Friday, 14 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan ‘’Ngupasaksi Pujawali’’ Pura Puseh Desa Baleagung dan Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan

BALIILU Tayang

:

bupati tabanan
NGUPESAKSI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Ketua TP PKK Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, saat hadir Ngupasaksi Uleman Upacara Pujawali Pura Puseh Desa Baleagung dan Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan, Rabu (29/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Ketua TP PKK Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, hadir Ngupasaksi Uleman Upacara Pujawali Pura Puseh Desa Baleagung dan Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan, Rabu (29/5).

Saat itu, Bupati Sanjaya beserta Bunda Rai datang bersama dengan iring-iringan prosesi mepeed oleh sekitar 500 pegawai dan langsung menuju utamaning mandala Pura Puseh Desa Baleagung untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Kedatangannya beserta jajaran saat itu disambut oleh Tari Pendet krama istri Adat Kota Tabanan, yang sarat akan kegembiraan dan kesakralan yang mewarnai momen tersebut

Persembahyangan juga nampak dihadiri oleh Sekda, Para Asisten dan Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan beserta Camat, Perbekel dan Bendesa Adat Kota Tabanan. Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya menyampaikan, momentum penting persembahyangan ini ialah untuk mohon kerahayuan jagat serta menjaga dan melestarikan warisan budaya dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh leluhur.

Dalam momen penuh makna tersebut, Bupati Sanjaya beserta jajaran tidak hanya melaksanakan persembahyangan bersama, tetapi juga mengajak seluruh pegawai untuk bersama-sama berdoa demi keselamatan jagat, sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Keberadaan jajaran dalam upacara tersebut menjadi simbol kepatuhan dan penghormatan terhadap tradisi dan kepercayaan yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Hindu Bali.

Kehadiran Bupati Tabanan dan segenap jajaran pemerintahan Kabupaten Tabanan dalam upacara tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan tradisi, tetapi juga menjadi contoh dan bersama-sama masyarakat untuk terus menjaga dan menghormati warisan budaya yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Bali.

Pujawali ini menjadi bagian integral dari identitas budaya dan spiritualitas Bali yang harus dilestarikan. Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan nilai-nilai budaya dan kepercayaan Hindu Bali sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian warisan leluhur yang ada,” tegas Sanjaya sembari menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan memelihara tradisi-tradisi adat.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Gerak Cepat Gelar Rakor Lintas Sektor, Tindak Lanjuti SE Gubernur Bali No. 4/2023 

Kehadiran Bupati Sanjaya beserta Bunda Rai bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di masyarakat sekaligus sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kepada seluruh masyarakat. Melalui upacara ini, diharapkan juga tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan, tetapi juga menguatkan ikatan sosial dan budaya di antara satu sama lain sebagai umat beragama. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Kecamatan Denbar Gelar Lomba Ngelawar Bulan Bung Karno VI

Dibuka Wawali Arya Wibawa, Ikut Berbaur “Ngeramas” Olahan Lawar

Published

on

By

Lomba Ngelawar
LOMBA NGELAWAR: Wawali Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa berbaur bersama peserta Lomba Ngelawar dan ikut dalam kegiatan ngeramas atau memotong kecil-kecil daging olahan untuk lawar di Lomba Ngelawar Kecamatan Denbar rangkaian Bulan Bung Karno VI Tahun 2024, Jumat (7/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Lomba Ngelawar Kecamatan Denpasar Barat rangkaian Bulan Bung Karno VI Tahun 2024, pada Jumat (7/6).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Denbar (Denpasar Barat) ini melibatkan 11 kelompok peserta Lomba Ngelawar se-Kecamatan Denbar. Hadir dalam kesempatan ini, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denbar, Ida Bagus Made Purwanasara, dan Perbekel/Lurah se-Kecamatan Denbar.

Sejak tiba, Wawali Arya Wibawa langsung meninjau satu persatu proses pembuatan lawar oleh peserta yang terdiri dari karang taruna dan perbekel/lurah se-Kecamatan Denpasar Barat. Tampak Wawali Arya Wibawa berbaur bersama peserta Lomba Ngelawar. Arya Wibawa juga ikut dalam kegiatan ngeramas atau memotong kecil-kecil daging olahan untuk lawar.

Di sela-sela perlombaan, Wawali Arya Wibawa mengapresiasi kegiatan Lomba Ngelawar yang dilaksanakan Camat Denbar. Hal ini sebagai implementasi Visi- Misi, Mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. “Lomba Ngelawar se-Kecamatan Denbar adalah salah satu cermin dari pelaksanaan Visi Misi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya yang menguatkan tradisi dalam kegiatan bermasyarakat, terlebih dalam era kecepatan teknologi saat ini,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut disampaikan, visi-misi yang dibangun serta program prioritas yang direncanakan, digerakkan oleh Weda Wakya Vasudaiva Khutumbakam yang mengandung makna dalam kehidupan ini kita semua bersaudara. Semua sektor kehidupan harus diselesaikan dengan paras-paros sarpanaya, salunglung sabayantaka.

“Semua persoalan yang kita hadapi, mari kita selesaikan bersama-sama dan menyama braya, seraya menambahkan bahwa Lomba Ngelawar yang digelar oleh Kecamatan Denbar juga sebagai bentuk implementasi dalam pelestarian tradisi dan budaya Bali,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Sementara Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Made Purwanasara menjelaskan Lomba Ngelawar ini diadakan serangkaian Bulan Bung Karno VI tahun 2024. “Memaknai ajaran Tri Sakti Bung Karno yaitu sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, perlu dan mutlak memiliki tiga hal, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Ngaben Kolektif Warga Adat Kembang Merta Baturiti

“Kegiatan lomba ngelawar ini mengimplementasikan poin ketiga yang mengatakan ‘berkepribadian di bidang kebudayaan‘ sehingga kita harus melestarikan budaya dan tradisi yang kita miliki,” jelasnya.

Dijelaskan pula bahwa lomba ini diikuti oleh seluruh desa yang ada di wilayah Denpasar Barat, dengan jumlah 11 tim, dan masing-masing tim berisi 3 orang. Pemenang dari lomba ngelawar ini akan mendapat hadiah berupa piala serta uang pembinaan. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Upacara ‘‘Caru Balik Sumpah‘‘ dan ‘‘Nawa Gempang‘‘ di Desa Sibanggede

Published

on

By

upacara balik sumpah sibanggede
HADIRI UPACARA: Wakil Bupati Ketut Suiasa saat menghadiri upacara Mecaru Balik Sumpah dan Nawa Gempang di Catus Pata Jaba Pura Bale Agung Desa Sibanggede, Desa Sibanggede, Abiansemal, Kamis (6/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.comCaru Balik Sumpah dan Nawa Gempang merupakan upacara yang sangat utama dan baik serta memiliki tujuan untuk tercapainya kerahayuan dan keselamatan alam semesta terutamanya masyarakat Desa Sibanggede. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Ketut Suiasa yang mewakili Bupati Badung saat Upacara Mecaru Balik Sumpah dan Nawa Gempang di Catus Pata Jaba Pura Bale Agung Desa Sibanggede, Desa Sibanggede, Abiansemal, Kamis (6/6). Upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Ngurah Oka Dalem dari Griya Dalem Sibanggede.

Caru Balik Sumpah dan Nawa Gempang dilaksanakan karena banyak sekali masyarakat Desa Sibanggede yang meninggal Salah Pati dan Ulah Pati. Sudah sepatutnya kita selalu berdoa dan mohon pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa khususnya yang berstana di Desa Adat Sibanggede karena mungkin ada kekurangan dan kesalahan yang diperbuat. Maka dengan pelaksanaan yadnya Caru Balik Sumpah dan Nawa Gempang ini alam semesta dan termasuk umatnya mendapatkan kerahayuan dan kasukertan jagat,” ucapnya.

Diharapkan setelah dilaksanakan Upacara Caru Balik Sumpah dan Nawa Gempang semua permasalahan yang pernah terjadi selama ini seperti mati ulah pati, salah pati dan yang lainnya tidak akan terjadi lagi. “Saya berharap masyarakat Desa Sibanggede segilik seguluk, selunglung sebayantaka, raket dan rumakat di antara sesama masyarakat,” harap Wabup Suiasa.

Pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa juga menghaturkan punia sebesar Rp. 5 juta sekaligus juga menyaksikan penyerahan Bantuan APBDes oleh Perbekel Desa Sibanggede sebesar Rp. 350 juta lebih.

Turut hadir Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Kapolsek Abiansemal, Perbekel Sibanggede  I Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede l Nyoman Surianta, Ketua BPD dan Ketua LPM

Baca Juga  Hadiri Pelantikan PPS, Bupati Sanjaya Tekankan PPS Memiliki Integritas dan Komitmen dalam Pelaksanaan Pemilu 2024

Sementara itu Manggala Karya l Wayan Darma menyampaikan, upacara Caru Balik Sumpah dan Nawa Gempang dilaksanakan karena di wilayah Desa Adat Sibanggede banyak warga mengalami mara bahaya seperti mati salah pati, ulah pati dan lainnya.

“Melalui upacara Caru Balik Sumpah dan Nawa Gempang diharapkan semua marabahaya yang terjadi bisa berkurang. Upacara Nawa gempang diikuti oleh 91 orang yang keluarganya mengalami mati salah pati dan ulah pati yang rangkaian upacaranya mulai dilaksanakan tanggal 13 Mei dan puncak karya tanggal 7 Juni 2024,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Pujawali di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
NGAYAH MUNDUT: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara ‘’ngayah mundut’’ Ida Bhatara saat menghadiri Pujawali di Pura Dangkahyangan Payogan Agung dan Pura Beji Segara Rupek yang berlokasi di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, Buleleng, bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha, Kamis, (6/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Pujawali di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Pura Beji Segara Rupek yang berlokasi di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, Buleleng, bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha, Kamis (6/6). Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara yang didampingi Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana ini turut mengikuti rangkaian upacara sejak awal dan turut serta ngayah mundut Ida Bhatara.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat yang dimulai dari Ngias Ida Bhatara, Melasti, Puncak Pujawali dan Meecan-ecan. Diiringi suara kidung dan gambelan Bali, rangkaian upacara juga turut dipentaskan Tari Rejang Dewa, Tari Topeng Wali, dan Topeng Sidakarya. Seluruh rangkaian pujawali diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Siwa Budha.

Kelian Desa Adat Sumber Klampok, I Putu Artana selaku pengempon pura mengatakan, Pujawali di Pura Payogan Agung dan Pura Beji Segara Rupek jatuh setiap tahun sekali bertepatan dengan Tilem Sadha. Dimana, rangkaian upacara telah dimulai sejak Rabu (5/6) malam yang diawali dengan Ngiad Ida Bhatara. Sedangkan puncak Pujawali berlangsung pada Kamis (6/6) bertepatan dengan Tilem Sadha.

Dikatakannya, selama rangkaian pujawali, Ida Bhatara nyejer selama tiga hari yang setiap harinya dilaksanakan Bhakti Penganyar. Sedangkan Penyineban akan dilaksanakan pada Redite Paing Wuku Ugu pada 9 Juni mendatang.

“Semoga dengan pelaksanaan Pujawali ini dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia serta semua umat dalam lindungan Ida Sang Hyang Widi Wasa,” ujarnya.

Sementara, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih mengatakan bahwa Pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Pujawali ini juga diharapkan menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

Baca Juga  Dukung Aktivitas Positif Masyarakat, Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing

“Dengan pelaksanaan Pujawali ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca