Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wabup Bagus Alit Sucipta “Ngupasaksi” Puncak “Piodalan Padudusan Agung” di Pura Dalem Desa Adat Ambengan

BALIILU Tayang

:

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Putu Yunita Oktarini menghadiri Puncak Piodalan Padudusan Agung Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Ambengan.
HADIRI PIODALAN: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Putu Yunita Oktarini saat hadiri Puncak Piodalan Padudusan Agung Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Ambengan, Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih dan Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Tawur Balik Sumpah Madyaning Utama berlangsung khidmat di Pura Dalem Desa Adat Ambengan, Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Rabu (12/8). Prosesi ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta yang hadir sebagai upasaksi dengan didampingi anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini.

Karya dipuput oleh Ida Pedanda Geria Gede Cau Belayu dan dihadiri Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Bendesa Adat Ambengan I Made Miasa, serta seluruh krama pengempon Pura Dalem Desa Adat Ambengan.

Sebagai bentuk dukungan nyata dan perhatian mendalam dari Pemerintah Kabupaten Badung terhadap kelancaran upacara keagamaan tersebut, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 1,5 miliar.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Ambengan. Menurutnya, kegotongroyongan dan semangat menyama braya warga sangat terlihat dalam menyukseskan karya suci ini.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Ambengan atas semangat menyama braya, gotong-royong, dan kebersamaan sehingga pelaksanaan karya suci ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Wabup juga berharap pelaksanaan karya suci tersebut dapat memancarkan kerahayuan, kesehatan, kesejahteraan, serta menjaga keseimbangan alam semesta. Ia sekaligus mengajak seluruh krama untuk terus meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.

“Semoga krama Desa Adat Ambengan senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, kesukertan, dan rezeki. Kami juga mengajak seluruh krama untuk terus ngrastiti bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Astungkara, setelah karya suci ini, kebaikan datang dari segala arah dan membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ucap Bagus Alit Sucipta.

Baca Juga  Bali Satu-satunya Provinsi yang Ajukan Sensus Budaya Pertama ke BPS di Indonesia

Sementara itu, Bendesa Adat Ambengan I Made Miasa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Badung beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan moril maupun materiil yang telah dikucurkan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Badung dan Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memberikan dukungan, sehingga seluruh rangkaian karya suci ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan krama Desa Adat Ambengan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Miasa memaparkan bahwa rangkaian karya suci ini telah berjalan secara maraton selama kurang lebih empat bulan. Berbagai tahapan prosesi upakara prabawa telah dituntaskan secara bertahap, di antaranya ritual matur piuning, nunas tirta, mecaru, serta upacara sakral lainnya sebagai bagian dari persiapan matang menuju puncak karya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Prosesi “Ngajum” Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ikuti Prosesi Ngajum Karya Serangan
NGAJUM: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi “Ngajum” saat Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan, di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan, yang diselenggarakan di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9).

Diiringi suara gamelan dan lantunan kidung suci, karya ini dipuput oleh dua orang Sulinggih, yakni Ida Ratu Peranda Ngurah Tegal dari Griya Tegal dan Ida Pedanda Budha dari Griya Ulun Uma Mengwi.

Usai mengikuti prosesi Ngajum, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana yang dilaksanakan secara bersamaan adalah bentuk penerapan semangat gotong-royong yang seiring dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Khutumbakam.

Selain meringankan beban biaya bagi masyarakat, pelaksanaan karya ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan di antara masyarakat.

“Pelaksanaan ini patut diapresiasi, selain sebagai sebuah bentuk kewajiban Umat Hindu yang harus dijalankan, karya ini juga mengusung semangat gotong-royong menyama braya antar-masyarakat yang begitu kental,” kata Jaya Negara.

Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha didampingi Manggala Karya, I Wayan Astawa menjelaskan, rangkaian karya ini dimulai sejak Jumat (4/9) lalu. Adapun jumlah peserta yang ikut dalam rangkaian karya ini berjumlah total 76 peserta. Gede Pariatha memerinci, jumlah tersebut terdiri dari peserta Ngaben sebanyak 19, peserta Nyekah 41, peserta Warak Keruron 14, dan peserta Ngelangkir sebanyak 2.

Para peserta yang mengikuti karya ini, dikenakan biaya yakni masing-masing Rp 3 juta untuk Ngaben dan Nyekah, serta Rp 1 juta untuk prosesi Warak Keruron dan Ngelangkir. Selebihnya, biaya ditanggung Desa Adat Serangan, dan juga punia dari berbagai kalangan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Puncak Yadnya Massal Desa Adat Kwanji, Bupati dan Wabup Badung Komit Dukung Tradisi Adat dan Agama

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri
KARYA PELEBON: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, berlangsung khidmat pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut hadir dalam prosesi pelebon dengan tingkatan Munggah Tumpang Salu Utama yang menggunakan Bade Awin/Bade Padma, sebagaimana yang digunakan dalam pelebon almarhum sang suami terdahulu.

Sejak pagi, masyarakat dan keluarga tampak mempersiapkan berbagai rangkaian upacara. Prosesi diawali dengan Melaspas Pemereman, Bade, dan Lembu. Selanjutnya, dilaksanakan Tedun Layon atau prosesi menurunkan jenazah dari Bale Semaanggen menuju Bade Awin/Bade Padma pada pukul 12.05 Wita.

Iring-iringan pelebon diawali dengan uperengga, kemudian Tirta dan Saji pada bagian depan. Pada bagian akhir iring-iringan tampak Gayod, Baris Ketekok Jago, Lembu Putih, dan Bade Awin/Bade Padma. Seluruh rangkaian pelebon turut diiringi Gambelan Gambang, Baleganjur Ngarap, dan Angklung.

Dalam suasana cuaca cerah, iring-iringan bergerak dari Jalan Tjok Agung Tresna menuju Jalan Merdeka dan selanjutnya menuju Setra Desa Adat Tanjung Bungkak sebagai lokasi pelaksanaan upacara. Setelah rangkaian pelebon selesai, upacara dilanjutkan dengan prosesi Nganyut ke Segara Sanur.

Pengrajeg Karya yang juga Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di sela-sela upacara menyampaikan bahwa seluruh persiapan yang telah dilaksanakan bermuara pada puncak upacara hari ini. Ia pun menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar.

“Pertama, kami bersyukur upakara ibunda kami dapat berjalan dengan lancar. Kedua, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak yang telah ikut menyukseskan upakara ini. Terima kasih kepada semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga  Puncak Yadnya Massal Desa Adat Kwanji, Bupati dan Wabup Badung Komit Dukung Tradisi Adat dan Agama

Dijelaskannya, baik dari sisi Bade yang digunakan maupun tingkatan upacara pelebon I Gusti Ayu Badri, disamakan dengan upacara pelebon sang suami yang telah lebih dahulu berpulang. Tingkatan upacara yang digunakan yakni Munggah Tumpang Salu Ngewangun.

“Ini tingkatannya Ngewangun. Kami samakan dengan suaminya, Ajik terdahulu. Mudah-mudahan mereka bisa damai di sana,” katanya.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Menurutnya, sosok I Gusti Ayu Badri merupakan bagian penting dari perjalanan keluarga besar Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, khususnya dalam mendampingi sang suami yang pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Bali periode 1978–1988.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Beliau merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai pendamping setia Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dalam menjalankan pengabdian bagi Bali,” ujarnya.

Jaya Negara juga mengenang I Gusti Ayu Badri sebagai sosok ibu yang telah memberikan keteladanan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ia berharap seluruh amal kebaikan almarhumah mendapat tempat yang baik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam melewati masa duka.

“Semoga almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi-Nya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga besar Ida Bagus Mantra, diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga seluruh rangkaian upacara ini berjalan lancar dan menjadi jalan bagi almarhumah menuju kedamaian,” harapnya.

Puncak Karya Pelebon dipuput oleh empat orang sulinggih. Prosesi Atetangi Ngewisik, Pralina Pering, Ngardi Tirta Pengarep, hingga Melaspas Pemereman pada pagi hari dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Selanjutnya, prosesi Nedunin Layon dipuput Ida Pedanda Gede Buruan dan prosesi Nedunin Layon di Setra dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa. Prosesi Ngereka Puspa dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa dan Ida Pedanda Jelantik Oyo. Sementara itu, prosesi Nganyut ke Segara dan Pesucian di Merajan Griya dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Maspahit Canggu

I Gusti Ayu Badri mengembuskan napas terakhir di RS Bros, Denpasar, Bali, pada Sabtu (5/9) sore. Kepergian I Gusti Ayu Badri meninggalkan lima orang anak, yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Almarhumah juga meninggalkan 14 orang cucu serta sejumlah cicit. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Apresiasi Semangat Krama Desa Adat Kuta Gelar “Atma Wedana“

Published

on

By

Pimpinan Daerah Jadi Upasaksi Upacara Atma Wedana Desa Adat Kuta
UPASAKSI: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat sebagai upasaksi serta mengikuti prosesi Ngastawang Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9), di Pura Segara, Kelurahan Kuta. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Desa Adat Kuta menggelar rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9). Kegiatan ini dipusatkan di Bale Peyadnyan, Pura Segara, Kelurahan Kuta, dengan menghadirkan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh sebagai Yajamana Karya.

Semangat gotong-royong krama Desa Adat Kuta dalam melaksanakan upacara massal ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran pimpinan daerah. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti hadir langsung sebagai upasaksi serta mengikuti prosesi Ngastawang.

Wagub dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Pemprov Bali dan Pemkab Badung terus bersinergi menata wilayah Kuta, termasuk melalui rencana pembangunan moda transportasi Trem. Ia berpesan agar persatuan krama adat tetap kokoh terjaga demi masa depan generasi penerus.

“Masyarakat Kuta harus menjadi tuan di rumahnya sendiri. Kami mendoakan agar pelaksanaan upacara berjalan lancar dan krama Desa Adat Kuta tetap bersatu-padu menanggung suka dan duka,” kata Giri Prasta.

Seusai acara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas rasa persatuan dan semangat gotong-royong warga Desa Adat Kuta dalam menyelenggarakan upacara adat dan manusa yadnya secara massal ini. “Selain dapat meringankan beban ekonomi krama, pelaksanaan upacara massal yang dikerjakan secara bersama-sama oleh 13 banjar ini menjadi bukti nyata kokohnya kebersamaan dan tradisi gotong-royong warga Desa Adat Kuta. Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana melaporkan upacara massal ini meliputi Ngaben (12 sawa), Nyekah (91 sawa), Warak Keruron (60 sawa), Ngelangkir (20 sawa), dan Mepandes (68 orang). Puncak karya adat tersebut dijadwalkan jatuh pada tanggal 11 September.

Baca Juga  Bali Satu-satunya Provinsi yang Ajukan Sensus Budaya Pertama ke BPS di Indonesia

“Seluruh banten dikerjakan oleh serati banten dari 13 Banjar di Desa Adat Kuta. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali yang telah banyak membantu, serta krama yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini,” jelas Alit Ardana.

Upacara ini dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, Sekcam Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana beserta unsur Tripika, Bendesa Madya MDA Badung Ida Bagus Gede Widnyana, serta perwakilan PHDI, MDA Kecamatan Kuta, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta, perwakilan Lurah Kuta, dan krama desa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca