Connect with us

KRIMINAL

Curi Belasan Sepeda Motor, Kadek S dan Dek Rio Akhirnya Ditangkap Polisi

BALIILU Tayang

:

de
JUMPA PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. saat konferensi pers, Jumat (16/4) di Mapolresta Denpasar terkait kasus curanmor.

Denpasar, baliilu.com – Setelah melakukan belasan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Badung, Denpasar dan Gianyar, akhirnya Polresta Denpasar berhasil meringkus tersangka pelaku berinisial I Kadek  S dan Dek Rio di Pantai Biaung dan Jalan Suradipa Denpasar, Minggu (11/4).

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. saat konferensi pers, Jumat (16/4) di Mapolresta Denpasar memaparkan,  penangkapan tersangka curanmor ini bermula dari laporan korban I Gusti Ketut Kardiasa yang kehilangan sepeda motor pada Minggu, 11 April 2021 pukul 05.00 Wita.

Kardiasa menuturkan, pada Minggu (11/4) pukul 01.00 Wita korban memarkir sepeda motor NMax di Jalan Kembang Matahari Gang Telugtug No. 3 Denpasar Timur. Korban kemudian masuk ke kamar kos untuk istirahat. Esok harinya saat korban bangun ternyata sepeda motor miliknya sudah tidak ada.  Korban lanjut melaporkan kejadian tersebut ke PoIsek Dentim.

‘’Setelah polisi melakukan penyelidikan, sekitar pukul 16.00 Wita pelaku berhasil diamankan di Pantai Biaung dan juga di Jalan Suradipa I Gang Wijaya Denpasar masing- masing bernama I Kadek S (23) dan Dek Rio (21),’’ terang Kapolresta Panjaitan.

Barang bukti curanmor

Kapolresta Panjaitan menyampaikan modusnya, tersangka pelaku secara bersama-sama mengambil sepeda motor kordan yang mana kedua pelaku datang berboncengan. Sampai di tempat kejadian tersangka I Kadek S turun dan masuk, sementara Kadek Rio menunggu di atas sepeda motor di depan rumah kos.

Setelah berhasil mengambil sepeda motor korban, lanjut Kapolresta, tersangka I Kadek S menaiki sepeda motor milik korban dengan kondisi mesin mati kemudian didorong oleh tersangka Kadek Rio dari belakang yang waktu itu mengendarai sepeda motor Yamaha NMax warna hitam DK 5708 ZE milik tersangka I Kadek S, kemudian menuju ke rumah kos tersangka Kadek Rio di Jalan Suradipa I Gang Wijaya Denpasar.

Baca Juga  Kurang 24 Jam, Dua Pembobol Minimarket di Gatsu Timur Diamankan Sat Reskrim Polresta Denpasar

Barang bukti yang berhasil diamankan, 1 unit sepeda motor Yamaha N Max warna hitam dengan nomor Polisi DK 5965 OV, 1 unit sepeda motor Yamaha N Max warna hitam dengan nomor Polisi DK 5708 ZE, 1 buah kunci kontak duplikat.

Selain melakukan pencurian dengan korban I Gusti Ketut Kardiasa, papar Kapolresta, pihak kepolisian juga berhasil mengungkap belasan curanmor yang dilakukan oleh dua tersangka di beberapa tempat di wilayah hukum Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar. Di antaranya curanmor di Jalan Waribang Gang Margot Denpasar Timur, Jalan Sedap Malam Gang Ratna No. 72 Denpasar Timur, Jalan Sedap Malam depan Banjar Abian Tubuh Denpasar Timur, Jalan Turi No. 45 Denpasar Timur, Jalan Narakusuma Denpasar Timur, Jalan Letda Kajeng Denpasar Timur, Jalan Kembang Matahari Denpasar Timur, Jalan Buluh Indah Denpasar Barat, Jalan Tegal Buah Denpasar Barat, Jalan Kebo Iwa Utara Denpasar Barat, Jalan Kebo Iwo Selatan Denpasar Barat, Jalan Bhuana Raya Denpasar Barat, Jalan Raya Dalung dekat Kampus Dhyana Pura Badung, Jalan Kwanji Badung, Jalan Batuyang Gianyar.

Atas tindakan pidana pencurian dengan pemberatan ini, akan dijerat Pasal 363 KUHP dimana diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Jual Tanah Milik Orang Lain, Polda Bali Ungkap Kasus Penipuan IKT Asal Nusa Penida

Published

on

By

de
UNGKAP KASUS PENIPUAN: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Ary Satriyan, S.I.K, M.H. didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Made Rustawan, S.H, M.H. saat konferensi pers kasus penipuan sertifikat di Mapolda Bali, Selasa (14/9). Hadir Kakanwil BPN Provinsi Bali Ketut Mangku, A. Ptnh, S.H. M.H. dan Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Agus Apriawan, S.T., S.H., M.Kn.

Denpasar, baliilu.com – Diduga tersangka IKT menjual tanah milik orang lain yang sudah disertifikatkan menjadi atas nama terlapor, kemudian dijual kepada korban Ni Made Murniati dengan mengatakan tanah tersebut adalah miliknya dan bukan tanah bermasalah atau dalam sengketa, kini kasus dugaan tindak pidana penipuan ini ditangani pihak Polda Bali.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Ary Satriyan, S.I.K, M.H. menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers di Mapolda Bali, Selasa (14/9). Dihadiri Kakanwil BPN Provinsi Bali Ketut Mangku, A. Ptnh, S.H. M.H., Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Agus Apriawan, S.T., S.H., M.Kn., Dir Reskrimum Ary Satriyan yang didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Made Rustawan, S.H, M.H. lanjut di depan awak media menguraikan pengungkapan kasus penipuan yang dilakukan tersangka IKT (53) asal Dusun Pundukkaha Kelod Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung ini.

Kombes Ary Satryan mengungkapkan, bermula pada 2016 terlapor IKT mendatangi korban (pelapor) untuk menawarkan 4 bidang tanah yang terletak di Desa Bunga Mekar Nusa Penida, dengan menunjukkan 4 buah fotokopi sertifikat masing-masing atas nama IKT. Bahwa, tanah tersebut adalah tanah miliknya sesuai yang tercatat di SHM.

‘’Tersangka menerangkan bahwa tanah tersebut lokasi dan pemandangannya bagus, dan tanah tersebut bukan tanah sengketa serta tersangka juga menjamin bahwa tanah tersebut tidak akan ada masalah di kemudian hari,’’ terang Dir Reskrimmum Ary Satryan.

Dari keterangan terlapor, korban Ni Made Murniati dan suaminya I  Nengah Setar tertarik untuk membelinya, selanjutnya pada Mei 2016, tersangka IKT, I Ketut Merta bersama-sama dengan korban dan suaminya mendatangi kantor notaris Putu Puspajana, S.H. di Jalan Puputan I/5 Semarapura, Klungkung.

Baca Juga  Di Tengah Pandemi Covid, Polresta Denpasar Bagikan Sembako kepada Warga yang Membutuhkan

Di hadapan notaris mereka memohon agar dibuatkan akta perjanjian perikatan jual beli terkait bidang tanah yang akan ditransaksikan. Di hadapan notaris, IKT kembali menerangkn bahwa tanah tersebut memang benar miliknya dan tidak dalam sengketa  keluarga dan menjamin di kemudian hari tidak akan bermasalah. IKT juga meminta  notaris agar menuangkan keterangannya ke dalam akta PPJB agar Ni Made Murniati dan suaminya lebih percaya dan yakin bahwa tanah tersebut tak bermasalah.

Selanjutnya, notaris Putu Puspajana, S.H. membuatkan akta PPJB dilanjutkan dengan pembacaan akta oleh notaris dan sudah disepakati oleh para pihak, sehingga kedua pihak menandatangani masing-masing akta. Bahwa akta tersebut juga merupakan bukti pembayaran yang sah sesuai kesepakatan para pihak sejumlah Rp. 832.950.000, dan tersangka IKT sudah menerima uang pembayaran tersebut.

Namun pada tahun 2018, ada gugatan dari pihak I Nyoman Tangkas, dkk, dan Gusti Ketut Indra, dkk, di Pengadilan Negeri Semarapura, yang menggugat tersangka IKT dan Ni Made Murniati, terkait permohonan penerbitan sertifikat dan jual beli yang dilakukan oleh tersangka IKT yang saat ini SHM sudah beralih hak ke an Ni Made Murniati dan dalam gugatan tersebut telah diputus oleh PN Semarapura yang menyatakan proses penerbitan sertifikat yang dilakukan oleh IKT merupakan perbuatan melawan hukum, dan menyatakan bahwa proses jual beli yang dilakukan oleh IKT dengan Ni Made Murniati adalah cacat hukum. Sehingga IKT mengajukan perkara tersebut ke tingkat banding, dan sudah diputus, dimana putusannya menguatkan putusan PN Semarapura, dan selanjutnya mengajukan kasasi, dan sudah diputus dengan putusannya yaitu menolak permohonan pemohon.

Saat ini sertifikat atas nama Ni Made Murniati dalam proses pembatalan, sesuai permohonan dari penggugat di BPN Klungkung sehingga dengan adanya peristiwa tersebut Ni Made Murniati merasa dirugikan.

Baca Juga  DPC PDIP Kota Denpasar Buat Laporan Dugaan Penyebaran Berita Bohong Ketua Umum DPP PDIP

‘’Sehubungan dengan adanya peristiwa tersebut korban datang dan membuat laporan polisi di SPKT Polda Bali, dan diteruskan ke Ditreskrimum Polda Bali untuk dilakukan proses penyidikan yang selanjutnya ditangani oleh Tim Unit 2 Subdit II Ditreskrimum Polda Bali,’’ ungkap Dir Reskrimum Ary Satryan.

Proses penyidikan, lanjut Ary Satryan, dengan memeriksa pelapor/korban, pemeriksaan para saksi-saksi, notaris, dan saksi dari Kantor Pertanahan Klungkung dan dilakukan penyitaan barang bukti dari pelapor/korban, notaris, serta dari Kantor Pertanahan klungkung. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap terlapor.

Setelah korban, saksi-saksi, dan terlapor diperiksa dan keterangannya dituangkan dalam berita acara pemeriksaan, ditemukan 2 alat bukti yang cukup selanjutnya dilakukan gelar perkara penetapan tersangka. Dan hasil dari gelar perkara yaitu menetapkan terlapor sebagai tersangka dengan diterbitkan surat perintah  penetapan tersangka, tertanggal 29 Juni 2021.

Lanjut dalam tahap pemberkasan diserahkan ke JPU dan dari Kejaksaan Tinggi Bali telah membalas berkas perkara per tanggal 30 Agustus 2021, dimana hasil penyidikan perkara pidana sudah lengkap (P21).

Barang bukti yang disita berupa fotokopi legalisir minuta akta PPJB No. 45, tanggal 27 Mei 2016, fotokopi legalisir minuta akta PPJB No 46, tanggal 27 Mei 2016, fotokopi legalisir minuta akta PPJB No. 47, tanggal 27 Mei 2016, foto legalisir minuta akta PPJB No. 56, tanggal 31 Mei 2016, fotokopi 4 (empat ) SHM an. Ni Made Murniati,  fotokopi warkah penerbitan sertipikat yang dilegalisir, dan fotokopi putusan gugatan perdata PN, PT dan Kasasi.

‘’Selanjutnya kami melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum,’’ pungkasnya. (eka)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polisi Tangkap Pembobol Mesin ATM Bank BPD Canggu di Bima NTB

Published

on

By

de
KONFERENSI PERS: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Ary Satriyan, S.I.K, M.H. saat memberikan keterangan pers terkait kasus pembobolan mesin ATM Bank BPD Canggu, di Mapolda Bali, Jumat (10/9).

Denpasar, baliilu.com – Tim Resmob Polda Bali bersama Polsek Kuta Utara berhasil mengungkap kasus percobaan pembobolan mesin ATM Bank BPD Kas Canggu, Badung. Setelah melalui penyelidikan, pelaku berinisial FDB (22) akhirnya berhasil ditangkap di Bima, NTB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Ary Satriyan, S.I.K, M.H. menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (10/9). Didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Made Rustawan, S.H, M.H, Dir Reskrimum Ary Satriyan menjelaskan pengungkapan kasus pembobolan mesin ATM Bank BPD Kas Canggu, Badung bermula dari laporan Ida Bagus Ary Rahma, karyawan BUMD.

Kombes Ary Satriyan memaparkan, dari laporan saksi kronologis kejadian pada Selasa, 31 Agustus 2021 sekira pukul 05.00 Wita telah terjadi tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh pelaku FDB dengan cara masuk ke dalam kantor Bank BPD Kas Canggu dengan membuka paksa pintu rolling door/gembok dirusak, dan pintu utama yang terbuat dari kaca dipecah.

Pelaku mencoba membongkar mesin ATM namun tidak berhasil dan uang di dalam ATM tidak bisa diambil. Pada saat pelaku diketahui berada di dalam kantor oleh salah satu karyawan dan saat dipanggil-panggil berpura-pura gila dengan menstempel seluruh wajahnya, lalu berjalan keluar seperti biasa dengan memegang stempel menuju motor miliknya jenis Mio warna hitam tanpa plat di muka dan belakang yang diparkir dekat toko Decoration Gordyn. Pelaku langsung menghidupkan motor lalu pergi ke arah timur. Dengan kejadian tersebut selanjutnya melaporkan ke Polsek Kuta Utara.

Dari laporan peristiwa tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta Utara yang di-back up Tim Resmob Polda Bali menindaklanjuti dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar TKP dan memeriksa CCTV yang ada di TKP kemudian dari petunjuk-petunjuk yang telah dikumpulkan di TKP diketahui pelaku pencurian tersebut mengarah kepada seorang laki-laki yang merupakan orang NTT yang bernama FDB.

Baca Juga  Kapolri Minta Strategi Pengendalian Covid-19 di Bali Diperkuat Agar Ekonomi Terus Tumbuh

Selanjutnya berdasarkan keterangan dan petunjuk tersebut, Tim Opsnal Resmob Polda Bali melakukan penyelidikan terhadap diduga pelaku tersebut dengan mengarah ke kost diduga pelaku, namun diduga pelaku sudah pulang ke kampungnya kemudian tim bergerak ke Pelabuhan Benoa untuk mengecek manifest penumpang kapal dan ditemukan atas nama diduga pelaku mengarah ke Bima, kemudian lanjut ke Kupang. ‘’Setelah mengetahui kapal tersebut transit di Bima NTB kemudian tim bergerak ke Bima untuk mengamankan diduga pelaku. Diduga pelaku berhasil diamankan di Bima, NTB dan dari hasil introgasi pelaku mengakui perbuatannya kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Mako Polsek Kuta Utara guna proses hukum,’’ ujar Ary Satriyan.

Barang bukti yang diamankan, 1 buah motor Yamaha Mio warna hitam, 1 buah besi panjang yang digunakan untuk memecahkan kaca, 1 buah kaos berwarna putih yang digunakan pada saat percobaan pencurian, 2 buah monitor, 2 buah keyboard, 1 buah CPU, 1 buah mouse.

Selain barang bukti tersebut juga diamankan barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan oleh pelaku FDB berupa 1 CPU komputer, 1 LCD monitor, printer, keybord, mouse dan kabel, yang diakui dari hasil pencurian pada salah satu sekolah di Denpasar yang dilakukan pada 2 September 2021 pukul 02.00 Wita. Sedangkan 1 LCD monitor, 1 keybord, yang diakui dari hasil pencurian di salah satu villa di Ubud 28 Agustus 2021 pukul 23.00 Wita. Sementara kerugian materiil pembobolan mesin ATM Bank BPD Canggu senilai Rp. 3.000.000.

Pelaku diduga melanggar tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP jo Pasal 53 KUHP. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Pelaku Curanmor Belasan Kali dan Kasus Penadahan Diamankan Polda Bali

Published

on

By

de
SIARAN PERS: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Ary Satriyan, S.I.K, M.H. saat memberikan keterangan pers kasus curanmor dan penadahan di Mapolda Bali, Jumat (10/9).

Denpasar, baliilu.com – Setelah menerima laporan masyarakat, Kepolisian Daerah (Polda) Bali berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penadahan dengan pelaku berinisial IS (34) dan MM (27). Tersangka pelaku curanmor belasan kali berinisial IS melakukan aksi pada 31 Agustus 2021 di Jalan Buana Kubu Denbar, sedangkan 1 September MM menjual sepeda motor N-Max hasil curian tersebut kepada IB RW di bilangan Jalan Hang Tuah Sanur.

Demikian disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Ary Satriyan, S.I.K, M.H. saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (10/9). Didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Made Rustawan, S.H, M.H, Dir Reskrimum Ary Satriyan menjelaskan pengungkapan kasus curanmor dan penadahan bermula dari laporan informasi maraknya pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polda Bali.

‘’Untuk membasmi curanmor serta pengaduan masyarakat tersebut, Tim Resmob melakukan lidik dan mencari informasi. Tim memperoleh informasi ada seseorang yang hendak menjual motor dengan harga miring dan tanpa surat-surat. Dari informasi tersebut tim melakukan penyelidikan dengan memancing untuk transaksi lalu berhasil mengamankan penjual motor N-Max warna hitam dan selanjutnya Tim Resmob mengamankan penjual motor N-Max tersebut ke Mako Resmob dan melakukan pengembangan untuk mencari pelaku utama,’’ terang Ary Satriyan.

Dikatakan, dari hasil introgasi penjual sepeda motor N-Max tersebut, bahwa yang bersangkutan memperoleh motor dari seseorang yang kenal di FB. Selanjutnya tim memancing penjual N-Max, didapat info keberadaan penjual motor yang bernama MM tersebut berada di dalam Lapas Kerobokan. Tim lanjut melucur ke Lapas Kerobokan untuk mengintrogasi pemberi motor. ‘’Dari hasil introgasi diperoleh keterangan MM memperoleh motor dari mantan napi curanmor yang sudah keluar masuk lapas yang saat ini sudah ditahan di Polsek Kuta dalam kasus yang sama,’’ ujarnya.

Baca Juga  DPC PDIP Kota Denpasar Buat Laporan Dugaan Penyebaran Berita Bohong Ketua Umum DPP PDIP

Lanjut, Tim Resmob meluncur ke Polsek Kuta untuk introgasi pelaku. Dari hasil introgasi, pelaku berinisial IS mengakui bahwa mencuri motor yang sedang parkir di depan rumah pinggir jalan dengan cara motor dituntun 20 meter lalu mencari Gojek untuk mendorong motor hasil curian tersebut sampai ke rumah pelaku di Tanjung Benoa.

‘’Dari hasil introgasi, pelaku juga mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak 15 kali. Untuk 11 sepeda motor lainnya masih dalam pengembangan,’’ ungkapnya seraya menyebut kerugian dalam kasus curanmor satu unit sepeda motor N-Max senilai Rp. 28.000.000.

Sementara itu, saksi curanmor atas nama Edi Nurahman dalam laporannya menyampaikan kronologis pencurian pada Selasa, 31 Agustus 2021 sekira pukul 23.30 Wita di saat dirinya habis beli nasi goreng, lanjut pulang naruh nasi goreng dengan memarkir sepeda motor Yamaha  N-Max warna hitam DK 2695 AAX di depan rumah di pinggir jalan. Motor ditinggal kurang lebih 15 menit kemudian korban keluar, sepeda motor tersebut sudah tidak ada di depan rumah. Korban sempat mencari, namun tidak ketemu lalu korban melapor ke Polresta Denpasar.

Sedangkan kronologis penadahan pada Rabu, 1 September 2021 di depan Circle K di Jalan Hang Tuah Sanur, dimana sepeda motor Yamaha N-Max hasil curanmor dijual oleh MM kepada IB RW melalui media sosial kemudian IS yang disuruh oleh MM membawa sepeda motor tersebut ke TKP untuk diserahkan kepada IB RW. IB RW lanjut bertemu dengan Fatmawati (adik MM) di sebelah RS Puri Bunda Jalan Gatot Subroto menyerahkan uang Rp. 6.000.000. untuk pembayaran sepeda motor, kemudian sejumlah uang tersebut diserahkan kepada MM melalui transfer.

Dari kasus ini, barang bukti yang diamankan 1 unit Yamaha N-Max warna hitam DK 2695 AAX, N-Max warna hitam TKP Kuta, Mio Soul warna kuning TKP Kuta, Vario warna hitam TKP Densel. Sedangkan pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP (TP Curat) dan 480 KUHP. (eka)

Baca Juga  Polsek Benoa Beri Tindakan Tegas dan Terukur bagi Pelanggar Prokes

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca