Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Dukung Konsep Ngaben Bersama Warga Beraban

Terbukti Mampu Ringankan Beban Warga

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama jajaran saat menghadiri upacara ngaben bersama di Desa Beraban, Minggu (28/8). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com  –  Kegiatan atau program desa dinas maupun desa adat yang mengedepankan persatuan dan semangat gotong-royong, serta mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat selalu mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Selaku Kepala Daerah, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama jajaran selalu menyempatkan diri hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memberikan dukungan.

Seperti halnya kali ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh salah satu anggota DPR RI, Wakil Bupati Tabanan, anggota DPRD Dapil Kediri, Sekda, OPD terkait, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Kediri, Kepala DTW Tanah Lot, perbekel dan bendesa adat setempat, hadir langsung dalam Upacara Atiwa-tiwa Pitra Yadnya Ngaben Bersama dirangkaikan dengan upacara Dewa Yadnya dan Manusa Yadnya yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Adat Beraban, Kediri, Minggu, (28/8) sore.

Kegiatan ini merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali sesuai perarem adat setempat, di mana sempat mandeg karena adanya pandemi. Untuk saat ini, upacara ini menyertakan 207 sawa ngaben dengan biaya Rp 2 juta per- sawa, memukur 219 sawa dengan biaya Rp 1 Juta per- sawa, ngelungah 5 dan ngelangkir 46 dengan biaya Rp 400 ribu dan Rp 350 ribu, serta mepandes diikuti oleh 144 orang dan nyambutin 33 orang dengan biaya Rp 200 ribu per orang.

Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya mengaku sangat bahagia sekali bisa berada di tengah masyarakat dalam melaksanakan pembangunan yang positif. “Saya di Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi, memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya buat krama, apalagi konsep dalam membangun dan konsep upakara sudah sangat luar biasa sekali. Terlihat, ada upacara pengabenan, memukur, ngelangkir, mepandes juga nyambutin, apalagi sudah tertuang dalam perarem adat dan dengan biaya gotong-royong yang sangat murah,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Bungan Desa Ke-55, Desa Abiantuwung Tunjukkan Pesona

Hal ini dikatakan Sanjaya patut disyukuri, karena saat ini bisa melakukan upacara yang sedemikian rupa setelah hampir 2,5 tahun dilanda pandemi. Di mana, sesuai intruksi pusat bahwa aktivitas keagamaan tidak diperbolehkan selama pandemi dan harus ditaati. Sehingga, memasuki masa peralihan dari pandemi ke endemi ini, euforia masyarakat sangat besar dalam melaksanakan kegiatan keagamaan salah satunya adalah ngaben bersama ini. Hal inilah dikatakannya harus mendapat apresiaisi dan terus mendapat kawalan dari pemerintah, khususnya Tabanan.

Di samping itu, Sanjaya juga sangat memuji konsep karya yang dilaksanakan Desa Adat Beraban. “Konsep ini sangat luar biasa membantu krama. Kalau dulu ngaben secara pribadi bisa habis uang 100 juta, 150 juta, bahkan 200 juta habis dalam waktu seminggu maupun lebih untuk pengabenan dan lain-lain. Banyak juga masyarakat kita yang melaksanakan upacara tersebut dengan cara menjual propertinya, seperti aset tanah, bangunan dan lain-lain untuk menebus utang kepada leluhur. Namun dengan konsep ini, kita bisa menghemat biaya dalam melaksanakan upacara,” imbuh Sanjaya.

Untuk itu, orang nomor satu di Tabanan itu meminta kepada masyarakat agar selalu menyamakan persepsi terkait pelaksanaan upacara, sehingga memberikan keuntungan bagi semua pihak. Sanjaya juga menyebutkan, sebenarnya yang membuat karya itu mahal adalah diri kita sendiri. Tapi kalau diorganisir seperti saat ini dan dengan kebersamaan, maka niscaya akan memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Sanjaya juga menekankan, agar kekompakan dengan penuh rasa persatuan dari masyarakat tetap dipertahankan menuju pembangunan-pembangunan ke depan. “Tiada surut-surut saya minta kepada masyarakat, agar tetap jaga kekompakan, kebersamaan dan persatuan, baik antar pemerintah dan masyarakat. Mari selalu kompak bersatu mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Mari kita tetap bersama-sama membangun Tabanan yang kita cintai ini,” tegas Sanjaya di akhir sambutannya.

Baca Juga  Giri Prasta Buka Lomba Mancing di Tukad Pura Sempua

Atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran dalam memberikan dukungan, I Made Sumawa selaku etua panitia, mewakili seluruh masyarakat Beraban mengucapkan terima kasih atas kedatangannya dalam kegiatan yang dipusatkan di Wantilan Desa Beraban tersebut. Pihaknya juga mengatakan sangat mensyukuri, pandemi kian melandai sehingga mampu melaksanakan karya yang telah ditunda hampir selama kurang lebih 2 tahun. Di mana, kegiatan ini mengambil tingkatan Sawa Prenawa yang puncak pengabenan dilaksanakan pada 19 Agustus 2022 lalu, dan 27 Agustus 2022 memukur, kemudian metelu bulanan dan mepandes setelahnya.

Dalam kegiatan pengabenan ini, pihaknya melibatkan seluruh Krama Adat Beraban, sehingga semakin meringankan beban masyarakat karena dilakukan ngayah secara bergilir per- krama adat. “Tiang merasa berbahagia atas kehadiran Bupati beserta jajaran. Tiang meminta doa restu agar karya yang kami laksanakan lancar sesuai harapan, begitupun kami selalu mengharapkan tuntunan dari Bupati beserta jajaran dalam setiap pembangunan yang kami lakukan,” ucapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI PENYINEBAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bhakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

“Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam,” ucapnya.

Sementara, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkab Tabanan Dukung Kreativitas Pemuda Melalui Lomba Mancing

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih“ di Pura Dalem Padonan Desa Adat Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SEMBAHYANG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). Karya yang dipuput oleh pemangku pura setempat ini digelar bersamaan di tiga pura, yakni Pura Dalem Padonan, Pura Dalem Penataran, dan Pura Ratu Ngurah Bagawan Penyarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti dan mengikuti persembahyangan bersama krama. Bupati turut mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Belulang yang sukses menggelar karya suci besar meski jumlah pengemponnya terbatas.

“Kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Bali. Ketika krama bersatu dengan semangat ngayah dan tulus ikhlas, setiap kegiatan, termasuk pelaksanaan karya suci seperti hari ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap upacara ini membawa kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bupati juga mengajak krama untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian budaya Bali sebagai pondasi utama pariwisata daerah.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Camat Mengwi Nyoman Suhartana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara ini merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh warga.

“Kegiatan karya ini merupakan wujud semangat gotong-royong Krama Banjar Belulang yang didukung oleh Jero Bendesa Adat Kapal. Melalui rapat dan musyawarah bersama, seluruh krama bersepakat untuk melaksanakan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Suhartana memaparkan, karya suci yang diempon oleh 66 Kepala Keluarga (KK) ini didukung penuh oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Selain itu, pembiayaan juga bersumber dari punia krama serta para pengusaha di lingkungan Banjar Belulang.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Jalin Kerja Sama dengan CLOCC, Sebagai Langkah dalam Pengelolaan Sampah

Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokompim Setda Badung I Kadek Edi Putrana, Kabag Umum I Gede Wisnu Bhayangkara, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Kapal, unsur Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, para pengempon pura serta prajuru adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga  Bupati Tabanan Takjub Gotong-royong Warga Desa Adat Kuwum

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Serius Dalam Percepatan Pencegahan Stunting

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca