Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Kukuhkan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Sebagai Ketua TP PKK, Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Tabanan

BALIILU Tayang

:

rai wahyuni sanjaya
PENGUKUHAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi mengukuhkan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, serta Ketua Dekranasda Tabanan, yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Jumat (21/3). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi mengukuhkan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan. Acara yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Jumat (21/3), ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Pengurus Dekranasda Kabupaten Tabanan, serta pelantikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan kader PKK, Posyandu dan Dekranasda se-Kabupaten Tabanan tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan beserta Istri, Ny. Budiasih Dirga selaku Ketua GOW dan dilantik sebagai Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri selaku Ketua Gatriwara, Sekda beserta Ketua DWP, jajaran Forkopimda Tabanan beserta Istri, para Asisten Setda dan para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, kepala instansi vertikal di lingkungan Pemkab Tabanan, serta ketua organisasi wanita se-Kabupaten Tabanan. Kehadiran para tokoh dan pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya peran PKK, Posyandu, dan Dekranasda dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya usai pengukuhan, Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa pengukuhan dan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Perlu saya sampaikan, bahwa pengukuhan maupun pelantikan yang kita laksanakan hari ini pada dasarnya bukanlah sekadar acara seremonial semata, tetapi sejatinya merupakan sebuah amanah besar yang mengandung tanggung-jawab untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Tabanan, khususnya dalam pemberdayaan keluarga, pengembangan kerajinan daerah, dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui posyandu,” ujarnya.

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menekankan, pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai visi pembangunan Tabanan yang lebih baik. “Percayalah, jika kita bisa bersatu, berkolaborasi dan berkomitmen, maka kesejahteraan masyarakat akan mampu kita wujudkan bersama. Saya mempercayai semua organisasi yang hari ini dikukuhkan maupun dilantik memiliki program dan tujuan yang mulia. Tugas kita hanya satu, memastikan seluruh program yang dirancang dapat kita laksanakan dengan sasaran dan alat ukur yang jelas,” tambah Sanjaya.

Baca Juga  Menuju Ketahanan Pangan, Bupati Sanjaya Panen Padi Bersama Petani di Subak Gadon

Dalam kesempatan yang sama, Ny Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menyampaikan komitmennya untuk fokus pada pengentasan stunting di Kabupaten Tabanan. “Pelantikan pada pagi hari ini, sudah barang tentu karena saya dilantik selaku Ketua TP PKK, Ketua Posyandu, dan Ketua Dekranasda tugas yang pertama, selaku Ketua TP PKK dan Posyandu, program unggulan saya selanjutnya adalah untuk kembali mengentaskan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Kalau kemarin kita di angka sisa 6%, untuk target tahun ini saya bersama Bapak Bupati menargetkan bisa di angka 3% di 2025,” pungkasnya.

Selain itu, Bunda Rai juga menyoroti tantangan dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait pola hidup sehat dan pengelolaan sampah yang harus kita tumbuhkan bersama, sehingga menjadi kebiasaan baik. “Untuk program PKK karena mencakup 10 program, sudah barang tentu banyak tantangan, salah satunya bagaimana kita mengajak masyarakat, merubah pola pikir masyarakat, salah satunya untuk hidup sehat, mengentaskan stunting, untuk menyelesaikan masalah sampah. Itu yang menjadi isu utama. Tantangan terberat ialah merubah mindset masyarakat. Solusinya, kami akan terus bekerja keras turun dan bersosialisasi,” tegas Bunda Rai.

Di bidang kerajinan daerah, Srikandi Tabanan tersebut memiliki target besar untuk meningkatkan pembinaan dan promosi produk lokal. “Tugas kita di Dekranasda adalah bagaimana agar pengrajin bisa meningkatkan hasil produksinya, menambah nilai, yang kedua adalah membantu untuk promosi, tidak hanya di Kabupaten Tabanan. Seperti yang sudah kita laksanakan rutin, ada pameran Inacraft di Jakarta yang menjadi ajang bertemunya pengrajin dengan buyer dari luar negeri. Target saya selain memantapkan yang sudah ada, juga menargetkan lagi membuat Pojok IKM di Jatiluwih dan Ulun Danu,” tegas Bunda Rai. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dukung Semangat Polres Tabanan Wujudkan Efektivitas Berkomunikasi di Era Digitalisasi

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Putri Koster Tinjau Telajakan Desa Adat Batu Lantang, Berikan Apresiasi Rp 20 Juta untuk Warga

Published

on

By

SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi.

Sambil berbincang dengan warga setempat, ia tampak berkeliling meninjau telajakan yang sebelumnya telah ditata dan ditanami berbagai jenis tanaman hias oleh warga desa. Sesekali, ia juga memberikan masukan mengenai cara penataan telajakan agar tampak asri dan enak dipandang.

“Jika menanam tanaman, daunnya dipangkas terlebih dahulu untuk mengurangi stres air dan mendorong pertumbuhan akar,” jelasnya sambil memangkas daun tanaman yang tampak layu karena baru ditanam menggunakan gunting dahan.

Menurutnya, jenis tanaman yang dipilih juga harus diperhitungkan agar terlihat menarik dan tidak saling tumpang tindih dengan tanaman lainnya. Selain itu, pemeliharaan dan pemupukan juga harus mendapat perhatian yang baik.

Pupuk organik hasil pengelolaan sampah rumah tangga, lanjutnya, sangat bermanfaat untuk membantu menyuburkan tanah sekaligus memberikan nutrisi bagi tanaman di sekitar rumah. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk semakin giat melaksanakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).

Sebagai bentuk perhatian dan sesuai dengan janjinya saat meninjau pelaksanaan Kegiatan Kul-Kul PKK dan Posyandu di Desa Adat Batu Lantang pada 5 April 2026 lalu, Ny. Putri Koster memberikan apresiasi sebesar Rp 20 juta yang diserahkan langsung kepada Bendesa Adat Batu Lantang.

“Kalau dulu Ibu berjanji memberikan hadiah Rp 10 juta, sekarang Ibu tambahkan menjadi Rp 20 juta,” ujarnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dana tersebut kepada masyarakat, baik untuk pemberian penghargaan kepada warga dengan penataan telajakan terbaik maupun untuk membenahi telajakan yang masih perlu ditata di wilayah Desa Adat Batu Lantang.

Baca Juga  Menuju Ketahanan Pangan, Bupati Sanjaya Panen Padi Bersama Petani di Subak Gadon

“Tapi pesan Ibu satu, telajakan ini harus terus dirawat. Ibu ingin telajakan di Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali. Kemudian, untuk tiga telajakan lainnya, nanti Ibu akan tinjau kembali pada bulan Desember,” janjinya.

Sementara itu, Bendesa Adat Batu Lantang, I Made Sarpa, menyampaikan terima kasih atas perhatian Ny. Putri Koster kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang. Ia mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin rajin merawat telajakan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster yang didampingi Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, juga menyerahkan bantuan sebanyak 200 kilogram beras kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Harapan yang Tumbuh di SRMP 17 Tabanan: Kisah Orang Tua Menyambut Masa Depan Anak

Published

on

By

prabowo di tabanan
HADIR DI SEKOLAH RAKYAT: Presiden Prabowo Subianto bersama orang tua siswa yang hadir di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Tabanan, baliilu.com – Di tengah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026, tersimpan kisah-kisah perjuangan keluarga yang kini menemukan secercah harapan melalui program Sekolah Rakyat. Bagi banyak orang tua, sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan jalan bagi anak-anak mereka untuk meraih masa depan yang selama ini terasa begitu jauh.

Ni Putu Yuniawati menjadi salah satu orang tua yang merasakan langsung manfaat kehadiran Sekolah Rakyat. Dengan mata berbinar, Yuniawati menceritakan bahwa sang anak, Rizky kini memiliki cita-cita yang jelas. Rizky ingin menjadi insinyur pertanian. Bagi Yuniawati, mimpi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus harapan agar anaknya dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

“Sekarang saya harap anak-anak saya tuh biar bangga mencapai tujuannya mereka sekolah karena kami orang tak punya. Saya mengucapkan sama Pak Presiden banyak terima kasih membantu orang-orang yang tak mampu,” ujar Yuniawati penuh haru.

Kisah serupa datang dari I Nyoman Sukonado, seorang buruh tani yang hadir dalam gelar griya sebagai orang tua calon siswa. Dengan penghasilan yang tidak menentu, jika ada pekerjaan, Sukonado selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Dari enam orang anak yang dimilikinya, lima anak sebelumnya terpaksa berhenti sekolah setelah jenjang SMP.

“Saya juga berterima kasih banyak sekali kepada Bapak Prabowo yang punya program sebesar ini, membiayai masyarakat miskin seperti saya, biar bisa anaknya menimba ilmu. Saya banyak-banyak terima kasih,” ungkap Sukonado.

Bagi Sukonado, pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarganya. Ia berharap sang anak kelak dapat memperoleh pekerjaan yang baik dan membantu keluarga di masa depan.

Baca Juga  Menuju Ketahanan Pangan, Bupati Sanjaya Panen Padi Bersama Petani di Subak Gadon

Sementara itu, Ni Putu Megayani menyaksikan sendiri bagaimana Sekolah Rakyat membantu mengembangkan potensi anaknya, Ni Made Ayu Arini. Sejak bersekolah di SRMP 17 Tabanan, Arini terus menunjukkan prestasi, termasuk di bidang olahraga.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Arini telah mencatatkan prestasi pada cabang lompat jauh tingkat provinsi. Setelah bersekolah di Sekolah Rakyat, bakatnya terus berkembang dan kini ia juga berprestasi di cabang bulu tangkis.

“Saya sangat bangga kepada anak saya karena anak saya bisa mandiri dan dia berprestasi di sekolah rakyat ini dan saya sangat bangga kepada anak saya sendiri karena dia bisa mandiri dan dia tidak mau menyulitkan saya sama bapaknya,” kata Megayani.

Sebagai seorang ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Megayani mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat. Ia bahkan berharap anaknya yang lain juga dapat memperoleh kesempatan serupa pada jenjang pendidikan berikutnya.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat ini. Terima kasih Pak Prabowo atas semua yang diberikan kepada saya. Saya ingin anak saya tidak seperti saya yang tidak bisa membaca dan menulis. Saya ingin anak saya sukses nantinya, dan saya ingin anak saya melebihi diri saya sendiri,” tuturnya.

Kisah Yuniawati, Sukonado, dan Megayani menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan harapan bagi keluarga-keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mengejar cita-cita mereka.

Bagi para orang tua tersebut, kehadiran Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus keluarga mereka. Di balik setiap ruang kelas, tumbuh harapan-harapan besar yang kini perlahan mulai menemukan jalannya. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Baksos IDAI, Bupati Sanjaya Ajak Semua Pihak Serius Turunkan Kasus Stunting di Tabanan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Di SRMP 17 Tabanan, Presiden Prabowo Tanamkan Pesan Pendidikan, Disiplin, dan Karakter

Published

on

By

prabowo di tabanan
MOTIVASI: Presiden Prabowo Subianto memotivasi para siswa dan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Tabanan, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para siswa dan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, saat melakukan kunjungan pada Minggu, 7 Juni 2026. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Kepala Negara mengajak para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, mencintai orang tua, serta membangun karakter yang baik sebagai bekal meraih masa depan.

Di hadapan para siswa, guru, dan tenaga pendidik, Presiden Prabowo menekankan bahwa pendidikan dan kedisiplinan merupakan kunci untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Kepala Negara mengingatkan bahwa setiap anak merupakan harapan bagi keluarga yang telah bekerja keras demi masa depan mereka.

“Kamu harus nanti angkat orang tuamu, kamu harapan orang tuamu. Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan, selalu baik sama orang lain, sopan santun,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak para siswa untuk menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan menghargai sesama. Menurut Presiden, sikap saling menghormati dan hidup rukun menjadi fondasi penting dalam mencapai keberhasilan.

“Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang, jangan benci orang lain. Hidup dengan baik. Rukun itu kunci dari keberhasilan,” tutur Presiden.

Selain kepada para siswa, Presiden Prabowo turut berpesan kepada kepala sekolah dan para tenaga pendidik untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam mendidik generasi penerus bangsa. “Kepala sekolah, laksanakan tugasmu dengan sebaik-baiknya, didik anak didikmu dengan sebaik-baiknya, teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik,” pesan Presiden. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Semarak HUT Ke-529 Kota Tabanan, Bupati Sanjaya Serahkan Piala Bergilir Kontes Ikan Mas Koki
Lanjutkan Membaca