Friday, 1 March 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pemkot Denpasar ‘’Ngaturang Pujawali’’ di Pura Merajan Selonding Besakih

BALIILU Tayang

:

pemkot denpasar
SEMBAHYANG BERSAMA: Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana bersama OPD Pemkot Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama saat Pujawali di Pura Merajan Selonding Besakih, Kamis (8/2) di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. (Foto: Hms Dps)

Karangasem, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar berkesempatan melaksanakan pujawali di Pura Merajan Selonding Besakih, Kamis (8/2) di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Iringan tabuh, topeng dan wayang lemah pun turut melengkapi pengilen upacara yang dipuput Ida Pedanda Gede Rai dari Gria Singarateng, Rendang Karangasem, serta diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana hadir mewakili Walikota Denpasar yang didampingi pimpinan OPD Pemkot Denpasar. Hadir pula Ketua PHDI Denpasar, I Made Arka dan Ketua MDA Denpasar, AA Ketut Sudiana.

“Pemkot Denpasar merasa berbahagia dapat kembali melaksanakan pujawali di Pura Merajan Selonding Besakih,” ujar Sekda Alit Wiradana yang ditemui di sela-sela pujawali.

Lebih lanjut disampaikan, dalam pelaksanaan pujawali ini sebagai bentuk penghormatan kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa yakni berkaitan dengan Parahyangan. Hal ini juga berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana di Bali yang mengutamakan keseimbangan dan harmoni antara tiga unsur utama, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan manusia dengan manusia lainnya (Pawongan), dan hubungan manusia dengan alam semesta (Palemahan).

“Harapan kita bersama dalam pelaksanaan pujawali menjadi implementasi nyata dari konsep Tri Hita Karana dalam keseimbangan dan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan,” ujar Alit Wiradana.

Sementara Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara menyampaikan, bahwa dalam kesempatan kali ini Pemkot Denpasar kembali melaksanakan Pujawali di Pura Merajan Selonding Besakih. Hal ini tidak terlepas dari peran Pemkot Denpasar sebagai pengempon Pura Merajan Selonding Besakih.

“Bahwa Denpasar mengemong dua pura di Besakih, yakni Pura Merajan Selonding dan Pura Pengubengan,” ujar Ida Bagus Alit Surya Antara, sembari mengharapkan dalam pujawali kali ini bersama-sama memohon keselamatan, keseimbangan serta kesejahteraan alam beserta isinya. (eka/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi SDM Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa Buka Pelatihan Profesi

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

‘‘Karya Ngenteg Linggih‘‘ di Gedung Mako Polres Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

polres bandara ngurah rai
KARYA NGENTEG LINGGIH: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih dan Piodalan di Gedung Mako Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Markas Komando (Mako) Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, melangsungkan serangkaian upacara Ngenteg Linggih, Pecaruan Rsi Gana, Pedudusan Alit, Melaspas, dan Piodalan Purnama Kesanga. Upacara adat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, menandai komitmen spiritual dalam menjaga harmoni dan keseimbangan di kawasan strategis ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Bandara IGN Rai Kompol I Ketut Darta, perwakilan dari Angkasa Pura, Otoritas Bandara, Bea Cukai, Imigrasi, dan Lanud, serta seluruh jajaran anggota Polres Bandara IGN Rai.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, menekankan pentingnya pembangunan Gedung Mako Polres Kawasan I Gusti Ngurah Rai yang telah dianggarkan dari dana belanja hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 20,3 miliar lebih pada perubahan tahun anggaran 2023. Pembangunan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kepolisian bandara dan jajarannya agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Dengan adanya Gedung Mako Polres Kawasan Bandara yang baru diharapkan mampu meningkatkan kinerja kepolisian yang presisi terkhusus kepolisian di kawasan bandara,” ungkap Wabup Suiasa pada Sabtu (24/2).

Wabup Suiasa juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas representatif ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman, terutama di Kabupaten Badung yang merupakan kawasan pariwisata utama.

“Tentunya harapan ke depan dengan adanya fasilitas yang representatif ini dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang maksimal. Ini merupakan tanggung jawab kita semua memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terkhususnya di Badung. Sebab Kabupaten Badung merupakan kawasan pariwisata, maka rasa aman merupakan hukum wajib yang harus dilaksanakan,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi SDM Kota Denpasar, Wawali Arya Wibawa Buka Pelatihan Profesi

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Suiasa Hadiri Upacara ‘’Melaspas’’ di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan

Published

on

By

wabup suiasa
MELASPAS: Wabup Ketut Suiasa saat menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara Melaspas, Mendem Pedagingan dan Ngelinggihang Ida Betara Pura Desa dan Pura Puseh, Desa Adat Padonan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/2).

Turut hadir dalam kesempatan ini Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana serta unsur Tripika Kecamatan Kuta Utara, Perbekel Desa Tibubeneng I Made Kamajaya, Kelian Dinas se-Desa Tibubeneng, Bendesa Adat se-Desa Tibubeneng serta masyarakat setempat.

Upacara Melaspas, di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Arsa Manuaba Griya Gede Mayun Babakan. Upacara ini terlaksana setelah rampungnya pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan yang dibantu dana hibah induk tahun 2023 sebesar Rp. 6,7 miliar.

Dalam sembrama wacananya Wabup Ketut Suiasa menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Padoman serta bisa ikut ngastiti bakti dalam upacara Melaspas, Mendem Pedagingan serta Ngelinggihang di Pura Desa dan Pura Puseh Padonan ini. Wabup mengatakan bahwa kehadiran Pemerintah di tengah-tengah masyarakat tidak lain untuk meringankan beban masyarakat seperti membantu pembangunan Pura Desa dan Pura Puseh.

“Ini sudah menjadi komitmen saya selaku Wakil Bupati bersama Bapak Bupati Badung untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat krama Badung sendiri seperti saat ini, saat masyarakat Desa Adat Padonan melaksanakan upacara melaspas lan ngelinggihang. Semoga Ida Bhatara sesuhunan mapaica wara nugraha ring jagad sami, serta diberi kerahayuan dan kelancaran dalam melaksanakan upacara ini dan juga masyarakat semua agar segilik, seguluk, selulung sebayantaka nyujur jagad gemah ripah loh jinawi,” ucap Wabup Suiasa.

Baca Juga  Cegah Penularan DBD, Desa Pemecutan Kelod Lakukan “Fogging”

Sementara itu Bendesa Adat Padonan I Gede Mitarja, menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Badung bersama undangan lainnya sudah bersedia hadir nodia karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Ngelinggihang ring Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Padonan. Dalam kesempatan yang baik ini, mewakili masyarakat Desa Adat Padonan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nayaka Praja Kabupaten Badung bersama jajaran berkat bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, masyarakat Desa Adat Padonan bisa membangun Pura Desa lan Pura Puseh yang bagus seperti ini.

“Kami mewakili masyarakat tidak henti-henti mengucapkan banyak terimakasih dan juga kami sampaikan kehadapan Bapak Wakil Bupati bersama undangan lainnya,” ujarnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Upacara ‘’Melaspas’’ Pura Catur Parahyangan Punduk Dawa

Giri Prasta: Kita Bangga Jadi Umat Hindu, Semeton MGPSSR

Published

on

By

upacara melaspas pura punduk dawa
TANDA TANGAN: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali menandatangani prasasti saat menghadiri upacara ‘’melaspas alit’’ di Pura Catur Parahyangan Linggih Ida Betara Mpu Gana di Desa Punduk Dawa, Klungkung, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Badung)

Klungkung, baliilu.com – Bertepatan dengan hari Purnama Sasih Kesanga, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali menghadiri upacara melaspas alit di Pura Catur Parahyangan Linggih Ida Betara Mpu Gana di Desa Punduk Dawa, Klungkung, Sabtu (24/2). Upacara ini terlaksana berdasarkan hasil keputusan rapat yang diikuti oleh Saba Pandita, Saba Walaka, pengurus MGPSSR Provinsi dan seluruh pengurus MGPSSR Kabupaten/Kota se-Bali.

“Hari ini kami melaksanakan upacara melaspas, kita merasa bangga sebagai umat Hindu utamanya semeton MGPSSR, karena pembangunan Parahyangan ini mengedepankan konsep Tri Mandala yaitu Utama, Madya dan Sor Mandala,” ucap Giri Prasta.

Dirinya menambahkan Pura Catur Parahyangan Punduk Dawa kedepannya akan dikembangkan menjadi tempat wisata spiritual sekaligus sebagai tempat untuk mempelajari tattwa agama. Terlebih di Sor Mandala Pura sudah ada fasilitas pasraman untuk pemangku.

“Kami juga ingin memberikan pengetahuan tentang ketattwaan pemangku, sehingga kualitas pemangku yang sudah melaksanakan proses ekajati apabila nanti menuju jenjang selanjutnya yaitu Dwija, betul-betul memiliki kualitas yang mumpuni untuk melayani diri sendiri, melayani dadia, maupun umat secara keseluruhan,” ujarnya.

Menurut Giri Prasta perkembangan agama Hindu di Indonesia dewasa ini semakin pesat dan kompleks, sehingga umat perlu mendapatkan tuntunan dari pemuka agama (Wiku), sebagai orang ahli yang membidangi upacara maupun upakaranya. Bila hal ini bisa dipenuhi maka tidak akan terjadi kesimpangsiuran dalam memberikan tuntunan kehidupan spiritual umat, terutama dalam pelaksanaan upacara keagamaan.

“Berdasarkan sesana, Wiku akan memberikan sebuah tatanan, sehingga pelaksanaan agama Hindu Dresta Bali ini berjalan, karena merupakan warisan yang harus kita teruskan. Bagaimana kita harus bergerak bersama-sama membuat legacy untuk anak cucu. Sederhananya Bali boleh maju tapi dengan kemajuan Bali jangan sampai menggerus akar budaya kita,” tegasnya.

Baca Juga  Hari Kedua Pemkot Denpasar Lakukan Vaksinasi Booster kepada Penyandang Disabilitas

Turut hadir Ketua MGPSSR Pusat Prof. Wayan Wita, anggota DPR RI Nyoman Parta dan Ketut Kariyasa Adnyana, Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Pengurus MGPSSR Kabupaten/Kota se-Bali beserta tokoh Warga Pasek. (gs/bi)

galungan
Advertisements
galungan dprd badung
Advertisements
galungan dprd bali
Advertisements
pln ucapan
Advertisements
stikom
Advertisements
pemprov bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca