Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dampingi Presiden RI V Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Gubernur Koster dan Wagub Dorong Sinergi Penanganan Pesisir

BALIILU Tayang

:

Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta
BERI PENGARAHAN: Presiden RI V yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, memberi pengarahan saat meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026) siang. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendampingi Presiden RI V yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026) siang.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, lembaga riset, akademisi, dan pemerintah daerah dalam menangani persoalan abrasi pantai, khususnya di Bali.

Menurut Megawati, penanganan abrasi tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus mempertimbangkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Orang-orang pintar di lembaga, kementerian, harus memahami bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi jangan berpikir seperti menangani benua atau daratan kontinental,” tegasnya.

Megawati mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan dalam merumuskan solusi penanganan abrasi.

“Jadi kerjanya jangan sepotong-sepotong,” ujarnya.

Ia juga mendorong penerapan kearifan lokal Bali, khususnya filosofi Tri Hita Karana, sebagai landasan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Nilai tersebut dinilai relevan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir Bali.

Perubahan Iklim Jadi Tantangan Serius bagi Wilayah Pesisir

Megawati turut menyoroti ancaman perubahan iklim, termasuk pemanasan global dan pencairan es di kutub, yang berpotensi memperburuk kondisi wilayah pesisir negara kepulauan seperti Indonesia.

Ia mendorong para ilmuwan, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi konkret melalui penguatan riset, inovasi teknologi, serta kerja sama lintas sektor.

“Ingat, ancaman dari global warming, pencairan es di kutub kian terasa bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Bertahun-tahun lalu sudah dibahas dan kita sebagai penerus harus mampu mencari solusi terbaik,” katanya.

Baca Juga  Koster Minta BPD Bali Jadi Bank Kebanggaan Krama, Harus Perkuat Kompetensi SDM dan Sistem IT

Abrasi Pantai Kuta Ancam Infrastruktur dan Aktivitas Pariwisata

Abrasi di kawasan Pantai Kuta menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap kondisi fisik pantai, fasilitas publik, serta aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Pada 2026, kondisi abrasi dilaporkan semakin mengkhawatirkan akibat pengaruh cuaca ekstrem dan gelombang laut yang kuat. Laju kemunduran garis pantai diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun sehingga menyebabkan kawasan berpasir yang dimanfaatkan wisatawan semakin menyempit.

Terjangan gelombang juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk jalur pejalan kaki, tembok pembatas, dan area aktivitas pedagang.

Kondisi tersebut memerlukan penanganan berkelanjutan mengingat Pantai Kuta merupakan salah satu ikon pariwisata Bali yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat.

Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Pengaman Pantai

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antarlembaga, Triono Junoasmono, menyampaikan bahwa pemerintah terus mengupayakan penanganan abrasi melalui pembangunan infrastruktur pengaman pantai.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di bagian selatan Pantai Kuta oleh Balai Wilayah Sungai bersama pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meredam energi gelombang laut dan mengurangi dampak abrasi terhadap kawasan pesisir.

“Pantai di Bali adalah aset strategis, bukan sekadar untuk wisata, tetapi juga menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sekitar 30 Persen Garis Pantai Bali Terdampak Abrasi

Triono mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari total garis pantai Bali yang panjangnya lebih dari 1.300 kilometer telah terdampak abrasi.

Dari kondisi tersebut, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk menangani sekitar 85 kilometer garis pantai.

Ia berharap kunjungan Ketua Dewan Pengarah BRIN bersama jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dapat memperkuat koordinasi serta mempercepat upaya penanganan abrasi di Bali.

Baca Juga  Kapolri: Polri Pastikan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT

“Dari 30 persen dari 1.300 kilometer lebih garis pantai di Bali yang terkena abrasi, kami masih menyisakan PR sepanjang 85 kilometer untuk ditangani. Mudah-mudahan dengan kunjungan Ibu Ketua Dewan Pengarah BRIN dan pihak terkait lainnya bisa segera diselesaikan,” katanya.

Peninjauan kondisi abrasi Pantai Kuta tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BRIN Prof. Amarulla Octavian, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dukung Kuta Beach Festival 2026, Pemkab Badung Matangkan Penataan Infrastruktur Kuta

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Hadiri Kuta Beach Festival 2026
HADIRI KBF 2026: Bupati Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Gusti Anom Gumanti saat hadiri Kuta Beach Festival (KBF) 2026 di Halfway Pantai Kuta, Sabtu (10/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi gelaran Kuta Beach Festival (KBF) 2026 di Halfway Pantai Kuta, Sabtu (10/10). Apresiasi tersebut disampaikan kedua pimpinan daerah saat menghadiri sesi siniar (podcast) serangkaian acara festival tahunan tersebut.

Festival berskala besar bertema The Next Wave ini berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Agenda ini memadukan festival budaya, kuliner, panggung musik, hingga kompetisi olahraga ekstrim seperti selancar (surfing) dan papan luncur (skateboarding).

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, KBF memberikan ruang bagi komunitas lokal untuk menampilkan produk dan kreativitas mereka, sekaligus menjadi penggerak daya tarik wisata Kuta. Kegiatan ini merupakan bagian hilir dari penataan Wilayah Kuta sebagai hulunya. Saat ini, Pemkab Badung fokus menata pedestrian, menyiapkan kantong parkir, serta merencanakan moda transportasi umum ke depan.

“Event ini memberi wadah komunitas untuk unjuk gigi, otomatis menarik wisatawan. Penataan kantong parkir kami siapkan agar acara nyaman dinikmati masyarakat tanpa macet. Saya mengambil kebijakan secara runut, bahwa transportasi publik tidak akan efektif tanpa hak istimewa (privilege) bebas macet. Terlebih, Kuta kini masuk kawasan rendah emisi (low emission), sehingga ke depan berpotensi diterapkan kebijakan car free night,” ucapnya.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengajak komunitas masyarakat untuk terus konsisten menggelar acara kreatif di Kuta. Pihaknya mendukung langkah Pemkab Badung dalam menata wilayah Kuta secara bertahap, terutama penyediaan kantong parkir yang krusial bagi kenyamanan dan ketertiban pantai.

“Jika ingin mengembalikan kejayaan pariwisata Kuta seperti dulu, seluruh stakeholder harus bergerak bersama. Kami di Legislatif pasti mendukung penuh kebijakan Bapak Bupati. Pembangunan kantong parkir mungkin belum langsung dirasakan manfaatnya sekarang, namun jangka panjangnya akan sangat besar untuk ketertiban wilayah,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Hadiri Penobatan Ida Cokorda Mengwi Ke-13

Sementara itu, Ketua Panitia Kuta Beach Festival, Nyoman Asti Adi, menjelaskan makna tema The Next Wave, yaitu apa yang dilakukan generasi sekarang harus mampu menginspirasi generasi mendatang.

“Terima kasih atas dukungan penuh Bupati dan Ketua DPRD Badung. Tujuan kami ingin memajukan kembali wisata Kuta yang belakangan mulai melandai sepi. Melalui kolaborasi komunitas surfing, skateboard, hingga pelaku UMKM, festival ini hadir agar bisa dinikmati lintas generasi,” ungkapnya.

Agenda ini turut dihadiri anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, jajaran OPD terkait, Camat Kuta I Made Agus Suantara beserta unsur Tripika Kecamatan, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, perwakilan BPD Bali Cabang Mangupura dan serta tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tandatangani Prasasti Karya, Bupati dan Ketua DPRD Badung Resmikan Bale Banjar Jaba Jero Kuta

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti Bale Banjar Jaba Jero
TANDATANGANI PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti saat meresmikan Bale Banjar Adat Jaba Jero, Kuta, Sabtu (10/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Banjar Adat Jaba Jero, Kuta, kini resmi memiliki fasilitas adat baru senilai Rp 7 miliar melalui dana hibah fisik APBD Induk Kabupaten Badung TA 2026. Gedung baru ini diresmikan dengan upacara karya melaspas, pedudusan alit, mendem dasar, mendem pedagingan dan mecaru serta penandatanganan prasasti, Sabtu (10/10).

Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat fasilitas publik untuk menunjang kehidupan sosial, adat, agama, dan budaya krama. Acara dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti.

Bupati Adi Arnawa menegaskan pembangunan fasilitas masyarakat harus disertai penentuan prioritas yang jelas untuk kenyamanan warga dan pariwisata. “Program pemerintah harus tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Saat ini, kami memprioritaskan penataan infrastruktur yang mendukung kepentingan publik, termasuk penataan kawasan Kuta agar kembali menjadi destinasi pariwisata yang nyaman, tertib, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Bale Banjar krama sudah bagus, fasilitas yang ada agar dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan adat, keagamaan, pelestarian seni dan budaya serta penguatan interaksi sosial antar krama.

Bupati juga membeberkan upayanya memulihkan daya tarik Kuta lewat kolaborasi berbagai pihak. Saat ini sedang dilakukan penataan pedestrian, penyediaan fasilitas parkir, serta peningkatan aksesibilitas menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pariwisata yang lebih tertata.

“Saya ingin mengembalikan marwah Kuta, saat ini saya sedang melaksanakan penataan pedestrian, penyediaan fasilitas parkir, peningkatan aksesibilitas menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pariwisata yang lebih tertata. Setelah rampung perbaikan pedestrian di pantai Kuta, saya lanjutkan hingga ke Kartika Plaza,” ucap Adi Arnawa.

Kelian Adat Banjar Jaba Jero, I Dewa Gede Ketut Rimbawa, mengapresiasi penuh bantuan dana hibah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Bale Banjar Jaba Jero ini menelan biaya kurang lebih Rp 7 miliar. Sebagian besar pembiayaannya bersumber dari bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Juga  Pengusaha Kadin Apresiasi Pemerintah Gelontorkan Rp 1.000 Triliun untuk Pembangunan

“Atas nama seluruh krama Banjar Adat Jaba Jero, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung dan Bapak Ketua DPRD Badung atas dukungan yang telah diberikan,” ujarnya.

Kegiatan turut dihadiri anggota DPRD Nyoman Graha Wicaksana, Camat Kuta I Made Agus Suantara, Sekretaris Camat Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana, Lurah Kuta Ayu Putu Erawati, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana serta tokoh adat dan krama Banjar Adat Jaba Jero Kuta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri HUT Ke-48 ST Catur Asrama Kekeran

Published

on

By

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri HUT ke-48 ST Catur Asrama
HADIRI HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta Bersama Ketua WHDI Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menghadiri HUT. ke-48 ST. Catur Asrama di Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Jumat (9/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Sekaa Teruna (ST) Catur Asrama, sekaligus pelantikan pengurus baru masa bakti 2026–2028, Jumat (9/10). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Muda yang Santun, Berbudaya dan Bermasyarakat” tersebut bertempat di Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi.

Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Edy Sanjaya, perwakilan Camat Mengwi beserta unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda, Bendesa Adat Kekeran I Gusti Ngurah Okanaya, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada ST Catur Asrama yang telah menyelenggarakan perayaan HUT dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap momentum peringatan ini dapat memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berperan aktif dalam pembangunan desa, pelestarian adat, dan budaya Bali.

Wabup Bagus Alit Sucipta secara khusus berpesan agar para anggota Sekaa Teruna menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan, seperti mengganggu ketertiban umum, mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, serta terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota Sekaa Teruna Catur Asrama menjauhi hal-hal negatif. Jangan mengganggu ketertiban umum, jangan mabuk-mabukan, dan perangi narkoba. Mari isi masa muda dengan kegiatan positif, seperti melestarikan seni, adat, tradisi, dan budaya kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan terus memberikan dukungan terhadap kreativitas generasi muda melalui program dan bantuan yang mendorong tumbuhnya kegiatan kepemudaan yang produktif serta bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan komitmen peningkatan dukungan dana kreativitas Sekaa Teruna dari Rp. 25 juta menjadi Rp. 40 juta, serta dana perayaan HUT Sekaa Teruna dari Rp. 10 juta menjadi Rp. 20 juta. Dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kegiatan yang bernilai positif.

Baca Juga  Gubernur Koster Siap Perjuangkan Industri Film Lokal Bali di 56 Bioskop Pulau Dewata

Sementara itu, Bendesa Adat Kekeran I Gusti Ngurah Okanaya menyampaikan rasa bahagia atas terselenggaranya perayaan HUT ke-48 ST Catur Asrama yang menjadi momentum mempererat kebersamaan serta meningkatkan semangat generasi muda dalam berkegiatan.

Ia mengapresiasi berbagai aktivitas positif yang telah dilaksanakan oleh ST Catur Asrama, khususnya di bidang seni, budaya, dan olahraga. Menurutnya, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan merupakan proses pembelajaran yang penting bagi generasi muda untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

“Anak-anak kami di Sekaa Teruna Catur Asrama telah melaksanakan berbagai kegiatan positif, baik di bidang seni, budaya maupun olahraga. Walaupun belum memperoleh juara, mari tetap semangat dan terus berusaha menjadi lebih baik. Pemerintah desa juga telah berkomitmen memberikan ruang gerak bagi kreativitas generasi muda di Desa Kekeran,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca