Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Dampak KTT G20, Menparekraf: Tidak Hanya Dirasakan oleh Nusa Dua, juga Seluruh Ekosistem Pariwisata

BALIILU Tayang

:

sandi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: gs)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan penyelenggaraan KTT G20 di Bali memberi dampak positif bagi sektor pariwisata. Di kawasan Bali Selatan misalnya peningkatan okupansi hotel sangat signifikan.

Dari data, Sandiaga Uno melihat terutama di kawasan Nusa Dua tingkat penghunian kamar hotel sudah mencapai angka 100 persen. Di sekitar kawasan Nusa Dua sudah mencapai sekitar 80 persen dan di kawasan Bali Selatan mencapai 70 persen. Kalau rata-rata seluruh Bali meliputi Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Timur kita melihat di angka 55 sampai 60 persen.

’’Ini menunjukkan bukan hanya dirasakan oleh satu lokasi di Nusa Dua, tetapi juga dirasakan oleh seluruh Bali, seluruh ekosistem pariwisata karena penyewaan kendaraan juga sangat penuh, UMKM penjualannya naik sampai 3 kali lipat dan lapangan kerja juga tercipta,‘‘ ujar Menparekraf Sandiaga Uno selepas mengunjungi Digital Transformation Expo (DTE) sebagai side event KTT G20, Selasa, 15 November 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung-Bali.

Sandiaga lanjut menyebut penyelenggaran KTT G20 sekaligus menjadi bagian dari penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun ini dari sektor pariwisata.

Terkait kekhawatiran masyarakat bahwa pariwisata Bali akan menurun lagi usai gelaran KTT G20, Sandiaga Uno mengatakan kuncinya adalah keberlanjutan penyelenggaraan event-event berkelas dunia. Setelah ini kita akan menyelenggarakan pose event untuk Global Tourism Forum, yang akan berlangsung selama dua hari. Lanjut ada World Cup Ispot selama 10 hari. Dimana kita akan melihat mata dunia memandang Bali lagi karena di Bali dilakukan pertandingan piala dunia tentang Ispot yang mengundang lebih dari 150 negara. Awal tahun depan juga ada beberapa kegiatan skala dunia dan puncaknya World Beach Games.

’’Selama kita bisa mengawal momentum ini dengan menghadirkan event berskala dunia, dan ini juga kita mengundang bukan hanya pemerintah tetapi dunia usaha ikut berpartisipasi. Dan kami sangat  optimis kami bisa mengawal bangkitnya pariwisata dan ekonomi kreatif terutama lapangan kerja.‘‘ ujar Sandiaga Uno.

Baca Juga  Sandiaga Uno Sampaikan Keunggulan Desa Wisata di Bali dalam Seminar Bhakti Desa Unud

Dikatakan, semasa pandemi Covid-19 para pekerja parekraf sempat nganggur selama dua tahun. Dengan kegiatan ini mereka kembali bekerja memiliki penghasilan dan kesejahteraan yang meningkat dan kehidupannya semakin baik.

Di tengah penyelenggaraan KTT G20, Sandiaga Uno mengakui wisatawan tidak ke wilayah Nusa Dua selama KTT G20. Ia merekomendasikan untuk mengunjungi desa-desa wisata yang banyak sekali menjadi venue side visit G20. ’’Saya memberikan beberapa opsi, ada Desa Penglipuran Bangli, Desa Wisata Undisan, Desa Wisata Jatiluwih, ada Desa Wisata Ekasari Jembrana, Serangan di Denpasar yang menampilkan banyak sekali daya tarik dan juga di Buleleng ada Pemuteran yang sekarang tengah berlangsung Pemuteran Music Festival,’’ ujarnya.

Jadi, ungkap Sandiaga Uno, wisatawan akan merasakan bukan hanya sun see and seen yang digemari para wisatawan, tetapi 3 S-nya bertambah lagi menjadi cerenity, spiritualilty dan sustainability. ‘’Kami tawarkan lagi holistik experience, pengalaman yang menyeluruh dan akan meninggalkan pengalaman yang menarik. Sehingga mereka akan bercerita kepada sanak keluarga, kepada kerabatnya untuk berwisata di Indonesia khususnya di Bali,’’ ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno juga mengungkapkan bahwa penyajian Digital Transformation Expo yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo bekerja sama dengan dunia usaha sangat luar biasa dalam penciptaan platform 4 juta lapangan kerja baru untuk di 2024.

‘’Saya melihat tidak ada jalan lain, kita harus mengikuti sebuah keniscayaan, bekerja sama dengan dunia usaha besar-besar seperti Meta dan WIR untuk mempromosikan secara gencar pariwisata kita,’’ ucap Sandiaga seraya menyebutkan kondisi pariwisata tahun ini sudah mulai pulih lagi, naik 12 peringkat dan sekarang sudah ada dalam fase pemulihan yang cukup pro fast dan momentum ini harus kita kawal. (gs/bi)

Baca Juga  Kapolda Bali Tinjau Venue Presidensi G20

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan

PARIWISATA

DPRD Badung Dorong Penataan Pariwisata Pesisir Pantai Agar Memiliki Daya Saing

Dari Diskusi Publik, ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas Melalui Gerakan Budaya’’

Published

on

By

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mendorong masyarakat secara bersama-sama berbenah menuju Badung yang memiliki orientasi kualitas penataan pariwisata di wilayah pesisir pantai agar memiliki daya saing.

‘’Harapan kami tidak hanya me-manage Pantai Jerman. Karena Badung memiliki kawasan pantai dengan panjang 82 km, dengan potensinya di masing-masing wilayah. Melalui diskusi yang sangat baik ini kami berharap kajian dari akademisi, dari pentahelix bersama-sama untuk membangun kawasan pantai di Badung ini,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H. saat menghadiri kegiatan Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung.

anom
Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. (Foto: gs)

Untuk menata pantai di Badung agar memiliki daya saing yang smart city, ungkap politisi dari PDI Perjuangan dapil Kuta ini, tentu harus dilengkapi dengan pranata-pranata baik infrastruktur, tata ruang, aspek lingkungan dan lain sebagainya. Begitu banyak aspek yang harus dipersiapkan untuk menuju smart city. ‘’Jadi kita tak bisa berbicara pantai ini harus seperti ini. Kenapa karena harus ada kajian, baik akademisi dan masyarakatnya yang paling penting, mau gak diajak ke arah kemajuan seperti itu,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, kata Anom Gumanti, untuk menuju smart city, beberapa persoalan terjadi seperti kawasan pantai yang tidak terlepas dari alam. Ketika musim sekarang misalnya, adalah bulan-bulan musim sampah kiriman, kemudian masalah sumber daya manusia. Begitu juga masalah infrastruktur yang belum memadai. Namun yang paling penting dari semua itu adalah konsepsinya. Misalnya Pantai Kuta konsepnya mau dibawa ke arah mana, daya saingnya mau kemana. Bagaimanapun juga muara akhirnya harus memiliki nilai jual. Destinasi wisata pantai kalau tidak punya nilai jual tidak berkualitas.

Baca Juga  PLN Amankan Pasokan Listrik Selama IPU ke-144 di Bali

‘’Kami memang ingin mengembalikan Pantai Kuta ke jaman tahun 80-an, maksud saya bukan pantainya yang dikembalikan tetapi wisatawannya biar seperti kunjungan tahun 80-an. Mereka membaringkan badan, melihat sunset begitu banyak. Sekarang sudah bisa dihitung dengan jari. Ini tentu tugas kita. Orang berjemur betah di Pantai Kuta kok sekarang tidak, apa masalahnya, ini yang perlu kita bedah,’’ ujarnya seraya mengungkapkan kita harus meramu lagi bagaimana menciptakan kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta seperti dulu.

‘’Saya berharap ada kajian dari berbagai pihak apakah akademisi atau pelaku pariwisata untuk membuat kawasan pantai itu menarik. Terobosan baru, yang perlu kita gali. Seperti di Uluwatu ada kecak laki-laki dan di sini (Pantai Jerman) kecaknya wanita, nah ini sebuah inovasi yang saling keterkaitan,’’ ujarnya.

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang juga menghadirkan narasumber budayawan Eros Jarot, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung. (Foto: gs)

Sementara narasumber Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Antarnegara Kemendagri Dr. Drs. Amran, M.T. mengatakan penerapan salah satu aspek untuk pengembangan smart city di perkotaan apalagi di Bali berbasis budaya sangat diharapkan. Salah satu smart city dimana lingkungan bisa terbangun dengan baik tentunya membutuhkan peran dari masyarakat. Di Bali masyarakat sudah memiliki budaya yang kuat.

Dikatakan, beberapa kota besar dunia itu berkembang, khususnya bagaimana mereka menjaga kebersihan salah satunya karena budayanya yang baik. Jepang itu sukses menjadi kota yang bersih, salah satunya karena budaya bersih.

‘’Badung khususnya di Pantai Jerman yang sementara ini kita hadir di sini, masyarakatnya sudah terbukti bagaimana Pantai Jerman itu, dulu banyak sampah dan sekarang berubah menjadi bersih bahkan hari ini ada festival kebudayaan. Itu sebuah wujud, bagaimana nanti Badung menjadi kota yang lebih baik dimulai dari beberapa wilayahnya. Kalau kita melihat saat ini di Pantai Jerman itu akan berkembang, mudah-mudahan akan sama di kawasan lain,’’ ujar Amran seraya menegaskan Kemendagri sejak awal mendukung Pantai Jerman, misalnya pada April 2022 menggelar aksi Gila Sampah. Gerakan aksi ini tumbuh dari masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Masuk 50 Besar Nominasi Desa Wisata Indonesia Bangkit, Desa Carangsari Dikunjungi Menparekraf Sandiaga Uno

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dukung Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi, Pemkot Denpasar Gelar Virtual Sales Mission

Published

on

By

Sales
Pelaksanaan Virtual Sales Mission Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar menggelar Virtual Sales Mission dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya percepatan  pemulihan kepariwisataan Bali, khususnya Kota Denpasar pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani menjelaskan, Sales Mission dilaksanakan sebagai bentuk promosi destinasi Pariwisata Kota Denpasar ke luar negeri baik target pasar utama maupun non target pasar utama. Sehingga diharapkan mampu memberikan informasi dan meningkatkan promosi pariwisata yang ada di Kota Denpasar, termasuk memberikan kesempatan bagi industri pariwisata Kota Denpasar untuk memasarkan produk yang dimiliki secara langsung dengan buyer dari luar negeri secara virtual.

Lebih lanjut dijelaskan, virtual Sales Mission mempertemukan 15 seller industri di Kota Denpasar  yang berasal dari bidang hotel, travel agent, destinasi wisata, jasa wisata, dan event wisata dengan buyer luar negeri, melalui tatap maya aplikasi  zoom. Sebanyak 56 buyer internasional dari 16 negara, yakni Singapore, Malaysia, Japan, China, Philipine,Vietnam, Australia, India, Middle east, Eropa, Italy, Netherland, Peru Hongkong dan Timor Leste mengikuti acara ini.

“Virtual Sales Mission tahun 2022 diharapkan dapat menampilkan Kota Denpasar  secara lebih komprehensif dengan berbagai aktivitas pariwisatanya, dan masyarakat melaksanakan kesehariannya, namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dikatakannya, Denpasar sebagai pusat pemerintahan, pusat penyelenggaraan pendidikan, pusat bisnis serta pusat penyelenggaraan seni dan budaya secara aktif mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali. Sehingga dengan Sales Mission ini, Dezire berharap saat pariwisata normal wisatawan akan lebih banyak ke Kota Denpasar untuk berlibur. Sehingga, hotel dan restaurant termasuk kawasan wisata lainnya bisa kembali bangkit setelah sempat terpuruk selama pandemi Covid-19.

Baca Juga  Kapolda Bali Tinjau Venue Presidensi G20

“Harapan kami dengan kegiatan ini mampu menarik kembali wisatawan dan mendukung percepatan pemulihan pariwisata pasca pandemic Covid-19,” ujarnya.

“Potensi transaksi dari hasil kegiatan ini salah satunya permintaan group dari salah satu buyer di Bulan Maret tahun 2023 untuk 30 kamar hotel selama tiga hari, semoga permintaan lainya segera menyusul,” imbuhnya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud Siap Dukung Pembangunan Desa Sidan Menuju Desa Wisata

Published

on

By

mentor
Praktisi Pemasaran Pariwisata, Mentor Desa Cerdas sekaligus Owner GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa saat menyampaikan materi di kegiatan PUMA LPPM Unud di Sidan (14/11/2022). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan Desa Sidan menuju Desa Wisata. Hal itu disampaikan oleh praktisi pemasaran pariwisata, mentor desa cerdas sekaligus owner dari GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa selepas menjadi narasumber kegiatan Program Udayana untuk Masyarakat (PUMA), yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud) pada Senin, 14 November 2022 di Kissidan Eco Hill Retreat & Resto, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Bangkitkan Gairah Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Dalam Wujudkan Tata Kelola dan Ekonomi Cerdas” ini dihadiri Ketua dan Sekretaris LPPM Unud, Perbekel Desa Sidan, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, tiga orang narasumber (akademisi Unud, praktisi pariwisata dan wirausahawan/entrepreneur), pelaku UKM dan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Sidan.

Dewa Gede Wisnu Arimbawa lanjut kepada media menyampaikan, sangat berterima kasih bisa berbagi sekaligus belajar dari Unud maupun dari pelaku pariwisata di Desa Sidan, tentang bagaimana desa wisata dapat melakukan sesuatu yang berdampak positif terhadap masyarakat dalam implementasi prinsip ekonomi cerdas.

Arimbawa pada kesempatan itu mempresentasikan materi berkaitan dengan pemberdayaan desa wisata dalam konteks ekonomi cerdas, the key point of economy cerdas yang berkaitan dengan tata kelola dan digital marketing, perlunya sinergitas antarlembaga, perlunya mempunyai sikap adaptif, kreatif, inovatif dan kolaboratif di desa wisata dengan pihak ketiga dengan mengimplementasikan prinsip amati, tiru, modifikasi (ATM) kondisi dari atraksi/daya tarik desa wisata yang cenderung mirip satu sama lain. Sehingga, mampu untuk mempercepat proses pengembangan desa wisata di Desa Sidan. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Baca Juga  PPKM Darurat, Polsek Kuta Selatan Lakukan Penyekatan di Jalur Menuju Kawasan ITDC Nusa Dua

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca