Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ST Manggala Tunas Bhakti Br. Petapan Cemagi

BALIILU Tayang

:

HUT Manggala Tunas Bhakti
HADIRI HUT: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT Ke-42 ST. Manggala Tunas Bhakti di Balai Banjar Petapan, Desa Cemagi, Mengwi, Sabtu (13/1). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Komitmen Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendukung kreativitas dan aktivitas positif Generasi Z dibuktikan dengan hadir pada puncak perayaan HUT Ke-42 ST Manggala Tunas Bhakti yang bertemakan “Sinergitas Asa Kekeluargaan, Banjar Petapan, Tumbuhkan Semangat Kejayaan”. Puncak perayaan dilaksanakan di Balai Banjar Petapan, Desa Cemagi, Mengwi, Sabtu (13/1).

Hadir pada acara tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung I Wayan Edy Sanjaya, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Tripika Mengwi, Perbekel Cemagi I Putu Hendra Sastrawan, Bendesa Adat Cemagi I Ketut Karpiana, Kaling Br. Petapan I Gusti Nyoman Triana, Kelian Adat Petapan I Gusti Made Bawa, tokoh masyarakat serta krama Banjar Petapan.

Apresiasi Bupati Badung Giri Prasta terhadap kegiatan tersebut dengan memberikan bantuan dana Rp. 30 juta sebagai bentuk dukungan dan motivasi yang diterima langsung oleh Ketua ST. Manggala Tunas Bhakti I Gusti Ngurah Made Hedi Pramana disaksikan langsung oleh krama Banjar Petapan Cemagi.

Ketua ST. Manggala  Tunas Bhakti I Gusti Ngurah Made Hedi Pramana menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan memberikan apresiasi yang setinggi tingginya atas kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Mengangkat tema “Sinergitas Asa Kekeluargaan, Tumbuhkan Semangat Kejayaan” merupakan momen-momen gemilang yang telah dibangun bersama, yang dipenuhi dengan semangat positif, refleksi atas perjalanan organisasi dan tekad untuk terus bersama-sama meraih kesuksesan di masa depan.

“Kami sangat bersyukur dan terima kasih kepada bapak Bupati atas segala support dan bantuan yang sudah diberikan kepada kami hingga pakaian seragam yang kami pergunakan pada malam hari ini, semoga bapak selalu sukses dan berjaya,” ucapnya.

Sekaa Teruna juga memiliki harapan yang disampaikan kepada Bupati untuk berkenan menghibahkan tanah yang telah diajukan oleh panitia Banjar melihat kondisi luasnya yang kurang memadai.

Baca Juga  Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan terhadap Raperda RTRW Badung 2025-2045

Bupati Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada Yowana/Sekaa Teruna sudah menayangkan kegiatan yang telah dilakukan, menunjukkan Sekaa Teruna sudah menjalankan konsep Tri Hita Karana merupakan tiga sebab yang membuat kita bahagia. Pemuda saat ini berada di kategori Generasi Z, generasi yang hidup pada tatanan informasi dan teknologi yang lebih maju dari generasi terdahulu dimana yang lambat pasti dikalahkan dengan yang cepat.

Program pertama di awal menjabat kepala daerah, Bupati Giri Prasta langsung memasang Fiber Optic di atas 17 Core terbentang dari ujung Utara hingga ujung Selatan Kabupaten Badung dengan jarak kurang lebih 150 Km, tujuannya agar masyarakatnya dan generasi muda bisa menikmati, mengakses layanan internet gratis langsung dari Balai Banjar masing-masing tanpa perlu datang ke warnet. Ke depan juga akan diwujudkan program internet gratis hingga kepala keluarga.

“Kawasan Cemagi sudah masuk kawasan destinasi desa  wisata,  saya akan buatkan regulasi Desa Cemagi termasuk yang ada di Seseh, dengan majunya itu jangan sampai masyarakat Cemagi termarjinalkan, investasi boleh tetapi masyarakat Cemagi harus menjadi tuan di rumahnya sendiri. Banjar Petapan boleh maju, dengan kemajuan Banjar Petapan jangan sampai menggerus akar, adat dan budaya kita,” harapnya.

Bupati Giri Prasta juga menjawab permohonan krama Banjar Petapan yang disampaikan oleh Sekaa Teruna terhadap hibah tanah untuk dipergunakan bangunan balai banjar. “Tadi disampaikan oleh Sekaa Teruna memohonkan hibah tanah yang dimiliki Pemkab Badung untuk bisa dipergunakan mendirikan Balai Banjar sebagai pengganti Balai Banjar saat ini yang kurang memadai, saya akan hibahkan tanah itu kalau memang tuntutan krama harus membangun Balai Banjar pengganti balai banjar saat ini,” pungkasnya.

Baca Juga  Pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan 2024, Pemerintah Tingkatkan Anggaran Program Pengelolaan Sumber Daya Air

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menerima cinderamata berupa lukisan wajah  yang dibuat oleh seniman muda Banjar Petapan sekaligus sebagai anggota Sekaa Teruna Manggala Tunas Bhakti I Gusti Putu Ngurah Cahyana Adiputra sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Bupati Badung.

Perbekel Cemagi I Putu Hendra Sastrawan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena berkat kebijakan politik anggaran bapak Bupati dengan digelontorkannya Hibah hingga senilai Rp. 17 miliar lebih, sangat membantu pembangunan masyarakat Desa Cemagi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pemerintah Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Program Nasional, Pastikan Tata Kelola yang Bersih dan Bebas Korupsi

Published

on

By

pengawasan program nasional
KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberi keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah tegaskan komitmen memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis nasional guna memastikan seluruh kebijakan dapat berjalan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

“Semangatnya kita, kita betul-betul mau berusaha sekeras-kerasnya memerangi budaya korupsi ini,” tegas Menteri Pras.

Lebih lanjut Menteri Pras menuturkan bahwa penguatan pengawasan ini berlaku untuk seluruh program pemerintah yang dijalankan oleh kementerian dan lembaga. Oleh karenanya, pemerintah melalui sejumlah badan pengawasan akan terus mendorong fungsi pengawasan untuk menjalankan tugas secara optimal.

“Sesungguhnya kan seluruh program pasti harus dilakukan pengawasan ya, seperti BPKP ini kan adalah audit internal keuangan pemerintah, seluruh kementerian dan lembaga ya secara rutin ada pengawasan terhadap seluruh proses di kementerian dan lembaga masing-masing,” jelasnya.

Selain pengawasan institusional, Menteri Pras mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Menurutnya, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden secara rutin menerima laporan perkembangan program dari seluruh kementerian dan lembaga guna memastikan target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

“Jadi beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, memang rutin seluruh program, seluruh kementerian dilakukan monitoring, dilakukan evaluasi,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan 2024, Pemerintah Tingkatkan Anggaran Program Pengelolaan Sumber Daya Air
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kasus OTT Kementerian Imigrasi Coreng Indonesia di Mata Dunia, Harusnya Diisi SDM Berintegritas  

Published

on

By

korupsi imipas
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto; dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menilai kasus korupsi di jajaran Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) telah merusak wajah Indonesia di dunia internasional. Ia pun meminta agar lembaga yang mengurus keimigrasian diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas di bidang tersebut.

Menurut Andreas, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat kembali mengingatkan publik bahwa praktik korupsi di sektor pelayanan publik masih menjadi tantangan serius.

“Kasus ini telah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia karena berkaitan langsung dengan tata kelola investasi, kepercayaan internasional, dan kredibilitas birokrasi negara,” kata Andreas Hugo Pareira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Seperti diketahui, KPK melakukan OTT di kantor Imigrasi Jakarta Barat beberapa hari lalu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin tinggal di Indonesia, dalam hal ini adalah Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) maupun Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Kasus ini turut menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim di mana KPK telah menahan 8 orang. KPK menjerat Silmy dkk dengan pasal pemerasan dan gratifikasi.

Terkait kasus tersebut, Andreas menyatakan dugaan suap dalam pengurusan izin tinggal WNA ini bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum biasa.

“Tentunya kami di DPR sama seperti publik yang berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tuntas,” ujar Legislator dari Dapil NTT itu.

Di luar aspek penegakan hukum pada kasus ini, Andreas pun menilai terdapat pertanyaan yang lebih besar.

Baca Juga  Jalankan Program Populer Bungan Desa, Bupati Tabanan Tinjau Potensi Keramik di Desa Selanbawak

“Bagaimana praktik semacam ini bisa terjadi di sektor yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan lalu lintas orang asing di Indonesia?” ungkap Andreas.

“Maka kita harus memastikan agar kasus ini tidak berhenti sebagai peristiwa hukum semata, melainkan menjadi momentum evaluasi sistemik terhadap tata kelola keimigrasian nasional,” imbuhnya.

Andreas mengingatkan, pelayanan keimigrasian merupakan salah satu sektor strategis yang berhubungan langsung dengan investor, tenaga kerja asing, wisatawan, hingga ekspatriat yang tinggal di Indonesia.

“Jika pengurusan izin tinggal dapat diperjualbelikan melalui praktik suap, maka muncul risiko besar berupa masuknya individu yang tidak memenuhi persyaratan atau bahkan berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban,” ucap Andreas.

Di sisi lain, Andreas berpandangan keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya diukur dari banyaknya operasi tangkap tangan, tetapi dari kemampuan negara mencegah praktik serupa terjadi kembali.

“Imigrasi sebagai pintu gerbang masuk dan keluar orang asing harus diisi oleh SDM yang mempunyai kapasitas dan kompetensi di bidang keimigrasian baik di level pimpinan maupun pelaksana,” ucapnya.

“Serta yang lebih penting lagi adalah individu yang berintegritas dan dedikasi tinggi dalam hal pelayanan publik baik dalam maupun luar negeri,” lanjut Andreas.

Andreas berharap, Pemerintah mengambil banyak pelajaran dari kasus suap di Imipas ini. Khususnya dalam hal pemilihan pejabat dan pelaksana di jajaran Imipas.

“Karena sebagai pintu gerbang, imigrasi juga adalah ‘wajah’ Indonesia, baik ke publik domestik mapun di dunia internasional,” tegas Andreas.

Pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan keimigrasian tersebut menambahkan, praktik korupsi dalam layanan imigrasi menciptakan ketidakadilan. Andreas menyebut, kondisi seperti itu berpotensi merusak kepercayaan yang selama ini terus diupayakan Negara.

“Warga negara asing yang mengikuti prosedur resmi akan dirugikan karena harus bersaing dengan pihak yang memperoleh kemudahan melalui jalur ilegal,” terangnya.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Giri Prasta Soft Launching Aplikasi Implementasi Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II

Andreas juga menyinggung Indonesia yang tengah berupaya menarik investasi global, meningkatkan sektor pariwisata, dan memperkuat posisi sebagai pusat manufaktur dan ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Namun, upaya tersebut dapat terhambat jika praktik korupsi dalam perizinan masih ditemukan di lapangan,” sebut Andreas.

“Kasus ini harus menjadi alarm penting bahwa reformasi birokrasi di sektor keimigrasian belum sepenuhnya selesai,” sambungnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisi XIII DPR menilai kasus tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan internal belum cukup efektif dalam mendeteksi dugaan penyimpangan sebelum aparat penegak hukum turun tangan.

“Kami akan meminta penjelasan mengenai sistem audit, pengawasan elektronik, dan mekanisme pelaporan pelanggaran yang selama ini berjalan,” sebut Andreas.

“Apakah ada tanda-tanda penyimpangan yang sebenarnya sudah terdeteksi tetapi tidak ditindaklanjuti? Karena salah satu akar masalah korupsi pelayanan publik adalah interaksi langsung yang berlebihan antara pemohon dan petugas,” tambahnya.

Menurut Andreas, semakin banyak proses yang dilakukan secara digital dan terdokumentasi otomatis, maka semakin kecil ruang negosiasi ilegal. Untuk itu, ia mendorong percepatan digitalisasi layanan KITAS, KITAP, hingga pengawasan terhadap agen atau pihak ketiga yang mengurus dokumen keimigrasian.

“Banyak kasus perizinan melibatkan broker atau pihak ketiga yang menjadi penghubung antara pemohon dan pejabat. Harus ada penataan terhadap praktik jasa pengurusan izin agar tidak menjadi celah munculnya suap,” papar Andreas.

Andreas menekankan pentingnya pembenahan kelembagaan imigrasi. Ia mendorong agar Kementerian Imipas segera menyusun peta risiko korupsi pada seluruh layanan strategis.

“Setiap titik layanan yang memiliki potensi transaksi ilegal harus diperkuat dengan sistem pengawasan berbasis teknologi dan akuntabilitas yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Andreas menyebut perlu ada evaluasi berkala terhadap pejabat yang menduduki posisi strategis, terutama pada unit pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan WNA.

Baca Juga  Wabup Suiasa Buka Musrenbang RKPD Badung Tahun 2024

“Rotasi jabatan, audit integritas, serta penguatan budaya antikorupsi harus menjadi bagian dari reformasi berkelanjutan. Pendekatan ini penting agar kasus serupa tidak terus berulang setiap beberapa tahun dengan pola yang hampir sama,” urai Andreas.

Di tengah berbagai tantangan global, Andreas menyebut Indonesia membutuhkan birokrasi yang profesional, bersih, dan dapat dipercaya.

“Karena itu, OTT KPK di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat harus dilihat sebagai kesempatan untuk memperbaiki sistem, bukan hanya sekadar menghukum oknum,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kementerian Imigrasi Lakukan Pungli, Yanuar Arif: Terus Terang, Ini Memalukan!  

Published

on

By

pungli imigrasi
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo, menyoroti kasus yang tengah menjadi perhatian publik terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh jajaran birokrasi untuk memperkuat integritas dan menutup celah terjadinya penyimpangan.

Yanuar mengaku prihatin atas munculnya kasus yang melibatkan pejabat publik tersebut. Ia menilai kejadian itu mencederai harapan masyarakat terhadap aparatur negara yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melayani dan membela kepentingan rakyat.

“Terus terang ini berita yang sangat mengecewakan ya, di mana harapan kita semua pejabat publik bisa menjaga integritas, bisa menjaga kemurnian perjuangan membela rakyat, tentu ini sangat mencederai,” ujar Yanuar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sebagai mitra kerja Kementerian Imipas di DPR RI, Yanuar menegaskan bahwa kasus tersebut harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan internal.

Menurutnya, masih adanya dugaan pungli menunjukkan bahwa terdapat celah dalam sistem birokrasi yang memungkinkan terjadinya praktik-praktik menyimpang.

“Ini harus jadi pelajaran penting terutama bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa ternyata masih ada ruang-ruang gelap, adanya pungli di dalam sebuah proses perizinan dan seterusnya. Ini tentu harus menjadi pelajaran penting,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Yanuar menekankan bahwa penguatan integritas dan independensi aparatur harus menjadi prioritas utama dalam upaya reformasi birokrasi. Ia berharap seluruh jajaran kementerian dapat melakukan pembenahan secara serius agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Seluruh jajarannya harus menjadikan integritas dan independensi itu sesuatu yang sangat dibutuhkan sekarang. Jadi harapan saya ini menjadi pelajaran penting dan jangan terulang lagi. Kita hilangkan ruang-ruang gelap dalam birokrasi yang ini akan menimbulkan potensi terjadinya kecurangan, terjadinya korupsi, pungli,” tegasnya.

Baca Juga  Bidik Legalitas Akomodasi Wisata, Badung Bentuk Tim Terpadu

Lebih lanjut, Yanuar berharap proses penanganan kasus tersebut dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh sehingga mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Mudah-mudahan ini bisa diungkap secara terbuka dan menyeluruh. Itu harapan kami,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca