Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Catatan Putu Parwata 10 Tahun Menjabat Ketua DPRD Badung

BALIILU Tayang

:

parwata
Ketua Sementara DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Selasa ini adalah hari detik-detik terakhir Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. sebagai Ketua DPRD Badung. Karena, besok Rabu, 18 September 2024 sudah dilakukan penetapan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Badung.

‘‘Saya senang menjalankan tugas ini sebagai Ketua DPRD Badung selama 10 tahun karena ini adalah satu amanah partai. Sekarang ada kebijakan partai cukup 2 periode untuk menjadi ketua dan ini juga kita jalankan dengan senang hati dan penuh rasa tanggung jawab dengan jelas dan real,’’ ungkap Putu Parwata di ruang kerjanya Kantor Sekretariat DPRD Badung, Selasa (17/9/2024).

Politisi PDI Perjuangan dapil Kuta Utara ini mengatakan bahwa selain mengemban amanah partai, tugas ini adalah sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai warga Badung untuk Badung, bagaimana Badung itu maju, aman, sejahtera, dan bagaimana Badung itu mendapatkan satu peluang dan kesempatan yang baik untuk masyarakat Badung lebih maju.

Soal interaksi, Putu Parwata mengaku hubungan kemitraan antara masyarakat dan DPRD berjalan dengan baik. Bahkan program-program masyarakat sepenuhnya kita jalankan sangat harmonis bersama-sama masyarakat, Ketua DPRD, dan Bupati. Hampir semua program yang kita tetapkan dalam APBD Badung berjalan dengan baik.

’’Nah, ini artinya antara masyarakat, pemerintah dan DPR ini klop dia,’’ ujarnya.

Namun, sebut Parwata, ada beberapa catatan yang memang harus menjadi perhatian bersama ke depan. Ia menyebutkan pertama adalah sesuai yang diamanatkan undang-undang, mandatori urusan pendidikan. Pendidikan harus menjadikan perhatian penuh karena inilah yang akan melanjutkan generasi ke depan untuk bangkitnya Badung ke depan, majunya Badung ke depan, kemudian tumbuhnya Badung ke depan itu adalah dari tunas-tunas pendidikan yang kita tanamkan dari playgroup dari TK, SD, SMP dan SMA, termasuk juga perguruan tinggi S1, S2, S3 ini yang outputnya harus melahirkan sumber daya manusia yang mumpuni, berkualitas.

Baca Juga  Pendapatan Tembus Rp 11,2 Triliun, DPRD Badung dan Pemerintah Tetapkan Perubahan APBD Badung 2024 sebagai Perda

Jadi, lanjut Parwata memaparkan, di masa pendidikan, yang namanya golden age itu adalah 0-12 tahun. Ini pemerintah harus memberikan perhatian yang khusus. Kemudian, 12 sampai 15 itu betul-betul fasilitas pendidikannya disiapkan, lanjut SMA dan perguruan tinggi. Nah ini yang harus menjadi titik perhatian.

Lalu mandatori yang lainnya adalah kebutuhan kesehatan masyarakat. Ini harus menjadi perhatian baik gizinya, stuntingnya, rumah sakitnya, pelayanannya. Jadi ini harus di-update oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR.

’’DPR ini bersama-sama dengan pemerintah sebagai ’suami-istri’ harus membangun satu fasilitas yang bagus di bidang kesehatan. Sehingga tidak ada yang stunting, tidak ada yang tidak mendapat fasilitas kesehatan. Ini semuanya saya harapkan ke depan bisa menjadi perhatian lebih serius lagi oleh kita semua termasuk saya masih di DPR, kita akan monitor ini. Supaya kesehatan masyarakat terjamin,’’ ujarnya menegaskan.

Kemudian soal sandang, pangan dan papan. Bagaimana kita berpihak kepada petani. Inilah yang harus dibuat regulasinya termasuk juga penganggarannya. Regulasinya diperbaiki, kemudian anggarannya diperbaiki. Selanjutnya mekanisme pasar, bagaimana pasar ini bisa hidup, karena ekonomi itu mulai dari desa. Bagaimana menghidupkan perekonomian desa, jadi pertanian dihidupkan, pasarnya dihidupkan, ini merupakan suatu catatan kita supaya ekonomi berkelanjutan terus.

’’Nah kita dorong ini. Jadi ada produksi oleh petani, UMKM, ada pasarnya kemudian ada peran pemerintah. Peran pemerintah disana apa? Memfasilitasi pembangunan pasar supaya petaninya sejahtera, UMKM sejahtera, ekonominya bergulir. Nah dengan demikian, akan tumbuh kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya.

Di luar mandatori, pesan Parwata, jangan lupa bahwa basis pendapatan Badung itu pariwisata. Grand desain besarnya itu pariwisata berbasis pertanian, berbasis UMKM dan potensi lainnya. Jadi desain besar pariwisata ini harus menjadi titik perhatian pemerintah supaya diatur dengan baik. Diaturnya apa? Satu infrastrukturnya, yang kedua pertamanannya, yang ketiga lampu-lampunya dan banyak hal lainnya yang perlu diatur sehingga harmonisasi tourism ini akan bisa bagus di Badung dan tetap menjadi daya tarik. Termasuk juga CCTV keamanan, central-central parkir, trotoarisasi dan sebagainya dan inilah PR kita kedepannya.

Baca Juga  Badung Cegah Stunting dan Jaga Nutrisi Ibu Hamil

’’Yang terakhir, yang saya katakan, bagaimana kualitas SDM Badung ini bisa tumbuh dan bisa bangkit. Maka disini pemerintah harus mampu memberikam beasiswa kepada anak-anak kita. Sudah bagus pak Giri Prasta memberikan beasiswa keluar negeri dan ini perlu dilanjutkan. Sehingga beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa kemudian setelah dia tamat dia bekerja mengabdi di Badung. Jadi orang-orang hebat yang kita sekolahkan di luar negeri, dia datang ke Badung lagi, membangun pemerintahnya dengan semangat yang sama, patriotismenya berjuang membangun Badung sehingga sustainable pembangunan Badung akan terus tumbuh baik fisik maupun nonfisik. Secara ekonomi akan mengurangi pengangguran, kemiskinan kemudian pemerataan pendapatan tiap wilayah itu ada, tidak ada lagi ketimpangan antara utara dan selatan, semuanya itu merata,’’ ujarnya menegaskan.

Oleh karena itu, kerja keras bersama antara DPRD, pimpinannya dan pemerintah harus disinergikan, selalu bergandengan tangan dan membuat inovasi, tidak boleh statis. Inovasinya harus dibangun terus sesuai dengan perkembangannya dan kami sarankan daripada badan kajian pemerintah yang disebut dengan BRIDA harus memiliki peran yang kuat karena disana dapur analisisnya sehingga kebijakan itu akan bisa kita tetapkan bersama-sama pemerintah dan DPR.

’’Saya kira itu yang saya berikan catatan semasa saya memimpin 10 tahun Badung ini. Ke depan Badung lebih hebat lagi, ke depan Badung lebih sejahtera,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bedah Buku Rocky Gerung, Gubernur Koster Dorong Generasi Muda Rawat Semangat Marhaenisme di Era Digital

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Bedah Buku Rocky Gerung di Auditorium Unmas Denpasar
BEDAH BUKU: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk merawat semangat Marhaenisme sebagai landasan berpikir kritis, berkeadilan, dan berpihak kepada rakyat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut menghadirkan Rocky Gerung selaku akademisi sekaligus penulis buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ dan Dr. Airlangga Pribadi Kusman sebagai akademisi dan penulis buku sebagai narasumber. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat relevansi nilai-nilai Marhaenisme dalam menjawab tantangan yang dihadapi Generasi Z di era digital.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengatakan, bedah buku tersebut bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pencarian makna untuk menjawab pertanyaan besar mengenai relevansi nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa bagi Generasi Z yang tumbuh di era algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan.

“Ini adalah forum pencarian makna. Sebuah upaya kolektif untuk menemukan benang merah antara masa lalu yang kaya dengan pengalaman perjuangan dan masa depan yang penuh dengan berbagai kemungkinan baru,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur, Marhaenisme lahir dari kegelisahan Bung Karno terhadap ketimpangan sosial dan menjadi ideologi kerakyatan yang tumbuh dari realitas masyarakat Indonesia. Kini, melalui buku karya Rocky Gerung tersebut, semangat Marhaenisme diajak untuk dimaknai kembali agar tetap relevan bagi generasi yang menghadapi tantangan zaman yang berbeda.

Gubernur Koster juga menepis anggapan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang apatis dan individualistis. Menurutnya, justru di tengah tantangan pandemi, krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga derasnya arus informasi, banyak anak muda tetap menunjukkan kepedulian terhadap isu keadilan, kesetaraan, dan masa depan bangsa.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sampaikan Penjelasan Dua Raperda

“Kehadiran mahasiswa dalam forum bedah buku seperti ini merupakan bukti bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk berpikir, membaca, berdiskusi, dan mencari jawaban atas berbagai persoalan kebangsaan,” katanya.

Ia menegaskan, forum akademik seperti bedah buku harus menjadi ruang latihan demokrasi yang sehat, di mana setiap gagasan diuji melalui argumentasi, bukan kemarahan, dan perbedaan pendapat dipandang sebagai kesempatan untuk saling belajar.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai, budaya, moralitas, dan harmoni. Prinsip tersebut menjadi landasan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala.

Menurutnya, semangat bedah buku tersebut memiliki keterkaitan erat dengan implementasi nilai-nilai Sad Kerthi. Melalui budaya membaca dan berpikir kritis, mahasiswa turut membangun Atma Kerthi melalui penyucian pikiran dan jiwa. Melalui kepedulian terhadap sesama, nilai Jana Kerthi diwujudkan sebagai penghormatan terhadap kemanusiaan. Sementara komitmen membangun dunia yang lebih baik bagi seluruh makhluk hidup merupakan implementasi Jagat Kerthi, yakni menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

Gubernur Koster menekankan bahwa Bali membutuhkan generasi muda bukan sebagai penonton pembangunan, melainkan sebagai subjek yang aktif merancang, membangun, dan merawat masa depan Bali. Namun, keterlibatan tersebut harus tetap berpijak pada kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata.

“Kearifan lokal Bali bukan berarti menolak modernitas. Justru Bali harus mampu menyerap hal-hal baik dari luar tanpa kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai seperti Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Menyama Braya harus tetap menjadi fondasi dalam membangun masa depan Bali,” tegasnya.

Baca Juga  Bersama Membangun Badung, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Fasilitasi PGK Gelar Kegiatan Rohani

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster turut memberikan sentuhan budaya dengan membacakan puisi berjudul “Agustus” karya Yudhistira Massardi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan semakin memperkaya suasana intelektual serta kebudayaan dalam rangkaian kegiatan bedah buku.

Gubernur Koster juga menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang tidak dapat ditawar di tengah derasnya arus informasi. Kedua, membangun budaya diskusi yang sehat dengan menghormati perbedaan pendapat. Ketiga, mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata sehingga nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi pedoman dalam berkarya maupun memimpin di masa depan.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Rocky Gerung atas kontribusi pemikirannya melalui buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“, yang dinilai mampu menghidupkan kembali diskursus kebangsaan di kalangan generasi muda. Apresiasi juga diberikan kepada Universitas Mahasaraswati Denpasar yang terus menghadirkan ruang akademik sebagai tempat lahirnya pemikiran kritis, dialog yang sehat, serta pembentukan karakter mahasiswa.

Gubernur berharap bedah buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya literasi, memperkuat tradisi intelektual, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bali yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Denpasar Arya Wibawa Terima Kunjungan Atase Perdagangan dan Perindustrian Konjen Timor Leste

Bahas Peluang Kerja Sama Berbagai Bidang

Loading

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima kunjungan Atase Perdagangan dan Industri Konjen Timor Leste Apolo Justino Franca da Silva
TERIMA KUNKER: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima secara resmi kunjungan kerja Atase Perdagangan dan Industri Konsulat Jenderal Timor Leste di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, di kantor Walikota Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima secara resmi kunjungan kerja Atase Perdagangan dan Industri Konsulat Jenderal Timor Leste di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, di kantor Walikota Denpasar, Selasa (21/7).

Pertemuan ini juga turut dihadiri oleh Asisten Atase Perdagangan dan Industri, Ricardo de Araujo, dan staf lokal mereka, Theresia Nur Hayati. Pada kesempatan itu, kedua pihak membahas tentang peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Timor Leste, yang berkaitan dengan perdagangan, sektor industri, pariwisata, budaya, serta sektor potensial lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan harapan perihal potensi kerja sama kedua belah pihak. Untuk itu, penjajakan lanjutan antara keduanya sangat diperlukan. Diharapkan, potensi kerja sama di bidang ekonomi kreatif, bisnis, budaya, serta pendidikan dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan Pemerintah Timor Leste.

“Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak pihak kota kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar,” kata Wawali Arya Wibawa.

Sementara itu, Atase Perdagangan dan Industri di Denpasar, Apolo Justino Franca da Silva, mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan Kerjasama kedua pihak.

“Terima kasih atas sambutan Bapak Wakil Walikota Denpasar yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan Negara kami,” tutur Apolo Justino.

Melalui pembentukan jalinan kerjasama itu, tak menutup kemungkinan kata Apolo Justino akan semakin membuka peluang kerjasama di bidang lainnya.

“Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Fraksi Partai Golkar DPRD Badung: Ranperda APBD 2024 Perlu Mendapatkan Pembahasan Lebih Lanjut

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Rakerprov KONI Bali 2026, Gubernur Koster Minta Fokus Porprov dan Berjuang Rebut Posisi Kelima PON

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Umum KONI Bali menyampaikan sambutan pada Rakerprov KONI Bali 2026
SAMBUTAN: Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan sambutan pada Rakerprov KONI Bali 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan dukungannya terhadap para atlet yang sedang bersiap tanding pada Porprov 2027, yang sesuai rencana akan dilaksanakan di Kabupaten Buleleng.

“Saya minta pembinaan atlet lebih serius dilakukan, baik kesiapan fisik, strategi dan terutama kesehatan. Apabila semua itu sudah dimiliki, maka saya yakin semua atlet akan bertanding dengan fokus, dan berupaya memberikan yang terbaik untuk tanah kelahirannya,” ungkap Gubernur Koster saat membuka Rakerprov KONI Bali 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Selasa (21/7).

Rakerprov bertujuan untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja serta memantapkan program kerja Tahun 2026 maupun hal-hal lain yang dianggap perlu guna perkembangan prestasi olahraga di Bali.

Diharapkan dengan adanya Rakerprov dapat menghasilkan gagasan atau ide-ide yang lebih baik untuk program kerja KONI dan cabang olahraga di Tahun 2026 dan Tahun 2027 demi pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga di Bali.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga menitipkan pesan agar seluruh atlet Bali yang berkompetisi dan berlaga, baik Porprov 2027 (di Kabupaten Buleleng) dan PON XXII pada tahun 2028 di NTB-NTT nanti untuk tetap bersemangat dan memberikan yang terbaik untuk Bali, jika sebelumnya menduduki peringkat ke-7, harapannya ke depan akan semakin meningkat.

“Khususnya PON mendatang, Bali dapat menduduki posisi ke-5, atau setidaknya tetap bertahan di posisi ke-7,” tegas Gubernur Koster.

Melalui Rakerprov hari ini, Gubernur Koster harap mampu melakukan perubahan mulai dari sistem pembinaan, sarana dan prasarana serta pendukung lainnya ke tingkat yang lebih baik.

“Perlu digarisbawahi bahwa sebuah organisasi tanpa perencanaan yang matang, tanpa komitmen bersama yang baik, tanpa kesadaran yang baik akan mustahil organisasi itu dapat berjalan maksimal dan optimal. Namun saya yakin, KONI yang sekarang memiliki komitmen, kerangka berpikir dan cara kerja yang berbeda, sehingga KONI saat ini lebih siap pada tahun ini dan pada tahun-tahun mendatang,” imbuh Gubernur Koster.

Baca Juga  Pendapatan Tembus Rp 11,2 Triliun, DPRD Badung dan Pemerintah Tetapkan Perubahan APBD Badung 2024 sebagai Perda

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa KONI berprinsip untuk bersiap melangkah bersama, membangun olahraga khususnya di pulau Bali.

Melalui Rakerprov ini, pihaknya sedang melakukan tatanan agar tidak ada lagi persoalan ketika melaksanakan Porprov.

Dalam Rakerprov juga akan dibahas kesiapan untuk melaksanakan Porprov pada tahun 2027 mendatang, agar lebih semakin matang dan siap sehingga saat maju ke PON XXII nanti, Bali memiliki daya saing yang lebih kuat, dan mampu menjadi personal yang tangguh bagi lawannya.

Porprov kali ini diharapkan akan semakin berkualitas dengan salah satunya upaya melibatkan tim kecil atau KONI Kabupaten/ Kota. Dimana para atlet yang sudah masuk pada tatanan internasional bisa ikut di PON nantinya, dan Porprov ini adalah salah satu ajang untuk meningkatkan prestasi para atlet.

Oleh sebab itu, pihaknya akan mengadakan pelatihan daerah dan pelatihan nasional menjelang PON, sehingga pada pra PON nanti bisa memberikan hasil yang maksimal.

“Tatanan ini juga menutup kepentingan politik yang masuk, dan ini real untuk olahraga, dan berkomitmen untuk Bali yang berprestasi,” ungkap Giri Prasta.

Untuk itu, pihaknya memegang teguh prinsip untuk menghindari masalah dan tidak melanggar aturan, dan tata pendanaan, siap bertanggungjawab sepenuhnya,

“Seribu rupiah pun akan dipertanggungjawabkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dilaksanakan,” tegas Giri Prasta. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca