Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

FGD Health Tourism, Membangun Pariwisata Berkelanjutan di Bali

BALIILU Tayang

:

wagub
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka acara sekaligus menjadi Keynote Speaker pada Focus Group Discussion (FGD) terkait Pariwisata Kesehatan pada Selasa (18/10/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati secara resmi membuka acara sekaligus menjadi Keynote Speaker pada Focus Group Discussion (FGD) terkait Pariwisata Kesehatan atau Health Tourism Discussion: Membangun Pariwisata Berkelanjutan di Bali atau Establishing Sustainable Tourism in Bali, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali secara daring melalui zoom meeting, pada Selasa (18/10).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa bercermin pada dampak pandemi terhadap pariwisata Bali, Pemerintah Bali menyadari bahwa Bali perlu melakukan diversifikasi ekonomi. Untuk tujuan ini, pemerintah memulai rencana yang disebut ‘Transformasi Ekonomi Kerthi Bali’, yaitu rencana restrukturisasi ekonomi yang dilakukan dengan memperkuat pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan sektor lainnya.

“Ada juga kebutuhan untuk menggeser fokus dari pariwisata massal ke pariwisata berkelanjutan contoh yang bisa kita coba adalah wisata kesehatan. Tantangan di era pascapandemi adalah bagaimana untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari wisatawan. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa perjalanan ke Bali benar-benar aman dan semua protokol kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh. Ini mungkin terdengar seperti tantangan besar yang harus diatasi oleh orang Bali, tetapi juga dapat menjadi kesempatan bagus,” tutur Wagub Cok Ace.

Lebih lanjut, Prof. Cok Ace mengatakan bahwa potensi wisata kesehatan sangat penting. Bali bisa memadukan unsur kesehatan dan rekreasi untuk menarik pengunjung yang ingin memulihkan kesehatan dan meremajakan diri di Bali. “Saya yakin bahwa Bali dapat menawarkan layanan kesehatan yang baik karena kami memiliki sumber daya yang baik di bidang kesehatan. Ada banyak SDM hebat di Bali, rumah sakit kami juga berstandar internasional, dan Bali dikenal sangat ramah. Selain itu, kami memiliki udara bersih, air, dan pemandangan alam yang indah yang bisa membantu orang untuk merasa segar kembali dari stres dan kecemasan. Semua potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan Bali sebagai tujuan wisata kesehatan terkemuka,” ucap Wagub Cok Ace.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Harapkan IHGMA Dapat Bekerja Sama dengan Pemprov Bali Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Berkualitas

Menurut Wagub Cok Ace wisata kesehatan juga bisa menjadi nuansa baru bagi Indonesia. Setiap tahun ada sekitar 2 juta orang Indonesia yang berkunjung ke negara lain untuk berobat. Ini menyumbang hampir 97 triliun Rupiah. Sementara itu, data menunjukkan bahwa wisata kesehatan mungkin memiliki potensi pendapatan US$ 179,6 juta atau Rp 2,58 triliun. Selain itu, pariwisata baru ini tumbuh pesat hingga 10,8% per tahun menurut Data Kesehatan Global dan dapat meningkat hingga 16% pada pertumbuhan tahun 2025.

Bali terus melakukan pembenahan dan persiapan yang lebih baik seperti pelayanan medis, kesehatan, dan herbal. Saat ini fasilitas kesehatan yang sedang disiapkan di Bali adalah Pembangunan Rumah Sakit (RS) Bali International Hospital di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Denpasar yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Desember tahun lalu bisa menjadi langkah awal yang akan mengantarkan Indonesia sebagai jawara wisata kesehatan di kawasan ASEAN.

Selain itu, di Rumah Sakit Umum Pemerintah Prof. Ngoerah sedang dibangun Gedung Aesthetic Center yang merupakan satu diantara beberapa rencana pembangunan untuk mendukung transformasi sistem kesehatan nasional serta mengembangkan layanan wisata medis kelas dunia. Sehingga nantinya Bali tidak hanya dikenal karena pariwisata tetapi juga karena keunggulan kesehatan.

Dari segi alat kesehatan, penguatan dilakukan dengan ditempatkannya satu alat genome sequencing di Universitas Udayana. Dengan keberadaan alat tersebut, diharapkan proses pemeriksaan genetik suatu organisme jadi lebih cepat, karena sampel tidak perlu lagi dikirim ke laboratorium di luar Bali. Semua upaya ini dilakukan dengan harapan dapat menciptakan peluang yang lebih baik bagi Bali di era pasca-pandemi.

Pariwisata Kesehatan terdiri dari 2 aspek: medical tourism dan wellness tourism. Wellness tourism di Bali telah berkembang cukup baik (yoga, retreats, meditation, traditional treatment, herbal/ obat2an traditional dll). Yang sebaiknya juga dikembangkan Bali adalah menjadikan pengobatan tradisional Bali warisan leluhur sebagai hal pendukung untuk Pengembangan Pariwisata Kesehatan. Tentu saja pengobatan Bali yang telah memiliki bukti secara empirically dan scientifically proof. Selain itu, perlu diperhatikan bagaimana Bali harus memperbaiki kualitas medical facilities, seperti misalnya: peralatan teknologi dan SDM sektor kesehatan yang berkualitas.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Tekankan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Sesuai Karakter Wilayah dan Demografinya

Untuk itu, Wagub Cok Ace berharap diskusi yang diikuti oleh para profesional dalam bidangnya ini dapat menghasilkan sesuatu yang dapat meningkatkan wisata kesehatan di Bali menjadi pariwisata berkelanjutan.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah Yustikarini, menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dalam bidangnya, yaitu; Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali, Deputi Direktur, M. Setyawan Santoso, Professor of Management in the Department of Tourism School of Business, the George Washington University Prof. Liang (Larry) Yu, Government Health Office, dr. Putu Camelia. dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, doctor and integrated healer, dan Meghan Beth Pappenheim: Founder of Bali Spirit dan the Yoga Barn, Ubud (wellness practitioner in Bali). (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan

PARIWISATA

DPRD Badung Dorong Penataan Pariwisata Pesisir Pantai Agar Memiliki Daya Saing

Dari Diskusi Publik, ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas Melalui Gerakan Budaya’’

Published

on

By

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mendorong masyarakat secara bersama-sama berbenah menuju Badung yang memiliki orientasi kualitas penataan pariwisata di wilayah pesisir pantai agar memiliki daya saing.

‘’Harapan kami tidak hanya me-manage Pantai Jerman. Karena Badung memiliki kawasan pantai dengan panjang 82 km, dengan potensinya di masing-masing wilayah. Melalui diskusi yang sangat baik ini kami berharap kajian dari akademisi, dari pentahelix bersama-sama untuk membangun kawasan pantai di Badung ini,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H. saat menghadiri kegiatan Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung.

anom
Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. (Foto: gs)

Untuk menata pantai di Badung agar memiliki daya saing yang smart city, ungkap politisi dari PDI Perjuangan dapil Kuta ini, tentu harus dilengkapi dengan pranata-pranata baik infrastruktur, tata ruang, aspek lingkungan dan lain sebagainya. Begitu banyak aspek yang harus dipersiapkan untuk menuju smart city. ‘’Jadi kita tak bisa berbicara pantai ini harus seperti ini. Kenapa karena harus ada kajian, baik akademisi dan masyarakatnya yang paling penting, mau gak diajak ke arah kemajuan seperti itu,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, kata Anom Gumanti, untuk menuju smart city, beberapa persoalan terjadi seperti kawasan pantai yang tidak terlepas dari alam. Ketika musim sekarang misalnya, adalah bulan-bulan musim sampah kiriman, kemudian masalah sumber daya manusia. Begitu juga masalah infrastruktur yang belum memadai. Namun yang paling penting dari semua itu adalah konsepsinya. Misalnya Pantai Kuta konsepnya mau dibawa ke arah mana, daya saingnya mau kemana. Bagaimanapun juga muara akhirnya harus memiliki nilai jual. Destinasi wisata pantai kalau tidak punya nilai jual tidak berkualitas.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Harapkan IHGMA Dapat Bekerja Sama dengan Pemprov Bali Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Berkualitas

‘’Kami memang ingin mengembalikan Pantai Kuta ke jaman tahun 80-an, maksud saya bukan pantainya yang dikembalikan tetapi wisatawannya biar seperti kunjungan tahun 80-an. Mereka membaringkan badan, melihat sunset begitu banyak. Sekarang sudah bisa dihitung dengan jari. Ini tentu tugas kita. Orang berjemur betah di Pantai Kuta kok sekarang tidak, apa masalahnya, ini yang perlu kita bedah,’’ ujarnya seraya mengungkapkan kita harus meramu lagi bagaimana menciptakan kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta seperti dulu.

‘’Saya berharap ada kajian dari berbagai pihak apakah akademisi atau pelaku pariwisata untuk membuat kawasan pantai itu menarik. Terobosan baru, yang perlu kita gali. Seperti di Uluwatu ada kecak laki-laki dan di sini (Pantai Jerman) kecaknya wanita, nah ini sebuah inovasi yang saling keterkaitan,’’ ujarnya.

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang juga menghadirkan narasumber budayawan Eros Jarot, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung. (Foto: gs)

Sementara narasumber Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Antarnegara Kemendagri Dr. Drs. Amran, M.T. mengatakan penerapan salah satu aspek untuk pengembangan smart city di perkotaan apalagi di Bali berbasis budaya sangat diharapkan. Salah satu smart city dimana lingkungan bisa terbangun dengan baik tentunya membutuhkan peran dari masyarakat. Di Bali masyarakat sudah memiliki budaya yang kuat.

Dikatakan, beberapa kota besar dunia itu berkembang, khususnya bagaimana mereka menjaga kebersihan salah satunya karena budayanya yang baik. Jepang itu sukses menjadi kota yang bersih, salah satunya karena budaya bersih.

‘’Badung khususnya di Pantai Jerman yang sementara ini kita hadir di sini, masyarakatnya sudah terbukti bagaimana Pantai Jerman itu, dulu banyak sampah dan sekarang berubah menjadi bersih bahkan hari ini ada festival kebudayaan. Itu sebuah wujud, bagaimana nanti Badung menjadi kota yang lebih baik dimulai dari beberapa wilayahnya. Kalau kita melihat saat ini di Pantai Jerman itu akan berkembang, mudah-mudahan akan sama di kawasan lain,’’ ujar Amran seraya menegaskan Kemendagri sejak awal mendukung Pantai Jerman, misalnya pada April 2022 menggelar aksi Gila Sampah. Gerakan aksi ini tumbuh dari masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Buka Rakerprov IMI Bali, Wagub Cok Ace Harapkan Kreativitas dan Soliditas Membangun Pariwisata Berkelanjutan

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dukung Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi, Pemkot Denpasar Gelar Virtual Sales Mission

Published

on

By

Sales
Pelaksanaan Virtual Sales Mission Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata bersama BPPD Kota Denpasar menggelar Virtual Sales Mission dengan target pasar luar negeri di Ballrom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya percepatan  pemulihan kepariwisataan Bali, khususnya Kota Denpasar pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani menjelaskan, Sales Mission dilaksanakan sebagai bentuk promosi destinasi Pariwisata Kota Denpasar ke luar negeri baik target pasar utama maupun non target pasar utama. Sehingga diharapkan mampu memberikan informasi dan meningkatkan promosi pariwisata yang ada di Kota Denpasar, termasuk memberikan kesempatan bagi industri pariwisata Kota Denpasar untuk memasarkan produk yang dimiliki secara langsung dengan buyer dari luar negeri secara virtual.

Lebih lanjut dijelaskan, virtual Sales Mission mempertemukan 15 seller industri di Kota Denpasar  yang berasal dari bidang hotel, travel agent, destinasi wisata, jasa wisata, dan event wisata dengan buyer luar negeri, melalui tatap maya aplikasi  zoom. Sebanyak 56 buyer internasional dari 16 negara, yakni Singapore, Malaysia, Japan, China, Philipine,Vietnam, Australia, India, Middle east, Eropa, Italy, Netherland, Peru Hongkong dan Timor Leste mengikuti acara ini.

“Virtual Sales Mission tahun 2022 diharapkan dapat menampilkan Kota Denpasar  secara lebih komprehensif dengan berbagai aktivitas pariwisatanya, dan masyarakat melaksanakan kesehariannya, namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dikatakannya, Denpasar sebagai pusat pemerintahan, pusat penyelenggaraan pendidikan, pusat bisnis serta pusat penyelenggaraan seni dan budaya secara aktif mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali. Sehingga dengan Sales Mission ini, Dezire berharap saat pariwisata normal wisatawan akan lebih banyak ke Kota Denpasar untuk berlibur. Sehingga, hotel dan restaurant termasuk kawasan wisata lainnya bisa kembali bangkit setelah sempat terpuruk selama pandemi Covid-19.

Baca Juga  Gelar Kuliah Umum, STP Mataram Gandeng Akademisi Unud Bahas Pariwisata Berkelanjutan

“Harapan kami dengan kegiatan ini mampu menarik kembali wisatawan dan mendukung percepatan pemulihan pariwisata pasca pandemic Covid-19,” ujarnya.

“Potensi transaksi dari hasil kegiatan ini salah satunya permintaan group dari salah satu buyer di Bulan Maret tahun 2023 untuk 30 kamar hotel selama tiga hari, semoga permintaan lainya segera menyusul,” imbuhnya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud Siap Dukung Pembangunan Desa Sidan Menuju Desa Wisata

Published

on

By

mentor
Praktisi Pemasaran Pariwisata, Mentor Desa Cerdas sekaligus Owner GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa saat menyampaikan materi di kegiatan PUMA LPPM Unud di Sidan (14/11/2022). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Mentor Desa Wisata dan LPPM Unud menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan Desa Sidan menuju Desa Wisata. Hal itu disampaikan oleh praktisi pemasaran pariwisata, mentor desa cerdas sekaligus owner dari GD Tour Bali, Dewa Gede Wisnu Arimbawa selepas menjadi narasumber kegiatan Program Udayana untuk Masyarakat (PUMA), yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud) pada Senin, 14 November 2022 di Kissidan Eco Hill Retreat & Resto, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Bangkitkan Gairah Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Dalam Wujudkan Tata Kelola dan Ekonomi Cerdas” ini dihadiri Ketua dan Sekretaris LPPM Unud, Perbekel Desa Sidan, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, tiga orang narasumber (akademisi Unud, praktisi pariwisata dan wirausahawan/entrepreneur), pelaku UKM dan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Sidan.

Dewa Gede Wisnu Arimbawa lanjut kepada media menyampaikan, sangat berterima kasih bisa berbagi sekaligus belajar dari Unud maupun dari pelaku pariwisata di Desa Sidan, tentang bagaimana desa wisata dapat melakukan sesuatu yang berdampak positif terhadap masyarakat dalam implementasi prinsip ekonomi cerdas.

Arimbawa pada kesempatan itu mempresentasikan materi berkaitan dengan pemberdayaan desa wisata dalam konteks ekonomi cerdas, the key point of economy cerdas yang berkaitan dengan tata kelola dan digital marketing, perlunya sinergitas antarlembaga, perlunya mempunyai sikap adaptif, kreatif, inovatif dan kolaboratif di desa wisata dengan pihak ketiga dengan mengimplementasikan prinsip amati, tiru, modifikasi (ATM) kondisi dari atraksi/daya tarik desa wisata yang cenderung mirip satu sama lain. Sehingga, mampu untuk mempercepat proses pengembangan desa wisata di Desa Sidan. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Harapkan IHGMA Dapat Bekerja Sama dengan Pemprov Bali Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Berkualitas

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca