Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Bupati Tabanan Tekankan Kreativitas dan Inovasi Promosi Wisata Saat Penutupan Kedungu Beach Festival

BALIILU Tayang

:

bupati tabanan
PENUTUPAN: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. saat menghadiri acara penutupan Kedungu Beach Festival yang berlangsung di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Minggu (11/6). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Tekankan Kreativitas dan Inovasi yang tiada henti terhadap promosi pariwisata, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. memberikan apresiasi dan motivasi bagi masyarakat Tabanan saat menghadiri acara penutupan Kedungu Beach Festival yang berlangsung di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Minggu (11/6).

Nampak hadir saat itu, Sekda Kabupaten Tabanan, para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri, Perbekel se-Kecamatan Kediri dan Bendesa Adat se-Kecamatan Kediri serta undangan terkait lainnya. 

Kedungu Festival, yang mengusung inovasi dan kreativitas masyarakat, memiliki tujuan guna meningkatkan eksistensi Pantai Kedungu yang menjadi destinasi populer serta bertujuan untuk hiburan dan edukasi dengan menyatukan ragam komunitas di berbagai masyarakat serta mendorong semangat berkompetisi dan berkreasi. Diikuti oleh puluhan peserta, Kedungu Beach Festival menggelar kompetisi di bidang tari, surfing, hingga kejuaraan bartender yang diminati oleh masyarakat Tabanan di berbagai kalangan, serta berhadiah jutaan rupiah. 

Event yang tak hanya menonjolkan inovasi namun juga promosi pariwisata dengan keindahan pantainya ini, mendapat apresiasi dari Bupati Sanjaya. Sebab dengan menampilkan tradisi dan budaya, menjadi langkah untuk memperkenalkan Desa Belalang dan Pantai Kedungu yang penuh keindahan dan masih alami ini.

“Kita di Tabanan sampai hari ini dianugerahi keindahan alam yang sangat luar biasa. Hal ini patut kita syukuri dan kita jaga untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Potensi yang tersedia tidak akan berarti apa-apa kalau tidak digali dan dikembangkan sehingga menjadi potensi daya tarik bagi wisatawan untuk datang menikmati keindahan alam yang ada,” ujar Sanjaya.

Pelaksanaan Kedungu Beach Festival dirasa sangat tepat karena selain sebagai ajang memperkenalkan budaya yang ada, juga sekaligus dapat menyaksikan keindahan panorama alamnya. “Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Belalang sudah mampu tampil melihat potensi yang ada dan mau berupaya membangun daerahnya untuk lebih maju. Ini sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” imbuh Sanjaya.

Baca Juga  Bupati Tabanan ‘’Ngupasaksi Karya’’ di Desa Tunjuk dan Desa Gunung Salak

Orang nomor satu di Tabanan juga berharap bahwa ke depannya akan ada lagi event-event lain yang bisa dilaksanakan agar dapat membantu upaya mempromosikan Desa Belalang sebagai destinasi daerah wisata unggulan di Kabupaten Tabanan. Maka dari itu, dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi-inovasi baru untuk bisa memperkenalkan daerah wisata yang semakin berkembang di Desa Belalang ini sehingga nantinya Kedungu menjadi daerah tujuan wisata yang berkualitas yang mendatangkan wisatawan yang berkualitas pula sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Untuk itu, Bupati Sanjaya berpesan kepada anak-anak muda di Desa Belalang untuk selalu berpikir positif, kreatif dan meningkatkan kualitas diri agar bisa bersaing menjadi yang terbaik. Berbuat yang positif dengan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk membangun dan memajukan daerah wisata sekitar Desa Belalang ini agar bisa menjadi daerah kunjungan wisata unggulan di Kabupaten Tabanan. “Tidak lupa juga saya menyampaikan terima kasih kepada panitia Kedungu Beach Festival dan semua pihak yang ikut mendukung dan memeriahkan acara ini,” tutup Sanjaya. 

Seperti yang dijelaskan oleh I Made Dwipta Dipta Rama, Kedungu Beach Festival merupakan gelar apresiasi yang diusung oleh Karang Taruna Sabha Panca Yowana dan bekerja sama dengan Desa Adat Kedungu dan Desa Dinas Belalang, ditujukan kepada masyarakat luas dengan konsep Tri Hita Karana sebagai konsep utama dalam pelaksanaannya. “Seiring Perkembangan waktu dan pesatnya pengaruh pariwisata di daerah kami untuk menyeimbangkan seni lokal dan budaya asing yang telah masuk ke pelosok desa serta untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh para peserta dan masyarakat,” papar Rama dalam laporannya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya: Ngaben Massal Terbukti Ringankan Beban Masyarakat

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko dalam Percepatan Proyek Strategis Nasional

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kedepankan Persatuan, Bupati Tabanan Apresiasi ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ Krama Selemadeg Tabanan
Lanjutkan Membaca