Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Sanjaya Tutup Tanah Lot Art & Food Festival #6 Tahun 2025

Ajang Pelestarian Budaya dan Penguat Ekonomi Kreatif Masyarakat Tabanan

Loading

BALIILU Tayang

:

tanah lot festival
DISAMBUT MERIAH: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya disambut meriah saat menutup Tanah Lot Art & Food Festival #6 Tahun 2025, di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Minggu (24/8). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Suasana penuh semangat menyelimuti kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Minggu (24/8). Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, hadir langsung bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Ketua DPRD dan jajaran Forkopimda Tabanan, menutup rangkaian Tanah Lot Art & Food Festival #6 Tahun 2025, yang sudah menjadi agenda tahunan yang menampilkan seni budaya, ekonomi kreatif, hingga kuliner lokal masyarakat Tabanan.

Acara penutupan turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting lainnya, antara lain Sekretaris Daerah dan jajaran kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, Penglingsir Puri Kediri, Manajer DTW Tanah Lot, Perbekel, Bendesa Adat Beraban, serta Ketua Paiketan Desa Adat Kediri dan undangan terkait lainnya. Kehadiran para tokoh ini menambah kekhidmatan penutupan festival seni, budaya, dan kuliner kebanggaan masyarakat Tabanan tersebut.

Festival yang berlangsung sejak 21 Agustus ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan wisatawan, baik domestik maupun wisatawan mancanegara yang memadati kawasan DTW Tanah Lot. Mereka disuguhi berbagai pertunjukan seni dan budaya, parade gebogan, serta festival kuliner dengan pula melibatkan UMKM dan kelompok masyarakat pelaku usaha dari berbagai desa, khususnya di Kecamatan Kediri. Tema tahun ini, Parajyana Samudrasya Adiswara, melambangkan pengorbanan dan keharmonisan dalam menjaga kekuatan alam serta keluhuran budaya Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan festival yang telah menampilkan seni dan budaya serta kuliner tradisional Kabupaten Tabanan secara apik sekaligus sangat berkesan bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot. Ia juga mengucapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas suksesnya penyelenggaraan festival yang kini memasuki tahun keenam.

Baca Juga  Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas, Pemkab Tabanan Hadiri Kegiatan Rencana Aksi atas Pemeriksaan LKPD 2023

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya serta memperkenalkan kekayaan warisan nenek moyang kita kepada generasi muda dan juga kepada dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga menegaskan, Tanah Lot yang telah dikenal secara internasional sebagai destinasi wisata unggulan, sangat tepat menjadi panggung promosi seni dan budaya. Festival ini sekaligus menjadi sarana menggali potensi kearifan lokal dari sisi kesenian, adat-istiadat, maupun kuliner. Hal ini juga dikatakannya sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Tabanan. Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Bupati yang akrab disapa Komang Sanjaya, pun berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara konsisten setiap tahun, tidak hanya sebagai hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat promosi pariwisata daerah. “Ke depan, dibutuhkan kerja keras, kreativitas, dan inovasi agar kunjungan wisatawan terus meningkat, serta daerah wisata kita semakin dikenal luas,” tambahnya dengan tetap menjaga kelestarian warisan budaya adiluhung.

Di samping itu, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari penyelenggaraannya, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat. Ia mencontohkan keterlibatan ibu-ibu PKK, para seniman lokal, hingga UMKM, dan Ia sampaikan rasa syukur karena semuanya terdampak positif. “Mulai dari pakaian adat, kuliner, hingga kerajinan semuanya bergerak. Ini membuktikan bahwa budaya itu hidup dan memberi dampak nyata terhadap UMKM serta ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Untuk itu, Sanjaya juga berharap festival ini menjadi ajang rekonstruksi budaya dan kuliner Tabanan agar tidak punah. Ia mencontohkan kuliner khas seperti penyon yang kini mulai langka, perlu diangkat kembali melalui festival, bersama parade budaya seperti gebogan yang memukau wisatawan lokal maupun mancanegara. “Harapan saya, festival ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang, menjadi lebih baik, dan menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan,” harapnya.

Baca Juga  Legislatif dan Eksekutif Tabanan Sepakati Dua Ranperda Menjadi Perda 

Dengan ditutupnya Tanah Lot Art & Food Festival #6 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga taksu Tanah Lot sebagai destinasi wisata dunia. Festival ini juga memperkuat peran seni, budaya, dan kuliner tradisional sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi kreatif masyarakat Tabanan. Bali tidak memiliki tambang atau sumber daya lain. Budaya merupakan kekuatan besar kita, yang mampu menarik hingga 15 juta wisatawan dan harus tetap dijaga kelestariannya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

26 Siswa Kelas 1-3 Badung Bersaing Jadi Terbaik Lomba Mewarnai PKB XLVIII Tahun 2026

Published

on

By

lomba mewarnai pkb
LOMBA MEWARNAI: Tercatat 26 siswa-siswi SD dari Kabupaten Badung bersaing untuk menjadi yang terbaik “Wimbakara“ (Lomba) Mewarnai Sekolah Dasar (SD) kelas I hingga III pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung pada hari kedua pelaksanaan PKB di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Kawasan Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, pada Minggu (14/6/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Tercatat 26 siswa-siswi SD dari Kabupaten Badung bersaing untuk menjadi yang terbaik Wimbakara (Lomba) Mewarnai Sekolah Dasar (SD) kelas I hingga III pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Lomba yang diikuti 132 orang siswa SD se-Bali tersebut berlangsung pada hari kedua pelaksanaan PKB di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Kawasan Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, pada Minggu (14/6/2026).

Ketua Dewan Juri Lomba Mewarnai PKB XLVIII Tahun 2026 Dewa Putu Gede Budiarta bahwa menyampaikan lomba mewarnai merupakan agenda rutin PKB yang diselenggarakan setiap tahun. Dia menyatakan pelaksanaan lomba tahun ini melibatkan siswa SD kelas I hingga III agar kesempatan mengikuti lomba dapat lebih merata.

“Lomba mewarnai ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangkaian PKB. Tahun ini pesertanya siswa SD kelas I sampai III agar kesempatan berpartisipasi bisa lebih bergilir,” ujarnya.

Dia menyebutkan tema lomba mengacu pada tema besar PKB XLVIII Tahun 2026, yakni Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha. “Panitia telah menyiapkan gambar dasar yang kemudian harus diselesaikan peserta dengan pewarnaan dan kreativitas masing-masing. Penilaian lomba meliputi tiga aspek utama, yakni kesesuaian dengan tema, kreativitas, dan keharmonisan warna dengan penekanan pada kreativitas,” katanya.

Menurut Dewa Budiarta, kreativitas menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. “Ya, bagaimana peserta mengolah warna, menambahkan elemen pendukung, serta menampilkan hasil yang menarik dan harmonis. Selain itu kebersihan dan kerapian karya juga menjadi perhatian,” katanya.

Peserta diberikan waktu tiga jam untuk menuntaskan kreativitasnya. Seluruh karya dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari tiga orang seraya menambahkan, karya peserta dinilai oleh tiga juri dari ISI Denpasar yakni Dewa Budiarta sendiri selaku Ketua, Ni Made Purnami Utami dan I Made Ruta. Panitia menetapkan enam peserta terbaik yang terdiri dari juara I, II, III, serta juara harapan I, II, dan III.

Baca Juga  Bupati Tabanan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas RSUD Tabanan

“Kami mencari enam karya terbaik. Selain menjadi ajang mengembangkan kreativitas anak-anak, penghargaan yang diperoleh juga dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi,” katanya.

Sesungguhnya, kata dia, panitia menargetkan 200 peserta dalam lomba tersebut dengan mengundang masing-masing kabupaten dan Kota Denpasar 10 orang dan peserta umum yang mendaftar lewat link. Hingga masa pendaftaran ditutup, tercatat 180 lebih peserta mendaftar dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Sementara satu di antara orangtua peserta yang berasal dari Desa Buduk, Kabupaten Badung, Komang Tri Jayanthi, mengaku sangat bersyukur putrinya mendapat kesempatan mengikuti lomba tersebut. Siswa SD Imanuel, Dalung, itu tampil penuh percaya diri.

“Harapan kami kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak, khususnya di bidang seni,” ujarnya.

Dalam hal penilaian hasil karya anaknya, dia menyatakan percaya kepada dewan juri yang telah dipilih panitia, karena memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya.

“Saya yakin juri yang dipilih sudah profesional dan kompeten. Apapun hasilnya nanti, tentu itu merupakan hasil terbaik sesuai penilaian yang telah dilakukan,” katanya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Apresiasi Penampilan “Peed Aya” Duta Badung di Pembukaan PKB XLVIII 2026

Published

on

By

peed aya badung
PEED AYA BADUNG: Salah satu atraksi “Peed Aya” Kabupaten Badung pada pembukaan dan pelepasan “Peed Aya” Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wabup. Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi atas penampilan apik pawai budaya (Peed Aya) duta Kabupaten Badung pada pembukaan dan pelepasan Peed Aya Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (13/6).

Pawai budaya Pesta Kesenian Bali XLVIII secara resmi dibuka dan dilepas oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya ditandai pemukulan kulkul. PKB tahun ini mengusung tema Atma Kerthi : Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna). Menjadi spirit untuk menyucikan dan menjernihkan jiwa manusia melalui ruang seni, budaya serta tradisi.

Ditemui usai peed aya, Bupati Adi Arnawa didampingi Istri, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penampilan peed aya duta badung yang sudah maksimal, sudah berjalan baik dan lancar. “Kami sangat mengapresiasi para seniman badung yang telah tampil maksimal dalam peed aya ini. Semoga untuk tahun ke depan dapat tampil lebih baik lagi,” jelasnya. Ia juga sangat mengapresiasi penampilan dari penyandang disabilitas menjadi bagian dari peed aya badung. Ini membuktikan adanya sebuah kesetaraan, dimana penyandang difabel juga mampu menunjukkan kemampuan menari dan tampil di pawai budaya pesta kesenian bali ini. “Keikutsertaan difabel ini, kami menginginkan adanya kesetaraan dan tidak ada perbedaan. Mereka juga bisa memanfaatkan ajang ini untuk berkreasi,” ucap Bupati.

Peed aya kabupaten badung mempersembahkan “Kala Mandala” yang menggambarkan pertemuan ruang dan waktu, sebuah cakra kehidupan, dimana manusia hadir, bergerak dan disadarkan. Dalam gurnita yang tak pernah berhenti dan dalam pelukan mandala yang melingkupi semesta jiwa perlahan mendapati perjalanan sunyi. Peed aya badung diawali pembawa papan nama daerah, pasangan jegeg bagus berbalut pakaian adat khas badung. Kehadiran penari disabilitas menjadi penanda bahwa jiwa tidak diukur dari kesempurnaan raga, melainkan dari cahaya yang dipancarkannya.

Baca Juga  Legislatif dan Eksekutif Tabanan Sepakati Dua Ranperda Menjadi Perda 

Hadir pula tari sekar jepun sebagai maskot badung yang diiringi gong semar pegulingan, juga ditampilkan rejang sutri sebagai simbul kelembutan, olas asih serta kebijaksanaan yang menuntut harmoni kehidupan. Puncaknya peed aya duta badung menampilkan kisah “Dewa Ruci”. Keseluruhan sajian ini menjadi perjalanan utuh sebuah transformasi dari keramaian menuju keheningan, dari pencarian menuju penemuan, dari keterpisahan menuju persatuan. Pada akhirnya kala mandala adalah pengingat lembut bahwa hidup bukan tentang berjalan dalam waktu, tetapi tentang menyadari setiap langkah sebagai perjalanan pulang. Pulang pada diri, pulang pada cahaya, pulang menuju atma kerthi pemuliaan jiwa sidha parisudha. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Badung Hadiri Kegiatan CEMARA, Hibur Pasien Anak di RSD Mangusada

Published

on

By

tp pkk badung
HADIRI CEMARA: Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat kegiatan Cerdas Maya Anak Mangupura di Gedung F, Ruang Cilinaya, RSD. Mangusada Badung, Minggu (14/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung terus berkomitmen mendukung kesejahteraan dan tumbuh kembang anak, termasuk bagi yang sedang menjalani perawatan medis.

Komitmen ini diwujudkan lewat kehadiran Ketua TP PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dalam kegiatan Cerdas Maya Anak Mangupura (CEMARA) di Gedung F, Ruang Cilinaya, Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung, Minggu (14/6).

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama RSD Mangusada Badung I Wayan Darta beserta jajaran pejabat dan tenaga kesehatan, serta Ketua dan pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Badung.

Kegiatan CEMARA dirancang sebagai pendekatan edukatif dan psikososial untuk anak-anak yang sedang dirawat. Tujuannya adalah mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, program ini bertujuan mengurangi rasa bosan, ketakutan, dan tekanan psikis pasien anak, sekaligus membangkitkan semangat demi mempercepat proses pemulihan mereka.

Rangkaian acara dikemas secara interaktif dan menyenangkan melalui sesi mendengarkan dongeng bermuatan pesan positif, serta aktivitas menggambar. Kegiatan ini dipandu langsung oleh anggota FAD Badung. Lewat pendekatan teman sebaya, pesan yang disampaikan menjadi lebih akrab dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan yang bermanfaat ini. “Kami sangat mendukung program seperti CEMARA ini, karena proses kesembuhan anak tidak hanya ditentukan oleh pengobatan medis, tetapi juga didukung oleh kondisi psikis dan suasana hati yang baik. Melalui kegiatan mendongeng dan menggambar yang dipandu oleh kawan-kawan dari Forum Anak Daerah, kami berharap adik-adik dapat merasa lebih nyaman, terhibur, dan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas RSUD Tabanan

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan anak adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan semangat baru bagi adik-adik sekalian agar segera pulih, sehat kembali, dan dapat melanjutkan kegiatan belajar serta bermain seperti sedia kala. TP PKK Kabupaten Badung akan terus bersinergi dengan rumah sakit dan instansi terkait untuk mendukung program-program yang berpihak pada kenyamanan dan masa depan anak-anak,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSD Mangusada Badung I Wayan Darta menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari TP. PKK serta FAD Badung. Ia berharap sinergi ini terus ditingkatkan demi memberikan pelayanan rumah sakit yang tidak hanya bermutu secara medis, tetapi juga menyentuh aspek kenyamanan dan kebahagiaan pasien anak. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca