Monday, 4 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Curi Belasan Pucuk Senapan Angin dan Peralatan Pancing, Marok Diringkus Polsek Sukasada

BALIILU Tayang

:

kriminal
Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H.,M.H., saat konferensi pers Rabu (25/5) di Mapolsek Sukasada Buleleng. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Iptu Ketut Budayana dan tim opsnal serta menghadirkan pelaku Marok. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Dua orang diduga pelaku pencurian dan pemberatan satu ikat atau belasan pucuk senapan angin dan alat-alat pancing di Toko Lubdaka 117 Jalan Jelantik Gingsir Lingkungan Sukasada Buleleng pada 1 Januari 2021, akhirnya diringkus Polsek Sukasada. Marok diamankan pada 30 April 2022 sedangkan Agus A yang ikut terlibat meninggal karena gantung diri.

Demikian keterangan pers yang disampaikan Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H.,M.H., Rabu (25/5) di Mapolsek Sukasada Buleleng. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Iptu Ketut Budayana dan tim opsnal serta menghadirkan pelaku Marok.

Kapolsek Dwi Wirawan menyampaikan penangkapan terhadap pelaku curat Marok bermula dari laporan korban Putu Hardi Pertama Yasa tentang barang milik korban berupa senapan angin yang disimpan di Toko Lubdaka 117 Jalan Jelantik Gingsir Lingkungan Sukasada diketahui hilang pada Jumat, 1 Januari 2021 sekira pukul 10.00 Wita.

Setelah mendapatkan laporan dari Putu Hardi Pertama atas kehilangan senapan angin miliknya, Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan, bersama dengan Kanit Reskrim  Iptu Ketut Budayana dengan tim opsnalnya melakukan penyelidikan berawal dari melakukan olah TKP. Dari olah TKP diketahui barang milik korban hilang setelah adik korban Gede Widiastawa membuka toko, terlihat rooling door sudah dalam keadaan terbuka dan juga gagang gembok dalam keadaan rusak. Setelah masuk ke dalam toko beberapa barang milik korban telah hilang berupa 9 pucuk senapan angin merk Sangatha, 2 pucuk senapan angin Merk BSA, 3 pucuk senapan angin Merk FX Frow, 1 pucuk senapan angin Merk APC, 1 pucuk senapan angin Merk Ruger, 1 pucuk senapan angin Merk TSC, 2 pucuk senapan angin Merk Benyamin Marunder, 2 pucuk senapan angin Merk Lubdaka 117, 2 pucuk senapan angin Merk Predator, dan beberapa peralatan pancing. Atas kejadian tersebut korban mengaku mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp. 105.000.000.

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan juga olah TKP, diduga pelaku yang mengambil barang tersebut dilakukan oleh 2 orang dan mengarahkan kepada nama seseorang yang dipanggil dengan nama panggilan Marok dan Agus yang diduga beralamat di salah satu banjar dinas di Desa Pegayaman.

Berbekal bukti yang cukup kemudian Kapolsek Sukasada bersama dengan tim opsnalnya berhasil melakukan penangkapan terhadap Umaro alias Marok pada Minggu, 30 April 2022 sekira jam 01.00 Wita, ditangkap di saat sedang ada di Taman Bung Karno Sukasada, selanjutnya dilakukan permintaan keterangan.

‘’Dari hasil pemeriksaan, Marok (25) mengaku mengambil senapan dan beberapa alat pancing bersama-sama dengan almarhum Agus,’’ ujar Kapolsek.

Kapolsek membeberkan, dalam melakukan aksi pengambilan barang tersebut masing-masing memiliki peran yaitu awalnya dengan menggunakan sepeda motor, Marok membonceng Agus menuju Toko Lubdaka dan sampai di depan toko Agus turun dari sepeda motor sedangkan Marok menunggu di depan taman Bung Karno untuk melihat situasi. Bilamana berhasil maka Agus akan menelepon Marok.

Setelah Agus berhasil mengambil barang di dalam toko, kemudian Agus menghubungi Marok untuk menjemput dan sampai di depan toko terlihat Agus sudah keluar dari dalam toko dengan membawa satu ikat senapan angin yang kurang lebih 10 pucuk dan ditaruh di bagian depan sepeda motor. Setelah itu kembali Agus masuk ke dalam toko dan membawa dua buah koper yang berisi senapan angin dan ditaruh di belakang sepeda motor. Selanjutnya membawa  barang tersebut ke rumah Agus.

Setelah berhasil menaruh barang di rumah Agus, kembali Marok dan Agus menuju ke Toko Lubdaka dan mengambil satu ikat senapan angin yang jumlahnya kurang lebih 10 pucuk dan kembali dibawa ke rumah Agus.

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Dari seluruh barang yang diambil Marok bersama Agus, barang yang masih tersisa hanya 1 (satu) pucuk senapan angin laras Panjang Merk Sangatha warna coklat, biru dan hitam.

‘’Terhadap terduga pelaku Marok dapat disangka telah melakukan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,’’ ucap Kompol Made Agus Dwi Wirawan, S.H., M.H. (eka/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Polresta Denpasar Amankan 11 Pelaku Kasus Pengeroyokan

Published

on

By

polresta
Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. saat konferensi pers Kamis (24/6/22) didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K.,M.H. di Mapolresta. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Reskrim Polresta Denpasar bersama Polsek Denpasar Selatan, Polsek Kawasan Benoa dan Polsek Kuta Selatan berhasil mengamankan sebelas pelaku tindak pidana pemerasan dengan ancaman atau pengeroyokan atau penganiyaan yang sempat viral di media sosial, dimana kejadian berawal di warung Bu Ayu Jalan Ikan Tuna II Pelabuhan Benoa pada Senin 20 Juni 2022 pukul 19.00 Wita.

Demikian diungkapkan Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, S.H.,S.I.K.,M.Si. kepada media Kamis (24/6/22) didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K.,M.H. di Mapolresta.

Lebih lanjut dijelaskan korban bernama Naheson Niko (37) warga Pemogan Densel dikeroyok beberapa orang pelaku bernama Yosafat Bani alias Jhon Key (36), Daniel Karim (30) dan Artono Bali Peka (20) karena perebutan menagih utang terhadap orang yang sama antara Jhon Key dengan korban Niko.

Korban dipukul beberapa kali oleh para pelaku dengan menggunakan kursi, helm dan juga batu hingga mengalami luka di pipi kiri serta kepala bagian belakang dan samping.

“Terkait dengan kasus ini para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun,” ungkap Kapolresta.

Kemudian kasus berlanjut di hari yang sama sekitar pukul 24.00 Wita depan Gang Merpati Jalan Dukuh Sari Denpasar Selatan terjadi tindak pidana pengeroyokan dan pemerasan dengan korban Fernando Ben Arielpatiwael (22), dimana saat korban melintas di wilayah tersebut pelaku yang berjumlah kurang lebih delapan orang melakukan pengeroyokan dan perampasan barang korban.

“Pelaku yang berhasil diamankan ada delapan orang dan barang bukti yang kita amankan satu buah kayu,” kata AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Delapan pelaku yang diamankan yaitu Jhon Key, Stefen (24), Yandri Ngongo (25), Marselius Dangi Kasi (20), Dodi (23), Andreas Bolu Jara (22), Melkianus Delo (24) dan Sapri Buka (22).

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Terkait dengan dua kejadian tersebut Kapolresta Denpasar bersama dengan pemangku adat Kota Denpasar sebelumnya Rabu (21/6/2022) telah diadakan pertemuan elemen Sipandu Beradat menyelesaikan permasalahan tersebut dan sepakat kasus tersebut dilanjutkan sesuai proses hukum yang berlaku agar tidak terulang kembali.

Sedangkan TKP ketiga terjadi di kawasan Bedeng Kuta Selatan Jalan Taman Ayu Giri Asri Mumbul dengan korban Andreas Ra Mone (21) pada 21 Juni 2022 terjadi Tindak Pidana Penganiayaan dengan pelaku Petrus Patimone (19), korban ditusuk menggunakan pisau hingga mengalami luka di bagian pinggang.

“Polresta Denpasar berkomitmen tidak ada lagi pelaku yang mengganggu kamtibmas di Kota Denpasar karena akan kita tangkap dan proses hukum serta sepakat forum Sipandu Beradat dijalankan, memberikan rekomendasi untuk penegakan awig-awig desa adat,” tutup Kapolresta Denpasar. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Curi Besi Gorong-gorong, Pasutri Diamankan Polsek Denpasar Selatan

Published

on

By

curi
Kedua pelaku pencurian besi gorong-gorong berinisial HSP (23) dan LAN (22) asal Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pasangan suami istri (pasutri) yang sempat viral di media sosial karena melakukan pencurian 2 buah besi penutup gorong-gorong pada Kamis (9/6/2022) sekitar pukul 09.00 Wita di Jalan Gurita I Perum Pedungan Indah Br. Dukuh Pesirahan, Pedungan Denpasar Selatan. Perbuatan kedua pelaku terekam CCTV milik salah satu warga di Perum Pedungan dan diuploud akun warga hingga viral.

Dalam video viral tersebut terlihat seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol DK 5798 ADF yang membonceng seorang wanita dan anak kecil mengambil besi penutup gorong-gorong di TKP. Setelah mendapatkan informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan dan diketahui kedua pelaku berinisial HSP (23) dan LAN (22) asal Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kedua pelaku berhasil diamankan pada Sabtu, 11 Juni 2022 sekira pukul 23.30 Wita di rumah kos  mereka,” ucap Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi kepada media, Rabu (15/6/2022).

Setelah petugas melakukan penyanggoang dan berhasil mengamankan keduanya di rumah kos Jalan Pulau Belitung I No. 4 Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan dengan barang bukti yang berhasil diamankan berupa sepeda motor Honda Beat, helm dan pakaian yang digunakan kedua pelaku. Sedangkan 2 buah besi penutup gorong-gorong sudah dijual. ”Pelaku HSP sebelumnya sudah pernah melakukan aksinya di 11 TKP,” kata Kasi Humas.

Lebih lanjut dijelaskan, kedua pelaku juga mengakui selain mengambil besi di tempat tersebut juga pernah mengambil besi penutup got di 11 tempat, masing – masing di Jalan Gelogor Carik Pemogan sebanyak 2 X, Jalan Pirahna 1X, Jalan Intaran 1X, Jalan Gatsu Timur 1X, Jalan Kebo Iwa 1X, Jalan Buluh Indah 1X dan Jalan Pantai Berawa 1X.

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

“Besi hasil curian pelaku jual di rongsokan di Jalan Bung Tomo Denpasar dengan harga Rp 126.500 per batang dan pengakuan keduanya uang hasil kejahatannya digunakan untuk membeli obat anaknya yang sakit,” terang Iptu Sukadi.

Selain untuk membeli obat, uang tersebut pelaku juga gunakan untuk keperluan membeli makanan dan terhadap keduanya dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Rumah Warga Penggarap Tanah Sengketa di Julah Dibakar Massa

Kasus Ini Masih Dalam Penyelidikan Polsek Tejakula

Published

on

By

bakar
Rumah korban Sah Rudin saat terbakar. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Telah terjadi peristiwa perusakan dan pembakaran rumah warga penggarap tanah lahan sengketa atas nama Sah Rudin (26) serta perusakan kandang sapi pada Kamis, 9 Juni 2022. Peristiwa perusakan dan pembakaran ini diketahui sekira pukul 08.00 Wita, di Banjar Dinas Batugambir, Desa Julah, Kec. Tejakula, Buleleng.

Kapolsek Tejakula AKP IB. Astawa kepada media mengungkapkan kronologis kejadiannya bermula saat warga masyarakat Desa Adat Julah akan mengadakan giat gotong-royong bersih-bersih yang melibatkan kurang lebih 150 orang. Giat gotong-royong ini dipimpin oleh Kelian Adat Ketut Sidemen, S.Pd. Saat di lokasi warga melakukan persembahyangan dilanjutkan dengan membacakan silsilah tanah oleh kelian adat.

Di depan warga, kelian adat membacakan beberapa silsilah tanah yang disengketakan dan hasil putusan PTUN yang diajukan oleh pihak penggugat. Beberapa saat ketika arahan masih berlangsung ada pertanyaan-pertanyaan dari warga dan saat itu pula terdengar suara benturan batu seperti pelemparan mengarah ke rumah penggarap tanah sengketa.

Pemadam Kebakaran saat memadamkan api. (Foto: Ist)

Beberapa massa lainnya terpancing dan ikut melakukan pelemparan serta melakukan pembakaran, membuat situasi sudah tidak terkendali. Akibat dari kejadian tersebut korban Sah Rudin mengalami kerugian berupa rumah tempat tinggalnya terbakar dengan isinya serta dapur. Jumlah kerugian belum bisa ditentukan oleh korban dan atas peristiwa tersebut korban melaporkan ke Polsek Tejakula guna proses hukum.

Setelah adanya laporan tersebut, langkah-langkah yang dilakukan Polsek Tejakula  yang dipimpin langsung Kapolsek Tejakula AKP IB. Astawa diantaranya olah TKP,  meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api, menghubungi PLN untuk memutus aliran listrik di rumah warga yang terbakar, meminta keterangan beberapa saksi. Dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan Polsek Tejakula. (eka/bi)

Baca Juga  Curi Uang Cingkreman 25 Juta Lebih dengan Membekap Korban Hingga Pingsan, Gusti KK Ditangkap Polisi

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca