Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Desa Adat Pemogan

BALIILU Tayang

:

Walikota
Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat Nyanggingin serangkaian Upacara Mepandes Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, Desa Adat Pemogan di Peyadyan, Kawasan Jalan Glogor Carik, Selasa (23/8). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah nyanggingin pada upacara mepandes serangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, Desa Adat Pemogan di peyadnyan, kawasan Jalan Glogor Carik, Selasa (23/8).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, tokoh masyarakat yang juga Walikota Denpasar periode 2008-2021 IB Rai Dharmawijaya Mantra, anggota DPRD Kota Denpasar AA Ketut Sujana serta undangan lainnya.

Sebagai Walikota, Jaya Negara memang tidak asing lagi dalam tugas nyanggingin. Terlihat begitu terampil dan apik dalam nyangih. Lantunan kidung dan suara gender mengiringi Walikota Jaya Negara melaksanakan tugas dalam menatah peserta.

Di sela-sela pelaksanaan karya Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa ritual potong gigi (mepandes) yang merupakan salah satu upacara manusa yadnya yang wajib dilakukan. Dalam agama Hindu mepandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Upacara ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah Sad Ripu (enam musuh dalam diri manusia).

Lebih lanjut dikatakannya, selain merupakan sebuah kewajiban yang dilaksanakan dalam kehidupan, metatah merupakan upacara untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia yang disebut dengan Sad Ripu yang meliputi Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan irihati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu).

“Mepandes atau metatah merupakan wujud bhakti kepada Sang Pencipta. Dengan dilaksanakannya karya metatah massal serta karya manusia yadnya dan pitra yadnya ini diharapkan mampu meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta para peserta atau yang bersangkutan mampu menjadikan diri lebih dewasa dan bijak baik dalam berpikir, berbuat dan berbicara, dengan  penerapan prokes yang ketat,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Turnamen Billiard ST Semadhi Dharma Putra Br. Poh Gading

Bendesa Adat Pemogan AA Ketut Arya Ardana saat ditemui mengatakan, upacara mepandes ini dilaksanakan serangkaian Karya Manusia Yadnya dan Pitra Yadnya Desa Adat Pemogan. Hal ini telah tertuang dalam awig-awig atau pararem Desa Adat. Di mana, pelaksanaanya rutin dalam rentang waktu lima tahun sekali.

Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian karya tahun ini dikemas dengan beberapa tahapan utama. Yakni pitra yadnya yang terdiri atas upacara warak keruron  yang diikuti oleh 111 peserta, upacara ngelungah yang diikuti oleh 2 orang peserta, upacara ngelangkir yang diikuti oleh 13 peserta, upacara ngaben yang diikuti oleh 24 peserta dan upacara nyekah yang diikuti oleh 73 peserta.

Selanjutnya untuk upacara manusia yadnya terdiri atas upacara ngangkid yang diikuti oleh 57 orang peserta, upacara menek kelih yang diikuti oleh 45 peserta dan upacara metatah yang diikuti oleh 127 peserta.

Adapun puncak upacara mepandes dilaksanakan pada Anggara Umanis Wuku Uye, Selasa (23/8) hari ini. Sedangkan puncak upacara nyekah akan dilaksanakan pada Sukra Wage Uye, Jumat (26/8) mendatang.

“Harapan kami tentu dapat meringankan beban masyarakat serta sebagai bentuk bhakti, sehingga secara berkelanjutan dapat dilaksanakan, serta selalu berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan sradha dan bhakti umat. (ags/eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Jalan Sehat di “Car Free Day” Renon

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Gelar Rakor, Pemkot Denpasar Tegaskan Komitmen Dukung Gerakan Bali Bersih Sampah

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngenteg Linggih” Banjar Puseh Sading, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Hibah Upakara

Published

on

By

Bupati dan Wabup Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri “Karya Ngenteg Linggih“ dan “Wrespati Kalpa“ di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). Karya di Pura Dalem Begawan Penyarikan ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.

Seusai persembahyangan bersama tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 400 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Puseh dalam menyelenggarakan yadnya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upasaksi atas pelaksanaan karya suci pasca-pemugaran pelinggih.

“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.

Bupati juga mengajak krama untuk senantiasa meningkatkan keharmonisan dan menjaga persatuan. Selain membahas konteks upacara adat, Adi Arnawa secara khusus menyinggung kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah terjadi di lapangan. Ia mengapresiasi kedisiplinan krama Badung yang tetap tertib saat mengantri di sejumlah SPBU.

“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Baca Juga  WHDI Denpasar Kembali Gelar Pelatihan Membuat “Banten Otonan”

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan stimulus dari Pemkab Badung. Ia melaporkan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1969 silam. Rangkaian upacara kali ini merupakan hasil paruman krama yang telah dimulai bertahap sejak 24 September 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca