Saturday, 3 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Curi Belasan Pucuk Senapan Angin dan Peralatan Pancing, Marok Diringkus Polsek Sukasada

BALIILU Tayang

:

kriminal
Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H.,M.H., saat konferensi pers Rabu (25/5) di Mapolsek Sukasada Buleleng. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Iptu Ketut Budayana dan tim opsnal serta menghadirkan pelaku Marok. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Dua orang diduga pelaku pencurian dan pemberatan satu ikat atau belasan pucuk senapan angin dan alat-alat pancing di Toko Lubdaka 117 Jalan Jelantik Gingsir Lingkungan Sukasada Buleleng pada 1 Januari 2021, akhirnya diringkus Polsek Sukasada. Marok diamankan pada 30 April 2022 sedangkan Agus A yang ikut terlibat meninggal karena gantung diri.

Demikian keterangan pers yang disampaikan Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H.,M.H., Rabu (25/5) di Mapolsek Sukasada Buleleng. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Iptu Ketut Budayana dan tim opsnal serta menghadirkan pelaku Marok.

Kapolsek Dwi Wirawan menyampaikan penangkapan terhadap pelaku curat Marok bermula dari laporan korban Putu Hardi Pertama Yasa tentang barang milik korban berupa senapan angin yang disimpan di Toko Lubdaka 117 Jalan Jelantik Gingsir Lingkungan Sukasada diketahui hilang pada Jumat, 1 Januari 2021 sekira pukul 10.00 Wita.

Setelah mendapatkan laporan dari Putu Hardi Pertama atas kehilangan senapan angin miliknya, Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan, bersama dengan Kanit Reskrim  Iptu Ketut Budayana dengan tim opsnalnya melakukan penyelidikan berawal dari melakukan olah TKP. Dari olah TKP diketahui barang milik korban hilang setelah adik korban Gede Widiastawa membuka toko, terlihat rooling door sudah dalam keadaan terbuka dan juga gagang gembok dalam keadaan rusak. Setelah masuk ke dalam toko beberapa barang milik korban telah hilang berupa 9 pucuk senapan angin merk Sangatha, 2 pucuk senapan angin Merk BSA, 3 pucuk senapan angin Merk FX Frow, 1 pucuk senapan angin Merk APC, 1 pucuk senapan angin Merk Ruger, 1 pucuk senapan angin Merk TSC, 2 pucuk senapan angin Merk Benyamin Marunder, 2 pucuk senapan angin Merk Lubdaka 117, 2 pucuk senapan angin Merk Predator, dan beberapa peralatan pancing. Atas kejadian tersebut korban mengaku mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp. 105.000.000.

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan juga olah TKP, diduga pelaku yang mengambil barang tersebut dilakukan oleh 2 orang dan mengarahkan kepada nama seseorang yang dipanggil dengan nama panggilan Marok dan Agus yang diduga beralamat di salah satu banjar dinas di Desa Pegayaman.

Berbekal bukti yang cukup kemudian Kapolsek Sukasada bersama dengan tim opsnalnya berhasil melakukan penangkapan terhadap Umaro alias Marok pada Minggu, 30 April 2022 sekira jam 01.00 Wita, ditangkap di saat sedang ada di Taman Bung Karno Sukasada, selanjutnya dilakukan permintaan keterangan.

‘’Dari hasil pemeriksaan, Marok (25) mengaku mengambil senapan dan beberapa alat pancing bersama-sama dengan almarhum Agus,’’ ujar Kapolsek.

Kapolsek membeberkan, dalam melakukan aksi pengambilan barang tersebut masing-masing memiliki peran yaitu awalnya dengan menggunakan sepeda motor, Marok membonceng Agus menuju Toko Lubdaka dan sampai di depan toko Agus turun dari sepeda motor sedangkan Marok menunggu di depan taman Bung Karno untuk melihat situasi. Bilamana berhasil maka Agus akan menelepon Marok.

Setelah Agus berhasil mengambil barang di dalam toko, kemudian Agus menghubungi Marok untuk menjemput dan sampai di depan toko terlihat Agus sudah keluar dari dalam toko dengan membawa satu ikat senapan angin yang kurang lebih 10 pucuk dan ditaruh di bagian depan sepeda motor. Setelah itu kembali Agus masuk ke dalam toko dan membawa dua buah koper yang berisi senapan angin dan ditaruh di belakang sepeda motor. Selanjutnya membawa  barang tersebut ke rumah Agus.

Setelah berhasil menaruh barang di rumah Agus, kembali Marok dan Agus menuju ke Toko Lubdaka dan mengambil satu ikat senapan angin yang jumlahnya kurang lebih 10 pucuk dan kembali dibawa ke rumah Agus.

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Dari seluruh barang yang diambil Marok bersama Agus, barang yang masih tersisa hanya 1 (satu) pucuk senapan angin laras Panjang Merk Sangatha warna coklat, biru dan hitam.

‘’Terhadap terduga pelaku Marok dapat disangka telah melakukan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,’’ ucap Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H., M.H. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Tukang Poles Cat Mobil Maling Motor, Ditangkap Resmob Polsek Denbar

Published

on

By

curi
Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra A, S.IK., M.H saat konferensi pers. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Berawal dari anak korban Ni Wayan EE yang kehilangan sepeda motor jenis Vespa Piaggio saat diparkir di areal parkir salah satu pujasera yang berlokasi di Jl. Sudirman Denpasar, Kamis (17/11/2022) pagi.

Atas kejadian tersebut korban kemudian melaporkan musibah yang dialaminya ke Polsek Denpasar Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berbekal dari laporan polisi yang dibuat oleh korban kemudian team Resmob Polsek Denpasar Barat (Denbar) yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Kevin Mario Immanuel, S.Tr.K, bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan kemudian berhasil diamankan seorang laki-laki yang bernama Anang WQ beserta satu unit sepeda motor jenis Vespa Piaggio, warna kuning, tahun 2017, DK 3042 AAK, dimana menurut pengakuannya menerima gadai dari tersangka BWP yang beralamat di Dusun Kletek Sidoarjo Jawa Timur.

Tidak menunggu waktu lama team Resmob berangkat menuju Sidoarjo dan berhasil mengamankan tersangka BWP yang bekerja sebagai tukang poles cat mobil, yang juga seorang residivis untuk selanjutnya digiring ke Polsek Denpasar Barat.

Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa 1 (satu) unit  sepeda motor  Vespa Piagio warna kuning, DK 3042 AAK, Noka : RP8m66700HV005294, Nomor mesin : M66BM5011172,  tahun 2017, 1 (satu) lembar STNK  Sepeda motor Vespa Viagio, warna kuning,  DK 3042 AAK, atas nama  Ni Nyoman  Sri Purnami, SE., 1 (satu ) buah kunci, uang tunai Rp. 200,000 dan 1 buah HP  merek iPhone warna putih.

Saat diwawancarai setelah menggelar pres release terhadap kasus ini pada Rabu (30/11), Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra A, S.IK., M.H menyampaikan, “Ini merupakan komitmen kami untuk menindaklanjuti perintah Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.IK., M.Si untuk tidak segan-segan memberikan tindakan tegas terukur kepada setiap pelaku kejahatan jalanan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Denpasar’’.

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Hal ini juga bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman bagi wisatawan baik lokal maupun domestik yang berlibur di Bali, bahwa Bali layak menjadi destinasi liburan yang aman dan bebas dari gangguan kriminalitas oleh pelaku-pelaku kejahatan,” imbuhnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polda Bali Gelar Rekonstruksi Adegan Pembunuhan GM Lestari

Published

on

By

adegan
Adegan RN saat akan membuang mayat GM Lestari. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Ditreskrimum Polda Bali bersama Kejaksaan Tinggi Bali, pada Kamis, 1 Desember 2022 menggelar rekonstruksi adegan kasus pembunuhan terhadap Gusti Mirah Lestari yang dilakukan oleh dua tersangka yakni Nova atau NSP (40) dan Rahman atau RN (28) di area Mapolda Bali.

‘’Ada sebanyak 30 adegan yang dilakukan dalam pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan ini dimana korban (Gusti Mirah Lestari) meninggal di Jembrana,’’ ucap Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si. kepada media usai rekonstruksi. Turut hadir Tim Reskrim Ditreskrimum Polda Bali dan I Bagus Putra Gede Agung dari Kejaksaan Tinggi Bali.

polda
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., bersama Tim Reskrim Ditreskrimum Polda Bali dan I Bagus Putra Gede Agung dari Kejaksaan Tinggi Bali saat konferensi pers, Kamis (1/12) di Mapolda Bali. (Foto: gs)

Pada 30 adegan rekonstruksi tersebut, Tim Reskrim mengungkapkan pembunuhan terlihat di adegan 25 sampai 29 hingga para pelaku membuang mayatnya di selokan. Upaya yang dilakukan oleh para pelaku untuk menghilangkan nyawa korban juga tampak berada di dalam mobil semua. Dikatakan, setelah rekonstruksi pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksaan. Hari ini juga ketika rekonstruksi adegan dilakukan, pihaknya mendatangkan pihak kejaksaan untuk melihat apakah pasal yang diterapkan sudah sesuai apa belum. Termasuk juga menghadirkan penasehat hukum dari tersangka karena ini merupakan salah satu hak dari tersangka didampingi oleh penasehat hukum.

Sementara IBP Gede Agung menyatakan pasal yang akan disangkakan nanti kita akan gali di persidangan. Untuk sementara pasal yang disangkakan memang sudah sesuai dengan penyidik. Pasalnya itu ada Pasal 338, 339, 340, dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati, dan perkembangannya kita lihat di persidangan nanti.

Berita sebelumnya terungkap pembunuh Gusti Mirah Lestari yang jasadnya ditemukan di got di Jalan Raya Denpasar – Gilimanuk di Desa Melaya, Jembrana, pelakunya ditangkap di Bandar Lampung pada Sabtu, 27 Agustus 2022.

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Dari pengakuan pelaku Nova yang beralamat Kelurahan Pasir Gombong, Cikarang Utara, Bekasi Jabar dan Rahman alamat Kelurahan Munjuk Sampurna Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, diketahui motif pembunuhan ini adalah faktor ekonomi karena kedua pelaku ingin menguasai harta Gusti Mirah berupa mobil Honda Brio.

Pelaku Nova yang baru sebulan menjadi kekasih (berpacaran) korban Gusti Mirah Lestari awalnya mengajak Gusti Mirah untuk berjalan-jalan dan makan-makan di daerah Jimbaran. Setelah makan-makan, pelaku mengakui bahwa Gusti Mirah dieksekusi di dalam mobil dalam keadaan mobil masih melaju di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Diedarkan Jelang TB 2023, Polresta Denpasar Amankan 2.000 Butir Ekstasi dan 1 Kg Sabu

Published

on

By

kapolresta
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Pamungkas didampingi Kasat Narkoba AKP Mirza Gunawan, S.I.K. saat konferensi pers Senin (28/22). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar berhasil menyelamatkan 5.000 jiwa generasi muda dari narkoba dengan diamankannya 2.000 (dua ribu) butir ekstasi dengan berat bersih 744 gram dan 1 kilogram Sabu-sabu.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas., S.H., S.IK., M.Si. pelaku berinisial Andi P (40) asal Banyuwangi Jawa Timur diamankan petugas di Loby Hotel The Sun and Spa Jalan Lebak Bene Legian Kuta Badung pada Jumat (25/11/22) pukul 19.00 Wita.

“Saat pelaku dilakukan penggeledahan petugas menemukan 1 buah tas ransel yang berisi 2.000 butir ekstasi dan 1 plastik klip berisi Sabu-sabu,” ucap Kapolresta Denpasar didampingi  Kasat Narkoba AKP Mirza Gunawan, S.I.K. kepada media Senin (28/22).

Lebih lanjut dijelaskan terhadap tersangka dilakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah tempat tinggal pelaku Jalan Raya Sempidi Gang Ilalang Kecamatan Mengwi Badung  dan di sana petugas menemukan di bawah wastafel dapur satu buah brankas berisi timbangan elektrik, sendok plastik, isolasi dan plastik klip kosong.

“Terhadap tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 2 UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun paling lama 20 tahun penjara,” jelas Kombes Bambang Yugo.

Menurut keterangan tersangka barang terlarang tersebut didapatkan dari seseorang bernama Hery, tersangka diminta mengedarkan barang tersebut dengan upah dijanjikan sebesar Rp 100.000 per sekali tempel dan rencananya barang akan diedarkan menjelang perayaan tahun baru 2023. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi
Lanjutkan Membaca