Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Bupati Tabanan Resmikan Perubahan Nama RSUD Singasana

BALIILU Tayang

:

rsud singasana
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat meresmikan langsung perubahan nama RSUD Nyitdah menjadi RSUD Singasana tepat di Hari Ulang Tahun Kota Tabanan ke-529, Selasa (29/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak henti-hentinya melakukan pembangunan di segala bidang, salah satunya adalah bidang kesehatan yakni dengan mengoptimalkan kembali keberadaan RSUD. Tepat di Hari Ulang Tahun Kota Tabanan ke-529, Selasa (29/11) Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. meresmikan langsung perubahan nama RSUD Nyitdah menjadi RSUD Singasana yang diharapkan mampu membawa perubahan lebih baik serta mewujudkan visi Kabupaten Tabanan di bidang kesehatan.

Identitas “Singasana” dipilih untuk Rumah Sakit yang sebelumnya bernama RSUD Nyitdah, bertepatan dengan digelorakannya nama “Singasana” sebagai ibukota Tabanan, sebagaimana yang tertuang dalam Perda Nomor 7 tahun 2010, agar mampu mempertahankan dan menjaga kearifan lokal dan sejarah Kabupaten Tabanan menjadi representasi rumah sakit milik pemerintah, yang kedepannya semakin unggul dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Tabanan.

Nampak menghadiri undangan pada pagi hari itu, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, S.E, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para Asisten Sekda Tabanan, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, Direktur RSUD Kabupaten Tabanan, Direktur RSUD Singasana dan RS Swasta se-Kabupaten Tabanan, Ketua Kadin Provinsi dan Kabupaten serta para instansi vertikal dan OPD terkait.

Bagi Bupati Tabanan, Sanjaya, rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, baik pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Oleh sebab itu, RSUD Singasana harus mampu memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit, yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam mencari pelayanan kesehatan.

“Jayaning Singasana, semoga Tabanan Selalu Jaya. Merupakan nama yang luar biasa diturunkan oleh leluhur kita dan patutlah kita berbangga dan kita kumandangkan nama Singasana di Tahun 2022 ini. Kebetulan RS Nyitdah ini sudah didirikan sejak 6 tahun yang lalu, jadi sudah panjang ceritanya. RS Nyitdah sebelumnya tidak memiliki nama, karena Nyitdah adalah sebuah desa di Kediri, jadi momentum yang bersejarah ketika nama Singasana ini kita angkat dan gelorakan lagi,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Perayaan HUT Paiketan Sekaa Teruna Adat Kota Tabanan

Pada momen tersebut, Sanjaya juga berpesan kepada seluruh pelaku pelayanan kesehatan, untuk tidak henti-hentinya meningkatkan kinerja dan profesionalitas, serta selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Kita harus memiliki sebuah keyakinan, yakin RS Singasana akan menjadi RS yang sangat besar suatu saat, mudah-mudahan dengan kita namakan sekarang, akan menuju ke Singasana, menuju linggih atau tempat yang betul-betul akan mengharumkan namam Tabanan, di bidang kesehatan, karena kita sadari bersama, kapanpun dan di manapun kita sangat butuh pelayanan Kesehatan,” imbuhnya. Lebih lanjut pihaknya juga berharap RS Singasana dapat berkembang dan mensejajarkan diri dengan mutu pelayanan RS lain yang telah lebih dulu ada.

Di kesempatan itu pula, Bupati Sanjaya mengucapkan terima kasihnya kepada Kadin Pusat dan Provinsi yang telah memberikan bantuan alat oksigen generator kepada RSUD Singasana sekaligus kepada Korpri Tabanan yang bertepatan pada Hari Ulang Tahun Korpri hari ini, memberikan bantuan alkes dan sarana penunjang lainnya senilai 100 juta rupiah kepada RSUD Singasana. “Semoga bantuan ini mampu meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan di RSUD Singasana,” ujar Sanjaya.

Direktur RS Singasana, dr. I Wayan Doddy dalam sambutannya juga mengucapkan rasa terima kasihnya, atas ide dan gagasan Bupati atas perubahan nama yang dilakukan, sehingga memberikan rasa bangga bagi pihak rumah sakit. “Pada kesempatan yang baik ini pula saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati terhadap pembangunan dan perkembangan RSUD di mana, memasuki usia yang ke-6 dan kita rayakan hari ini juga telah banyak perbaikan dan perkembangan yang dicapai. Kita berharap, RSUD Singasana akan terus berkembang menjadi rumah sakit yang Aman, Unggul dan Madani serta mengutamakan kepuasan dan keselamatan pelanggan,” papar Doddy.

Baca Juga  Dukung Sektor Pertanian, Bupati Tabanan Tanam Cabai Bersama KWT Dukuh Mesari Desa Bongan 

Terkait dengan pemberian bantuan, generator oksigen senilai 1,3 M tersebut merupakan bantuan CSR dari Kadin yang diinisiasi oleh Kadiskes Kesehatan dr. Susila, di mana alat tersebut mampu menghasilkan oksigen sendiri dari udara bebas dengan kapasitas 70 tabung per hari. “Harapan kita, kalau ada rumah sakit di Tabanan yang kekurangan oksigen seperti saat pandemi lalu, bisa kita bantu, jika ada kebutuhan oksigen yang meningkat,” lanjutnya.

Di HUT Korpri ke-51 tersebut, Doddy juga menyampaikan terima kasih atas bantuan senilai 100 juta rupiah yang mampu menunjang rumah sakit dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat di Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Bupati Tabanan Lantik Perbekel Antar Waktu Desa Antosari, Desa Sembung Gede dan Pandak Gede

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Buka ‘’The 5th AVF Asian Vovinam Championships 2024’’ di GOR Debes

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Dukung Sektor Pertanian, Bupati Tabanan Tanam Cabai Bersama KWT Dukuh Mesari Desa Bongan 

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca