Friday, 1 March 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Apresiasi Kebersamaan Krama Saat ‘’Ngupasaksi’’ Yadnya di Desa Banjar Anyar dan Jegu

BALIILU Tayang

:

bupati tabanan
SEMBAHYANG: Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya pada Sabtu, 3 Februari 2024 bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri serangkaian uleman upacara Pamelaspasan di dua desa, yakni di Desa Banjar Anyar, Kediri dan Desa Jegu, Penebel, Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya pada Sabtu, 3 Februari 2024 bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, menghadiri serangkaian uleman upacara Pamelaspasan di dua desa, yakni di Desa Banjar Anyar, Kediri dan Desa Jegu, Penebel, Tabanan.

Turut serta hadir jajaran Pemkab, nampak salah satu Anggota DPRD Provinsi, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para Kepala OPD Terkait dan Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat, Perbekel dan Bendesa adat setempat. Kedatangan bupati di acara pertama, yakni uleman upacara Pamelaspasan Balai Banjar sekaligus Pujawali Pura Tugu Balai Banjar Jadi Babakan, Desa Banjar Anyar Kediri, Tabanan.

Dalam puncak acara yang berlangsung, 3 Februari 2024 dipuput oleh Jro Mangku Balai Banjar Aji Mangku Gria dan Dewa Ketut Suarsika. Penyelenggaraan acara didukung oleh gotong-royong dan urunan serta dana punia warga setempat yang berjumlah 125 KK. Saat hadir di Desa Banjar Anyar, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap pembangunan yang dilakukan, termasuk penambahan ornamen-ornamen cawan dan keramik yang menambah nilai estetika dan istimewa pada Balai Banjar.

“Balai banjar sekarang ornamennya sudah sangat bagus, membuktikan kita sudah satu hati, satu gelombang. Kalau nanti ketika ke Kantor Bupati, Gedung Maria, melihat ada ornamen seperti ini membuktikan kita satu saudara, satu selera. Dengan ditempelkan keramik dan cawan-cawan ini membuktikan wujud seni budaya dan akulturasi yang baik, sebagai simbol yang menandakan lambang kemakmuran dan kejayaan seperti Kabupaten Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali,” sebut Sanjaya.

Melanjutkan kunjungannya ke Desa kedua, Bupati dan jajaran menghadiri uleman Penangkilan Karya Pemelaspasan lan Pujawali di Balai Banjar Adat Cepag, Desa Jegu, Kecamatan Penebel. Upacara yang puncaknya jatuh pada Sabtu, 3 Februari 2024 dipuput oleh Mangku Khayangan Tiga setempat. Di mana, dalam pembangunan saat itu, yakni bale banjar, 2 pelinggih bale banjar, sound sistem dan jalan beton sepanjang 50 meter, dananya didapatkan dari urunan 78 KK setempat dan dana hibah dari Pemkab Tabanan.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-8, Bupati Tabanan Sampaikan Ranperda APBD Perubahan TA 2022

Di kesempatan itu, Sanjaya menjelaskan pentingnya azas manfaat sebagai dampak dari perjuangan, kekompakan pemerintah dan masyarakat, komunikasi dan kolaborasi yang baik, serta sikap saling bantu akan mempermudah pembangunan di Tabanan. Asal kompak layaknya saat ini, pemerintah dikatakan akan selalu berkontribusi, terutama dalam membangun yang merupakan dampak daripada kebersamaan dan persatuan. Sanjaya sangat kagum dan salut atas kekompakan dan kebersamaan krama yang tetap dijaga dan merupakan cerminan pembangunan bisa dilakukan dengan baik.

Di kesempatan yang sama, I Nengah Artana selaku Kelian Adat dan Manggala Karya Desa Jegu, menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Bupati dan jajaran atas kehadirannya ngupasaksi uleman karya saat itu. “Kami mengucapkan terimakasih atas terealisasinya bantuan pemerintah. Hari ini bertepatan dengan puncak acara, harapan kami ke depan agar Bapak Bupati bisa terus menjembatani program-program kerja kami, baik yang sudah menjadi program jangka pendek maupun jangka panjang,” sebutnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

‘‘Karya Ngenteg Linggih‘‘ di Gedung Mako Polres Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

polres bandara ngurah rai
KARYA NGENTEG LINGGIH: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih dan Piodalan di Gedung Mako Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Markas Komando (Mako) Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, melangsungkan serangkaian upacara Ngenteg Linggih, Pecaruan Rsi Gana, Pedudusan Alit, Melaspas, dan Piodalan Purnama Kesanga. Upacara adat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, menandai komitmen spiritual dalam menjaga harmoni dan keseimbangan di kawasan strategis ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Bandara IGN Rai Kompol I Ketut Darta, perwakilan dari Angkasa Pura, Otoritas Bandara, Bea Cukai, Imigrasi, dan Lanud, serta seluruh jajaran anggota Polres Bandara IGN Rai.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, menekankan pentingnya pembangunan Gedung Mako Polres Kawasan I Gusti Ngurah Rai yang telah dianggarkan dari dana belanja hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 20,3 miliar lebih pada perubahan tahun anggaran 2023. Pembangunan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kepolisian bandara dan jajarannya agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Dengan adanya Gedung Mako Polres Kawasan Bandara yang baru diharapkan mampu meningkatkan kinerja kepolisian yang presisi terkhusus kepolisian di kawasan bandara,” ungkap Wabup Suiasa pada Sabtu (24/2).

Wabup Suiasa juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas representatif ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman, terutama di Kabupaten Badung yang merupakan kawasan pariwisata utama.

“Tentunya harapan ke depan dengan adanya fasilitas yang representatif ini dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang maksimal. Ini merupakan tanggung jawab kita semua memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terkhususnya di Badung. Sebab Kabupaten Badung merupakan kawasan pariwisata, maka rasa aman merupakan hukum wajib yang harus dilaksanakan,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Kolaborasi dan Akulturasi Seni, Adat dan Budaya, Pemkab Tabanan Kunker ke Lampung Timur

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Suiasa Hadiri Upacara ‘’Melaspas’’ di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan

Published

on

By

wabup suiasa
MELASPAS: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2).

Turut hadir dalam kesempatan ini Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana serta unsur Tripika Kecamatan Kuta Utara, Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya, Kelian Dinas se-Desa Tibubeneng, Bendesa Adat se-Desa Tibubeneng serta masyarakat setempat.

Upacara Melaspas, di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Arsa Manuaba Griya Gede Mayun Babakan. Upacara ini terlaksana setelah rampungnya pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan yang dibantu dana hibah induk tahun 2023 sebesar Rp. 6,7 miliar.

Dalam sembrama wacananya Wabup Ketut Suiasa menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Padoman serta bisa ikut ngastiti bakti dalam upacara Melaspas, Mendem Pedagingan serta Ngelinggihang di Pura Desa dan Pura Puseh Padonan ini. Wabup mengatakan bahwa kehadiran Pemerintah di tengah-tengah masyarakat tidak lain untuk meringankan beban masyarakat seperti membantu pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh.

“Ini sudah menjadi komitmen saya selaku Wakil Bupati bersama Bapak Bupati Badung untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat krama Badung sendiri seperti saat ini, saat masyarakat Desa Adat Padonan melaksanakan upacara melaspas lan ngelinggihang. Semoga Ida Bhatara sesuhunan mapaica wara nugraha ring jagad sami, serta diberi kerahayuan dan kelancaran dalam melaksanakan upacara ini dan juga masyarakat semua agar segilik, seguluk, selulung sebayantaka nyujur jagad gemah ripah loh jinawi,” ucap Wabup Suiasa.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Market Sounding KPBU Revitalisasi Pasar Induk Gadarata

Sementara itu Bendesa Adat Padonan I Gede Mitarja, menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Badung bersama undangan lainnya sudah bersedia hadir nodia karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Ngelinggihang ring Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan. Dalam kesempatan yang baik ini, mewakili masyarakat Desa Adat Padonan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nayaka Praja Kabupaten Badung bersama jajaran berkat bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, masyarakat Desa Adat Padonan bisa membangun Pura Desa lan Pura Puseh yang bagus seperti ini.

“Kami mewakili masyarakat tidak henti-henti mengucapkan banyak terimakasih dan juga kami sampaikan kehadapan Bapak Wakil Bupati bersama undangan lainnya,” ujarnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Upacara ‘’Melaspas’’ Pura Catur Parahyangan Punduk Dawa

Giri Prasta: Kita Bangga Jadi Umat Hindu, Semeton MGPSSR

Published

on

By

upacara melaspas pura punduk dawa
TANDA TANGAN: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali menandatangani prasasti saat menghadiri upacara ‘’melaspas alit’’ di Pura Catur Parahyangan Linggih Ida Betara Mpu Gana di Desa Punduk Dawa, Klungkung, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Klungkung, baliilu.com – Bertepatan dengan hari Purnama Sasih Kesanga, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali menghadiri upacara melaspas alit di Pura Catur Parahyangan Linggih Ida Betara Mpu Gana di Desa Punduk Dawa, Klungkung, Sabtu (24/2). Upacara ini terlaksana berdasarkan hasil keputusan rapat yang diikuti oleh Saba Pandita, Saba Walaka, pengurus MGPSSR Provinsi dan seluruh pengurus MGPSSR Kabupaten/Kota se-Bali.

“Hari ini kami melaksanakan upacara melaspas, kita merasa bangga sebagai umat Hindu utamanya semeton MGPSSR, karena pembangunan Parahyangan ini mengedepankan konsep Tri Mandala yaitu Utama, Madya dan Sor Mandala,” ucap Giri Prasta.

Dirinya menambahkan Pura Catur Parahyangan Punduk Dawa kedepannya akan dikembangkan menjadi tempat wisata spiritual sekaligus sebagai tempat untuk mempelajari tattwa agama. Terlebih di Sor Mandala Pura sudah ada fasilitas pasraman untuk pemangku.

“Kami juga ingin memberikan pengetahuan tentang ketattwaan pemangku, sehingga kualitas pemangku yang sudah melaksanakan proses ekajati apabila nanti menuju jenjang selanjutnya yaitu Dwija, betul-betul memiliki kualitas yang mumpuni untuk melayani diri sendiri, melayani dadia, maupun umat secara keseluruhan,” ujarnya.

Menurut Giri Prasta perkembangan agama Hindu di Indonesia dewasa ini semakin pesat dan kompleks, sehingga umat perlu mendapatkan tuntunan dari pemuka agama (Wiku), sebagai orang ahli yang membidangi upacara maupun upakaranya. Bila hal ini bisa dipenuhi maka tidak akan terjadi kesimpangsiuran dalam memberikan tuntunan kehidupan spiritual umat, terutama dalam pelaksanaan upacara keagamaan.

“Berdasarkan sesana, Wiku akan memberikan sebuah tatanan, sehingga pelaksanaan agama Hindu Dresta Bali ini berjalan, karena merupakan warisan yang harus kita teruskan. Bagaimana kita harus bergerak bersama-sama membuat legacy untuk anak cucu. Sederhananya Bali boleh maju tapi dengan kemajuan Bali jangan sampai menggerus akar budaya kita,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Mengajar di SMAN 1 Tabanan

Turut hadir Ketua MGPSSR Pusat Prof. Wayan Wita, anggota DPR RI Nyoman Parta dan Ketut Kariyasa Adnyana, Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Pengurus MGPSSR Kabupaten/Kota se-Bali beserta tokoh Warga Pasek. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca