Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Catatan Putu Parwata 10 Tahun Menjabat Ketua DPRD Badung

BALIILU Tayang

:

parwata
Ketua Sementara DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Selasa ini adalah hari detik-detik terakhir Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. sebagai Ketua DPRD Badung. Karena, besok Rabu, 18 September 2024 sudah dilakukan penetapan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Badung.

‘‘Saya senang menjalankan tugas ini sebagai Ketua DPRD Badung selama 10 tahun karena ini adalah satu amanah partai. Sekarang ada kebijakan partai cukup 2 periode untuk menjadi ketua dan ini juga kita jalankan dengan senang hati dan penuh rasa tanggung jawab dengan jelas dan real,’’ ungkap Putu Parwata di ruang kerjanya Kantor Sekretariat DPRD Badung, Selasa (17/9/2024).

Politisi PDI Perjuangan dapil Kuta Utara ini mengatakan bahwa selain mengemban amanah partai, tugas ini adalah sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai warga Badung untuk Badung, bagaimana Badung itu maju, aman, sejahtera, dan bagaimana Badung itu mendapatkan satu peluang dan kesempatan yang baik untuk masyarakat Badung lebih maju.

Soal interaksi, Putu Parwata mengaku hubungan kemitraan antara masyarakat dan DPRD berjalan dengan baik. Bahkan program-program masyarakat sepenuhnya kita jalankan sangat harmonis bersama-sama masyarakat, Ketua DPRD, dan Bupati. Hampir semua program yang kita tetapkan dalam APBD Badung berjalan dengan baik.

’’Nah, ini artinya antara masyarakat, pemerintah dan DPR ini klop dia,’’ ujarnya.

Namun, sebut Parwata, ada beberapa catatan yang memang harus menjadi perhatian bersama ke depan. Ia menyebutkan pertama adalah sesuai yang diamanatkan undang-undang, mandatori urusan pendidikan. Pendidikan harus menjadikan perhatian penuh karena inilah yang akan melanjutkan generasi ke depan untuk bangkitnya Badung ke depan, majunya Badung ke depan, kemudian tumbuhnya Badung ke depan itu adalah dari tunas-tunas pendidikan yang kita tanamkan dari playgroup dari TK, SD, SMP dan SMA, termasuk juga perguruan tinggi S1, S2, S3 ini yang outputnya harus melahirkan sumber daya manusia yang mumpuni, berkualitas.

Baca Juga  Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta Apresiasi Pemkab Badung Cairkan Bansos Hari Raya Rp 2 Juta per KK bagi Umat Hindu

Jadi, lanjut Parwata memaparkan, di masa pendidikan, yang namanya golden age itu adalah 0-12 tahun. Ini pemerintah harus memberikan perhatian yang khusus. Kemudian, 12 sampai 15 itu betul-betul fasilitas pendidikannya disiapkan, lanjut SMA dan perguruan tinggi. Nah ini yang harus menjadi titik perhatian.

Lalu mandatori yang lainnya adalah kebutuhan kesehatan masyarakat. Ini harus menjadi perhatian baik gizinya, stuntingnya, rumah sakitnya, pelayanannya. Jadi ini harus di-update oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR.

’’DPR ini bersama-sama dengan pemerintah sebagai ’suami-istri’ harus membangun satu fasilitas yang bagus di bidang kesehatan. Sehingga tidak ada yang stunting, tidak ada yang tidak mendapat fasilitas kesehatan. Ini semuanya saya harapkan ke depan bisa menjadi perhatian lebih serius lagi oleh kita semua termasuk saya masih di DPR, kita akan monitor ini. Supaya kesehatan masyarakat terjamin,’’ ujarnya menegaskan.

Kemudian soal sandang, pangan dan papan. Bagaimana kita berpihak kepada petani. Inilah yang harus dibuat regulasinya termasuk juga penganggarannya. Regulasinya diperbaiki, kemudian anggarannya diperbaiki. Selanjutnya mekanisme pasar, bagaimana pasar ini bisa hidup, karena ekonomi itu mulai dari desa. Bagaimana menghidupkan perekonomian desa, jadi pertanian dihidupkan, pasarnya dihidupkan, ini merupakan suatu catatan kita supaya ekonomi berkelanjutan terus.

