Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dalam Rangka Riset ‘’Academic Leadership Grant’’, FH Universitas Padjadjaran Kunjungi FH Unud

BALIILU Tayang

:

de
KUNKER: FH Unud dipimpin Dekan FH Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, S.H., M.Hum. menerima kunjungan kerja (kunker) FH Universitas Padjadjaran dipimpin Dekan Dr. Idris, S.H., M.A. pada Kamis, 25 November 2021 bertempat di Ruang Vicon Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) dipimpin Dekan FH Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, S.H., M.Hum. menerima kunjungan kerja (kunker) Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dipimpin Dekan Dr. Idris, S.H., M.A. pada Kamis, 25 November 2021 bertempat di Ruang Vicon Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana didampingi Koordinator Program Studi Sarjana Ilmu Hukum Dr. Made Gde Subha Karma Resen, S.H.,M.Kn., Koordinator Unit Pengelola Informasi dan Kerjasama Dr. I Nyoman Bagiastra, S.H.,M.H., narasumber Fakultas Hukum Bagian Hukum Internasional Made Maharta Yasa, S.H., M.H., Dr. A.A. Gede Duwira Hadi Santosa, S.H., M.Hum., Dr. I Gede Pasek Eka Wisanjaya, S.H., M.H., I Gusti Ngurah Parikesit Widiatedja, S.H., M.Hum., LLM., Ph.D, Tjok. Istri Diah Widyantari Pradnya Dewi, S.H., M.H., dan perwakilan narasumber Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana Dr. I Made Anom Wiranata, S.IP., M.A.

Dekan FH Universitas Padjadjaran Dr. Idris, S.H., M.A. yang juga anggota tim Riset Academic Leadership Grant, didampingi Dr. Arfin Sudirman, S.I.P., M.I.R, ketua Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Padjadjaran, selaku anggota tim Riset Academic Leadership Grant, Mursal Maulana, S.H., M.H, selaku Dosen dan Asisten Peneliti dari Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran.

Dekan FH Unud Sumerta Yasa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan sangat senang dengan kunjungan (silaturahim) kerja dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran yang telah berkenan mengunjungi Kampus Merah Universitas Udayana. Ucapan terima kasih juga disampaikan atas kesediaan rekan-rekan Bagian Hukum Internasional dan perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang menyempatkan waktunya untuk menyambut kunjungan dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Sehingga diharapkan tujuan dari kunjungan FH Universitas Padjadjaran sedikit banyak dapat dicapai dan sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran mengucapkan terima kasih atas penerimaan kunjungan (silaturahim) kerja yang sangat baik dari Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan manyampaikan terkait agenda kunjungan kerja yang salah satunya adalah FGD  dalam rangka  pelaksanaan  riset  dengan  skema  Academic  Leadership  Grant  dengan  judul “Pembentukan Model Kerjasama Penanganan Marine Debris Ditinjau Melalui Perspektif Hukum, Politik dan Keamanan dalam Kerangka Implementasi SDGs 14 di ASEAN.” Selain itu juga diharapkan dapat mendiskusikan terkait pelaksanaan perjanjian kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan Universitas Udayana.

Dalam sesi diskusi, Dr. Arfin Sudirman, S.I.P., M.I.R, ketua Departemen Hubungan Internasional mengkaji terkait Deklarasi Marine Debris ASEAN di Indonesia sudah diimplementasikan pada produk hukum, yang sudah cukup memadai dimana salah satunya menurut pandangannya melihat bahwa produk-produk hukum yang ada di Bali tidak lepas dari kearifan lokal dan security apparatus diambil dari tokoh adat dan tokoh agama yang sangat berpengaruh pada masyarakat Bali. Sehingga keberpihakan masyarakat Bali terhadap lingkungan dan alam sangat tinggi.

Pada perda salah satu yang ada di Bali pada Pergub Bali No. 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai dan Laut. Keterkaitan langsung perlindungan terhadap lingkungan dan alam sangat tinggi. Security Aparatus secara teoritis harus dimiliki negara.

Dr. A.A. Gede Duwira Hadi Santosa, S.H.,M.Hum., narasumber Fakultas Hukum Bagian Hukum Internasional menyampaikan masukan untuk riset atau kajian yang dapat dilihat pada UUD Cipta Kerja yang juga sudah mencakup pada perlindungan yang dibahas pada riset dan kajian yang sedang dilakukan. Selanjutnya tentang perda di Bali ada pepatah rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, sehingga dapat dilihat dari upacara yang di Bali pada bulan-bulan tertentu dapat menyumbangkan sampah yang tidak sedikit. Dan tidak dapat dipungkiri masyarakat di Bali salah satu penyumbang sampah di lingkungan dan alam. Isu Pergub Bali tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik sekali pakai yang kurang didengar masyarakat, isu terakhir yang dapat dimasukkan adalah pengelolaan sampah plastik di masa pendemi yang melonjak.

Dr. I Made Anom Wiranata, S.IP., M.A., narasumber Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana menyampaikan sharing terkait political ekologi dan gerakan sosial khususnya di bidang lingkungan. Sampah merupakan modernitas yang memberi dampak kembali /  dampak balik, peradaban manusia menciptakan resiko yang tidak diketahui dan kemudian berupaya menangani resiko dan menimbulkan resiko yang baru.

Sebagai penutup diskusi, Dr. Idris, S.H., M.A., sangat berterimakasih atas masukan-masukan dari narasumber dan beberapa masukan akan dipertimbangkan untuk ditambahkan pada riset yang dilaksanakan. Dekan FH Universitas Padjadjaran ini mengucapkan terima kasih atas silaturahim yang sangat baik dan menyampaikan atas pertanyaan Dr. A.A. Gede Duwira Hadi Santosa, S.H.,M.Hum. bahwa penerapan tugas akhir mahasiswa di FH Universitas Padjadjaran ada 4 pilihan yaitu skripsi, legal momerandum, studi kasus dan jurnal.

Meskipun kegiatan kunker berlangsung dalam waktu relatif singkat, namun melalui kunker ini, diyakini nantinya dapat meningkatkan jalinan kerjasama yang baik antara Fakultas Hukum Universitas Udayana dan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Lomba Mancing, Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Kebersamaan Krama Tempek Pengabetan

Published

on

By

Bupati Sanjaya menebar ikan saat Lomba Mancing Air Deras di Tabanan
TEBAR IKAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menebar ikan saat menghadiri Lomba Mancing Air Deras yang diselenggarakan oleh Banjar Adat Manusmrtti Dauh Pala – Pengabetan, Tempek Pengabetan, bertempat di Telabah Yeh Pegat, Dauh Peken, Tabanan, Minggu (8/11). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Lomba Mancing Air Deras yang diselenggarakan oleh Banjar Adat Manusmrtti Dauh Pala – Pengabetan, Tempek Pengabetan, bertempat di Telabah Yeh Pegat, Dauh Peken, Tabanan, Minggu (8/11). Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 350 peserta dari Kabupaten Tabanan maupun luar daerah tersebut berlangsung meriah.

Para peserta berkesempatan memperebutkan hadiah utama berupa uang tunai jutaan rupiah, serta berbagai hadiah hiburan lainnya. Dengan harga kupon sebesar Rp 60.000, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan mempererat kebersamaan antarpemancing, tetapi juga memiliki tujuan sosial dan keagamaan, yakni sebagai upaya penggalian dana untuk mendukung pembangunan dan Pemelaspasan Gedong Suci Ratu Ayu Balai Tempek Pengabetan, sekaligus pelaksanaan Ngenteg Linggih dan Ngusaba Desa di Tempek setempat.

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Perbekel dan tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi penuh kegiatan ini. Ia berharap, semangat kebersamaan, gotong-royong, serta partisipasi masyarakat diharapkan terus terjaga dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan kegiatan adat serta keagamaan di lingkungan masyarakat.

Menambah semarak kegiatan, Bupati Sanjaya juga turut ambil bagian dalam lomba mancing tersebut. Dengan penuh antusias, Sanjaya ikut memancing di Telabah Yeh Pegat dan berhasil mendapatkan seekor ikan lele. Momen tersebut semakin menambah keakraban dan suasana kebersamaan bersama masyarakat serta para peserta yang hadir. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

WNA Amerika Serikat Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan di Ketewel

Published

on

By

Polisi olah TKP penemuan WNA meninggal di rumah kontrakan Ketewel
MENINGGAL: Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Amerika Serikat ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Amerika Serikat ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.

Korban diketahui berinisial JMD. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telungkup di lantai kamar rumah kontrakan yang ditempatinya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang datang ke lokasi untuk menjemput korban atas permintaan rekan korban. Sebelumnya, korban sempat dihubungi melalui telepon, namun tidak memberikan respons.

Setibanya di lokasi, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia. Saksi kemudian menghubungi penghuni rumah lainnya yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Ketewel.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Sukawati Kompol I Nyoman Wiranata, S.H., bersama personel piket fungsi segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan identifikasi Satreskrim Polres Gianyar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari kondisi awal di lokasi, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan.

Kapolsek Sukawati Kompol I Nyoman Wiranata, S.H. menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi TKP, melakukan olah TKP, mengidentifikasi korban, meminta keterangan saksi-saksi hingga mengumpulkan bukti dan dokumentasi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Terkait penyebab pasti kematian, masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga kami tidak ingin berspekulasi. Kami telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

Saat ini, peristiwa tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Sukawati guna memastikan penyebab kematian korban.

Polres Gianyar mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya peristiwa yang membutuhkan penanganan petugas, sehingga dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers

Published

on

By

Ketua Umum PWI Akhmad Munir bertemu Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan di Jakarta
PERTEMUAN: Pertemuan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dengan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan di Ruang Rapat PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: ist)

Jakarta, baliilu.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI melakukan pertemuan membahas peluang kerja sama untuk memperkuat ekosistem informasi nasional, meningkatkan literasi publik, serta menjaga keberlangsungan industri pers di tengah persaingan dengan platform digital global.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dengan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan di Ruang Rapat PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Akhmad Munir mengatakan, wartawan kini memiliki peran penting sebagai tulang punggung dalam memberikan literasi informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat. Karena itu, penguatan kompetensi, etiks dan kualitas wartawan perlu menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat siapa pun dapat memproduksi dan menyebarkan informasi. Kondisi tersebut menuntut wartawan untuk tetap menjaga kompetensi, etika serta memegang teguh kaidah jurnalistik.

“Di tengah situasi yang serba instan seperti sekarang, siapa pun bisa menjadi wartawan, siapa pun bisa menjadi redaktur, dan siapa pun bisa menjadi produser. Di sinilah pentingnya penguatan kompetensi dan etika wartawan,” kata Akhmad Munir.

Dia juga menekankan pentingnya koordinasi antara sumber informasi pemerintah dan wartawan. Bakom dinilai memiliki sumber data dan informasi mengenai kebijakan pemerintah yang dapat disampaikan kepada masyarakat melalui jaringan media.

Dengan koordinasi tersebut, informasi mengenai kebijakan dan implementasi program pemerintah diharapkan dapat tersampaikan berdasarkan data, fakta, dan waktu yang tepat sehingga mengurangi kesimpangsiuran informasi di ruang publik.

Selain penguatan kompetensi dan koordinasi informasi, Akhmad Munir menyoroti perlunya kehadiran negara untuk memperkuat industri pers nasional. Industri pers saat ini menghadapi tekanan dari platform digital global, persaingan bisnis lokal, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penerapan publisher rights atau hak penerbit. Perjuangan untuk memberikan perlindungan terhadap produk jurnalistik perlu dilanjutkan agar industri pers mendapatkan kesetaraan nilai ekonomi dengan platform digital.

“Padahal, yang kita inginkan adalah adanya kesetaraan dalam menentukan nilai ekonomi atas produk jurnalistik. Sementara itu, kita masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk memperjuangkan hal tersebut. Ini merupakan perjuangan panjang,” ujarnya.

Akhmad Munir menambahkan, PWI memiliki jaringan yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah anggota hampir 35 ribu wartawan. Jaringan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperluas penyebaran informasi sekaligus meningkatkan literasi masyarakat hingga tingkat daerah.

“DNA PWI jangan diragukan, DNA PWI adalah organisasi wartawan yang memiliki nilai kejuangan dan perjuangan. PWI dilahirkan oleh wartawan-wartawan pejuang yang turut mengantarkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai perjuangan itu terus kita jaga dan relevansikan hingga masa mendatang,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menyambut baik peluang kerja sama dengan PWI. Dia menilai kolaborasi dengan insan pers penting untuk menghadapi perubahan ekosistem komunikasi dan informasi yang semakin dipengaruhi perusahaan teknologi besar atau big tech.

Syahganda mengatakan, perkembangan media sosial dan algoritma platform digital telah mengubah pola persebaran informasi di ruang publik. Informasi yang disampaikan melalui media arus utama tidak selalu menjadi perhatian utama masyarakat karena percakapan di media sosial dapat berkembang dengan arah berbeda.

“Sekarang, tren big data tersebut sudah dikombinasikan dengan ChatGPT dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dunia menjadi semakin canggih,” bebernya.

Dia mencontohkan informasi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebarkan secara luas. Namun, menurutnya, informasi yang kemudian ramai berkembang di media sosial dengan algoritmenya, justru yang terekspos luas berkaitan dengan kasus keracunan.

“Ini merupakan dunia baru yang harus kita pahami. Kita tidak bisa melawan kekuatan platform begitu saja,” kata Syahganda.

Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan Bakom mengambil peran serius dalam mengomunikasikan kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, Bakom berupaya membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital serta pihak yang menangani ruang siber.

Meski demikian, Syahganda menegaskan bahwa kerja sama dengan wartawan harus tetap mengedepankan kompetensi dan etika jurnalistik. Dia berharap wartawan tetap menjaga prinsip profesi dan melakukan konfirmasi terhadap informasi yang belum jelas.

Selain penguatan literasi informasi, Syahganda juga menyatakan perlunya perhatian bersama terhadap keberlangsungan industri media nasional, termasuk media lokal. Pemerintah, kata dia, terbuka untuk membangun kerja sama dengan perusahaan pers guna mendukung keberlangsungan industri tersebut.

“Kami siap membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan, dengan insan pers, baik wartawan maupun pemilik media dan perusahaan pers,” ujarnya.

Syahganda juga menyampaikan harapan agar hubungan Bakom dengan PWI dapat terus terjalin melalui komunikasi dan pertukaran masukan. Dia bahkan membuka peluang penyediaan ruang bersama bagi PWI di gedung baru Bakom yang direncanakan ditempati pada tahun depan.

“Dulu, ketika saya masih menjadi aktivis buruh, saya pernah mendapatkan ruangan di sebuah tempat. Semua organisasi saat itu juga diberikan ruangan. Jadi, kalau memungkinkan, nanti kita siapkan juga ruangan, termasuk untuk teman-teman PWI,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca