Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Ngantor di Desa Gadungan: Panen dan Lepas Pengiriman Jagung hingga Berikan Layanan KTP dan Perijinan ke Desa

BALIILU Tayang

:

panen jagung
Bupati Tabanan Komang Sanjaya saat panen jagung di Desa Gadungan, Senin (19/9). (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Kegiatan Ngantor di Desa merupakan salah satu program sederhana dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam mewujudkan pembangunan Desa dan Kabupaten sejalan selaras. Dimana, kegiatan Ngantor di Desa ini dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai salah satu upaya untuk menggali seluruh potensi alam, krama dan budaya yang ada di 133 Desa yang ada di Kabupaten Tabanan.

Untuk kali ini, Senin (19/9), orang nomor satu di Tabanan itu Ngantor di Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti melaksanakan Panen Jagung, Launching Unit Usaha Pengelolaan Jagung, diskusi dengan masyarakat guna menjaring aspirasi masyarakat melalui keluhan-keluhan ataupun usulan yang ada, hingga lepas pengiriman tepung jagung hasil produksi petani setempat.

Menurut Sanjaya, selain untuk mewujudkan pembangunan yang selaras antara Desa dan Pemkab, Ngantor di Desa merupakan kebanggaan karena mampu mendekatkan hati nurani dan bertemu langsung dengan masyarakat. Untuk itu, dalam kegiatan ini, Sanjaya selalu mengajak seluruh jajaran yang ahli di bidangnya masing-masing guna mengawal perkembangan pembangunan di Desa, terlebih memberikan pelayanan langsung kepada masayarakat.

Istimewanya lagi, dalam kegiatan Ngantor di Desa tersebut, Bupati Sanjaya didampingi oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan untuk menyapa langsung Ibu-ibu PKK Desa. Turut mendampingi saat itu beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, Kepala BPD Cabang Tabanan, Direktur Perusda, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Seltim, Perbekel serta Bendesa Adat setempat.

“Kita dalam pemerintahan menuju Tabanan Era Baru ini, kita ingin masuk langsung ke lambungnya, masuk langsung ke masyarakat dengan pendekatan yang humanis sebagai pelayan. Itu yang kita inginkan, kita bukan dilayani tetapi kita di pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Ketika kita melayani masyarakat, bagaimana caranya kita dekat dengan masyarakat, salah satunya adalah berkantor di Desa,” ujar Sanjaya saat itu.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Kejuaraan “Mighty Warrior Fight Night Vol. 4” 

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya meminta kepada para kepala OPD agar dalam setiap kegiatan Bupati Ngantor di Desa ada manfaat yang dirasakan masyarakat, seperti saat ini ada layanan perijinan, ada layanan dari Dinas Catatan Sipil dan ada UMKM  juga yang perlu diberikan support agar lebih baik kedepannya. Intinya Pemerintah agar selalu memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik menuju masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani.

Selain itu, Bupati Sanjaya juga memberikan apresiasi kepada Desa Gadungan yang telah memiliki wawasan sebagai daerah pertanian dengan produk jagung sebagai unggulan. Dimana ada tiga hal yang menjadi point inti dalam pertanian, yakni produksi, distribusi dan pemasaran. Petani punya hasil berupa jagung yang melimpah harus diimbangi dengan fasilitas pengolahan yang baik dan terbukti dilakukan launching unit usaha pengolahan jagung. Hal ini dikatakan Sanjaya harus terus dikolaborasikan antara Pemerintah Kabupaten dan Desa, dengan BUMDes maupun Perusda agar lebih baik lagi.

“Maka dari itu, pemerintah harus hadir di hilir (membetikan pendampingan kepada petani atau masyarakat). Kita tidak perlu lagi mengajarkan petani untuk bertani dan berproduksi, jalan-jalan juga sudah bagus, tinggal sekarang bagaimana kita membantu petani kita di hilir,” tegas Sanjaya sembari memerintahkan Perusda untuk menjadi garda terdepan agar selalu berkolaborasi dengan BUMDes dalam membantu distribusi dan pemasaran. “Sehingga petani senang, BUMDes senang, Perusda senang, pembeli juga senang,” imbuh Sanjaya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, I Wayan Muliartana selaku Perbekel Desa Gadungan mengatakan, Desa Gadungan merupakan salah satu desa agraris dimana wilayahnya berupa lahan basah dan kering, yakni persawahan dan ladang. Kebetulan hari ini kegiatan Panen Raya Jagung, dimana masyarakat sangat antusias sekali menanam jagung dengan perbandingan 2 (dua) kali menanam jagung dan 1 (satu) kali Padi. Luas lahan jagung yang ditanam di wilayah Desa Gadungan seluas 150 Hektar dengan jumlah produksi jagung kering diperkirakan 1500 ton dengan jenis jagung BISI321/Simetal dengan umur 115 hari.

Baca Juga  Upacara Ngentegang Manik Galih, Ngingsah lan Nyanging, Nancep Sunari di Kantor Bupati Tabanan

“Dengan potensi masyarakat kami tadi yang sudah antusias menanam jagung, kami di Pemerintahan Desa akan berusaha semaksimal mungkin di hilir agar masalah pemasaran, agar petani tidak sulit menjual produksinya. Sehingga petani betul-betul mendapatkan harga yang betul-betul layak atau standar, sehingga nantinya berguna bagi kesejahteraan petani. Dalam kesempatan ini kami sangat berterimakasih dengan program Bupati Ngantor di Desa, karena sangat memberikan manfaat bagi masyarakat kami,” ucap Perbekel Desa Gadungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kisah Inspiratif Luh Rusmiati, dari Tumpukan Koran Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Published

on

By

Luh Rusmiati, pengrajin koran bekas asal Sudaji
Luh Rusmiati, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Berawal dari melihat tumpukan koran bekas di rumah saudara, Luh Rusmiati justru menemukan peluang untuk berkarya. Sejak 2016, perempuan asal Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Buleleng ini mulai belajar secara mandiri mengolah kertas bekas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Tanpa berbekal pendidikan khusus di bidang kerajinan, Sumiati mencoba membuat berbagai produk dari bahan kertas. Awalnya, ia hanya ingin membuat keranjang sederhana untuk tempat air mineral. Namun, hasil karyanya ternyata menarik perhatian orang di sekitarnya.

“Awalnya saya melihat tumpukan koran di rumah saudara. Saya ingin membuat keranjang untuk tempat air mineral. Setelah ada saudara yang tertarik dan meminta dibuatkan, akhirnya berkembang dan ada yang meminta dibuatkan produk lain seperti bokor,” tuturnya saat ditemui di Galerinya, Jumat (2/10).

Dari percobaan sederhana tersebut, usaha kerajinan yang diberi nama “Gegaen Lima Craft” perlahan berkembang. Berbagai produk seperti anyaman, tempat pensil, nampan, tatakan gelas, gantungan kunci hingga perabotan berupa meja dan kursi kini dihasilkan dari kreativitasnya.

Untuk mendapatkan bahan baku, Rusmiati memanfaatkan berbagai jenis kertas. Koran bekas sebagian dibeli, sedangkan kertas lainnya diperoleh melalui donasi dari teman-temannya.

Menariknya, hubungan dengan para penyumbang kertas juga dilakukan melalui sistem barter. Kertas bekas yang diberikan kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan sebagian hasilnya diberikan kembali kepada mereka, seperti tempat pensil maupun nampan kecil.

“Kalau koran biasanya saya beli. Kalau kertas-kertas lainnya banyak yang dapat dari donasi teman. Kadang saya barter, mereka memberikan kertas, kemudian saya kasih tempat pensil atau nampan kecil,” jelasnya.

Ketekunan Rusmiati membuahkan hasil. Produk kerajinannya tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga pernah menembus pasar luar negeri. Pada 2017, ia sempat bekerja sama dengan sebuah art shop di Denpasar. Produk berupa tatakan gelas dan nampan bahkan dibawa hingga ke Jepang dan Afrika.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi "Ngenteg Linggih" Krama Adat Dauh Pala-Pengabetan Tabanan

Selain itu, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke homestay di sekitar tempat usahanya juga tertarik membeli produk kerajinannya untuk dijadikan suvenir dan dibawa pulang ke negara masing-masing.

Dari usaha tersebut, Rusmiati memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp 5 juta dalam satu bulan, meskipun jumlahnya tidak selalu sama setiap bulan.

Harga produknya pun cukup beragam. Untuk produk sederhana seperti gantungan kunci, harganya mulai dari sekitar Rp 5 ribu per buah. Sementara produk dengan ukuran lebih besar seperti meja dan kursi dijual dalam bentuk set dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Bagi Rusmiati, usaha ini bukan hanya tentang menghasilkan pendapatan. Ia ingin kerajinan berbahan kertas bekas tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya usaha ini terus berkembang. Saya juga berharap ada orang-orang di sekitar yang mau ikut bersama-sama mengembangkan usaha ini, sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi orang-orang di sekitar,” ungkapnya.

Upaya Rusmiati mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai ekonomi juga mendapat perhatian dari pemerintah. Ia beberapa kali mendapat kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan promosi produk lokal, seperti Lovina Festival, Buleleng Festival maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat membantu dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Disisi lain, Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, mengapresiasi semangat dan motivasi para pelaku UMKM di desanya, termasuk Rusmiati yang mampu mengolah limbah kertas menjadi karya seni bernilai ekonomi.

Menurutnya, kreativitas tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga  Upacara Ngentegang Manik Galih, Ngingsah lan Nyanging, Nancep Sunari di Kantor Bupati Tabanan

“Pemerintah Desa Sudaji sangat mendukung dan mengapresiasi semangat UMKM kami. Salah satunya pengelolaan limbah kertas yang diolah menjadi sebuah karya seni yang nantinya bisa dipasarkan di seluruh Nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Fajar mengatakan, pemerintah desa juga berupaya mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan, terutama berkaitan dengan permodalan, pemasaran dan kebutuhan pengembangan usaha lainnya. Dukungan diberikan melalui motivasi, pembinaan serta membangun hubungan dengan berbagai stakeholder yang dapat membantu kemajuan UMKM di Desa Sudaji.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM di desa semakin kuat, baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya, sehingga para pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai Picu Kepadatan, Unit Lalulintas Polsek Dentim Turun Langsung ke TKP

Published

on

By

Polisi tangani kecelakaan di By Pass Ngurah Rai
KECELAKAAN: Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di utara Jembatan Panjang Pasiran, Padang Galak, Denpasar Timur, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kepadatan kendaraan pada jalur menuju utara.

Mendapat informasi dari masyarakat, personel Unit Lalulintas Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan penanganan di TKP sekaligus mengatur pergerakan kendaraan agar kepadatan tidak semakin meluas.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai I Made Cuta, (71), dengan mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Reno Ramadhan, (31). Keduanya melaju dari arah selatan menuju utara ketika kondisi lalu lintas cukup padat. Saat kendaraan di depan melakukan pengereman, pengendara sepeda motor diduga tidak sempat mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak bagian belakang mobil.

Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada lutut kiri dan benjolan di bagian belakang kepala. Dalam kondisi sadar serta masih dapat berkomunikasi, korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD menuju Rumah Sakit Dharma Yadnya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah gangguan arus lalu lintas yang lebih panjang.

“Setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan maupun keselamatan di jalan kami tindak lanjuti dengan cepat, sehingga situasi dapat segera ditangani dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Kapolsek.

Polsek Dentim mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di tengah arus lalu lintas yang padat. (gs/bi)

Baca Juga  Upacara Ngentegang Manik Galih, Ngingsah lan Nyanging, Nancep Sunari di Kantor Bupati Tabanan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Published

on

By

Gerakan Kulkul PKK bersihkan Hutan Bakau Sidakarya
GERAKAN KULKUL PKK: Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Tampak gerakan Kulkul PKK di Desa Sidakarya, Kota Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali pada Minggu (4/10). Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin pada Minggu pertama setiap bulan dengan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya. Gerakan ini tidak sekadar menjadi kegiatan bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi kolaborasi dalam kegiatan di Sidakarya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana Sungai Watch bersama TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir Kota Denpasar.

“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa.

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Kejuaraan “Mighty Warrior Fight Night Vol. 4” 

Made Dwi Bagiasa juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kader dan anggota PKK, untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gerakan dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca