Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Resmikan Pelayanan RSUD Nyitdah

Tegaskan, Kunci Keberhasilan Rumah Sakit Terletak pada Pelayanan

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M saat menghadiri undangan dan membuka Grand Opening Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Nyitdah, di Aula RSUD Nyitdah, Selasa pagi (28/6). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com  – Kunci keberhasilan sebuah rumah sakit, terletak pada pelayanannya. Kualitas pelayanan terus ditingkatkan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkunjung. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M saat menghadiri undangan dan membuka Grand Opening Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Nyitdah, di Aula RSUD Nyitdah, Selasa pagi (28/6).

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati, Ketua DPRD Tabanan, Sekda, Para Asisten Sekda, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Direktur Utama BPD Bali beserta jajaran, Perbekel Nyitdah dan juga Direktur RSUD Nyitdah bersama jajaran. Peresmian Pelayanan di Rumah Sakit Nyidah berlangsung dengan lancar.

RSUD Nyidah sebagai salah satu rumah sakit rujukan tipe C milik Pemerintah Kabupaten Tabanan, menyediakan layanan spesialistik di bidang kesehatan masyarakat. Terdapat 107 tempat tidur yang telah dilengkapi dengan UGD, kamar bersalin, dan ruang operasi selama 24 jam, ruang rawat inap untuk dewasa dan bayi. Dengan total karyawan 349 orang dan dokter spesialis 24 orang. RS Nyitdah telah beroperasi sejak Januari 2022, dengan 12 jenis pelayanan spesialis dan telah melayani 5607 pasien yang terdiri dari rawat inap, rawat jalan, dan pasien dengan tindakan medis.

Hari ini ditandai sebagai peresmian pelayanan RSUD Nyitdah, yang dipelopori dengan peningkatan pelayanan rumah sakit secara optimal beserta inovasi-inovasi baru seperti layanan konsultasi spesialis secara gratis melalui Whatsapp Chat, dan pelayanan dan penjemputan gratis bagi masyarakat di Tabanan. Serta kemudahan pelayanan dalam pembayaran secara online dengan QRis BPD.

Inovasi tersebut tentunya mendapat apresiasi yang sangat baik dari Bupati Tabanan, Sanjaya, “Saya atas nama pribadi, mewakili masyarakat dan pemerintah Kabupaten Tabanan, menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berhasil membangun dan menghadirkan RSUD Nyidah dengan pelayanan yang sudah ditunggu-tunggu sejak beberapa tahun yang lalu,”  ujar Sanjaya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak HUT Ke-103 RSUD Wangaya Denpasar

Pihaknya menegaskan, bahwa kebutuhan pelayanan di bidang kesehatan yang berkualitas tepat, cepat dan akurat, mendorong institusi kesehatan untuk terus membenahi diri, terutama dalam hal kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemkab Tabanan selalu berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan madani, sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Visi ini juga mengandung makna membangun dan menjaga kesucian, keharmonisan, dan keseimbangan alam Bali beserta isinya, secara sekala dan niskala. Pelayanan kesehatan yang prima dan bermutu menjadi poin penting untuk mewujudkan visi tersebut. Pemkab Tabanan selalu memberikan dukungan penuh untuk pembangunan RSUD Nyitdah agar menjadi Rumah Sakit yang lebih baik dan terdepan dalam pelayanannya,” imbuhnya.

Dalam meningkatkan pelayanan, orang nomor satu di Tabanan tersebut juga terus berpesan untuk mengutamakan ramah tamah, salam, dan senyum dalam menghadapi pasien.

“Apalagi jika dari awal kedatangan pasien sudah diterima dengan baik dan ramah, sampai penanganan dan rawat inap, saya yakin pasien bisa cepat sembuh. Buktinya sudah lebih dari 5000 pasien datang, berarti sangat diminati masyarakat. Harapannya terus lakukan evaluasi dengan manajemen, bagaimana kinerja kita di bidang pelayanan rumah sakit, karena ramah tamah yang utama,” Sanjaya menambahkan.

Sementara itu, dr. I Wayan Doddy Setiawan, selaku Direktur RSUD Nyitdah menyampaikan bahwa terdapat 13 jenis layanan di RSUD Nyitdah seperti Spesialis Penyakit Dalam, Sp Kandungan dan Kebidanan, Sp Bedah Umum, Sp Anak, Sp THT, Sp Mata, Sp Saraf, Sp, Paru, Sp Kulit dan Kelamin, Sp Radiologi, Sp Patologi Klinik, Sp Anestesia dan yang terbaru adalah Sp Urologi.

Baca Juga  Gelar Pertemuan Rutin, Pemkab Tabanan Rapatkan Barisan Bersama Jajaran Forkompimda

“Kami berharap dengan peningkatan layanan, kami bisa lebih baik dalam melayani dengan hati, sesuai dengan moto kami terutama dengan 2 inovasi baru yakni layanan konsultasi gratis melalui Whatsapp dan layanan penjemputan gratis, kami siapkan 2 buah ambulans dan SDM untuk pelayanan emergency,” ungkap Doddy.

Dengan penandatanganan kerjasama dengan Bank BPD untuk sistem pembayaranan non tunai (QRis) juga diharapkan mempermudah pasien dalam pembayaran “Pasien tidak perlu membawa uang tunai untuk transaksi karena bisa menggunakan QRis,” tambahnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Gelar Pertemuan Rutin, Pemkab Tabanan Rapatkan Barisan Bersama Jajaran Forkompimda

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Kabupaten Tabanan

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Kabupaten Tabanan

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca