Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Ikuti Rangkaian Persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Pura Catus Pata Kota Tabanan

BALIILU Tayang

:

upacara Tawur Agung kesanga tabanan
TAWUR AGUNG: Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dengan turut didampingi oleh istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi WIrawan, saat mengikuti upacara persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Desa Adat Kota Tabanan yang jatuh pada Redite Umanis Wuku Langkir, Minggu (10/3). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Menyongsong perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946 yang akan dirayakan pada Senin, 11 Maret 2024, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dengan turut didampingi oleh istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, ikuti upacara persembahyangan Tawur Agung Kesanga yang berlangsung di Catus Pata Desa Adat Kota Tabanan yang jatuh pada Redite Umanis Wuku Langkir, Minggu (10/3).

Dalam persembahyangan yang dipuput oleh Ida Mpu Nabe, Ida Ratu Peranda dan Jero Mangku tersebut, turut dihadiri Ketua DPRD dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala Bagian di lingkungan Setda, Camat se-Kabupaten Tabanan, beserta undangan lainnya mengikuti persembahyangan dengan khidmat.

Upacara yang secara rutin digelar sehari sebelum menyambut Tahun Baru Caka ini dilaksanakan dengan tujuan untuk Nyomia Bhuta Kala, yakni mengembalikan Bhuta Kala ke alam dengan menyediakan persembahan berupa caru Tawur Agung. Dengan digelarnya pecaruan agung ini, diharapkan akan tercipta keseimbangan Bhuana Agung (Makrokosmos) dan Bhuana Alit (Mikrokosmos).

Melalui kesempatan yang baik tersebut, Bupati Sanjaya sekaligus ucapkan selamat merayakan hari suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 kepada seluruh umat Hindu sedharma. Tak lupa pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut perayaan Nyepi ini dengan tertib dan harmonis mengingat perayaan Nyepi kali ini yang bertepatan dengan hari pertama puasa bagi umat muslim.

Kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran di acara ini mencerminkan pentingnya perpaduan antara kepemimpinan dan keberagamaan, serta tekad untuk menjaga integritas dan kelestarian tradisi lokal. Ritual Tawur Agung Kesanga yang diikuti oleh seluruh jajaran ini juga diharapkan menjadi wadah untuk merenung, mulat sarira dan memohon keberkahan untuk Tabanan di tahun Caka 1946. (gs/bi)

Baca Juga  Gerakan Kebersihan Tali Pasih Tabanan, Wujud Komitmen Pemerintah dan Masyarakat untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

“Karya Nyawa Wedana Utama” di Ungasan, Bupati Badung Apresiasi Semangat “Ngayah”

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia yang diterima Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa saat menghadiri puncak Karya Nyawa Wedana Utama di Wantilan Nusa Bangsul, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Minggu (31/5). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri (upasaksi) puncak Karya Nyawa Wedana Utama di Wantilan Nusa Bangsul, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Minggu (31/5). Upacara massal yang terakhir dilaksanakan tahun 2017 ini kembali digelar untuk meringankan beban biaya krama.

Rangkaian karya meliputi Atma Wedana (nyekah), memukur, metatah, nilapati hingga ngingkup agung. Kegiatan ini diikuti oleh 256 peserta, dengan rincian 56 sawa ngaben, 135 peserta nyekah, dan 65 peserta metatah.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi semangat ngayah dan kebersamaan krama Desa Adat Ungasan yang bergotong-royong menyukseskan pelaksanaan karya yadnya tersebut. “Bertepatan dengan Rahina Purnama ini, saya menghaturkan rasa syukur dan terima kasih ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Kahyangan Tiga Desa Adat Ungasan. Saya juga merasa berbahagia dapat hadir sekaligus upasaksi pelaksanaan karya yang dilandasi semangat ngayah dan kebersamaan oleh seluruh krama desa adat. Dumogi seluruh masyarakat senantiasa dianugerahi kerahayuan, keharmonisan, serta kesejahteraan sekala dan niskala,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan membangun karya ini tidak lepas dari kebersamaan seluruh krama desa. Semangat sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka yang diwariskan leluhur masih hidup dan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat kita hingga saat ini.

Selain sebagai ritual keagamaan, Bupati menegaskan pentingnya nilai pendidikan karakter dalam upacara ini bagi generasi muda. “Metatah bukan hanya sebuah upacara, tetapi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ritual. Di dalamnya terkandung nilai pengabdian, penghormatan kepada leluhur, pendidikan karakter, serta tanggung jawab untuk melanjutkan warisan budaya yang adiluhung,” tegasnya.

Terkait infrastruktur, Pemkab Badung kini tengah memproses proyek jalan lingkar barat dan jalan tembus Universitas Udayana (Unud) hingga Ungasan demi mengatasi kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Gandeng Puluhan Penggiat Kuliner Tabanan di Pameran Bali Bangkit 2022

“Pemkab Badung tetap berkomitmen mendorong pembangunan yang bermanfaat dan tepat sasaran bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mendukung aktivitas sosial, ekonomi, budaya, maupun kehidupan adat masyarakat secara berkelanjutan, seperti yang disampikan jro bendesa adat, untuk Kuta Selatan tiyang sedang berproses untuk membuat jalan lingkar barat dan jalan tembus dari Unud hingga Ungasan guna mengatasi kemacetan yang ada di GWK, tiyang mohon doa restu krama, masyarakat Desa Ungasan dumogi tidak ada halangan agar bisa cepat bisa kita gunakan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa menyampaikan terima kasih atas komitmen pembangunan infrastruktur dan perhatian Pemkab Badung kepada masyarakat Kuta Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang selama ini selalu hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat Kuta Selatan. Berbagai program pembangunan memang membutuhkan proses, namun kami melihat adanya komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Disel Astawa optimistis seluruh program pembangunan fasilitas umum dan jalan dapat terealisasi secara bertahap. “Kami memahami bahwa pascapandemi banyak penyesuaian yang harus dilakukan pemerintah. Namun kami optimistis berbagai program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara bertahap karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga kekompakan demi kelancaran upacara hingga selesai. “Keberhasilan karya ini adalah keberhasilan seluruh krama Desa Adat Ungasan. Semangat ngayah dan gotong-royong yang diwariskan leluhur harus terus menjaga sebagai kekuatan utama dalam membangun desa adat yang maju, harmonis, dan sejahtera,” tambahnya.

Puncak Atma Wedana ini dipuput oleh tujuh sulinggih dengan pendanaan swadaya dari Desa Adat Ungasan, dana punia, serta kontribusi pengusaha setempat. Acara turut dihadiri anggota DPRD Badung Wayan Sugita Putra, I Made Tommy Martana Putra, dan I Wayan Puspa Negara, Plt Camat Kuta Selatan I Wayan Sujaka Arianta, unsur Tripika Kuta Selatan, Perbekel Ungasan I Made Kari, serta Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya. (gs/bi)

Baca Juga  Sinergi Pemkab Tabanan dan TNI dalam TMMD Ke-123

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Nodia Melaspas Alit” Pura Dalem Desa Adat Oongan

Published

on

By

walikota jaya negara
MENDEM PEDAGINGAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan, Minggu (31/5). Pada kesempatan itu, Walikota Jaya Negara juga sekaligus melaksanakan mendem pedagingan dan ngaturang punia. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan, Minggu (31/5). Pada kesempatan itu, Walikota Jaya Negara juga sekaligus melaksanakan mendem pedagingan dan ngaturang punia.

Di sela upacara berlangsung, Walikota Denpasar, Jaya Negara menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Dalem Desa Adat Oongan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pengempon pura dan desa adat perlu diapresiasi kegiatan adat seperti ini. Hal ini sekaligus upaya kita membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya

Dikatakannya, mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaannya yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun demikian, yang juga patut diapresiasi adalah muncul kemandirian masyarakat dalam penyelenggaraan upakara, sehingga diperoleh manfaat dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya.

Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya Nodia Upacara Melaspas Alit Pura Dalem Desa Adat Oongan ini, seluruh umat terutama warga banjar dan pengempon dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara Bendesa Adat Oongan, I Made Agüs Uinbara Jaya mengatakan, pembangunan Pura Dalem Oongan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan besar yang diambil dalam Paruman Desa beberapa tahun lalu, pada 16 Februari 2022. Dimana pada Keputusan Paruman tersebut, disebutkan kesepakatan bahwa Desa Adat ini berdiri sendiri dan memisahkan diri dari pemaksanan dalem sebelumnya. Kewajiban Kahyangan Desa sebagai desa adat yang mandiri, krama berkewajiban untuk melengkapi struktur Kahyangan Desa, yang meliputi Pura Puseh dan Pura Dalem.

Baca Juga  Dharmopadesa Pusat Nusantara Kota Denpasar Gelar Dharma Santhi Nyepi Isaka Warsa 1946

Rangkaian upacara Pemlaspasan Alit hari ini berjalan dengan khidmat dengan beberapa prosesi utama, di antaranya Upacara Pecaruan Panca Morsika dan Upacara Pemakuh dan Mendem Pedagingan.

“Saya mengucapkan terimakasih pada kesempatan ini, Walikota Denpasar juga turut nampak menyaksikan dan mengesahkan secara simbolis jalannya prosesi serta mendem pedagingan sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kota terhadap kelestarian adat dan budaya,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Saksikan Prosesi “Padiksan“ di Griya Kanginan Sanur

Published

on

By

walikota jaya negara
PADIKSAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri sekaligus menyaksikan rangkaian prosesi “Padiksan“ yang berlangsung di Griya Kanginan, Sanur, Denpasar, Minggu (31/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri sekaligus menyaksikan rangkaian prosesi Padiksan yang berlangsung di Griya Kanginan, Sanur, Denpasar, Minggu (31/5).

Prosesi sakral ini dilaksanakan oleh Ida Bagus Agung Dwaja Natha bersama istri, I Gusti Ayu Putu Suciningsih, sebagai tahapan menuju penyucian diri dan pengukuhan sebagai sulinggih dalam ajaran Agama Hindu.

Upacara Pediksan dipuput oleh Guru Nabe, Ida Padanda Gede Putra Kemenuh dari Griya Gede Kemenuh, Gianyar. Setelah seluruh rangkaian upacara selesai dilaksanakan, Ida Bagus Agung Dwaja Natha yang sebelumnya bergelar Walaka memperoleh Bhiseka dan resmi menyandang nama Ida Pedanda Gede Ngurah Dwaja Nata. Sementara sang istri, I Gusti Ayu Putu Suciningsih, memperoleh Bhiseka sebagai Ida Padanda Istri Agung Kumba Dewi.

Kehadiran Walikota Denpasar dalam upacara tersebut merupakan bentuk dukungan moral sekaligus komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga, melestarikan, dan memperkuat kehidupan keagamaan serta adat dan budaya Hindu Bali. Hal ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar dalam memperkuat pelayanan kepada umat serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat berbasis nilai-nilai budaya dan spiritual.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terlaksananya prosesi Padiksan yang berlangsung dengan khidmat dan sesuai sastra agama.

“Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali. Semoga dengan lahirnya sulinggih baru ini dapat semakin memperkuat pelayanan umat serta memberikan tuntunan spiritual bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ida Bagus Ngurah Suamba, menjelaskan bahwa proses acara ini telah melalui berbagai tahapan dan prosedur yang berlaku sesuai ketentuan keagamaan. Salah satunya adalah pelaksanaan Diksa Pariksa yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Samudaya Nusantara pada Jumat, 22 Mei 2026.

Baca Juga  Dharmopadesa Pusat Nusantara Kota Denpasar Gelar Dharma Santhi Nyepi Isaka Warsa 1946

Ia menjelaskan bahwa permohonan mediksa atas nama Ida Bagus Agung Dwaja Natha bersama I Gusti Ayu Putu Suciningsih dari Griya Kanginan, Jalan Danau Beratan Nomor 10 Sanur, telah diajukan sejak 1 April 2026. Dalam proses tersebut ditetapkan Guru Nabe dari Griya Gede Kemenuh Gianyar, Guru Waktra dari Griya Gede Keniten Taen Siat Denpasar, serta calon Guru Saksi dari Griya Kanginan Sanur.

“Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang mengacu pada hasil Paruman Sulinggih, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan Dharma Samudaya Nusantara bidang keagamaan, serta pedoman Diksa Pariksa dan prosedur Pediksan yang berlaku,” jelasnya.

Berdasarkan keputusan Yayasan Dharma Samudaya Nusantara, Ida Bagus Agung Dwaja Natha bersama istri memperoleh restu untuk melaksanakan mediksa pada Minggu, 31 Mei 2026, di Griya Kanginan Sanur dengan Guru Nabe Ida Padanda Gede Putra Kemenuh dari Griya Gede Kemenuh Gianyar.

Keputusan tersebut sekaligus memberikan kewenangan kepada Guru Nabe untuk menganugerahkan Bhiseka serta hak Ngeloka Pala Sraya setelah pelaksanaan Upacara Pediksan dan Ngelinggihang Weda sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar griya, para sulinggih, tokoh agama, serta umat Hindu yang turut memberikan doa restu bagi perjalanan spiritual Ida Pedanda Gede Ngurah Dwaja Nata dan Ida Padanda Istri Agung Kumba Dewi dalam mengemban dharma kepanditaan dan pelayanan umat ke depan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca