Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Ikuti Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih

Di Badung Dua Kopdes Merah Putih Sudah Beroperasi

Loading

BALIILU Tayang

:

Koperasi merah putih badung
PELUNCURAN KOPERASI: Bupati Wayan Adi Arnawa saat mengikuti acara Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) secara daring dari Wantilan Rangdu Kriya Mandala, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Senin (21/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti acara Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) secara daring dari Wantilan Rangdu Kriya Mandala, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Senin (21/7).

Kelembagaan KDMP/KKMP secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Bentangan, Klaten, Jawa Tengah. Hadir Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto beserta sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Tengah dan BUMN. Peluncuran Koperasi ini merupakan upaya memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi desa berbasis koperasi.

Untuk di Badung sendiri seluruh Desa/Kelurahan sudah terbentuk kelembagaan koperasi dan dua koperasi yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kutuh dan Bongkasa Pertiwi sudah beroperasi. “Di Badung semua Desa/Kelurahan yang jumlahnya 62 sudah terbentuk Kelembagaan Koperasi Merah Putih. Yang sudah operasional ada dua yaitu Kopdes Merah Putih Kutuh dan Bongkasa Pertiwi,” jelas Bupati didampingi Plt. Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan A.A. Ngurah Raka Sukadana.

Bupati juga mengapresiasi pemerintah pusat atas peluncuran Kelembagaan Koperasi Merah Putih. Semoga mampu memberdayakan masyarakat lokal, menciptakan kemandirian ekonomi dan mewujudkan swasembada pangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa. “Seiring dengan persiapan yang dilakukan, semua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Badung dapat beroperasi. Sehingga mampu memberdayakan masyarakat lokal dan kemandirian ekonomi di Desa/Kelurahan,” terangnya.

Khusus Kopdes Merah Putih Kutuh sudah memiliki 481 anggota dan telah melakukan kolaborasi dengan 7 (tujuh) BUMN. Dengan memberikan layanan gerai sembako, simpan pinjam, pangkalan gas LPG, pupuk nonsubsidi, apotek desa dan gudang koperasi.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, peluncuran Kelembagaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih mengedepankan konsep sapu lidi, bila bersatu dan bergotong-royong akan menjadi kekuatan besar bagi perekonomian bangsa dan kesejahteraan rakyat. “Pentingnya pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong-royong, kekeluargaan dan saling membantu,” terangnya. Presiden juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua unsur, mulai dari Kementerian, Gubernur, Bupati, Walikota, BUMN hingga Kepala Desa dan Lurah se-Indonesia.

Baca Juga  Pembukaan The 14th Bali International Choir Festival 2025 Digelar Meriah di Badung

Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan selaku Ketua Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih melaporkan, peluncuran Kelembagaan Koperasi Desa menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat, sebuah inisiatif besar yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI.

Dijelaskan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk 80.081 kelembagaan koperasi dan 108 diantaranya sudah beroperasi serta memastikan tiga bulan kedepan seluruh koperasi segera beroperasi. “Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi tonggak awal terbangunnya koperasi yang modern, efektif dan digital. Semangatnya adalah memotong rantai pasokan, memberantas rentenir dan tengkulak, pemberdayaan petani, nelayan, dengan prinsip gotong-royong dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dalam operasionalnya Koperasi Merah Putih akan difasilitasi dan didorong usahanya dengan menyediakan gerai-gerai mulai dari sembako, outlet LPG 3 kg, klinik dan apotek desa, simpan pinjam, sarana logistik desa, agen pupuk dan pembayaran listrik, berkolaborasi dengan BUMN.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta juga mengikuti acara Peluncuran Kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) secara daring di Balai Serbaguna, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Badung. Hadir mendampingi Wabup, Kepala OPD terkait di Pemkab Badung, Perbekel Desa Bongkasa Pertiwi, Kelian Dinas, Kelian Adat di Bongkasa Pertiwi, Pengurus Koperasi, tokoh masyarakat serta mahasiswa dari berbagai universitas yang melaksanakan KKN di Desa Bongkasa Pertiwi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Proyeksi Belanja Daerah Capai Rp 14,2 Triliun, DPRD Badung dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS 2027

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Anom Gumanti dan Bupati Adi Arnawa menandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027 di Ruang Sidang Utama Gosana.
TANDA TANGAN MOU: DPRD Kabupaten Badung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melanjutkan Rapat Paripurna dengan agenda penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) atas penjelasan Bupati Badung terkait Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 di Ruang Sidang Utama Gosana, Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Badung, Kamis, 6 Agustus 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melanjutkan Rapat Paripurna dengan agenda penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) atas penjelasan Bupati Badung terkait Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 di Ruang Sidang Utama Gosana, Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Badung, Kamis, 6 Agustus 2026.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti didampingi Wakil Ketua I Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra dan Wakil Ketua III I Made Sunarta serta dihadiri Anggota DPRD Badung. Dari pihak Eksekutif hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Daerah Ida Bagus Surya Suamba, jajaran kepala OPD, Forkopimda Badung serta tamu undangan lainnya.

I Gusti Anom Gumanti kepada awak media menyatakan bahwa pihaknya melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan bersama Bupati Badung KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Sesuai penjelasan I Gusti Made Putra Kencana, S.H., Kepala Bagian Fasilitas Pengawasan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Badung (Setwan Badung), Anom Gumanti memaparkan bahwa APBD 2027 sudah mencapai angka Rp 14 triliun lebih.

Meski demikian, Anom Gumanti memberi saran kepada Bupati Badung beserta OPD terkait bahwa bukan semata-mata angkanya tinggi, tapi paling penting adalah tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, kemudian menerjemahkan APBD itu memang betul-betul menimbulkan asas manfaat bagi masyarakat Badung.

Oleh karena itu, Anom Gumanti berharap mudah-mudahan setiap tahun seperti yang sudah dilaporkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung bisa semakin meningkat dan tahun berikutnya meningkat pula.

Ditambah lagi, semua Pendapatan Daerah Badung lahir dari pariwisata. Seperti diketahui bersama bahwa pariwisata sangat rentan dengan isu dan resiko. “Kami berharap masyarakat Badung, mari kita jaga ini begitu pula usaha-usaha yang berhubungan dengan pariwisata. Mudah-mudahan ke depan kondisi tetap kondusif sehingga pariwisata ini berjalan sesuai dengan keinginan kita bersama,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Tutup Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyebutkan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 sebagai dasar pedoman dalam merancang Rencana APBD tahun 2027. Tak hanya itu, Bupati Adi Arnawa melihat bahwa ada satu perubahan juga, saat Belanja Daerah Badung totalnya menjadi Rp 14,2 triliun ditambah pembiayaan dari pinjaman-pinjaman. Meski demikian, secara prinsip bahwa Pendapatan Daerah Badung mencapai Rp 11,6 triliun dengan PAD sebesar Rp 10,9 triliun.

“Mudah-mudahan apa yang kita rancang ini nantinya bisa akan capai secara maksimal dan sangat berpengaruh dalam rangka untuk mengejar target pencapaian yang kita sudah tuangkan dalam KUA-PPAS menjadi satu dasar daripada penganggaran 2027,” ucapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DPRD Badung Apresiasi Pemerintah Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027

Logis, Prioritaskan Belanja Infrastruktur 55 Persen 

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti memimpin Rapat Paripurna membahas Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 di Ruang Sidang Utama Gosana.
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti memimpin Rapat Paripurna DPRD Badung membahas penyampaian Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Badung, Kamis, 6 Agustus 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 membahas penyampaian Penjelasan Bupati Badung terhadap Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Badung, Kamis, 6 Agustus 2026.

Rapat Paripurna DPRD Badung kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara/Nota Kesepakatan dan Sambutan Bupati Badung terhadap Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra dan Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta serta dihadiri Anggota DPRD Badung. Dari pihak Eksekutif hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba bersama jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Badung, Forkopimda Badung serta para undangan lainnya.

Seusai memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti kepada awak media menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Badung terhadap Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Anom Gumanti menegaskan bahwa pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 akan mengikuti tahapan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 dan juga Permendagri 77 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Ia menjelaskan bahwa regulasi tersebut mengamanatkan agar KUA-PPAS ditetapkan selambat-lambatnya pada minggu kedua bulan Agustus.

“Nah, tentu sekarang sudah menginjak hal tersebut, makanya mohon izin, hari ini kami akan langsung setelah sebentar pembahasan dengan TAPD dan Banggar, kemudian Paripurna intern dan selanjutnya kami akan melakukan Penetapan dan Keputusan Dewan tentang KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027,” ucap Anom Gumanti.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Tutup Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa

Sedangkan terkait KUA-PPAS Tahun Anggaran Perubahan 2026, pihaknya sudah mengagendakan pada 13 Agustus 2026 mendatang. Sehingga masih dalam rentang waktu 2 minggu di bulan Agustus 2026 ini.

Sesuai penjelasan Bupati Badung, Anom Gumanti menegaskan, bahwa memang aksen prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kemungkinan kali ini APBD itu sampai menyentuh angka infrastruktur 55 persen.

Meski demikian, Anom Gumanti menyebutkan pandangan Dewan masih logis, lantaran dimulai dari sekarang, Kabupaten Badung memprioritaskan bidang infrastruktur ini, karena kondisi di lapangan dinilai lahan masih tersedia, untuk melakukan pembebasan, ganti untung bukan ganti rugi.

Selanjutnya, dari sisi waktu, kalau dibiarkan, lahan ini semakin lama semakin harganya meningkat apalagi pembangunan demikian pesat. Untuk itu, takutnya nanti program ini bisa tidak berjalan.

“Nah, tentu momentum ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi mengatasi masalah macet ini, karena kalau sudah di pariwisata macet ya menunggu stag aja. Setelah stag ya tamunya kabur. Jadi, mudah-mudahan dengan ini khan itu merupakan sebuah jawaban dan ketika di Badung lancar, ini kan membawa vibrasi dan dampak positif juga pada pariwisata Badung,” kata Anom Gumanti.

Menjawab pertanyaan awak media terkait tidak adanya Pandangan Umum Fraksi, Anom Gumanti menegaskan bahwa dasar hukumnya adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri 77 Tahun 2020 menyebutkan tidak ada di dalam aturan itu tercantum ada Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi.

”Yang ada itu, mekanisme setelah pengantar Bupati ini, ada Rapat Banggar dengan TAPD. Selanjutnya, diparipurnakan oleh Dewan, tidak ada juga Pandangan Umum (PU). Jadi, langsung produknya adalah Nota Kesepakatan bersama antara DPRD dengan Bupati. Kalau nanti membahas tentang Perda, itu baru ada Pandangan Umum,” tegasnya.

Baca Juga  Kementrian PUPR Tegaskan Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Berjalan Terus

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan substansi Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 adalah pendapatan daerah dirancang sebesar Rp 11,507 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp 10,770 triliun, sehingga total APBD yang dirancang Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 13,129 Triliun.

“Kalau menurut saya ini cukup fantastis dan paling membahagiakan adalah dari komposisi rancangan ini ternyata 82 persen lebih itu APBD Badung sangat didukung oleh PAD dan paling penting juga Belanja Infrastruktur sebesar 55 persen lebih,” terangnya.

Adi Arnawa menegaskan bahwa ini merupakan suatu indikator sebagai komitmen dan konsistensi dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera mengatasi masalah-masalah yang selama ini terjadi di Kabupaten Badung terkait isu-isu seksi, seperti kemacetan akibat dari begitu derasnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Hal ini menjadi suatu situasi yang sangat kondusif dan positif buat kita karena keliatannya bahwa langkah-langkah yang kita lakukan saat ini, terutama tahun 2025-2026 sekarang ini sedang fokus jaringan jalan baru dalam rangka melakukan konektivitas antarwilayah mulai menunjukkan hasil positif dan kondusif bagi Badung,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kakorlantas Polri Luruskan Kenaikan Denda Tilang dan Pemberlakuan Tilang Manual Menyeluruh adalah Hoaks

Published

on

By

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Wibowo luruskan informasi hoaks kenaikan denda tilang dan tilang manual menyeluruh.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya aturan baru tilang tahun 2026 yang menyebut Kapolri mengajukan pemberlakuan kembali tilang manual secara menyeluruh serta kenaikan denda tilang sebesar 150 persen. Informasi tersebut juga mencatut nama tokoh nasional untuk memperkuat narasi yang disebarkan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

“Kebijakan penegakan hukum lalu lintas hingga saat ini tetap mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik ETLE statis maupun ETLE mobile. Informasi yang menyebutkan adanya kebijakan pemberlakuan kembali tilang manual secara menyeluruh maupun kenaikan denda tilang sebesar 150 persen adalah informasi yang tidak benar,” tegas Irjen Pol. Wibowo.

Menurutnya, Polri terus berkomitmen mengoptimalkan penegakan hukum berbasis teknologi melalui ETLE guna mewujudkan penegakan hukum yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Meski demikian, Irjen Pol. Wibowo menjelaskan bahwa petugas kepolisian di lapangan tetap diberikan kewenangan untuk melakukan penindakan secara manual dalam kondisi tertentu. Kebijakan tersebut bersifat selektif dan situasional, bukan sebagai pengganti sistem ETLE yang tetap menjadi prioritas utama.

“Penindakan secara manual hanya dilakukan secara terbatas terhadap pelanggaran lalu lintas yang kasat mata dan berpotensi menimbulkan fatalitas maupun membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Adapun pelanggaran yang menjadi sasaran penindakan langsung antara lain penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong), aksi balap liar, melawan arus, serta perilaku berkendara secara ugal-ugalan yang mengancam keselamatan masyarakat.

Kakorlantas menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan yang menghapus prioritas ETLE. Kehadiran tilang manual secara selektif merupakan langkah untuk memastikan pelanggaran-pelanggaran yang tidak dapat dijangkau sistem ETLE tetap dapat ditindak secara cepat demi menjaga keselamatan di jalan raya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima Kunja Pemkab Wonosobo

Sehubungan dengan beredarnya narasi yang mengatasnamakan pejabat maupun tokoh tertentu, Korlantas Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi dan selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskannya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi kami, melalui NTMC Korlantas, sehingga tidak ikut menyebarkan informasi yang menyesatkan dan belum tentu benar,” tandas Irjen Pol. Wibowo.

Korlantas Polri akan terus mengedepankan penegakan hukum lalu lintas yang profesional, modern, transparan, dan berkeadilan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca