Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Giri Prasta Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Keluarga 2021

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta saat pendataan dan validasi data keluarga perdana di Desa Pelaga, Kamis (1/4).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengajak semua masyarakat Kabupaten Badung untuk ikut serta dalam mendukung dan mensukseskan pelaksanaan pendataan keluarga tahun 2021. Karena pendataan ini sebagai dasar bagi pemerintah dalam melaksanakan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan pembangunan dimulai dari perencanaan yang baik, dan perencanaan yang baik berdasarkan data yang akurat,” kata Bupati I Nyoman Giri Prasta yang didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta saat pendataan dan validasi data keluarga perdana di Kabupaten Badung yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Badung bertempat di Desa Pelaga, Kamis (1/4).

Lebih lanjut Giri Prasta menjelaskan, pendataan keluarga tahun 2021 menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan program pembangunan lainnya.

“Keluarga bagian fundamental dalam bermasyarakat dan bernegara. Negara menjamin dan melindungi setiap warganya untuk mendapatkan haknya. Pendataan keluarga ini dilakukan dalam usaha melindungi dan memenuhi hak tiap warga negara, termasuk keluarga,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya mengajak menyukseskan pendataan keluarga tahun 2021 ini dengan memberikan data yang sebenar-benarnya kepada petugas. “Mari kita sukseskan pendataan keluarga tahun 2021 dengan memberikan data yang sebenar-benarnya kepada petugas untuk menghasilkan data mikro keluarga secara by name by address sebagai penyediaan data atau dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan,” pungkas Bupati Giri Prasta.

Sementara itu Kepala DP2KBP3A Kabupaten Badung Putu Eka Mertawan mengatakan pendataan keluarga dilakukan serentak setiap 5 tahun sekali melalui kunjungan dari rumah ke rumah. Dikatakan ini sebagai amanat UU No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Peraturan Pemerintah No. 87 tentang Perkembangan Kependudukan, Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga.

“Pendataan Keluarga tahun 2021 penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga di Kabupaten Badung. Selain itu, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala setiap keluarga dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi,” ujarnya.

Eka Mertawan menambahkan untuk menyukseskan pendataan keluarga tahun 2021 di wilayah Kabupaten Badung, pihaknya telah menyiapkan petugas pendata yang bertugas sebanyak 830 orang tersebar di semua kecamatan dengan estimasi 1 orang petugas mendata 150 keluarga. “Semua petugas yang diterjunkan sudah terlatih memakai aplikasi berbasis android serta yang paling penting semua petugas bebas dari Covid-19,” imbuhnya. (bt)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Batukaru di Kedalaman 90 Meter

Published

on

By

pendaki batukaru
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban yang hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (10/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya evakuasi terhadap korban yang hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, berhasil dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (10/5/2026). Jenasah ditemukan di jurang dengan kedalaman kurang lebih 1.700 Mdpl pada Sabtu (9/5/2026) sore, pukul 16.20 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menyampaikan kepada awak media bahwa saat pertama kali ditemukan, muncul kecurigaan bahwa jenasah tersebut merupakan Made Dibya (84), yang sebelumnya dilaporkan terpisah dan tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru. Sebelumnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) telah menghentikan pencarian pria lanjut usia tersebut, dikarenakan operasi SAR telah berlangsung selama 7 hari, Sabtu (2/5/2026).

Sidakarya lanjut menegaskan, dengan ditemukan adanya kecurigaan keberadaan korban, maka operasi SAR dibuka kembali. Menindaklanjuti laporan tersebut, Operator Komunikasi Basarnas Bali segera melaksanakan koordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali serta pemandu lokal Batukaru. Pada pukul 16.40 Wita, diberangkatkan 5 personel dari Kantor Basarnas Bali yang berada di Jimbaran, Kuta Selatan menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru. Dengan kondisi larut malam dan pencahayaan minim, maka disepakati upaya evakuasi dilakukan pagi tadi.

Pada pukul 08.00 Wita tim bergerak dari ketinggian 1.197 Mdpl menuju titik lokasi penemuan korban. Setelah menempuh perjalanan melalui medan yang cukup berat, pada pukul 10.20 Wita, mereka berhasil menjangkau posisi korban pada koordinat 8°20’46.67″S – 115°5’6.32″E di ketinggian 1.808 Mdpl, tepatnya di jurang sedalam kurang lebih 90 meter.

“Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian mengingat medan yang licin, bebatuan yang labil, serta kondisi cuaca lembab disertai kabut dan jarak pandang terbatas. Selain itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembengkakan dan pembusukan organ tubuh turut menjadi tantangan dalam proses evakuasi,“ ujar Sidakarya.

Pada pukul 11.45 Wita, korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang dan selanjutnya ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan Jatiluwih. “Seluruh proses evakuasi selesai dilaksanakan pada pukul 13.40 Wita dan korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue,“ ucapnya.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Sabhara Polda Bali, Ditsamapta Sabhara Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, Polairud Polres Tabanan, Babinsa Desa Jegu, BPBD Kabupaten Tabanan, Bhuana Bali Rescue, RAPI Tabanan, PMI Kabupaten Tabanan, komunitas pendaki gunung, ORARI Bali, IOF Bali, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Indonesia Walk for Peace Selaras Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”

Gubernur Koster: Vibrasi Kedamaian untuk Dunia Dimulai dari Pulau Dewata

Loading

Published

on

By

Indonesia Walk for Peace
WALK FOR PEACE: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026 dari Brahma Vihara Arama, Kabupaten Buleleng, Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Sebanyak 50 bhikkhu dari sejumlah negara Asia Tenggara memulai perjalanan suci bertajuk Indonesia Walk for Peace 2026 dari Brahma Vihara Arama, Kabupaten Buleleng, Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/5). Perjalanan lintas provinsi sejauh ribuan kilometer yang akan ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 hari ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan umat Buddha, melainkan simbol kuat toleransi, persaudaraan, dan pesan perdamaian dunia yang dipancarkan dari Bali.

“Ini sesuatu yang sangat-sangat sakral, yaitu kegiatan perjalanan suci dalam rangka perayaan Hari Waisak yang jatuh pada tanggal 31 Mei. Dilakoni dengan perjalanan suci dari vihara ini sampai ke Borobudur,” kata Koster dalam sambutannya sebelum pelepasan peserta.

Koster mengaku sengaja meluangkan waktu menghadiri kegiatan tersebut meski memiliki agenda pemerintahan yang padat. Menurutnya, perjalanan spiritual para bhikkhu menjadi momentum penting yang mencerminkan nilai luhur kemanusiaan dan harmoni antarumat beragama.

“Berangkat hari ini tanggal 9 Mei dan direncanakan tiba tanggal 28 Mei. Jadi kurang lebih 20 hari perjalanan. Tentu ini adalah satu tekad, satu niat mulia, suci, luar biasa. Baru pertama kali kita melihat kegiatan seperti ini dilakukan oleh para bhikkhu dari Laos, Thailand, Kamboja, dan Malaysia,” ujarnya.

Para bhikkhu yang mengikuti perjalanan damai tersebut berasal dari Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, serta Indonesia termasuk Bali. Mereka akan melintasi empat provinsi sebelum tiba di Candi Borobudur untuk mengikuti rangkaian Hari Suci Waisak 2026.

Koster menyampaikan rasa hormat kepada seluruh peserta yang menjalani perjalanan panjang dengan penuh semangat dan disiplin spiritual.

“Kita respect, kita hormat semuanya. Tepuk tangan untuk para bhikkhu yang mulia,” ucapnya disambut aplaus para hadirin.

Menurut Gubernur Bali dua periode itu, kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026 sangat selaras dengan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan pentingnya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

“Ini sangat sejalan dengan upaya kita bersama di Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala,” jelasnya.

Lebih jauh, Koster meyakini perjalanan suci para bhikkhu akan menarik perhatian masyarakat internasional karena membawa pesan universal tentang perdamaian dan toleransi.

“Tidak semata kegiatan fisik keagamaan yang sakral, tetapi juga membawa pesan kedamaian yang dipancarkan dari Bali dan melintasi empat provinsi. Saya yakin ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” katanya.

Ia berharap perjalanan damai tersebut mampu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Bali, Indonesia, bahkan dunia internasional untuk terus menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman.

“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini betul-betul menjadi sumber inspirasi bagi kita semua, tidak saja masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat dan bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan penuh toleransi dan penuh kedamaian,” ujar Koster.

Dalam kesempatan itu, Koster juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah yang akan dilintasi para bhikkhu agar turut memberikan dukungan demi kelancaran perjalanan spiritual tersebut.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk mendukung agar semua berjalan dengan lancar dan sukses. Kami ikut mendoakan agar perjalanan 20 hari ini berjalan lancar, selamat sampai tujuan tanpa hambatan apa pun,” katanya.

Menurut Koster, perjalanan damai lintas daerah itu diharapkan memberi energi positif dan “vibrasi kedamaian” bagi Bali, Indonesia, hingga masyarakat dunia.

“Semoga kegiatan ini memberi vibrasi kedamaian bagi kita di Bali maupun bangsa dan negara bahkan masyarakat dunia,” imbuhnya.

Turut hadir dalam pelepasan Indonesia Walk for Peace 2026 Wakil Menteri Agama RI Romo R. Muhammad Syafi’i, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, jajaran Forkopimda Bali dan Buleleng, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tokoh lintas agama dan masyarakat.

Wakil Menteri Agama KH R. Muhammad Syafi’i memberikan apresiasi atas pelaksanaan perjalanan damai tersebut. Ia menilai tradisi spiritual yang dilakukan para bhikkhu menunjukkan bahwa nilai toleransi dan kedamaian sejatinya telah hidup lama di Nusantara.

“Kita mengapresiasi. Sebelum kita menerapkan politik toleransi dan moderasi, sebenarnya bangsa ini sudah punya fondasi yang sama, yaitu bagaimana umat beragama meninggalkan hawa nafsu dan menebarkan kedamaian,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, dukungan lintas agama dan kepala daerah terhadap kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa seluruh agama mengajarkan nilai kasih sayang, persaudaraan, dan toleransi.

“Nah itu bukti bahwa semua agama kita mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi,” kata Romo Syafi’i. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Buka Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Jembrana

Tekankan Persatuan Semeton Pasek untuk Pelestarian Adat, Budaya dan Penguatan SDM

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta resmi membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana
BUKA LOKA SABHA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, yang juga selaku Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, secara resmi membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana pada Sabtu (Saniscara Umanis, Tolu), 9 Mei 2026, di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, yang juga selaku Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, secara resmi membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana pada Sabtu (Saniscara Umanis, Tolu), 9 Mei 2026, di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta mengajak seluruh semeton MGPSSR Kabupaten Jembrana agar tetap guyub dan bersatu dalam menjalankan Catur Swadharmaning Kepasekan, yaitu Astiti ring Ida Hyang Widhi Wasa, Bakti ring Kawitan, Tindih ring Bhisama, dan Guyub ring Pasemetonan.

Giri Prasta berharap keberadaan MGPSSR dapat menjadi wadah untuk melestarikan adat, tradisi, seni, dan budaya di jagat Bali. Selain itu, sebagai umat Hindu, menurutnya tujuan utama yang harus diwujudkan adalah Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma. Karena itu, ia menginginkan seluruh sumber daya manusia (SDM) semeton Pasek tetap bersatu dan kuat.

“Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan berhasil. Kalau kita tidak bersatu, maka setengah perjuangan gagal. Masikian ngih,” tegas Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Badung, tersebut sembari mengingatkan bahwa leluhur Pasek sangat wikan atau berpengetahuan dan bijaksana sehingga tidak boleh ada perpecahan di antara semeton Pasek.

Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali itu selanjutnya meminta siapapun yang nantinya terpilih menjadi Manggala MGPSSR Kabupaten Jembrana dalam Loka Sabha Madya VIII agar segera membentuk kepengurusan dan menjalankan program pendataan secara menyeluruh terkait keberadaan Ida Pandita Mpu Nabe dan Ida Pandita Mpu di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Jembrana.

“Didata juga berapa jumlah Ida Bawati kita di kabupaten, termasuk jumlah Pura Dadia Pasek hingga jumlah semeton Pasek di Kabupaten Jembrana. Pendataan ini sangat penting agar di kemudian hari kita mengetahui kondisinya dan apabila ada Pura Dadia Pasek yang harus direstorasi, kita bisa melakukan upaya perbaikan,” jelas Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali yang akrab dipanggil “Guru Nyoman Giri” oleh semeton MGPSSR se-Bali.

Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendoakan agar Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik.

Dumogi Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Kabupaten Jembrana memargi antar, labda karya, sidaning don. Semoga berjalan lancar ngih Loka Sabha Madya puniki, dan titiang menghaturkan punia sebesar Rp 25 juta,” tutupnya.

Pernyataan tersebut disambut apresiasi oleh seluruh undangan yang hadir, di antaranya Ida Pandita Mpu Nabe bersama Ida Pandita Mpu, Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, anggota DPRD Bali, Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, PHDI Kabupaten Jembrana, MDA Kabupaten Jembrana, pengurus MGPSSR Provinsi Bali, Ketua MGPSSR kabupaten/kota se-Bali, serta semeton MGPSSR Kabupaten Jembrana.

Harapan serupa juga disampaikan Bupati Jembrana dalam pembukaan Loka Sabha Madya VIII yang mengusung tema “Kita Tingkatkan Catur Swadharmaning Kepasekan dengan Membangun Manusia, Alam, Adat, dan Budaya”. Bupati I Made Kembang Hartawan berharap Loka Sabha Madya MGPSSR yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ajang meningkatkan kualitas semeton Pasek, saling menguatkan, dan tolong-menolong.

“Itu yang terpenting. Saya memohon kepada siapapun yang terpilih menjadi Ketua dan Pengurus MGPSSR Kabupaten Jembrana agar selalu mengedepankan musyawarah mufakat,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca