Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Hadiri Ngaben Bersama di Tiga Desa di Kecamatan Pupuan dan Marga

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri upacara ngaben bersama, Senin (22/8). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com  – Dalam tradisi masyarakat Hindu khususnya di Bali, upacara pitra yadnya (ngaben) merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap masyarakat untuk menyucikan roh orang atau kerabat ataupun keluarga yang meninggal. Salah satu inovasi untuk lebih menghemat biaya, ngaben bersama saat ini kian marak dilakukan khususnya di Kabupaten Tabanan dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemkab Tabanan selalu mendukung kegiatan ngaben bersama yang dilakukan oleh masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Adat Pupuan dan Desa Adat Pempatan, Kecamatan Pupuan, serta Desa Adat Tegaljadi, Kecamatan Marga, mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sekaligus menghadiri langsung kegiatan di tiga desa yang terletak di dua kecamatan tersebut, Senin (22/8).

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi beberapa anggota DPRD Tabanan, Asisten III, OPD terkait, pokli, camat, dan unsur Muspika kecamatan, perbekel serta bendesa adat setempat, mengaku sangat bahagia bisa hadir menyaksikan kegiatan yang dilakukan masyarakat. “Terimakasih atas sambutannya dan saya bisa bertatap langsung dengan masyarakat disini dalam pelaksanaan kegiatan pitra yadnya ngaben bersama yang sudah kian marak sekali di lakukan di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Hal ini dipandang Sanjaya bukan hanya mampu meringankan beban masyarakat, tetapi mampu menumbuhkan bahkan memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong-royong. Sehingga, sangat sejalan dengan visi Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya dan Wabup Edi, yakni Nangun Sat Kerti Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Baca Juga  Pemkab Tabanan: Pemindahan Patung Bung Karno telah Melalui Berbagai Kajian

Tidak surut-surut, selaku kepala daerah, Sanjaya memberikan apresiasi, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah membangun karya dengan konsep yang baik serta mempunyai tujuan mulia meringankan beban masyarakat. “Saya sangat salut dan memberikan apresiasi karena masyarakat bisa mengorganisir upacara, upakara ini, duduk bersama satu maksud dan tujuan. Walaupun kita berbeda-beda tetapi tetap satu jua yang mencerminkan Bhineka Tunggal Ika. Ini sangat luar biasa sekali,” puji Sanjaya.

Bahkan, selama memimpin Tabanan mulai dari menjadi Wakil Bupati hingga sekarang menjadi Bupati, Sanjaya telah menghadiri ratusan bahkan ribuan pelaksanaan ngaben bersama yang diselenggarakan oleh masyarakat di seluruh Tabanan. Di mana di setiap tempat, masyarakat memiliki perarem adat juga tradisi yang berbeda-beda namun tetap mengedepankan kekompakan. Untuk itu, Sanjaya meminta agar persatuan dan kesatuan itu tetap dipertahankan karena hal itu merupakan salah satu kunci sukses dalam pembangunan.

Sesuai data di lapangan, ngaben bersama di Desa Adat Pupuan mencakup 5 banjar adat yang menyertakan 146 sawa dengan biaya Rp 4 Juta masing-masing sawa, kemudian ngelungah 21 dan ngerapuh 51 dengan biaya Rp 300 Ribu dan Rp 250 Ribu. Di Desa Adat Pempatan, kegitan dirangkaikan dengan upacara manusa yadnya metatah, di mana diikuti oleh 42 sawa dengan biaya Rp 1,7 Juta per sawa, ngelungah 10, ngerapuh 15 dan metatah diikuti oleh 81 orang. Begitupun dengan ngaben bersama di Desa Adat Tegaljadi, kegiatan dirangkaikan dengan upacara metatah bersama, di mana kegiatan diikuti oleh 24 sawa, nyekah 3, ngelungah 3, ngelangkir 10 dan metatah 23 orang.

Selebihnya, Bupati Sanjaya juga berharap, agar masyarakat selalu melaksanakan kegiatan dengan kebersamaan karena sejatinya pembangunan yang utama adalah pembangunan yang dilaksanakan atas persatuan dengan semangat gotong-royong serta rasa tulus ikhlas dari masyarakat.

Baca Juga  Pawai Ogoh-ogoh Desa Adat Kota Tabanan Gaungkan Nyepi Damai dan Tabanan Bersih

“Kalau masyarakat sudah saling asah, asih, asuh, saling gotong-royong seperti ini dengan pemerintah, saya yakin visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, tetintegrasi dari hulu sampai hilir,” imbuh Sanjaya.

Di kesempatan itu, seluruh masyarakat melalui bendesa adat masing-masing, mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan dukungan bupati beserta jajaran. Menariknya, di Desa Adat Tegaljadi menurut Bendesa Adat Gede Rai Santika, mempunyai peraturan bersama terkait pengabenan. “Di Desa Tegaljadi sudah memiliki perarem, yang pertama, ngaben bersama ini tidak boleh dilaksanakan di krematorium karena sudah memiliki setra (kuburan adat). Masyarakat yang melakukan pengabenan secara pribadi tetap diperbolehkan, namun kena sanksi batu-batu seharga 1 kwintal babi,” ujarnya.

Di mana, uang hasil batu-batu tersebut, jelas Rai, kemudian dikumpulkan dan dimasukan dalam kas desa adat yang nantinya dipakai untuk kegiatan adat, seperti ngaben bersama saat ini. Dengan demikian, masyarakat yang melaksanakan ngaben secara pribadi tersebut turut berdonasi dalam ngaben bersama tersebut. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih atas kedatangan Bupati beserta jajaran sebagai wujud bakti kepada masyarakat dan berharap Bupati dan jajaran selalu memperhatikan masyarakat dalam membangun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI PENYINEBAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bhakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

“Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam,” ucapnya.

Sementara, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Baca Juga  Gerakan Bersih Sampah Plastik, Moment Peringati Hari Raya Tumpek Uye di Kabupaten Tabanan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih“ di Pura Dalem Padonan Desa Adat Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SEMBAHYANG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). Karya yang dipuput oleh pemangku pura setempat ini digelar bersamaan di tiga pura, yakni Pura Dalem Padonan, Pura Dalem Penataran, dan Pura Ratu Ngurah Bagawan Penyarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti dan mengikuti persembahyangan bersama krama. Bupati turut mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Belulang yang sukses menggelar karya suci besar meski jumlah pengemponnya terbatas.

“Kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Bali. Ketika krama bersatu dengan semangat ngayah dan tulus ikhlas, setiap kegiatan, termasuk pelaksanaan karya suci seperti hari ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap upacara ini membawa kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bupati juga mengajak krama untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian budaya Bali sebagai pondasi utama pariwisata daerah.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Camat Mengwi Nyoman Suhartana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara ini merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh warga.

“Kegiatan karya ini merupakan wujud semangat gotong-royong Krama Banjar Belulang yang didukung oleh Jero Bendesa Adat Kapal. Melalui rapat dan musyawarah bersama, seluruh krama bersepakat untuk melaksanakan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Suhartana memaparkan, karya suci yang diempon oleh 66 Kepala Keluarga (KK) ini didukung penuh oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Selain itu, pembiayaan juga bersumber dari punia krama serta para pengusaha di lingkungan Banjar Belulang.

Baca Juga  Pemkab Tabanan: Pemindahan Patung Bung Karno telah Melalui Berbagai Kajian

Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokompim Setda Badung I Kadek Edi Putrana, Kabag Umum I Gede Wisnu Bhayangkara, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Kapal, unsur Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, para pengempon pura serta prajuru adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga  Gerakan Bersih Sampah Plastik, Moment Peringati Hari Raya Tumpek Uye di Kabupaten Tabanan

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta dan Sekda Adi Arnawa Hadiri “Karya Pitra Yadnya” Desa Adat Pecatu

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca