Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Giri Prasta Hadiri Rapat Koordinasi, Revitalisasi, Tupoksi Penyelenggara Adat dan Subak Se-Badung

BALIILU Tayang

:

rapat tupoksi subak badung
HADIRI RAKOR: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Rapat Koordinasi, Revitalisasi, Tugas Pokok dan Fungsi  Penyelenggara Adat dan Subak se-Kabupaten Badung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (18/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Rapat Koordinasi, Revitalisasi, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Penyelenggara Adat dan Subak se-Kabupaten Badung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (18/5). Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi kinerja Bendesa Adat, Kelian Banjar Adat, serta Pekaseh dan Pangliman Subak se-Kabupaten Badung dalam menjalankan swadharmanya masing-masing.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Dinas Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha, Kepala BPKAD Badung Ida Ayu Istri Yanti Agustini, Camat se-Kabupaten Badung, Bendesa Adat dan Kelian Banjar Adat se-Kabupaten Badung, beserta Pekaseh dan Pangliman Subak se-Kabupaten Badung.

Bupati Giri Prasta mengungkapkan komitmennya dalam menjaga adat, agama, tradisi, seni, dan budaya sebagai salah satu skala prioritas pembangunan Kabupaten Badung. Bupati Giri Prasta membeberkan beberapa program inovasi hasil pemikiran visionernya untuk mengangkat kesejahteraan yang berkeadilan yang dibutuhkan masyarakat.

Seperti komitmennya melaksanakan Program Badung Angelus Buana yang merupakan murni berbagi untuk semua masyarakat di Bali agar semua bisa bersama-sama menjaga adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Bantuan yang diberikan bukan hanya untuk masyarakat di Bali, tetapi juga bagi umat sedharma yang transmigrasi ke luar Pulau Dewata.

“Cita-cita saya ke depan memberikan 20 persen penyisihan PHR dan Retribusi bagi saudara kita umat sedharma di luar Pulau Bali untuk mendukung pembangunan pura, pengadaan perangkat gong, melaksanakan upacara, agar saudara kita di luar sana tetap mengajegkan dan melestarikannya,” ucapnya.

Bupati Giri Prasta juga menyampaikan telah melaksanakan pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah desa adat sebagai tujuan membangun pondasi yang kuat, serta menjadi legacy bagi generasi penerus. Sehingga generasi muda ke depan hanya memikirkan bagaimana sisi ekonominya sendiri.

Baca Juga  Apresiasi Siswa Berprestasi, Bupati Giri Prasta Support Penuh Team KIR SMAN 1 Mengwi Berkompetisi

“Pura Sad Kahyangan, Kahyangan Jagat, Kahyangan Tiga sudah saya bangun agar desa adat ke depan selanjutnya bisa melaksanakan upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini. Ini penting harus dilakukan sesuai dengan tatanan yang ada, sehingga harapannya krama ke depan menjadi guyub,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta juga ingin agar masing-masing Desa Adat berkolaborasi dengan Subak Abian untuk membangun Taman Gumi Banten sebagai penunjang kebutuhan sarana prasarana upacara, sehingga untuk memenuhi kebutuhan upacara tidak lagi menyuplai atau mendatangkan kebutuhan sarana upacara, upakara dan uparengga tersebut dari daerah lain pulau Bali.

Selanjutnya Bupati Giri Prasta menambahkan, sebagai apresiasi atas kinerja penyelenggara Desa Adat serta Subak, pada kesempatan tersebut dirinya berkomitmen meningkatkan 100 persen tunjangan para Bendesa Adat yang awalnya menerima honor sebesar Rp 3 juta menjadi Rp 6 juta. Kemudian Kelian Banjar Adat awalnya Rp 2,5 juta menjadi Rp 5 juta.

Sedangkan Pekaseh dan Kelian Subak Abian yang awalnya Rp 3 juta disamakan dengan Kelian Banjar Adat menerima sebesar Rp 5 juta, serta Pangliman yang awalnya Rp 1,5 juta menjadi Rp 3 juta. Pemberian tunjangan penghasilan juga akan diberikan kepada pemangku Sad Kahyangan, Kahyangan Jagat dan Kahyangan Tiga menunggu penyusunan regulasinya.

Sementara itu berkenaan dengan Subak, Bupati Giri Prasta menjelaskan bahwa pemerintah sudah membentuk Perumda/Badan Pangan. Perumda ini yang akan membeli gabah dan beras petani di Badung sebagai upaya untuk mengantisipasi serta menekan laju inflasi terhadap gejolak harga beras di masyarakat, seperti yang sudah dilakukan Pemerintah pada tahun sebelumnya.

“Saya punya prinsip bela beli mewujudkan dan menjadikan petani bangga menjadi petani. Ini masih diformulasikan regulasinya terkait tata cara untuk memberikan gaji kepada petani,” jelasnya.

Baca Juga  Rakor Lintas Sektor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN

Selanjutnya dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Badung, pemerintah telah membangun Bendungan Sidan yang pembangunannya sebentar lagi rampung. Bendungan tersebut berada di wilayah tiga kabupaten antara lain Badung, Bangli, Tabanan dengan harapan mampu menyuplai air sekitar 500 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Badung, selain juga untuk menyuplai ke Denpasar, Gianyar.

“Kita berdoa bersama semoga program pembangunan bendungan ini terus berjalan dan segera bisa rampung. Sehingga kita bisa segera memenuhi kebutuhan akan air bersih,” doanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Sinergi Pusat dan Daerah, Megawati Bersama Pimpinan Bali dan Badung Tinjau Penanganan Abrasi Pantai Kuta

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Pemkab Badung Serahkan Bantuan Hari Raya Galungan di Kecamatan Mengwi dan Kuta Utara

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  Wabup Ketut Suiasa Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Inggris

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca