Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Calon Tunggal Kapolri Pilihan Jokowi, Ini Deretan Kasus Besar yang Diungkap Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim

BALIILU Tayang

:

de
Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo

Jakarta, baliilu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyodorkan nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri ke pimpinan DPR. 

Di bawah komando Sigit, Bareskrim banyak mengungkap sejumlah kasus besar yang menyedot perhatian publik. Tak hanya itu, pembenahan internal juga terus digalakan di tubuh reserse tersebut.

Bareskrim juga mengawal seluruh kebijakan pemerintah dengan membentuk beberapa Satuan Tugas (Satgas), di antaranya Satgas Pangan, Satgas Migas, Satgas Kawal Investasi.

Di awal menjabat, Sigit langsung tancap gas dengan mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pada 27 Desember 2019 atau 12 hari setelah dilantik sebagai Kabareskrim, Sigit mengumumkan secara langsung penangkapan dua terduga pelaku kasus tersebut. Mereka adalah, RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.

“Tadi malam tim teknis telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap saudara NB, pelaku ada dua orang inisial RM dan RB,” kata Listyo dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat 27 Desember 2019.

Tak lama setelah itu, Bareskrim Polri melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dinyatakan lengkap atau P21.

Diketahui, kasus ini sudah bergulir sejak 2015 lalu dan mangkrak lama lantaran adanya kendala non-teknis. Namun, adanya koordinasi yang kuat antara Bareskrim dan Kejaksaan Agung akhirnya perkara tersebut bisa dirampungkan.

Dalam pengadilan, Honggo divonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Sementara  dua tersangka lainnya Raden Priyono dan Djoko Harsono divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 2 bulan.

Tak berhenti sampai di situ, Bareskrim juga membuktikan bahwa penegakan hukum tak pandang bulu dan mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal.

Hal itu tercermin dalam penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Bahkan, dalam hal ini, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra.

Sigit menyebut penangkapan Djoko Tjandra berawal dari perintah Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis membentuk tim untuk membawa buronan Djoko Tjandra kembali ke Indonesia.

Baca Juga  Dana Hibah Pariwisata, Sekda Adi Arnawa Ingatkan OPD untuk Berintegritas dan Bertanggung Jawab

“Terhadap peristiwa tersebut pak Presiden perintahkan untuk cari keberadaan Djoko Tjandra dimana pun berada dan segera ditangkap untuk dituntaskan sehingga semua menjadi jelas, atas perintah tersebut kepada Kapolri maka Kapolri bentuk tim khusus yang kemudian, secara intensif mencari keberadaan Djoko Tjandra,” kata Sigit di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis 30 Juli 2020 malam.

Penangkapan Djoko Tjandra disebut Sigit sebagai komitmen Polri dalam melakukan penegakkan hukum, sekaligus untuk menjawab keraguan publik. Apalagi, dalam pengusutan perkara ini diketahui adanya keterlibatan dua oknum jenderal yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

Sebelum menangkap Djoko Tjandra, jajaran Bareskrim Polri bersama Kemenkumham juga menangkap Maria Pauline Lumowa yang telah menjadi buronan selama 17 tahun dalam kasus pembobolan bank senilai Rp 1,7 triliun. Dalam hal ini, Bareskrim Polri berkomitmen untuk mengusut perkara tersebut sampai ke akar-akarnya.

Teranyar Bareskrim Polri sedang menangani kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada aparat kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek. Penyidikan dilakukan secara transparan, objektif dan merangkul seluruh pihak seperti Komnas HAM dan lembaga independen lainnya.

Bahkan, kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan yang menyeret Rizieq Shihab, mulai dari Petamburan, Jakarta Pusat, kerumunan di Megamendung dan RS Ummi Bogor juga semua diambilalih oleh Bareskrim.

Kemudian, Bareskrim juga ambilalih pengusutan dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan yang terjadi di acara Haul Syekh Abdul Qadir Jailani yang digelar di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Kabupaten Tangerang, pada 29 November lalu. Kini, perkaranya masih dalam proses penyelidikan.

Pengungkapan kasus besar lainnya yang ditangani Sigit dan jajarannya adalah kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Penyidik Bareskrim telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Kemudian penanganan kasus korupsi, jajaran Bareskrim Polri tercatat menyelamatkan uang negara sebesar Rp 310.817.274.052. Jumlah tersebut merupakan hasil penanganan dari 485 perkara korupsi yang ditangani. “Tahun 2020 dilakukan penyelamatan uang negara sekitar Rp 310.817.274.052,” kata mantan Kapolda Banten itu.

Pada tahun 2020 tercatat, Bareskrim Polri menerima laporan polisi terkait kasus tindak pidana korupsi sebanyak 1.412. Dari angka itu, di antaranya sudah ada yang rampung atau P21 sebanyak 485, dilimpahkan 19 dan dihentikan atau SP3 ada 31 perkara. Sementara itu, sampai saat ini, Bareskrim Polri masih melakukan proses penyidikan sebanyak 877 perkara tindak pidana rasuah di Indonesia.

Baca Juga  Selasa Ini Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Capai 92,72 Persen

Dalam penanganan kasus di dunia siber, Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020 tercatat telah mengungkap 140 kasus dugaan tindak pidana penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait pandemi Covid-19. Berdasarkan data, dari ratusan kasus hoaks Covid-19 yang diungkap itu, setidaknya ada 140 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

 “Hoaks dan provokasi bisa memecah belah persatuan Bangsa Indonesia. Sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah hal itu terjadi. Karena masyarakat yang dirugikan,” ucapnya.

Selain hoaks, sepanjang tahun 2020, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga menangani beberapa kasus menonjol. Kasus-kasus itu di antaranya adalah, pengungkapan dugaan provokasi yang menyebabkan kerusuhan dalam demo tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Lalu kasus dugaan penghinaan terhadap NU yang menetapkan satu orang sebagai tersangka. Kemudian, kasus yang menjerat Ruslan Buton terkait dengan ujaran kebencian, perkara pembobolan E-Commerce jaringan internasional, kasus illegal akses ke situs resmi Pengadilan Jakarta Pusat, dan Illegal Akses ke Linkaja. Serta penangkapan terduga pelaku penghinaan terhadap Kepala Kantor Staff Presiden Moeldoko. Lalu penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Tak hanya itu, Ditipideksus juga telah mengungkap kasus penipuan oleh sindikat kejahatan internasional terkait dengan pembelian ventilator dan monitor Covid-19. Dalam hal ini, ada tiga orang pelaku ditangkap. Pada kasus ini, awalnya ada perusahaan asal Italia yaitu Althea Italy dan perusahaan asal China yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak jual beli terkait dengan peralatan medis ventilator dan monitor Covid-19.

“Beberapa kali pembayaran telah dilakukan kemudian di pertengahan perjalanan ada seorang yang mengaku GM dari perusahaan Italia tersebut kemudian menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening terkait dengan masalah pembayaran sehingga kemudian atas pesan yang masuk dari email tersebut kemudian rekening untuk pembayaran diubah menggunakan bank di Indonesia,” kata Sigit.

Di sisi lain, kinerja Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus penipuan alat medis dengan korban perusahaan Belanda mendapatkan apresiasi langsung dari otoritas Negara Belanda. Hal itu terwujud dari kunjungan kerja Duta Besar Belanda dan Atase Kepolisian Belanda.

Pada kesempatan tersebut, otoritas Belanda memberikan apresiasi kepada Bareskrim Polri karena mengungkap kejahatan yang merugikan keuangan sebesar Rp 51.206.450.722,90.

Baca Juga  Langgar Prokes, 18 Orang di Kelurahan Sesetan Disanksi Bersih Lingkungan

Kasus besar lainnya yang dibongkar jajaran Bareskrim adalah mengungkap narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 ton. Barang bukti tersebut disita dari jaringan Iran-Timur Tengah yang ditangkap di 2 lokasi berbeda yakni di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat.

Total sepanjang tahun 2020, jajaran Bareskrim Polri mengamankan barang bukti 5,91 ton sabu, 50,59 ton ganja, dan 905.425 butir pil ekstasi. Dari 41.093 kasus tindak pidana narkoba, sebanyak 53.176 tersangka yang dilakukan proses hukum.

 Untuk kejahatan narkoba, Bareskrim Polri bersama dengan Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika jenis sabu jaringan Timur Tengah, di Petamburan, Jakarta Pusat. Polisi menangkap 11 orang dengan barang bukti sabu seberat 200 Kg.

Lalu, kasus lain yang menonjol ditangani Bareskrim Polri yakni kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Sepanjang 2020, kasus karhutla mengalami penurunan jika dibanding tahun 2019.

Tahun ini, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla telah menetapkan 139 orang dan dua korporasi sebagai tersangka. Dimana 99 perkara telah diselesaikan oleh jajarannya sementara 131 perkara masih dilakukan penyidikan. Area yang terbakar juga mengecil menjadi 274.375 hektar dengan titik api 2.875.

Sementara tahun 2019, jumlah tersangka Karhutla mencapai 398 orang dengan 24 korporasi. Sedangkan jumlah area yang terbakar mencapai 1.649.258  hektar atau terjadi penurunan drastis dibanding tahun 2019.

 Tak berhenti disitu, Bareskrim Polri mencatat sepanjang Januari hingga Desember 2020 telah mengungkap 455 kasus kejahatan lingkungan hidup yang dapat menyebabkan bencana alam. Hal itu disebabkan maraknya pelanggaran hukum Ilegal Mining atau penambangan ilegal dan tindak pidana perkebunan.

Komjen Sigit mengungkapkan, dari ratusan perkara yang diungkap itu ditemukan fakta bahwa aktivitas ilegal tersebut berdampak terjadinya bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor. Seperti yang terjadi di Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

“Tren kasus lingkungan hidup pada lingkup UU Perkebunan, Kehutanan, dan Pertambangan telah diungkap sebanyak 455 kasus,” kata Sigit.

Dari 455 kasus yang diungkap Bareskrim sepanjang tahun 2020, setidaknya ada 620 orang yang telah dijadikan sebagai tersangka. Angka itu terbilang naik drastis dibandingkan tahun sebelumnya atau 2019 sebanyak 197 tersangka. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sekda Eddy Mulya Hadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali Ke-3 Tahun 2026

Harapkan Jadi Upaya Bangun Kesadaran Generasi Muda akan Pentingnya Laut, Lingkungan dan Pangan

Loading

Published

on

By

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyerahkan trofi saat menghadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 di Gedung Dharma Negara Alaya.
SERAHKAN TROFI: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyerahkan trofi saat menghadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, pada Sabtu (22/8) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, pada Sabtu (22/8) malam.

Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 ini sendiri diikuti sekitar 135 peserta dari seluruh Kabupaten dan Kota di Bali, yang sebelumnya dirangkaikan dengan kegiatan Bakti Sosial pembagian Plpaket Ikan kepada masyarakat penerima manfaat.

Terpilih sebagai Duta Maritim Bali Tahun 2026 yakni Ni Komang Larasati, terpilih sebagai Kids Maritim Bali Tahun 2026 yakni atas nama Ariella dan terpilih sebagai Pra-Kids Maritim Bali Tahun 2026 yakni atas nama Duma.

Turut hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Machmud, S.P., M.Sc, Dewan Pembina Forum Maritim Bali sekaligus Anggota DPR-RI, I Nyoman Parta, S.H., Ketua PHRI Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, S.T., M.M.S., Akademisi dari Universitas Udayana dan UGM, OPD pemkot Denpasar, para peserta, orangtua dan undangan terkait lainnya.

Lewat sambutan video, dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Republik Indonesia Ni Luh Puspa atas digelarnya Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026.

Sekretaris Dirjen PDSPKP Kementerian KKP RI, Machmud, S.P., M.Sc, dalam sambutannya mengatakan Kementerian KKP terus berkomitmen menjaga laut melalui kebijakan yang terus dijaga dengan berbagai program strategis berkelanjutan.

“Sejalan dengan program Swasembada pangan yakni pilar utama dalam misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Kebijakan ini menempatkan ketersediaan pangan mandiri sebagai fondasi kedaulatan nasional, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat tanpa bergantung pada negara lain dan juga fokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Rai Mantra Lantik Penjabat Perbekel Sidekarya secara Virtual

Ditambahkannya, berbagai potensi yang dimiliki kelautan dan perikanan Indonesia dan bagaimana Pemerintah terus mengupayakan pemanfaataanya secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Selain juga berbagai program lainnya seperti penanggulangan sampah di lautan dan program Gemarikan. Pemerintah pusat mendukung penuh Forum Maritim Bali melalui Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 sebagai wadah memperkuat sinergi menjaga kekayaan laut dan membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga pentingnya laut, lingkungan, dan pangan dari kekayaan kelautan dan perikanan di Bali,” ucapnya.

Dewan Pembina Forum Maritim Bali sekaligus Anggota DPR-RI, I Nyoman Parta, S.H., mengatakan hal pertama yang dilihatnya adalah tingkat edukasi dan kepercayaan diri peserta yang luar biasa.

“Mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan komunitas, tetapi juga sering masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang bagaimana merawat laut, mengenalkan apa saja yang ada di laut, serta membangun kebiasaan gemar makan ikan,” ujarnya.

Ditambahkan Nyoman Parta, pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar terhadap komunitas seperti ini. Karena peran para relawan, khususnya anak-anak yang bergerak di bidang kelautan sangat besar.

“Mereka adalah generasi yang dapat membantu mengedukasi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap laut, lingkungan, dan konsumsi ikan. Saya berharap gerakan ini dapat terus dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak-anak yang terlibat dan semakin luas manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” tegas Nyoman Parta.

Sementara Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam sambutannya mengatakan kegiatan Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 ini bukan sekadar pemilihan duta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya laut, lingkungan, dan pangan, termasuk pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang sehat.

Baca Juga  Dana Hibah Pariwisata, Sekda Adi Arnawa Ingatkan OPD untuk Berintegritas dan Bertanggung Jawab

“Menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, nelayan, maupun masyarakat pesisir, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya berharap anak-anak ini tidak hanya menjadi ikon kegiatan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyampaikan pesan-pesan positif mengenai kelautan kepada teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat juga menjadi hal yang penting. Ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik dan bergizi. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) merupakan salah satu upaya untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Forum Maritim Bali kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Kepada seluruh peserta, kami berpesan jadilah generasi yang mencintai laut, jadilah generasi yang peduli lingkungan, jadilah generasi yang gemar makan ikan, dan jadilah generasi yang mampu menginspirasi,” kata Eddy Mulya

Ditambahkannya lagi, generasi muda tidak perlu menunggu dewasa untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan dan masyarakat. Perubahan besar dapat diawali dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Pemkot Denpasar terus mendorong berbagai upaya dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan, peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, penguatan ketahanan pangan, peningkatan konsumsi ikan, serta pelestarian lingkungan. Semua ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, nelayan, dan generasi muda,” kata Eddy Mulya.

Semangat kolaborasi harus terus dibangun untuk menjadikan Bali, khususnya Kota Denpasar, sebagai daerah yang semakin peduli terhadap kelestarian laut sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Sekali lagi, kami menyampaikan apresiasi kepada Forum Maritim Bali atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap, duta yang terpilih akan dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kepedulian kita terhadap laut, lingkungan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” pungkas Sekda Eddy Mulya. (eka/bi)

Baca Juga  Info Covid-19 di Bali (12/12), Kasus Positif Bertambah 17 Orang, Kasus Sembuh 76 Orang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Lepas Parade Kirab Merah Putih IGTKI Kota Denpasar

Jadi Momentum Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Usia Dini

Loading

Published

on

By

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya melepas Parade Kirab Merah Putih IGTKI Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar.
LEPAS KIRAB: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menghadiri sekaligus melepas Parade Kirab Merah Putih Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Minggu (23/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya menghadiri sekaligus melepas Parade Kirab Merah Putih Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Minggu (23/8).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 1.000 anak Taman Kanak-Kanak (TK)/PAUD se-Kota Denpasar. Beragam kegiatan turut memeriahkan acara tersebut, mulai dari Ikrar Anak Indonesia Hebat, Parade dan Kirab Merah Putih, Karnaval Pakaian Adat Nusantara, hingga Senam Anak Indonesia Hebat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, Anggota DPRD Kota Denpasar, Yonathan Andre Baskoro, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar, Ni Ketut Sri Karyawati, Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, serta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, atas nama Pemerintah Kota Denpasar, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter dan penanaman nilai kebangsaan perlu dimulai sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan dunia anak.

“Parade Kirab Merah Putih ini bukan sekadar kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi wahana pembelajaran yang sangat baik bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai bangsanya sejak dini. Melalui kebersamaan, pengenalan simbol-simbol kebangsaan, keberagaman budaya Nusantara, serta kegiatan yang menumbuhkan semangat hidup sehat, kita sedang menanamkan fondasi karakter generasi penerus,” ujar Eddy Mulya.

Baca Juga  Metode Wolbachia, Inovasi Baru Pemkot Denpasar Atasi Demam Berdarah

Lebih lanjut, Eddy Mulya mengatakan bahwa anak-anak saat ini merupakan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa dan Kota Denpasar. Oleh karena itu, diperlukan peran bersama antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk memberikan ruang tumbuh yang positif sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki rasa cinta tanah air.

“Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Harapannya, anak-anak Denpasar dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak baik, menghargai keberagaman, serta bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Ni Nyoman Puspitawati Yasa menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dalam menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, persatuan, kebersamaan, serta pola hidup sehat kepada anak-anak sejak usia dini.

Puspitawati menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 1.000 anak TK/PAUD se-Kota Denpasar bersama kepala sekolah, guru, dan para pendamping. Melalui kegiatan ini, semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme sejak usia dini, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam keberagaman.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan demikian, kecintaan terhadap bangsa dan negara dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Puspitawati. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tampil di Jakarta Beat Society, Jegog Suar Agung Perkuat Eksistensi di Panggung Musik Internasional

Published

on

By

Jegog Suar Agung tampil membawakan musik bambu khas Jembrana pada perhelatan Jakarta Beat Society 2026 di M Bloc Space, Jakarta.
SUAR AGUNG: Jegog Suar Agung saat tampil di perhelatan musik internasional melalui Jakarta Beat Society 2026, yang digelar di M Bloc Space, Jumat (22/8). (Foto: Hms Dps)

Jakarta, baliilu.com – Usai tampil di Jepang awal tahun ini, Jegog Suar Agung kembali menjadi bagian dari perhelatan musik internasional melalui Jakarta Beat Society 2026, yang digelar di M Bloc Space, Jumat (22/8). Kehadiran ini menjadi kelanjutan kiprah internasional Jegog Suar Agung setelah tampil di Jepang pada awal tahun 2026.

Jakarta Beat Society yang digelar selama dua hari, yakni 22-23 Agustus ini, mempertemukan musisi, seniman, dan jejaring musik dari berbagai negara.

Pada penyelenggaraan kali ini, perhelatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Swedia, Jepang, Korea Selatan, hingga Australia.

Di tengah pertemuan berbagai budaya musik tersebut, Jegog Suar Agung hadir sebagai salah satu perwakilan Indonesia, membawa karakter musik bambu khas Jembrana, Bali, ke hadapan jejaring musik internasional.

Kehadiran ini bukan sekadar agenda pertunjukan, tetapi bagian dari upaya Jegog Suar Agung untuk terus menjadi bagian dari dinamika dan ekspresi musik mancanegara dalam ruang pertemuan budaya.

Ketua Yayasan Suar Agung, Ikko Suar Agung Dewi, mengatakan bahwa pelestarian Jegog harus berjalan seiring dengan regenerasi dan keberanian untuk terus membawa kesenian tersebut ke ruang yang lebih luas.

“Melestarikan Jegog bukan hanya menjaga apa yang diwariskan, tetapi memastikan Jegog terus dimainkan, berkembang, dan tetap memiliki tempat dalam perkembangan musik dan budaya saat ini,” ujar Ikko.

Kehadiran Jegog Suar Agung di JBS 2026 sendiri lanjut Ikko, menegaskan bahwa seni tradisi yang berakar kuat pada identitas daerah dapat terus berkembang dan mengambil bagian dalam ekosistem musik internasional.

“Jegog Suar Agung membawa bukan hanya musik, tetapi juga identitas budaya Jembrana dan Bali ke tengah pertemuan seniman serta pelaku musik dari berbagai negara,” ungkapnya lagi.

Baca Juga  Walikota Rai Mantra Lantik Penjabat Perbekel Sidekarya secara Virtual

Lebih lanjut, Ikko menjelaskan, keberlanjutan Jegog akan terus dimainkan, terus berkembang, dan terus menjadi bagian dari panggung musik dunia.

Perjalanan tersebut juga diteruskan melalui regenerasi di lingkungan Suar Agung. Gede Oka Artha Negara, Ketua Jegog Suar Agung, menjadi bagian dari generasi penerus yang terus mengembangkan perjalanan kesenian Jegog. Sementara Ikko Suar Agung Dewi, sebagai generasi ketiga penerus keluarga Suar Agung, mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan Yayasan Suar Agung. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca