Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dari Gerbang Bagian Barat Bali, Jembrana Perkuat Stabilitas Harga dan Percepat Digitalisasi

BALIILU Tayang

:

digitalisasi transaksi jembrana
Seremoni peresmian gate e-retribusi parkir di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. (Foto: Hms BI Bali)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan penguatan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Jembrana. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Selasa (24/2), bertempat di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan; Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto; Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharni; Direktur Teknologi Informasi (TI) BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk; serta anggota TPID dan TP2DD Kabupaten Jembrana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jembrana menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, BPD Bali, serta seluruh anggota TPID dan TP2DD atas capaian kinerja dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Wakil Bupati Jembrana menegaskan bahwa Kabupaten Jembrana, sebagai pintu gerbang distribusi pasokan pangan, perlu memperkuat langkah antisipatif dalam pengendalian harga, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Jembrana menekankan bahwa berbagai inisiatif digitalisasi yang telah dilaksanakan merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memperkuat perencanaan fiskal daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis data atau data-driven decision making.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Kabupaten Jembrana. Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, menekankan bahwa sinergi antara TPID dan TP2DD Kabupaten Jembrana telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan mengakselerasi digitalisasi. Menurutnya, inflasi yang terkendali akan berdampak langsung pada penguatan daya beli masyarakat, sementara digitalisasi diharapkan dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat transparansi tata kelola, serta meningkatkan efisiensi birokrasi.

Baca Juga  Bupati Kembang Tekankan Pentingnya Empati di Tengah Situasi Sulit

Melengkapi perspektif tersebut, Advisor Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto, menyoroti prestasi konkret Jembrana yang berhasil meraih skor 100% pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Indra menjelaskan bahwa capaian ini didorong oleh optimalisasi kanal pembayaran digital pada penerimaan retribusi daerah. Ke depannya, ia melihat adanya peluang besar untuk memperluas aktivitas ekonomi melalui penguatan layanan digital, terutama menyasar para wisatawan yang masuk dari Pulau Jawa.

Di sisi lain, Ronald juga memaparkan perkembangan inflasi di Provinsi Bali, berbagai tantangan yang dihadapi, serta sejumlah komoditas strategis yang perlu diwaspadai menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Paparan tersebut mencakup outlook inflasi serta strategi pengendalian, baik untuk jangka pendek dalam rangka menyambut HBKN maupun untuk jangka menengah dan panjang guna menjaga stabilitas pasokan secara berkelanjutan. Melalui penguatan sinergi tersebut, diharapkan stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi di Kabupaten Jembrana dapat terus terjaga, sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi Provinsi Bali pada kisaran 2,5 ± 1% (yoy).

Dukungan penuh juga disampaikan oleh BPD Bali selaku Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan daerah serta dalam mendukung keterhubungan Kabupaten Jembrana dengan sistem pembayaran nasional. Melalui interkoneksi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Direktur Teknologi Informasi (TI) BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa menyampaikan optimisme serta komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung transformasi digital di Kabupaten Jembrana, maupun di Provinsi Bali secara keseluruhan.

Kegiatan High Level Meeting (HLM) dilanjutkan dengan seremoni peresmian gate e-retribusi parkir di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Penerapan gate e-retribusi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan pendapatan daerah melalui sistem pembayaran retribusi yang lebih transparan, akuntabel, dan real-time, sekaligus untuk memitigasi potensi kebocoran serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  BI Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Luncurkan Blueprint Kawasan Digital Tirta Empul di HLM TP2DD Gianyar

Dengan menjadikan Pelabuhan Gilimanuk sebagai role model digitalisasi terintegrasi, Wakil Bupati Jembrana menegaskan bahwa transformasi digital tidak semata-mata merupakan penerapan teknologi, melainkan juga mencerminkan perubahan budaya kerja menuju layanan publik yang lebih modern, cepat, dan inovatif, dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai motor penggerak.

Sebagai penutup, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Upaya bersama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Fraksi Golkar DPRD Badung Dukung Postur Perubahan APBD 2026 Menuju Pembangunan Pariwisata Berkualitas

Published

on

By

Pandangan Umum Fraksi Golkar DPRD Badung soal APBD 2026
PU FRAKSI: I Gusti Ngurah Shaskara, ketua Fraksi Golkar DPRD Badung dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi Partai Golkar DPRD Badung mendukung langkah-langkah kebijakan pemerintah yang tertuang dalam postur Perubahan APBD Badung Tahun Anggaran 2026 yang bermuara menyelesaikan persoalan-persoalan menuju pembangunan pariwisata berkualitas.

“Kami, Fraksi Partai Golkar dapat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, setelah mendapatkan penyelarasan dari Pemerintah Provinsi Bali,” ujar I Gusti Ngurah Shaskara, ketua Fraksi Golkar DPRD Badung dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung.

Pada kesempatan itu, Fraksi Partai Golkar juga memberikan usul, saran dan masukan terhadap Pencapaian Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di antaranya dalam konteks optimalisasi pendapatan/pencapaian target pendapatan, Fraksi berharap pada OPD Penghasil agar berupaya capaian kinerjanya mendekati realisasi target tersebut. Proyeksi pencapaian target tersebut agar berbasis data, yang dilakukan melalui evaluasi berkala terhadap realisasi PAD sampai dengan bulan berjalan dan mengkorelasikan dengan target dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

“Kemudian memperkuat pengawasan terhadap Potensi Pajak Sektor Pariwisata, mengingat struktur ekonomi Badung sangat kuat ditopang aktivitas pariwisata, perlu memberikan perhatian khusus pada kepatuhan pelaku usaha,” ujarnya.

Selanjutnya, meminimalisir terjadinya Piutang dan Tunggakan Pajak, melalui penyusunan peta piutang pajak berdasarkan umur piutang, nilai, jenis pajak, dan tingkat kemungkinan penagihannya.

“Upaya peningkatan penerimaan pendapatan, tentu ditopang oleh kompetensi sumber daya yang relevan. Dalam konteks ini, kami mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pola penempatan pegawai pada OPD penghasil, perlu dihubungkan dengan indikator kinerja yang terukur,” tegasnya.

Baca Juga  Jembrana Gelar FOP 2025, Dorong Karakter Unggul dan Lahirkan Atlet Muda

Dikatakan, setiap bidang atau unit kerja dapat diberikan target yang relevan dengan peningkatan kepatuhan wajib pajak, perluasan dan pemuktahiran basis data, penurunan piutang, efektivitas penagihan, pengurangan tax gap, peningkatan kualitas pelayanan, serta kontribusi terhadap pencapaian target PAD. Dengan demikian, evaluasi SDM tidak hanya bersifat administratif, tetapi terkait langsung dengan kinerja pendapatan.

Dari perspektif Belanja Daerah, kata Gusti Ngurah Shaskara, dimana tersedia sumber dana yang memadai, diharapkan para OPD Pengguna Anggaran agar melakukan akselerasi serapan anggaran supaya terjadi eksekusi anggaran sesuai dengan target waktu yang ditentukan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026

Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Utsawa Dharma Gita XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali
HADIRI UDG BALI 2026: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (11/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (11/9/2026).

UDG Bali XXXIII Tahun 2026 berlangsung selama enam hari, 11–16 September 2026, dengan mengusung tema Dharmagita Atmanam Dharma. Pelaksanaan UDG menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sastra, bahasa, dan budaya Bali sekaligus membangun karakter serta sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul.

Pada UDG XXXIII tahun ini terdapat 11 bidang lomba dengan 37 kategori yang dipertandingkan. Kesebelas bidang tersebut meliputi membaca Sloka, Palawakya, Kakawin, Kidung, Nyanyian Keagamaan Hindu, Gaguritan, Dharmawacana Bahasa Bali, Dharmawacana Bahasa Inggris, Menghafal Sloka, Dharmawiwada, dan Dharmacarita.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan salah satu wahana strategis untuk membangun SDM Bali yang unggul, sejalan dengan arah pembangunan Bali dalam kerangka Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Menurut Gubernur Koster, salah satu pijakan penting dalam pembangunan Bali ke depan adalah mewujudkan SDM Bali yang unggul. Pemikiran tersebut, kata dia, lahir dari hasil membaca berbagai dokumen penelitian serta buku-buku yang mengulas perjalanan peradaban Bali sejak zaman Bali Kuno.

“Kenapa saya mengangkat SDM Bali unggul? Karena saya membaca berbagai dokumen hasil riset dan buku-buku tentang peradaban Bali, mulai dari Bali Kuno hingga perkembangan Bali sampai sekarang,” ujar Gubernur Koster.

Ia menjelaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali juga bersumber dari khazanah sastra dan peradaban Bali masa lampau. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang mencerminkan karakter masyarakat Bali yang unggul.

Baca Juga  Bank Indonesia Bali Catat Rekor MURI Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah

Karakter tersebut tercermin dalam sikap jemet, tekun, ulet, rajin, jujur, dan berpegang pada satya, serta lebih mengutamakan kewajiban daripada menuntut hak.

“Orang Bali itu jemet, tekun, ulet, rajin, jujur, berpegang pada satya, dan lebih mendahulukan kewajiban daripada hak,” tegasnya.

Namun, Gubernur Koster mengakui bahwa perkembangan zaman telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat Bali. Perubahan tersebut menghadirkan kemajuan, tetapi di sisi lain juga membawa tantangan terhadap nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi karakter masyarakat Bali.

Ia menyinggung mulai munculnya berbagai persoalan sosial seperti perilaku tidak jujur, korupsi, serta tindakan yang tidak mencerminkan nilai kesantunan dan karakter masyarakat Bali.

Meski demikian, Gubernur Koster menekankan bahwa perilaku tersebut bukanlah gambaran mayoritas masyarakat Bali. “Memang ada penurunan dari kesunatian orang Bali. Mulai ada korupsi, ada yang nakal, ada yang jahat. Tetapi yang begitu tidak banyak. Yang masih banyak adalah orang-orang yang baik,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali integritas orang Bali, sehingga nilai-nilai luhur yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, penguatan karakter dan integritas tersebut tidak dapat dilepaskan dari keberadaan bahasa Bali, aksara Bali, dan sastra Bali. Ketiganya merupakan bagian penting dari ekosistem kehidupan masyarakat Bali yang mengandung nilai, pengetahuan, sekaligus menjadi identitas kebudayaan Bali.

“Bahasa Bali dan aksara Bali itu adalah ekosistem kehidupan orang Bali,” kata Gubernur Koster.

Melalui Utsawa Dharma Gita XXXIII, ia berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sastra, bahasa, dan budaya Bali tidak hanya dilestarikan dalam bentuk kegiatan seremonial dan perlombaan, tetapi juga dapat terus hidup, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  BI Bali Gelar ‘’Capacity Building’’, Menuju Industri KUPVA BB dan PJP LR yang AJEG

Pelaksanaan UDG Bali XXXIII Tahun 2026 sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat Bali untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang sastra dan seni keagamaan Hindu, memperkuat kecintaan terhadap bahasa dan aksara Bali, serta menumbuhkan SDM Bali yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan memiliki jati diri yang kuat.

Dengan mengusung semangat Dharmagita Atmanam Dharma, UDG XXXIII diharapkan semakin memperkuat keberadaan dharmagita sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Bali sekaligus menjadi salah satu fondasi dalam menjaga keberlanjutan peradaban Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung: Rancangan Perubahan APBD 2026 Hendaknya Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Published

on

By

Juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan I Made Yudana menyampaikan Pandangan Umum Fraksi pada Rapat Paripurna DPRD Badung
PU FRAKSI: I Made Yudana, juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Badung mengapresiasi langkah Pemkab Badung dalam melakukan penyesuaian anggaran pada Rancangan Perubahan APBD 2026 guna memastikan program dan kegiatan prioritas daerah tetap dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perubahan APBD hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka-angka anggaran, tetapi harus benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat,” ujar I Made Yudana, juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan dalam penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Badung pada Rapat Paripurna VI masa sidang ke pertama DPRD Badung, Jumat, 11 September 2026 yang berlangsung di ruang Sidang Utama Gosana lantai III Kantor DPRD Badung.

I Made Yudana menyampaikan untuk mengakomodasi berbagai perkembangan yang terjadi selama tahun anggaran berjalan dan penyesuaian terhadap target pendapatan dan belanja daerah sebagai bentuk implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efesiensi belanja dalam melaksanakan anggaran pendapatan dan belanja daerah, sehingga penyusunan Perubahan APBD 2026 sangat diperlukan dan Rancangan Perubahan APBD 2026 menjadi sebagai berikut.

Pendapatan Daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 dirancang Rp. 10.504.798.752.047,00 meningkat Rp. 170.116.378.416,00 atau setara dengan 1,65 % dari APBD induk 2026 sebesar Rp. 10.334.682.373.631,00. Belanja Daerah pada Rancangan Perubahan APBD 2026 dirancang Rp. 13.089.787.587.855,00 meningkat sebesar Rp. 1.562.626.576.308,00 atau setara dengan 13,56 % dari APBD Induk 2026 sebesar Rp. 11.527.161.011.547,00.

Penerimaan Pembiayaan terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya dirancang Rp. 1.192.890.352.904,00. Pinjaman Daerah Rp. 1.971.193.721.000,00. Pengeluaran Pembiayaan yang terdiri dari penyertaan modal kepada PT BPD Bali Rp. 300.000.000.000,00. Pembayaran utang daerah Rp. 279.095.238.096,00.

Baca Juga  Survei Konsumen Juni 2023, Optimisme Konsumen Bali Tetap Terjaga

“Dari pemaparan itu kami sepakat menerima untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut terhadap rancangan peraturan daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fraksi PDI-Perjuangan juga memberikan beberapa masukan di antaranya agar menertibkan gubuk kumuh dan liar yang mana dapat merusak citra daerah pariwisata. Apabila di suatu desa/kelurahan masih terdapat gubuk kumuh dan liar agar Bupati Badung menegur aparatur bawahannya, bila dipandang perlu tukin (tunjangan kinerja)-nya dipotong sebagaimana mestinya.

Mengingat musim kemarau berkepanjangan yang berpotensi rawan kebakaran, Fraksi PDI-Perjuangan mengusulkan untuk menerbitkan aturan yang melarang penggunaan ilalang atau sejenisnya sebagai atap bangunan yang mudah terbakar oleh sinar matahari dan apabila masih ditemukan penggunaan ilalang agar ijin-ijinnya di-stop karena sudah terbukti akhir-akhir ini telah terjadi kebakaran, contoh: kebakaran lahan, cafe/restaurant gado-gado di wilayah Seminyak Kuta.

Fraksi juga menegaskan demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan agar dilakukan peningkatan pengaspalan, penataan trotoar dan drainase sepanjang jalan Darmawangsa dari Kampial menuju Ungasan Kuta Selatan. Serta untuk mengurai kemacetan di jalan raya Mengwitani, Kapal sampai Sempidi, Fraksi mengusulkan agar jalan dari Desa Kapal menuju Cica Abianbase Mengwi terkait penganggarannya supaya ditindaklanjuti. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca