Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya Hadiri Rangkaian Karya Agung Tawur Balik Sumpah Desa Adat Abiantuwung

BALIILU Tayang

:

sanjaya
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna Melaspas, Ngenteg Linggih dan Mupuk Pedagingan di Pura Dalem Desa Adat Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kediri, Minggu (22/1). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Selalu berkomitmen mendukung pembangunan Parahyangan, Pawongan dan Palemahan yang dilaksanakan oleh masyarakat, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat. Seperti kali ini didampingi jajaran, menghadiri Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Melaspas, Ngenteg Linggih dan Mupuk Pedagingan di Pura Dalem Desa Adat Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kediri, Minggu (22/1).

Sejak melantik menjadi orang nomor satu di Tabanan, turun langsung dalam pembangunan yang dilakukan masyarakat merupakan keharusan baginya. Dimana hal ini merupakan salah satu kunci sukses dalam mewujudkan pembangunan yang menyeluruh sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Rangkaian Karya Tawur Agung Balik Sumpah di Pura Dalem Desa Adat Abiantuwung, juga turut dihadiri oleh anggota DPR RI I Made Urip, Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Sekda, para Asisten, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Kediri, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat. Nampak juga saat itu, Bupati Sanjaya disambut antusias oleh ratusan masyarakat Desa Adat Abiantuwung.

Dalam sambutannya saat itu, Bupati Sanjaya mengatakan secara khusus mengajak para pimpinan dan anggota legislatif dari pusat hingga daerah dan jajaran di lingkup Pemkab Tabanan. “Di samping mendoakan rangkaian upacara/upakara yang agung ini, juga sekaligus bertujuan melihat secara langsung dan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Semua tiang ajak kesini termasuk para kepala dinas yang kedudukannya strategis untuk membantu masyarakat,” ujar Sanjaya.

Selain itu, pelaksanaan karya ini juga mendapat apresiasi dari Bupati Sanjaya karena sangat sesuai dengan visi misi Pemkab guna mewujudkan pembangunan menyeluruh sekala dan niskala. “Titiang di Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap semangat semeton titiang disini yang turut mepunia untuk melancarkan karya Ngewangiang Ida Bhatara Bhatari yang berparahyangan disini. Tepuk tangan dulu buat semangat semeton semua,” pinta Sanjaya.

Baca Juga  Seminar "Singasana Wirasa Mahalango", Komitmen Pemkab Tabanan Lestarikan Seni dan Budaya Lokal

Sesuai penuturan Panitia Karya, I Wayan Sudana, rangkaian karya ini telah dilaksanakan dari 8 Desember 2022 dan puncak karya pada 24 Januari 2023 mendatang. Adapun sumber dana dari karya ini berasal dari dana hibah pemerintah dan juga gotong-royong dari masyarakat dengan mengeluarkan iuran. Dengan kehadiran Bupati Sanjaya selaku Murdaning Jagat Tabanan, besar harapan pihaknya agar karya ini berjalan sesuai yang diharapkan bersama.

Masyarakat Desa Adat Abiantuwung sangat berkomitmen membangun daerahnya. Atas komitmen ini, Bupati Sanjaya sangat bersyukur dan juga bangga memiliki masyarakat yang mempunyai komitmen yang sama dengan pemerintah, karena menurutnya salah satu kunci sukses pembangunan adalah komitmen untuk bersatu. Selain itu, semangat gotong-royong masyarakat yang kuat juga merupakan kunci sukses terwujudnya pembangunan.

Untuk itu, politisi asal Dauh Pala Tabanan itu meminta agar masyarakat terutama di Desa Adat Abiantuwung terus bersatu dan selalu memupuk semangat gotong-royong diantara warga. “Mari kita selalu berkolaborasi mewujudkan pembangunan di Tabanan dan Semoga karya Agung ini berjalan lancar dan memberi berkah bagi seluruh masyarakat kedepannya. Mari tetap kompak bersatu, satu jalur menyongsong pembangunan ke depan,” imbuh Sanjaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Sembahyang di Pura Besakih
PENANDATANGANAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sanjaya Bersama Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Resmikan Tiga Gedung Pemerintahan Baru

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sanjaya Bersama Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut
Lanjutkan Membaca