Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dari Telajakan, Bali Dijaga: Ibu Putri Koster Tegaskan Disiplin Rumah Tangga sebagai Kunci Gerakan Kulkul PKK Wujudkan Bali Bersih

BALIILU Tayang

:

putri koster
KULKUL PKK: Ibu Putri Koster saat menghadiri gerakan kulkul PKK di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Ketika bunyi kulkul bergema di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5), yang bergerak bukan sekadar langkah warga menuju aktivitas gotong-royong. Yang dibangkitkan adalah kesadaran kolektif: bahwa kebersihan Bali dimulai dari halaman rumah sendiri. Di titik itulah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan arah gerakan; tegas, sederhana, namun berdampak luas.

Dalam monitoring dan evaluasi (Monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Ibu Putri Koster tidak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia hadir sebagai penggerak nilai. Sesampainya di lokasi, ia langsung memberi apresiasi atas wajah Banjar Tiga Kawan yang tertata: telajakan bersih, taman rapi, lingkungan asri, hingga penampungan sampah yang tersedia di masing-masing rumah warga.

“Sudah bagus ini, patut dicontoh dan ditiru masyarakat lainnya,” ujarnya, dengan nada yang bukan hanya memuji, tetapi juga menetapkan standar.

Namun di balik apresiasi itu, terselip pesan kuat yang menjadi inti dari gerakan ini. Ibu Putri Koster menekankan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan sekadar kegiatan berkumpul dan bersih-bersih massal. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Bali; gotong royong yang berakar dari tanggung jawab personal.

“Begitu ada kulkul, laksanakan pembersihan di telajakan dan lingkungan rumah. Tidak harus kumpul di satu tempat. Kuncinya ada pada disiplin masing-masing,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi garis bawah penting: perubahan besar tidak selalu dimulai dari keramaian, melainkan dari konsistensi kecil di setiap rumah. Jika setiap keluarga menjaga telajakan masing-masing, maka desa akan bersih tanpa perlu dipaksa.

Di hadapan perangkat desa, prajuru adat, hingga warga, Putri Koster juga mengarahkan solusi konkret untuk persoalan sampah residu yang masih menjadi tantangan. Ia mendorong kolaborasi antara desa adat dan desa dinas untuk membangun TPS3R dan TPST, memanfaatkan lahan adat agar pengelolaan sampah bisa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Buleleng Development Festival Tahun 2023

Tak berhenti pada tataran kebijakan, pendekatan Putri Koster terasa dekat dan membumi. Ia berinteraksi langsung dengan warga, bahkan berbagi tips sederhana: memanfaatkan air cucian beras untuk mempercepat penguraian sampah organik. Sebuah detail kecil, namun sarat makna, bahwa solusi lingkungan tidak selalu rumit, asalkan ada kemauan.

Sentuhan emosional juga tampak ketika ia mendorong penguatan identitas lokal melalui penanaman bunga pucuk bang di telajakan warga. “Perbanyak pucuk bang,” ajaknya. Bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menghidupkan ekonomi lokal dengan melibatkan produsen tanaman setempat.

Pesan itu langsung ia wujudkan dengan mengajak perangkat desa mengunjungi produsen lokal, memastikan bahwa gerakan pemerintah tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Kehadiran Putri Koster juga membawa kepedulian sosial. Ia menyerahkan bantuan 100 kilogram beras kepada pemerintah desa untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sebuah pengingat bahwa gerakan kebersihan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan.

Di sela kegiatan, ia juga menyempatkan diri mengunjungi usaha rumahan milik Ni Komang Srinadi, produsen kue bolu yang telah memasarkan produknya hingga Denpasar. Di sini, wajah lain Bali terlihat, ketekunan masyarakat kecil yang bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Sebelumnya, Putri Koster juga turun langsung mengikuti gerakan serupa di Desa Bebalang, Bangli. Kehadirannya bersama jajaran pemerintah daerah memperlihatkan komitmen bahwa gerakan ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama lintas lini.

Perbekel Desa Penglumbaran, I Wayan Artawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Dengan jumlah 76 warga banjar aktif dan 350 jiwa di Banjar Tiga Kawan, ia memastikan masyarakat siap mendukung gerakan Kulkul Posyandu yang selama ini telah berjalan secara rutin.

Sementara itu, Bendesa Adat Bebalang, Nyoman Karsana, memberikan perspektif reflektif. Ia menilai gerakan ini sudah baik, namun perlu penyempurnaan dalam penyampaian kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang menekankan tanggung jawab individu justru lebih efektif.

Baca Juga  Terima Audiensi BNNP Bali, Ny. Putri Koster Ajak Berkolaborasi Sosialisasikan P4GN

“Jika setiap orang bertanggung jawab terhadap rumah dan telajakannya, tidak akan ada rasa terpaksa. Justru itu yang paling baik,” ungkapnya, seraya mendorong adanya panduan yang lebih sistematis agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Pandangan serupa disampaikan Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana. Ia menegaskan bahwa esensi gerakan ini sangat sederhana, namun berdampak besar.

“Jika setiap orang membersihkan telajakan di rumahnya masing-masing, maka ketika semua telajakan bersih, otomatis desa kita juga akan menjadi bersih,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya maksimal, namun hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat sosialisasi.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, satu hal menjadi benang merah: Gerakan Kulkul PKK bukan sekadar program kebersihan. Ia adalah gerakan membangun kesadaran, menghidupkan nilai, dan menata ulang cara pandang masyarakat terhadap lingkungan.

Dan di garis depan gerakan ini, Putri Koster berdiri dengan pesan yang jelas, bahwa Bali yang bersih, asri, dan lestari tidak dibangun dari keramaian sesaat, melainkan dari keteguhan setiap individu menjaga ruang kecilnya sendiri.

Dari telajakan, Bali dijaga. Dari rumah, peradaban dirawat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Buleleng Development Festival Tahun 2023

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Saksikan Pementasan Drama “Blanjong”

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Masyarakat Ubah Mindset: Dari Membuang Sampah Menjadi Mengolah Sampah

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Sinergikan Program Posyandu hingga Desa, TP Posyandu Bali Matangkan Agenda 2026

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca