LAUNCHING SAKTI: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM secara resmi melaunching "SAKTI" pada Jumat, (7/6), di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan yang ditandai dengan pembunyian Okokan. (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – Dalam lingkungan kerja yang seringkali penuh tekanan dan tuntutan, penting bagi ASN untuk memiliki dukungan yang memadai untuk mengatasi stres dan masalah pribadi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten meluncurkan program Sanggar Konseling dan Motivasi ASN Berbasis IT “SAKTI” yang merupakan inisiasi dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.
Inovasi “SAKTI” tersebut dilaunching secara resmi oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, pada Jumat, (7/6), di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan yang ditandai dengan pembunyian Okokan. Turut mendampingi, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, SE, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga diwakili anggotanya dan Sekda Kabupaten Tabanan.
Peluncuran secara resmi program yang dapat menyediakan konseling individu dan kelompok serta sesi motivasi untuk membantu ASN mengelola emosi dan meningkatkan kepuasan kerja ini, turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Hadir pula Kepala/Perwakilan Instansi Vertikal dan BUMD, para Camat dan staf masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, serta undangan lainnya.
Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, Ny. Wahyuni Sanjaya berserta jajaran ASN Tabanan berfoto bersama saat mengikuti launching SAKTI. (Foto: ist)
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya sangat menegaskan kepada seluruh ASN di Kabupaten Tabanan agar selalu memiliki semangat Bangga menjadi orang Tabanan. “Kantor birokrasi kita, kita jadikan rumah kedua kita. Sering juga saya sampaikan, kalau ingin bekerja, kita perlu semangat dan rasakan kita ini berada dimana. Kalau di kantor, jadikanlah kantor itu rumah kita. Walau tidak megah, mewah, besar, jadikan ruang kantor itu sebagai tempat yang mampu menimbulkan suasana yang baik,” ujarnya.
Maka dari itu, Sanjaya berharap kepada seluruh ASN agar membangun suasana kerja yang baik, senyaman mungkin layaknya seperti di rumah sendiri, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Kalau suka aquarium, taruh aquarium di kantor. Kalau suka taman, bikin taman-taman yang indah, bukan hanya di OPD, di Rumah Sakit, di Puskesmas, di sekolah-sekolah, dimanapun, sehingga kita datang ke kantor merasa kantor itu merupakan bagian dari rumah kita,” serunya.
Selain itu, Sanjaya juga menekankan agar mengolah mental dengan baik dan lebih produktif dalam bekerja melalui hubungan yang baik dan kerja sama yang baik antarrekan kerja maupun pimpinan. “Ada kawan, ada teman kita, sahabat dan pimpinan kita. Bangun lingkungan kita sebagai saudara, staf, bawahan itu adalah saudara kita. Jangan terlalu jauh baru jadi Kepala Dinas, Sekretaris, jadi Kabid, ataupun memegang jabatan, tidak pernah menyapa ataupun dengar saran bawahan. Jangan demikian,” tegasnya.
Suasan itulah yang dikatakan Sanjaya sebagai salah satu kunci sukses dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Terlebih dengan adanya program SAKTI ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental, produktivitas, dan semangat kerja ASN yang pada akhirnya berdampak positif pada pelayanan publik dan efektivitas organisasi. Yang mana, dalam “SAKTI” menerapkan pendekatan berbasis IT yang menyediakan akses dan dukungan yang lebih luas bagi ASN.
Senada dengan Bupati, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku inisiator menambahkan, bahwa program ini lahir sebagai bentuk keprihatinannya dengan kondisi kerja ASN di Tabanan. Dengan pekerjaan yang begitu intens dan selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, sehingga sangat berdampak pada mental dan emosi masing-masing ASN, juga mampu menimbulkan stres bagi para ASN.
Oleh Sebab itu ditambahkannya juga, bahwa program SAKTI ini merupakan platform online atau nantinya aplikasi mobile yang dapat diakses ASN dalam mendapatkan materi konseling dan motivasi, menjadwalkan sesi konseling, atau berpartisipasi dalam kelompok dukungan. Pendekatan ini dapat memperluas jangkauan layanan dan memungkinkan ASN untuk mendapatkan bantuan kapan saja. (gs/bi)
HADIRI HUT STT: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni, adat, dan tradisi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna (ST) Putra Laksana sekaligus STPL Youth Culture Festival di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).
Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini mengusung tema “Yuva Kalā Saṃskṛti Utsava”, yang berarti Merajut Kreativitas Pemuda, Melestarikan Seni dan Budaya, serta Mempererat Persaudaraan Dalam Harmoni.
Wabup menyatakan kebanggaannya atas inisiatif pemuda menggelar lomba gender dan tari baris sebagai upaya nyata menjaga warisan leluhur di tengah kemajuan zaman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik Sekaa Teruna Putra Laksana. Kegiatan STPL Youth Culture ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan tradisi Bali yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujarnya.
Sebagai wujud dukungan, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana motivasi senilai Rp 60 juta. Anggaran ini dialokasikan masing-masing Rp 30 juta untuk mendukung Lomba Gender dan Rp 30 juta untuk lomba Tari Baris. Wabup mengingatkan peran strategis pemuda sebagai benteng pertahanan kebudayaan dan penggerak utama pariwisata Bali.
“Kabupaten Badung dan Bali memiliki benteng utama berupa kebudayaan. Jika bukan kita, generasi muda, yang meneruskan tradisi megambel, menari, dan belajar seni, siapa lagi ? Tanpa budaya, pariwisata Bali tidak akan memiliki daya tarik. Karena itu, Pemkab Badung akan selalu hadir mendukung kreativitas pemuda,” tambah Bagus Alit Sucipta yang juga mengapresiasi keberhasilan ST. Putra Laksana meraih Juara Harapan I pada ajang Saka Fest tingkat Kabupaten.
Sementara itu, Ketua Panitia I Kadek Khrisna Hari Senjaya melaporkan festival dua hari ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya, mulai dari lomba bendera hias tingkat Bali, jalan sehat, senam, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba tari baris tunggal dan tari maskot.
Acara ini turut dihadiri anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, perwakilan DPR RI I Wayan Sudirta, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Darmasaba beserta perangkat desa, BPD, TP. PKK Desa Darmasaba, Bendesa Adat Tegal, para prajuru adat, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. (gs/bi)
BUKA WORKSHOP: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan keuangan desa agar lebih transparan, akuntabel, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini ditegaskan dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kerta Gosana, Kantor Bupati Badung, Senin (19/10).
Kegiatan bersinergi dengan Perwakilan BPKP Provinsi Bali ini dihadiri 180 peserta dari unsur perbekel, sekretaris desa, ketua BPD, camat, hingga perwakilan OPD. Agenda ini mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”.
Bupati Badung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, menekankan bahwa desa merupakan garda terdepan pembangunan daerah.
“Tata kelola keuangan desa yang berkualitas dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Badung ingin memastikan bahwa desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga mampu mandiri, berinovasi, dan memberdayakan masyarakatnya secara berkesinambungan,” tegasnya.
Workshop ini menggarisbawahi poin penting seperti penguatan administrasi keuangan, pemanfaatan evaluasi untuk perbaikan program, peningkatan kemandirian lewat potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah narasumber kompeten hadir memberikan paparan, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI I Dewa Gde Agung Widiarsana mengenai pengawasan pelaksanaan undang-undang dan APBN terkait desa. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali Supendi menjelaskan mekanisme penyaluran Dana Desa, sedangkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tri Wibowo Aji memaparkan pengawalan akuntabilitas keuangan desa. Selain itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Badung Gede Ancana membawakan materi pencegahan penyimpangan hukum di desa.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung berharap aparatur desa menjadikan workshop sebagai ruang belajar produktif dan sarana memperkuat komitmen mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)
TALKSHOW: Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Nyonya Yunita Alit Sucipta saat Talkshow Lintas Agama di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Kabupaten Badung menggelar Talkshow Kerukunan, Perkuat Peran Perempuan dalam Menjaga Harmoni Tahun 2026 di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). Agenda ini mengusung tema “Perempuan sebagai Pilar Kerukunan, Menguatkan Mental, Mempererat Persaudaraan, dan Mewujudkan Keharmonisan Sosial di Tengah Tantangan Zaman”.
Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi wanita, keagamaan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Badung ini turut dihadiri Bupati Badung yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta selaku Agen Kerukunan Daerah, narasumber Putu Suprapti Santy Sastra, perwakilan Kesbangpol, Kepala Kemenag Badung, perwakilan FKUB, perwakilan Forpela Bali dan Forgimala Badung.
Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana saat membacakan sambutan Bupati Badung menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak dari lingkungan keluarga. Bupati juga mengapresiasi indeks kerukunan Kabupaten Badung pada 2025 yang mencapai angka 98,1 dan menekankan agar capaian tersebut terus dijaga lewat sinergi seluruh elemen.
Sebagai pembicara, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membawakan materi terkait perawatan kerukunan dan penguatan mental keluarga bebas narkoba. Ia menekankan pentingnya komunikasi harmonis orang tua-anak serta pengawasan gawai demi mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Kerukunan ini dimulai dari keluarga dulu. Bagaimana kita bisa rukun ke luar ketika keluarga kita tidak rukun? Karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, serta memberikan contoh yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta memaparkan materi perempuan sebagai pilar keharmonisan. Ia mengajak perempuan lintas agama mempererat komunikasi, bijak bermedia sosial, dan merawat rasa aman demi mendukung sektor pariwisata Badung.
Pemaparan ditutup oleh Putu Suprapti Santy Sastra yang memotivasi peserta untuk menebar energi positif di lingkungan masyarakat.
“Toleransi ini bukan hanya saja menjadi retorika, tapi diimplementasikan secara nyata. Contohnya, bantuan hari raya Rp 2 juta, setiap hari raya keagamaan masing-masing,” ungkapnya.
Melalui talkshow ini, Forpela Badung diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas agama serta mendorong perempuan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga keharmonisan daerah. (gs/bi)