Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

FGD Health Tourism, Membangun Pariwisata Berkelanjutan di Bali

BALIILU Tayang

:

wagub
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka acara sekaligus menjadi Keynote Speaker pada Focus Group Discussion (FGD) terkait Pariwisata Kesehatan pada Selasa (18/10/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati secara resmi membuka acara sekaligus menjadi Keynote Speaker pada Focus Group Discussion (FGD) terkait Pariwisata Kesehatan atau Health Tourism Discussion: Membangun Pariwisata Berkelanjutan di Bali atau Establishing Sustainable Tourism in Bali, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali secara daring melalui zoom meeting, pada Selasa (18/10).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa bercermin pada dampak pandemi terhadap pariwisata Bali, Pemerintah Bali menyadari bahwa Bali perlu melakukan diversifikasi ekonomi. Untuk tujuan ini, pemerintah memulai rencana yang disebut ‘Transformasi Ekonomi Kerthi Bali’, yaitu rencana restrukturisasi ekonomi yang dilakukan dengan memperkuat pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan sektor lainnya.

“Ada juga kebutuhan untuk menggeser fokus dari pariwisata massal ke pariwisata berkelanjutan contoh yang bisa kita coba adalah wisata kesehatan. Tantangan di era pascapandemi adalah bagaimana untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari wisatawan. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa perjalanan ke Bali benar-benar aman dan semua protokol kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh. Ini mungkin terdengar seperti tantangan besar yang harus diatasi oleh orang Bali, tetapi juga dapat menjadi kesempatan bagus,” tutur Wagub Cok Ace.

Lebih lanjut, Prof. Cok Ace mengatakan bahwa potensi wisata kesehatan sangat penting. Bali bisa memadukan unsur kesehatan dan rekreasi untuk menarik pengunjung yang ingin memulihkan kesehatan dan meremajakan diri di Bali. “Saya yakin bahwa Bali dapat menawarkan layanan kesehatan yang baik karena kami memiliki sumber daya yang baik di bidang kesehatan. Ada banyak SDM hebat di Bali, rumah sakit kami juga berstandar internasional, dan Bali dikenal sangat ramah. Selain itu, kami memiliki udara bersih, air, dan pemandangan alam yang indah yang bisa membantu orang untuk merasa segar kembali dari stres dan kecemasan. Semua potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan Bali sebagai tujuan wisata kesehatan terkemuka,” ucap Wagub Cok Ace.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Harapkan IHGMA Dapat Bekerja Sama dengan Pemprov Bali Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Berkualitas

Menurut Wagub Cok Ace wisata kesehatan juga bisa menjadi nuansa baru bagi Indonesia. Setiap tahun ada sekitar 2 juta orang Indonesia yang berkunjung ke negara lain untuk berobat. Ini menyumbang hampir 97 triliun Rupiah. Sementara itu, data menunjukkan bahwa wisata kesehatan mungkin memiliki potensi pendapatan US$ 179,6 juta atau Rp 2,58 triliun. Selain itu, pariwisata baru ini tumbuh pesat hingga 10,8% per tahun menurut Data Kesehatan Global dan dapat meningkat hingga 16% pada pertumbuhan tahun 2025.

Bali terus melakukan pembenahan dan persiapan yang lebih baik seperti pelayanan medis, kesehatan, dan herbal. Saat ini fasilitas kesehatan yang sedang disiapkan di Bali adalah Pembangunan Rumah Sakit (RS) Bali International Hospital di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Denpasar yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Desember tahun lalu bisa menjadi langkah awal yang akan mengantarkan Indonesia sebagai jawara wisata kesehatan di kawasan ASEAN.

Selain itu, di Rumah Sakit Umum Pemerintah Prof. Ngoerah sedang dibangun Gedung Aesthetic Center yang merupakan satu diantara beberapa rencana pembangunan untuk mendukung transformasi sistem kesehatan nasional serta mengembangkan layanan wisata medis kelas dunia. Sehingga nantinya Bali tidak hanya dikenal karena pariwisata tetapi juga karena keunggulan kesehatan.

Dari segi alat kesehatan, penguatan dilakukan dengan ditempatkannya satu alat genome sequencing di Universitas Udayana. Dengan keberadaan alat tersebut, diharapkan proses pemeriksaan genetik suatu organisme jadi lebih cepat, karena sampel tidak perlu lagi dikirim ke laboratorium di luar Bali. Semua upaya ini dilakukan dengan harapan dapat menciptakan peluang yang lebih baik bagi Bali di era pasca-pandemi.

Pariwisata Kesehatan terdiri dari 2 aspek: medical tourism dan wellness tourism. Wellness tourism di Bali telah berkembang cukup baik (yoga, retreats, meditation, traditional treatment, herbal/ obat2an traditional dll). Yang sebaiknya juga dikembangkan Bali adalah menjadikan pengobatan tradisional Bali warisan leluhur sebagai hal pendukung untuk Pengembangan Pariwisata Kesehatan. Tentu saja pengobatan Bali yang telah memiliki bukti secara empirically dan scientifically proof. Selain itu, perlu diperhatikan bagaimana Bali harus memperbaiki kualitas medical facilities, seperti misalnya: peralatan teknologi dan SDM sektor kesehatan yang berkualitas.

Baca Juga  S2 Matrappar Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Ekasari Jembrana

Untuk itu, Wagub Cok Ace berharap diskusi yang diikuti oleh para profesional dalam bidangnya ini dapat menghasilkan sesuatu yang dapat meningkatkan wisata kesehatan di Bali menjadi pariwisata berkelanjutan.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah Yustikarini, menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dalam bidangnya, yaitu; Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali, Deputi Direktur, M. Setyawan Santoso, Professor of Management in the Department of Tourism School of Business, the George Washington University Prof. Liang (Larry) Yu, Government Health Office, dr. Putu Camelia. dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, doctor and integrated healer, dan Meghan Beth Pappenheim: Founder of Bali Spirit dan the Yoga Barn, Ubud (wellness practitioner in Bali). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Gelar Kuliah Umum, STP Mataram Gandeng Akademisi Unud Bahas Pariwisata Berkelanjutan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Seminar Kesehatan My Life Journey “Fate or Soul Destiny”

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Seminar Kesehatan My Life Journey “Fate or Soul Destiny”
Lanjutkan Membaca