’’Nah kita dorong ini. Jadi ada produksi oleh petani, UMKM, ada pasarnya kemudian ada peran pemerintah. Peran pemerintah disana apa? Memfasilitasi pembangunan pasar supaya petaninya sejahtera, UMKM sejahtera, ekonominya bergulir. Nah dengan demikian, akan tumbuh kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya.

Di luar mandatori, pesan Parwata, jangan lupa bahwa basis pendapatan Badung itu pariwisata. Grand desain besarnya itu pariwisata berbasis pertanian, berbasis UMKM dan potensi lainnya. Jadi desain besar pariwisata ini harus menjadi titik perhatian pemerintah supaya diatur dengan baik. Diaturnya apa? Satu infrastrukturnya, yang kedua pertamanannya, yang ketiga lampu-lampunya dan banyak hal lainnya yang perlu diatur sehingga harmonisasi tourism ini akan bisa bagus di Badung dan tetap menjadi daya tarik. Termasuk juga CCTV keamanan, central-central parkir, trotoarisasi dan sebagainya dan inilah PR kita kedepannya.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung Sampaikan Penjelasan Bupati Badung Bahas Rancangan Perubahan APBD 2025 dan KUA-PPAS 2026

’’Yang terakhir, yang saya katakan, bagaimana kualitas SDM Badung ini bisa tumbuh dan bisa bangkit. Maka disini pemerintah harus mampu memberikam beasiswa kepada anak-anak kita. Sudah bagus pak Giri Prasta memberikan beasiswa keluar negeri dan ini perlu dilanjutkan. Sehingga beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa kemudian setelah dia tamat dia bekerja mengabdi di Badung. Jadi orang-orang hebat yang kita sekolahkan di luar negeri, dia datang ke Badung lagi, membangun pemerintahnya dengan semangat yang sama, patriotismenya berjuang membangun Badung sehingga sustainable pembangunan Badung akan terus tumbuh baik fisik maupun nonfisik. Secara ekonomi akan mengurangi pengangguran, kemiskinan kemudian pemerataan pendapatan tiap wilayah itu ada, tidak ada lagi ketimpangan antara utara dan selatan, semuanya itu merata,’’ ujarnya menegaskan.

Oleh karena itu, kerja keras bersama antara DPRD, pimpinannya dan pemerintah harus disinergikan, selalu bergandengan tangan dan membuat inovasi, tidak boleh statis. Inovasinya harus dibangun terus sesuai dengan perkembangannya dan kami sarankan daripada badan kajian pemerintah yang disebut dengan BRIDA harus memiliki peran yang kuat karena disana dapur analisisnya sehingga kebijakan itu akan bisa kita tetapkan bersama-sama pemerintah dan DPR.

’’Saya kira itu yang saya berikan catatan semasa saya memimpin 10 tahun Badung ini. Ke depan Badung lebih hebat lagi, ke depan Badung lebih sejahtera,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Koferja PWI Bali: Fokus Perkuat Profesionalisme, Rancang Program Kerja dan Siapkan Perlindungan Wartawan

Published

on

By

pwi bali
KONFERJA: Suasana Konferensi Kerja (Konferja) PWI Provinsi Bali periode 2025–2030 yang mengusung tema "Pers Profesional, Kuat, dan Berdaulat" yang berlangsung di Gedung PWI Bali, Denpasar, Sabtu (6/6). (Foto Kolase: gs)

Denpasar, baliilu.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme para jurnalis di Pulau Dewata.

Langkah ini diambil di tengah maraknya pengaduan masyarakat terkait tata kerja, etika, serta banyaknya pihak yang mengaku sebagai wartawan tanpa didasari kompetensi yang jelas.

Komitmen ini mengemuka dalam Konferensi Kerja (Konferja) PWI Provinsi Bali periode 2025–2030 yang mengusung tema “Pers Profesional, Kuat, dan Berdaulat” di gedung PWI Bali, Denpasar, Sabtu (6/6).

Ketua PWI Provinsi Bali, I Wayan Dira Arsana, menegaskan bahwa penguatan internal dan pemantapan program kerja menjadi fokus utama kepengurusannya agar kesejahteraan dan profesionalisme berjalan beriringan.

Kesejahteraan tersebut dinilai penting agar wartawan tetap bisa hidup layak dan mampu menghasilkan karya yang profesional.

Dalam pemaparannya mengenai agenda ke depan, Dira Arsana membagi arah program kerja PWI Bali ke dalam dua tahapan strategis.

Pada tahun pertama, sisa tahun ini akan dipusatkan sepenuhnya pada program konsolidasi internal organisasi. Hal tersebut meliputi pemantapan struktur kepengurusan, pembenahan aturan kerja, serta pendataan ulang seluruh anggota untuk memastikan status keanggotaan yang jelas dan tertib administrasi.

Selanjutnya pada tahun kedua kepengurusan, PWI Bali akan mulai bergerak keluar dengan program kerja yang berfokus pada memperkuat dan memperluas jejaring.

Dalam konteks ini, PWI Bali akan merawat relasi strategis yang sudah ada, sekaligus membuka pintu kolaborasi serta menemui relasi-relasi baru yang mendukung keberadaan organisasi.

Penegakan Etika dan Uji Kompetensi

Sebagai bagian dari program kerja bidang pendidikan dan kompetensi, PWI Provinsi Bali berkepentingan besar untuk memastikan seluruh anggotanya taat pada kode etik dan kode perilaku organisasi.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Apresiasi Bupati Rancang 5 Ranperda Utamakan Kesejahteraan Masyarakat

Untuk merealisasikannya, PWI Bali akan mengintensifkan program sosialisasi kode etik serta secara berkala menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Langkah ini wajib dilakukan agar seluruh jurnalis yang bernaung di bawah PWI Bali benar-benar memiliki sertifikasi dan kompetensi yang teruji di lapangan.

Pendataan Anggota untuk Proteksi Hukum

Program kerja pendataan internal secara menyeluruh juga berfungsi sebagai basis perlindungan hukum bagi anggota.

Dira Arsana menyebutkan bahwa pendataan ini akan menjadi garis pembatas yang tegas bagi organisasi dalam memberikan pembelaan.

Data tersebut akan menjadi acuan resmi mengenai siapa saja yang layak mendapat perlindungan dan bantuan hukum dari PWI Bali jika sewaktu-waktu menghadapi masalah hukum dalam tugasnya.

Pengawasan Internal dan Sanksi Organisasi

Terkait penegakan disiplin, PWI Bali akan merujuk sepenuhnya pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.

Keputusan penerapan sanksi bagi anggota yang melanggar akan digodok oleh Dewan Kehormatan (DK) Provinsi.

Selain itu, organisasi kini juga didukung oleh Majelis Kehormatan Internal di tingkat pusat yang bertugas menyelesaikan sengketa atau persoalan jika terjadi masalah di internal PWI.

Dira Arsana juga mengapresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Bali serta pemerintah kabupaten dan kota se-Bali. Dukungan yang diberikan selama ini dinilai sangat membantu PWI dalam menjalankan fungsi-fungsinya sebagai wadah pers.

Melalui program kerja penguatan jejaring di tahun kedua, PWI Bali berkomitmen untuk terus merawat kemitraan strategis tersebut demi kemajuan pers dan pembangunan di Bali. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Denpasar Gelar Aksi Kebersihan dan Penanaman Pohon Serentak

Published

on

By

aksi kebersihan pantai padang galak
AKSI KEBERSIHAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6). Selain merupakan kegiatan rutin, aksi tersebut juga dilaksanakan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Selain di kawasan Pantai Padanggalak, aksi yang sama juga turut dilaksanakan di sepanjang pantai wilayah Kota Denpasar hingga wilayah desa/kelurahan se-Kota Denpasar.

Aksi tersebut diikuti langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Forkopimda Kota Denpasar, TNI/Polri, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Pramuka, komunitas, masyarakat, Desa Adat, serta siswa/siswi.

Usai mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon, Walikota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa beserta jajaran turut mengikuti Teleconference bersama Kementerian Lingkungan Hidup serangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dan Gerakan Indonesia Asri secara nasional yang dihadiri Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan bingkisan kepada SMPN 9 Denpasar, SMPN 14 Denpasar dan Jatandras Polresta Denpasar yang berhasil mengumpulkan sampah terberat. Tak hanya itu, apresiasi berupa sembako juga diberikan kepada petugas kebersihan yang tak kenal lelah menjaga kebersihan wilayah Kota Denpasar.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan bersih-bersih serentak dan penanaman pohon yang dilaksanakan di berbagai titik di Kota Denpasar, pemerintah bersama masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat merupakan warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Mediasi Kasus PHK, DPRD Badung Berharap Ada Win Win Solution antara SP dan Manajemen Hotel WHV

Menurut Jaya Negara, gerakan bersih-bersih dan penanaman pohon tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga dampak perubahan iklim. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat ekologis bagi kota, sementara aksi bersih-bersih menjadi simbol semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Denpasar.

“Ketika masyarakat bergerak bersama, sekecil apa pun langkah yang dilakukan akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan kita,” katanya.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai gerakan berkelanjutan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga ikut serta dalam penghijauan kota.

“Mari kita jadikan Denpasar sebagai rumah bersama yang nyaman, asri, dan lestari. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, saya yakin kita mampu mewujudkan Denpasar yang semakin maju, berbudaya, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang melibatkan sekitar 50.000 peserta. Kegiatan yang mengusung tema ‘‘Saatnya Bekerja untuk Iklim‘‘ ini dipusatkan di Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, dengan melibatkan unsur TNI/Polri, ASN, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, Forkopimda, serta masyarakat di seluruh desa dan kelurahan.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Apresiasi Bupati Rancang 5 Ranperda Utamakan Kesejahteraan Masyarakat

Pihaknya mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan kolektif menjaga lingkungan.

“Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong-royong yang ditunjukkan masyarakat Denpasar menjadi modal utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gustra menjelaskan bahwa berbagai kegiatan seperti aksi bersih pantai, penanaman pohon, kampanye pemilahan sampah, Sekolah Sungai, hingga pelatihan masyarakat dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan dari berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak usia dini serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan lingkungan berada di tangan kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat, kami optimistis Denpasar dapat menjadi contoh kota yang berhasil membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Lingkungan Hidup 2026, Badung Gelar Aksi Kurve Serentak di Benoa

Published

on

By

kurve badung
KURVE: Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin pelaksanaan Aksi Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Kurve) Serentak di kawasan Pantai Samuh, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin pelaksanaan Aksi Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Kurve) Serentak di kawasan Pantai Samuh, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (6/6). Kegiatan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini dirangkaikan dengan Peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Aksi yang merujuk pada Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026 ini melibatkan unsur Pemprov Bali, Sekda Badung I Wayan Surya Suamba, Forkopimda, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan. Tahun ini, peringatan global mengusung tema “Act Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim” guna menghadapi krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran.

Saat apel, Bupati I Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Wayan Koster yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Muhammad Jumhur Hidayat. Dalam sambutan tersebut, Menteri menekankan komitmen Indonesia terhadap target pengurangan emisi Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan penanganan masalah sampah yang memicu emisi gas rumah kaca. Lewat Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah mendorong pemilahan sampah dari sumber, pengurangan plastik sekali pakai, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Usai aksi bersih-bersih, jajaran Kepala Daerah mengikuti Peringatan Nasional secara daring yang berpusat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyatakan bahwa peringatan ini harus menjadi momentum memperkuat kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Tema Act Now for Climate mengingatkan kita bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa ditunda lagi. Perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dampaknya dirasakan hingga ke tingkat daerah. Karena itu, diperlukan aksi bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil, mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga komunitas,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Apresiasi Bupati Rancang 5 Ranperda Utamakan Kesejahteraan Masyarakat

Menurut Bupati, pengelolaan sampah dari sumber merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Gerakan Indonesia ASRI diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat secara konsisten. “Melalui Gerakan Indonesia ASRI, kami mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Mulailah dari hal sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” kata Adi Arnawa.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga ruang hidup yang bersih membutuhkan sinergi kuat dari semua sektor dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Melalui semangat Act Now for Climate, kami mengajak semua pihak untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca