertegas peran seni sebagai sarana penyampaian nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal Bali di panggung PKB XLVIII Tahun 2026. (gs/bi)

Baca Juga  Pementasan Gong Kebyar Legendaris PKB Tahun 2025

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca