Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Badung Hadiri HUT Ke- 46 ST Dharma Sentosa Banjar Gede Anggungan

BALIILU Tayang

:

HUT
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ST. Dharma Sentosa Ke-46 Banjar Gede Anggungan, Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi bertempat di Wantilan Desa Adat Anggungan, Minggu (30/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri HUT ke-46 ST Dharma Sentosa Banjar Gede Anggungan, Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi bertempat di Wantilan Desa Adat Anggungan, Minggu (30/10). Turut hadir anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung Ni Luh Gede Rara Hita, Camat Mengwi Nyoman Suhartana serta unsur Tripika, Lurah Lukluk I Gede Wisnu Bhayangkara, Perwakilan Bendesa Adat Anggungan, Ketua ST Dharma Sentosa I Made Gede Dwi Putra dan undangan lainnya.

Puncak acara HUT ke-46 ST Dharma Sentosa ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang langsung dilakukan oleh Bupati Giri Prasta dan diserahkan kepada Ketua Ketua ST Dharma Sentosa I Made Gede Dwi Putra. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga turut menyerahkan bantuan Rp. 15 juta bersumber dari dana pribadi, anggota DPRD Bali Bagus Alit Sucipta Rp. 5 juta dan anggota DPRD Badung Ni Luh Gede Rara Hita Rp. 5 juta.

Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta mengapresiasi dan mendukung segala kegiatan sekaa teruna. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dan generasi muda dalam mengajegkan adat, seni dan budaya. Tiga pilar yaitu wimuda, winata dan wiwerda, dan tiga pilar ini harus dan wajib bersatu di banjar ini. Karena dengan bersatu maka setengah perjuangan sudah berhasil, sebaliknya kalau tidak bersatu maka setengah perjuangan telah gagal.

“Jika selalu bersatu, saya selalu siap memfasilitasi kebutuhan sekaa teruna, dimana sekaa teruna ini adalah agen perubahan yang paling baik untuk masa depan Kabupaten Badung dan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Pihaknya juga mengatakan, sekarang ini Wi-fi sudah masuk ke banjar-banjar, karena banjar merupakan tempat creative space mini expo. “Disinilah  tempat dan wadah anak-anak generasi milenial saya seperti ini membuat sebuah akselerasi, bagaimana menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Karena di zaman sekarang tidak ada yang besar mengalahkan yang kecil begitu pula sebaliknya yang kecil mengalahkan yang besar, sekarang ini yang lambat dikalahkan yang cepat.” katanya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Sosialisasi RPLP2B

Bupati Giri Prasta  juga menyampaikan rasa bangga dan bahagia karena Sekaa Teruna Dharma Sentosa di dalam berorganisasi sudah menerapkan dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana, yang pada intinya mengajarkan tentang keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungannya. Ketika Tri Hita Karana sudah dilakukan oleh sekaa teruna, otomatis Ida Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa sayang kepada sekaa teruna.

Pihaknya berharap agar sekaa teruna tidak terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, mabuk-mabukan dan mengganggu ketertiban umum.“Sekali lagi saya ucapkan selamat ulang tahun kepada ST Dharma Sentosa ke-46,” ucapnya.

Sementara itu  Ketua ST Dharma Sentosa I Made Gede Dwi Putra mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran Bupati Badung bersama undangan lainnya pada acara perayaan HUT.  Pihaknya juga menyampaikan bahwa HUT dilaksanakan bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan, keakraban dan solidaritas antar STT dan masyarakat serta dapat bermanfaat kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Published

on

By

Pantai Kelingking
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban dengan ambulans menuju Rumah Sakit Gema Santi. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari itu sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

“Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Berharap Sekaa Teruna Menjadi Agen Perubahan

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Terima ST Mekar Jaya Babakan Kangin Gulingan, Wabup Suiasa Dukung Program Tukar Sampah dengan Beras
Lanjutkan Membaca

NEWS

Korban Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Ditemukan Meninggal Dunia

Published

on

By

Air Terjun Tembok Barak
PENCARIAN: Tim SAR saat melakukan pencarian hari kedua yang kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal. (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Pencarian hari kedua terhadap Ardianan Wardana Putra (23), asal Sleman, Yogyakarta, yang tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, kembali dilanjutkan sejak pagi, Minggu (26/4/2026). Objek wisata ini berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng,

Dengan dibantu masyarakat setempat, tim SAR gabungan memfokuskan penyisiran di seputaran pusaran air terjun. Sementara itu tim darat memantau dari atas untuk melihat kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban.

Upaya pencarian tersebut akhirnya menemukan titik terang. “Kita menemukan salah satu titik yang kita curigai, posisi barat air terjun arah ke tebing,” terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. Untuk memastikan kecurigaan tersebut diturunkan tim penyelam.

Tak berselang lama setelah upaya menyelam, akhirnya pada pukul 09.00 Wita korban ditemukan di bawah permukaan air di kedalaman berkisar 6-7 meter. Keadaan korban saat ditemukan masih menggunakan celana warna hitam, dan tidak ditemukan adanya luka benturan. “Kondisi titik yang kita curigai dengan info kronologis awal yang kita terima pada posisi kurang lebih 2-3 meteran, bergeser ke arah selatannya,” jelasnya.

Setelah dievakuasi ke darat, selanjutnya jenasah Ardianan Wardana Putra dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulance PMI Kabupaten Buleleng.

Diberitakan sebelumnya beberapa orang melakukan aktivitas mandi di air terjun Tembok Barak pada Sabtu (25/4/2026) pukul 16.30 Wita. Keceriaan itu berubah menjadi mencekam saat 1 orang tidak bisa melawan arus derasnya air terjun dan ia pun tenggelam. Teman-temannya berusaha memberikan pertolongan, akan tetapi karena semuanya diselimuti kepanikan, akhirnya tubuh Ardianan tenggelam dan tidak bisa ditemukan. upaya pencarian hingga malam hari oleh tim SAR gabungan hasilnya nihil.

Baca Juga  Dukung Kreativitas Sekaa Teruna, Bupati Tabanan Hadiri Lomba Mancing

Adapun unsur SAR yang terlibat selama berlangsungnya operasi SAR diantaranya dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Damkar Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud Buleleng, Polsek Sukasada, SAMAPTA Polres Buleleng, TNI AL Pos Sangsit, Bala wita Buleleng, Bhabinkamtibmas Sambangan, Babinsa Sambangan, Pokdarwis Aling-Aling Sambangan, Bhuana Bali Rescue, Badan Pusat Statistik Buleleng, perangkat Desa Sambangan, masyarakat setempat beserta rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca