Connect with us

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Apresiasi Semangat Persatuan Krama Blahkiuh, Gelar Karya Pitra dan Manusa Yadnya secara Bersama

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta disaat menghadiri Karya Pitra Yadnya lan Manusa Yadnya, Desa Adat Blahkiuh, Kamis (1/7)

Badung, baliilu.com – Krama Desa Adat Blahkiuh secara rutin setiap 2,5 tahun sekali menggelar Karya Pitra Yadnya (memukur kinembulan) lan Manusa Yadnya secara bersama-sama. Tahun ini Desa Adat Blahkiuh kembali melaksanakan yadnya tersebut meskipun di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap menaati protokol kesehatan yang ketat.

Semangat krama Blahkiuh ini mendapat apresiasi positif dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Saat menghadiri puncak karya pitra dan manusa yadnya, Desa Adat Blahkiuh, Kamis (1/7), Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Adat Blahkiuh untuk melaksanakan yadnya bersama-sama sebagai wujud dharmaning leluhur.

“Atas nama Pemkab Badung kami sangat mendukung, semoga karya ini berjalan dengan baik. Kami juga mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan prokes yang ketat, dan yang belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi, sehingga dapat mengurangi penyebaran virus Corona,” kata Bupati.

Bupati menekankan pentingnya karya Pitra Yadnya Kinembulan dan Manusa Yadnya tersebut. Menurutnya upacara pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sarwa prakerti ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma sehingga menjadi dewa hyang guru dan melinggih di merajan rong tiga.

Banyak rangkaian dari upacara nyekah yang patut dilaksanakan oleh krama sebagai peserta nyekah. Mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke pura dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan. “Kami harapkan, semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggungjawab serta wujud bhakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya.

Sementara itu Bendesa Adat Blahkiuh, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja menyampaikan, terima kasih kepada Bupati Badung, DPRD Badung dan aparat terkait yang telah menghadiri dan ikut mandoakan agar karya ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. 

Karya mamukur kinembulan di Desa Adat Blahkiuh hingga tahun ini telah berlangsung sebanyak ke-9 kalinya, dilaksanakan setiap 2,5 tahun sekali. Memukur kali ini diikuti 48 sawa, metatah/mesangih 70 orang, mepetik 64 orang dan tutug kelih 47 orang. Mengenai biaya, masing-masing sawa dikenakan urunan 5 juta per sawa. Selain itu yang ikut mesangih dan tutug kelih juga dikenakan biaya. 

Mengenai dudonan karya telah dimulai sejak 18 juni dengan nunas ica. Dilanjutkan, pada 30 juni melaspas bale peyadnya, ngangget don bingin, ngajum, memben, meraja sewala, meraja singa lan ngekeb. Puncak karya 1 juli dimulai dengan murwa daksina, mepandes, mendak toya ning, tawur, puncak karya, mepetik, ngilehang lesung lan meprelina. Besoknya 2 juli, mepamit ring peyadnyan, nganyut, ngangkid, mepamit ring Goa Lawah, mepamit ring Pura Dalem, ngeluwurang lan nganca.

Pada kesempatan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Badung asal Blahkiuh I Gst. Ngurah Shaskara dan Ni Luh Kadek Suastiari. Hadir pula anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Sekarini bersama I Made Ponda Wirawan, Kadis Kebudayaan Gde Eka Sudarwitha, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, PHDI serta Perbekel Blahkiuh. Sebagai wujud bhakti terhadap pelaksanaan karya, Bupati menyerahkan dana punia Pemkab Badung sebesar Rp 250 juta, serta secara pribadi Bupati juga mepunia Rp. 25 juta. (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Pantau Upacara Ngaben, Danramil Gianyar Ingatkan Prokes dan Bagikan Masker

Published

on

By

eka
PANTAU UPACARA PENGABENAN: Danramil 1616-01/Gianyar Kapten Inf Hengky Histoveri saat memantau langsung kegiatan upacara pengabenan di Desa Adat Geria Sakti, Banjar Kabetan Kelod, Desa Bakbakan Gianyar, Kamis (29/07/2021).

Gianyar, baliilu.com – Kegiatan ngaben bagi masyarakat Bali khususnya di Gianyar merupakan ritual yang penting untuk dilaksanakan. Di saat Pandemi Covid-19 kegiatan ngaben tetap dilaksanakan namun juga harus berpedoman kepada protokol kesehatan (Prokes) agar kegiatan upacara ngaben tetap berjalan aman dan lancar.

Danramil 1616-01/Gianyar Kapten Inf Hengky Histoveri menyampaikan, di saat Pandemi Covid-19 kegiatan ngaben tetap dilaksanakan namun juga harus berpedoman kepada protokol kesehatan, saat memantau langsung kegiatan upacara pengabenan di Desa Adat Geria Sakti, Banjar Kabetan Kelod, Desa Bakbakan Gianyar, Kamis (29/07/2021).

Danramil bersama Camat Gianyar I Wayan Widana dan Kapolsek Gianyar Kompol I Gusti Ngurah Yudistira pada kesempatan tersebut juga menyerahkan sejumlah masker yang nantinya dapat dimanfaatkan selama pelaksanaan upacara ngaben. Bantuan masker tersebut diserahkan kepada Bendesa Adat Geria Sakti, Ida Bagus Putu Gargita.

“Kita berharap dengan bantuan masker ini akan bermanfaat untuk melindungi diri serta mencegah penyebaran Covid-19,” kata Danramil.  

Bendesa Adat Geria Sakti Ida Bagus Putu Gargita, menyampaikan terima kasih atas perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Gianyar yang telah datang untuk melihat pelaksanaan upacara pengabenan di Desa Adat Geria Sakti, Kabetan Kelod, Bakbakan.

Matur suksma kepada bapak-bapak semua atas perhatiannya pada pelaksanaan upacara ngaben di Desa Adat Geria Sakti,” ungkapnya seraya mengatakan sejauh ini pelaksanaan rangkaian upacara ngaben dapat berjalan aman dan lancar serta senantiasa untuk mengingatkan krama desa adat terkait penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 saat ini. (eka)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri “Karya Pitra Yadnya” di Banjar Ubud, Desa Getasan Petang

Published

on

By

eka
PITRA YADNYA: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri karya pitra yadnya/nyekah, krama Banjar Adat Ubud Desa Getasan, Kecamatan Petang, bertempat di wantilan Pura Hyang Api Getasan, Rabu (28/7).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, IGA Inda Trimafo, Camat Petang I Wayan Darma, Perbekel Getasan I Wayan Suandi menghadiri  karya pitra yadnya/nyekah, krama Banjar Adat Ubud Desa Getasan, Kecamatan Petang, bertempat di wantilan Pura Hyang Api Getasan, Rabu (28/7/2021).

Dalam kesempatan ini Bupati Giri Prasta memberikan punia secara pribadi  sebesar Rp 15.000.000, masing-masing anggota DPRD Rp 5.000.000 dan Perbekel Desa Getasan Rp 2.500.000.

Bupati Giri Prasta dalam sembrama wacana-nya merasa bangga, karena krama Banjar Ubud sudah melaksanakan yadnya utama yaitu memukur sebagai dharmaning leluhur, ditengah mewabahnya Covid-19 dengan tetap mematuhi prokes ketat. Bupati menyadari kondisi saat ini dapat disebut “sabsab gering merana” dengan adanya wabah Covid-19.

“Wabah ini adalah milik semesta dan kami di Badung sudah melaksanakan upaya niskala dengan upacara nangluk merana. Secara sekala mengimbau masyarakat tetap melaksanakan prokes, melakukan tracing, testing, treatment, vaksinasi serta memenuhi kecukupan oksigen,” terangnya.

Selain itu Bupati juga memberikan BLT kepada masyarakat Badung. “Saya mengambil kebijakan politik, out of the box, keluar dari zona nyaman. Meskipun sedikit ini wujud perhatian pemerintah kepada krama. Artinya wujud sayang tiang ke krama metu saking manah suci ning nirmala anggen krama sareng sami,” imbuhnya.

Mengenai karya pitra yadnya ini, atas nama Pemerintah  Kabupaten Badung, bupati sangat mendukung karena melalui karya ini sebagai sebuah tanggung jawab dari pemilik sawa untuk menyucikan atma setelah diaben menjadi pitara dan melinggih di merajan rong tiga menjadi Dewa Hyang Guru. Karya pitra yadnya dapat disebut memukur kinembulan yang dilakukan bersama-sama dan bergotong-royong. Diharapkan kepada keluarga pemilik sawa khususnya dapat mengikuti setiap rangkaian upacara dengan baik. Seperti ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina, meajar-ajar hingga ngelinggihan. “Ini sebuah proses yang harus diikuti guna mengantarkan atma menuju surga,”ungkap Giri Prasta.

Sementara itu ketua panitiak karya I Gede Arsadi menyampaikan terimakasih kepada murdaning jagad Badung yang telah berkesempatan hadir dan memberikan darma wacana terkait karya nyekah yang dilaksanakan, mudah-mudahan karya ini bisa berjalan labda karya,“ujarnya.

Lebih lanjut panitia karya melaporkan bahwa upacara ini di ikuti 29 sawa, metelubulanan 42 dan metatah 37 orang serta sumber dana dikeluarkan swadaya masing-masing Rp 5.000.000 per sawa,”ungkapnya.

Dimasa PPKM Level 4, pelaksanaan karya sudah menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat. (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Plaga, Bupati Giri Prasta Imbau Masyarakat Tetap Taati Prokes

Published

on

By

de
KARYA NGENTEG LINGGIH: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Padudusan Alit Medasar Tawur Panca Rupa di Pura Dalem Desa Adat Plaga, Kecamatan Petang, Rabu (28/7).

Badung, baliilu.com – Rahina Buda Kliwon, Sasih Karo Wuku Ugu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta istri Nyonya Seniasih menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Padudusan Alit Medasar Tawur Panca Rupa di Pura Dalem Desa Adat Plaga, Kecamatan Petang, Rabu (28/7). Upacara yang di-puput Ida Pedanda Putra Pemaron Sidemen dan Ida Pedanda Gede Dharma Kerti Grya Buda Batuan ini turut dihadiri Anggota DPRD I Gusti Lanang Umbara, IGA Inda Trimafo, MDA, PHDI, Camat Petang I Wayan Darma, Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Plaga I Made Ordin serta masyarakat Desa Adat Plaga.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta melaksanakan prosesi mendem pedagingan di Pura Dalem dan melaksanakan persembahyangan bersama.

Dalam sembrama wacana Bupati Giri Prasta mengucapkan terimakasih kepada masyarakat setempat karena sudah ngayah dengan tulus ikhlas. Saat masa pandemi sekarang ini, bupati juga meminta agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dan dijaga karena di Kabupaten Badung ini khususnya di Kecamatan Petang sudah zona hijau, dan bagi masyarakat yang belum divaksin agar segera mengikuti vaksinasi.

Bupati Giri Prasta berpesan kepada masyarakat Desa Adat Plaga dalam setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan di wilayahnya hendaknya dilakukan dengan rasa tulus ikhlas dan semangat gotong-royong untuk menyukseskan pelaksanaan upacara tersebut. “Saya minta masyarakat Desa Adat Pelaga untuk selalu mengedepankan semangat persatuan didasari oleh rasa tulus ikhlas dan gotong-royong dalam setiap kegiatan yang dilakukan di Desa Adat Plaga. Saya ingin kita semua menciptakan jembatan emas bagi generasi muda kita di masa mendatang, mari wariskan generasi muda kita dengan hal-hal yang baik,” ungkapnya.

 Sementara itu Panitia Karya I Ketut Budayasa yang dikenal dengan panggilan Ketut Kubu mewakili krama setempat mengucapkan terimakasih kepada Guru Wisesa dalam hal ini Bapak Bupati Badung karena telah berkenan hadir dan menyaksikan rangkaian upacara pada hari ini. Lebih lanjut Ketua Panitia Karya melaporkan terkait dudonan Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Padudusan Alit Medasar Tawur Panca Rupa di Pura Dalem Desa Adat Plaga. Hari ini Buda Kliwon Ugu tanggal 28 Juli dilaksanakan Tawur Panca Rupa, Melaspas Rsi Gana lan Mendem Pedagingan, Redite Wage Wayang tanggal 1 Agustus dilaksanakan Melasti, Mendak Agung dan selanjutnya Saniscara Kliwon Wayang tanggal 7 Agustus dilaksanakan puncak Karya Ngenteg Linggih Ngingkup. (gs)

Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca