Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Ngantor di Desa Angseri, Wujud Komitmen Membangun Tabanan dari Desa

BALIILU Tayang

:

sanjaya
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. saat berkantor di Desa Angseri sejak pagi, Selasa (25/10). (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Maksimalkan pembangunan langsung di masyarakat, usai berkantor di Desa Bengkel tempo hari, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. lanjut berkantor di Desa Angseri sejak pagi, Selasa (25/10).

“Ngantor di Desa” merupakan program unggulan Bupati Tabanan, yang menekankan perhatian pada potensi-potensi yang dimiliki setiap desa, serta mengatasi kendala-kendala yang dialami dalam pembangunan.

Mengajak serta Sekda dan para Asisten Sekda, para Kepala OPD, para Camat, Forkopimcam, Direktur Perusda, Perbekel Desa Angseri dan juga Forum Perbekel Kecamatan Baturiti, kegiatan “Ngantor di Desa” pada dasarnya adalah sebuah kegiatan yang lahir dari hasil pemikiran Bupati Sanjaya, ketika mencoba memahami hubungan simetris antara Pemerintah Desa dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Sebab selama ini, desa seringkali menjadi obyek berbagai program, baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten, dan hasilnya berbagai program maupun kegiatan tersebut seringkali justru tidak menjawab persoalan riil yang ada di desa.

“Atas kenyataan inilah, saya kemudian mempunyai ide, bagaimana Pemkab Tabanan harus mulai dapat mendengar, menganalisis dan memformulasikan berbagai program berdasarkan kebutuhan. Potensi dan masalah yang ada di desa. Inilah salah satu landasan berpikir saya, untuk kemudian berkomitmen berkantor di desa,” ujar Sanjaya pagi itu. Hal tersebut dimaksudkan untuk merekam semua permasalahan maupun potensi yang ada, guna diformulasikan dalam program holistik berbasis desa.

Bedasarkan hal tersebut, Sanjaya berharap, kedepannya nanti tidak perlu repot-repot lagi membuat program yang seringkali justru bukan menjadi kebutuhan desa.

Kegiatan Ngantor di Desa, telah dilakukan oleh Bupati Sanjaya di 26 desa di Tabanan secara bergilir, dan ditargetkan akan menyentuh 133 titik desa di seluruh Kabupaten Tabanan. Sementara kegiatan berkantor di Desa Angseri ini dibagi menjadi beberapa agenda kegiatan, antara lain diawali dengan penanaman pohon Tabebuya secara simbolis di Depan Kantor Desa, dilanjutkan dengan meninjau Pelayanan Masyarakat dari OPD terkait, yakni Dinas Perijinan, Dinas Catatan Sipil, Bakeuda, Dinkes, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas KB sekaligus meninjau Sistem Informasi Desa Digital.

Baca Juga  Dukung Sektor Pertanian, Bupati Tabanan Tanam Cabai Bersama KWT Dukuh Mesari Desa Bongan 

Di kesempatan itu, Sanjaya juga membuka kesempatan untuk melakukan audiensi bersama dengan pihak ANTV untuk penyerahan STB Digital Box siaran TV bagi perwakilan warga Desa Angseri, Audiensi dengan Forum Perbekel Se-Kecamatan Baturiti dan dilanjutkan pertemuan dengan tokoh dan masyarakat Desa Angseri. Waktu berkantornya kala itu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memberikan solusi secara langsung bagi kendala-kendala yang dialami di Desa Angseri. Oleh sebab itu, Sanjaya menghadirkan para OPD untuk bersama-sama mengkolaborasikan program pemerintah dengan program yang ada di desa.

“Bagaimana kita menjalankan Visi dan Misi di Kabupaten Tabanan, mempercepat proses perwujudan Visi dan Misi, tergantung bagaimana kita menjaga alam baik kramanya, adatnya dan ketika visi misi sudah kita jalankan, Sekda dan jajarannya harus mengimplementasikan, bagaimana caranya agar cepat terwujud masyarakat yang sejahtera, salah satu terobosannya yaitu kita mendekatkan diri. Karena basis pembangunan kita ada di desa,” Pungkas Sanjaya.

Efektifitas program Ngantor di Desa ini bagi Sanjaya, mampu mempercepat terwujudnya Visi dan Misi Tabanan dengan keterikatan solidaritas dan kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga meminta agar perencanaan program antarunit kerja tidak boleh saling bertumpang tindih, aspek pemerataan harus dipertimbangkan, output kegiatan dan outcome program harus jelas dan terukur sehingga efisiensi dan efektivitas terhadap pencapaian pembangunan desa haruslah menjadi pertimbangan utama. “Inilah sejatinya makna pemerintah sebagai pelayanan untuk masyarakat, beserta tokoh-tokoh Desa Angseri, saya berharap agar selalu menjalin rasa dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan sehingga Visi kita bersama menuju Tabanan Era baru yang Aman, Unggul dan Madani dapat kita capai Bersama,” imbuhnya.

Tak hanya berkantor, Bupati Tabanan beserta jajarannya juga turut menyalurkan bantuan paket pelindung diri semasa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Terdiri dari sabun cuci tangan, sabun mandi dan hand sanitizer. Kehadirannya kala itupun mendapat sambutan yang sangat hangat dari warga Desa Angseri, terbukti dari barisan anak-anak yang menyambut kedatangan Bupati Tabanan dengan riuh sukacita.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Sambutan hangat juga diungkap I Nyoman Warnata selaku Perbekel Desa Angseri yang sangat mendukung program Bupati Sanjaya. “Tugas kami di desa sebagai pelayan masyarakat, di desa kami, sudah kami siapkan Desa Digital yang berbasis Cash ID, dari sisi pelayanan kami sudah membuat beberapa pelayanan termasuk pengurusan ijin dan surat menyurat terkait dengan kependudukan, sudah terangkum dalam sebuah sistem dan bisa diakses oleh masyarakat secara pribadi,” jelas Warnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Bulfest 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Gubernur Koster Serahkan Penghargaan kepada Tiga Maestro Tari Buleleng

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Buleleng Festival 2026 di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja.
BUKA BULFEST: Gubernur Bali Wayan Koster membuka Buleleng Festival (Bulfest) 2026 di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com — Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dibuka di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). Mengusung tema “Uriping Rasa”, festival yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi panggung apresiasi seni, budaya, kreativitas, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat Buleleng.

Momentum pembukaan semakin istimewa dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada tiga maestro tari Buleleng, yakni Ni Luh Sustiawati, Luh Herawati, dan Ni Luh Menek.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dedikasi, konsistensi, serta kontribusi luar biasa ketiganya dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkaya khazanah seni tari tradisional di Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi penyelenggaraan Bulfest sebagai ruang untuk memajukan sekaligus memperkuat seni dan budaya Bali, khususnya karya-karya seni dari Kabupaten Buleleng.

“Saya mengapresiasi program Bupati yang telah menyelenggarakan Bulfest untuk memajukan dan memperkuat seni budaya Bali, khususnya karya seni dari Kabupaten Buleleng,” ujar Koster.

Menurutnya, Bulfest tidak hanya menjadi wahana bagi para seniman, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kuliner, kerajinan, dan produk UMKM khas Buleleng. Keberadaan UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Koster juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program pembangunan di Buleleng. Sejumlah agenda strategis turut disampaikan, mulai dari pembangunan shortcut titik 9–10 yang akan dilanjutkan hingga titik 12, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, hingga pengembangan sejumlah pelabuhan lainnya.

“Kalau semuanya sudah selesai pada 2029, dari Denpasar ke Buleleng nanti bisa satu setengah jam,” katanya.

Selain infrastruktur konektivitas, Koster menyebut pengembangan kawasan ekonomi di Kecamatan Gerokgak serta pembangunan tahap kedua Turyapada Tower sebagai bagian dari upaya memperkuat Buleleng.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dukung Kesuksesan Pemilukada 2024

Ia berharap berbagai rencana pembangunan tersebut dapat berjalan dan rampung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2030.

“Kita harus menunjukkan komitmen kita sama-sama untuk memajukan Buleleng. Saya mohon guyub, bersatu menjaga Buleleng dan Bali agar tetap kondusif,” tegasnya.

Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga seni, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali. Menurutnya, budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali dan harus dijaga secara konsisten serta penuh tanggung jawab.

“Budaya tidak akan pernah mati, karena budaya adalah jiwa kehidupan kita, napas masyarakat Bali. Jaga dengan konsisten dan serius sepanjang masa,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus berkreativitas sekaligus memastikan regenerasi seniman berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa Bulfest bukan sekadar perhelatan seni, melainkan ruang bersama untuk menghidupkan kembali ingatan, identitas, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan Buleleng.

Mengangkat tema “Uriping Rasa”, Sutjidra menjelaskan bahwa budaya akan tetap hidup ketika rasa di dalam hati masyarakat tetap menyala.

“Uriping Rasa mengajak kita menjaga rasa hormat kepada leluhur, cinta pada tanah kelahiran, kebanggaan identitas, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta tanggung jawab mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Menurut Sutjidra, tradisi tidak harus ditinggalkan ketika zaman berubah. Sebaliknya, tradisi harus mampu menemukan ruang baru agar tetap hidup, relevan, dan dapat diterima generasi masa kini.

Selama enam hari pelaksanaan, Bulfest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, kerajinan, kuliner, dan inovasi. Nuansa Singaraja tempo dulu juga dihadirkan untuk memperkuat identitas dan karakter Buleleng.

Sutjidra berharap Bulfest menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan sebagai orang Buleleng, kecintaan terhadap seni dan budaya, semangat gotong royong, serta kreativitas masyarakat.

Baca Juga  Bupati Tabanan Ngantor di Desa Gadungan: Panen dan Lepas Pengiriman Jagung hingga Berikan Layanan KTP dan Perijinan ke Desa

“Marilah kita hidupkan rasa, hidupkan budaya, dan bersama membangun Buleleng yang semakin maju, berbudaya, dan berkarakter,” pungkasnya.

Melalui Bulfest 2026, pemerintah berharap festival ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan; memberikan ruang berkarya bagi seniman, mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai daerah yang kaya akan seni, budaya, sejarah, dan kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Jajarannya Inovatif dan Kerja Maksimal Genjot Realisasi PAD 2026

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster minta jajaran perangkat daerah bekerja maksimal untuk mengejar realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Penekanan itu disampaikannya saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8).

Gubernur Koster dalam arahan singkat menyinggung pentingnya dukungan anggaran dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. “Kita banyak program, tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran,” katanya. Ia ingin jajaran Pemprov Bali punya pemahaman yang sama terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, Gubernur Koster mendorong jajarannya bekerja maksimal. “Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat,” ujarnya sembari memotivasi perangkat daerah berlomba memberikan yang terbaik agar bisa meninggalkan legacy membanggakan. “Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali,” imbuhnya. Masih dalam arahannya, Gubernur Koster mendorong OPD penghasil membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan realisasi pendapatan.

Untuk diketahui, rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal April 2026, dimana saat itu disepakati penambahan 10 persen target pendapatan pada tiap OPD penghasil.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Dewa Tagel Wirasa dalam paparannya menginformasikan, realisasi PAD hingga 14 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp. 2.499.175.145.467 atau 58,95 persen dari target induk yang ditetapkan sebesar Rp. 4.239.252.167.568. Realisasi ini didukung pemasukan dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan yang sah.

Dalam kegiatan rakor, Gubernur Koster memberi perhatian khusus pada upaya perangkat daerah penghasil seperti Bapenda, BPKAD, BKPSDM, Badan Penghubung, Disparda, PUPRKim, Disnaker dan ESDM, Dinkes, RS Mata Bali Mandara, RSU Bali Mandara, RS Dharma Yadnya dan Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama. Terhadap sejumlah layanan yang memungkinkan dikembangkan secara komersial, Gubernur Koster minta pengelolaan dilakukan dengan meniru pola swasta. Sementara Bapenda didorong mengintensifkan pola jemput bola untuk mengejar penunggak pajak kendaraan agar memenuhi kewajiban mereka. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dukung Kreativitas dan Kekompakan Sekaa Teruna Dalam Melestarikan Lingkungan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Serahkan Remisi HUT Ke-81 RI di Rutan Negara, Satu Warga Binaan Langsung Bebas

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyerahkan Remisi Umum kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara.
REMISI: Bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8).

Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

​Dari total penerima remisi tersebut, satu orang warga binaan dipastikan langsung bebas setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan.

​Bupati Kembang berharap para warga binaan yang telah selesai menjalani masa hukumannya maupun yang mendapatkan pengurangan masa pidana dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

​”Harapan kami bagi warga binaan yang hari ini mendapat remisi dan bebas, tentu bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang positif. Saya juga berharap masyarakat dapat menerima mereka kembali, karena mereka telah dibina dan dididik di sini agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi membangun desa dan membangun Jembrana,” ujarnya.

​Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa seluruh usulan remisi dari pihaknya telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor: PAS-1453.PK.05.03 Tahun 2026.

​”Kami mengusulkan total 123 napi untuk menerima remisi kemerdekaan dan seluruhnya disetujui. Rinciannya, 122 orang penerima RU I dan 1 orang penerima RU II yang langsung bebas,” ungkapnya

Warga binaan yang memperoleh RU II hingga langsung bebas merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemotongan masa tahanan selama 2 bulan.

“Karena sisa masa pidananya kurang dari 2 bulan, maka tepat pada momentum kemerdekaan ini yang bersangkutan dapat langsung menghirup udara bebas,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dukung Sektor Pertanian, Bupati Tabanan Tanam Cabai Bersama KWT Dukuh Mesari Desa Bongan 
Lanjutkan Membaca