Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Darmasaba Bicara: Sampah Kita, Tanggung Jawab Siapa?

BALIILU Tayang

:

DISKUSI: Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal saat menggelar sebuah acara diskusi yang bertajuk "Bicara Darmasaba - Darmasaba Bicara" yang berlangsung di TPS-3R Pudak Mesari, Darmasaba, Selasa, 28, Oktober 2025. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal menggelar sebuah acara diskusi yang bertajuk “Bicara Darmasaba – Darmasaba Bicara”. Kegiatan yang berlangsung di TPS-3R Pudak Mesari, Selasa, 28 Oktober 2025 itu, mengulas tentang “Sampah Kita Tanggung Jawab Siapa?”

Diskusi yang ditayangkan secara live di YouTube itu dimulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita dengan menghadirkan para pejabat, seperti Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Anggota DPRD Badung Putu Sekarini, serta perwakilan dari DLHK Badung dan juga anak-anak muda, para aktivis serta sejumlah wartawan media online serta lainnya.

Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba memandu jalannya diskusi memberikan peserta untuk menyampaikan pendapat serta gagasan dalam menanggulangi sampah.

Gede Suantara dari DLHK Badung menyampaikan Badung secara umum sejatinya darurat sampah. Itu karena TPA Suwung ditutup dari sampah organik dan akan ditutup permanen akhir tahun. Sementara Badung tidak memiliki TPA.

Dari data yang disajikan, produksi sampah sepanjang tahun 2024 di Kabupaten Badung berkisar 547 ton sampai 600 ton.

Berbagai upaya telah dan akan dilaksanakan dalam menanggulangi sampah, termasuk membangun TPS-3R seperti yang telah berjalan di Desa Darmasaba. “Dengan ini semoga kita di Badung bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya. Karena jika tidak tertangani maka selamanya sampah akan menjadi musibah, sampah baru bisa menjadi berkah bila diolah,” tegasnya.

Karena itu, pentingnya kesadaran tumbuh dari dalam diri pribadi untuk peduli terhadap lingkungan dan membiasakan memilah sampah sedari sumbernya.

Sementara itu, pada sesi lainnya, staf TPS-3R Pudak Mesari mengungkapkan suka duka dalam mengolah sampah selama tiga tahun belakangan.

Saat itu juga disampaikan bahwa TPS-3R Pudak Mesari telah sukses menjual dan menyalurkan 45 ton kompos kepada masyarakat. Bahkan berhasil mengirimkan produk kompos berkualitas hingga ke kabupaten lain. Juga ada yang telah disalurkan ke petani durian di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gandeng Kementerian dan World Bank Optimalisasi Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

Perbekel Darmasaba Surya Prabhawa menambahkan, bahwa TPS-3R Pudak Mesari yang berdiri sejak 3 tahun telah mampu menjadi sumber pendapatan asli desa dengan nilai mencapai Rp 760 juta.

Meski telah menghasilkan rupiah, menurutnya, TPS-3R di Darmasaba itu belum efektif. Pasalnya, luasan lahan yang masih terbatas sementara jumlah penduduk di Desa Darmasaba lebih dari 10.000 terdiri dari 226 KK, sedangkan luasnya TPS hanya 10 are.

Menurut PUPR, maksimal hanya mampu mengurus 500 KK, tapi TPS-3R ini menerima 615 KK, dan ini sudah melewati.

Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Arimbawa, S.Sos., memberikan pandangan tegas bahwa isu sampah memerlukan atensi penuh. Ia mengalihkan fokus pada pertanyaan mendasar: “Sampah itu sebenarnya dimulai dari siapa?”

Ia menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma, dari sekadar menyalahkan masyarakat yang “kurang sadar” menjadi membangun kesadaran kolektif sejak usia dini.

“Konsep kita menatap masa depan, seringkali kita klaim masyarakat kurang sadar tetapi perlu kesadaran memilah sampah dari usia dini. Sebaiknya kita ini sebagai duta-duta menjadi contoh kepada masyarakat,” tegas Ida Bagus Putu Arimbawa.

Seusai kegiatan, Surya Prabhawa Manuaba, menegaskan bahwa setiap diskusi, terutama yang menyangkut penyelesaian masalah krusial, harus didasarkan pada data (by data). Hal ini penting untuk memastikan argumen dan solusi yang diusulkan memiliki pondasi yang kuat dan terukur.

“Mengangkat tema ‘Sampah Kita, Tanggung Jawab Siapa?’ merupakan topik yang sangat unik dan krusial untuk dibahas,” pungkas Perbekel Darmasaba, menggarisbawahi urgensi tema yang disajikan untuk memantik tanggung jawab bersama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Respons Cepat Layanan 110, Polsek Tegallalang Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat Terkait Kebisingan

Published

on

By

PENGADUAN: Polres Gianyar melalui Polsek Tegallalang menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang masuk melalui layanan Polisi 110 terkait gangguan kebisingan musik di wilayah Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, pada Jumat malam (16/1/2025). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polres Gianyar melalui Polsek Tegallalang menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang masuk melalui layanan Polisi 110 terkait gangguan kebisingan musik di wilayah Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, pada Jumat malam (16/1/2025).

Pengaduan tersebut disampaikan oleh seorang warga negara asing (WNA) yang merasa terganggu waktu istirahatnya akibat suara musik keras yang berasal dari sebuah villa di sekitar lokasi tempat tinggalnya, tepatnya di Jalan Cempaka, Desa Keliki.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pawas bersama personel gabungan piket fungsi Polsek Tegallalang segera mendatangi lokasi sesuai titik koordinat yang dikirimkan pelapor. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan mendatangi sumber suara musik untuk memberikan imbauan secara humanis.

Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pelayanan cepat melalui call center 110 merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, termasuk wisatawan dan WNA yang berada di wilayah hukum Polres Gianyar.

“Setiap laporan yang masuk melalui layanan 110 akan segera kami tindak lanjuti. Personel di lapangan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik,” ujar AKBP Chandra C. Kesuma.

Ia menjelaskan, dalam penanganan tersebut petugas memberikan imbauan kepada pemilik villa agar mematikan atau mengurangi volume musik, mengingat waktu sudah malam dan dapat mengganggu ketertiban serta kenyamanan lingkungan sekitar.

“Setelah diberikan imbauan, yang bersangkutan memahami dan langsung mematikan musik. Situasi kembali kondusif dan tidak ditemukan adanya pelanggaran lain,” tambahnya.

Kapolres Gianyar juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memanfaatkan layanan Polisi 110 sebagai sarana komunikasi dengan kepolisian.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas. Polri akan selalu hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

Baca Juga  Persetujuan Lingkungan Terminal LNG Sidakarya Segera Diproses

Atas respons cepat aparat kepolisian, pelapor menyampaikan ucapan terima kasih karena pengaduannya telah ditindaklanjuti dengan baik sehingga gangguan kebisingan dapat segera diatasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Temu Wirasa Bersama PKK dan Kader Posyandu Se-Desa Darmasaba

Published

on

By

TEMU WIRASA: Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri kegiatan Temu Wirasa bersama pengurus dan anggota PKK serta kader Posyandu se-Desa Darmasaba, Sabtu (17/1/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menggelar kegiatan Temu Wirasa bersama pengurus dan anggota PKK serta kader Posyandu se-Desa Darmasaba, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Darmasaba sebagai upaya menyelaraskan program-program PKK guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama rombongan terlebih dahulu melaksanakan sejumlah aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan diawali dengan pembersihan aliran sungai, penebaran bibit ikan nila, serta penanaman bibit pohon kelapa di sekitar irigasi Subak Tanah Putih. Aksi tersebut bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pertanian lokal.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan sosial ke rumah warga penderita kanker di Banjar Baler Pasar serta warga penyandang disabilitas di Banjar Manesa, Desa Darmasaba, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, rombongan juga meninjau berbagai potensi ekonomi dan sosial di Desa Darmasaba, di antaranya Industri Kecil Menengah (IKM) pembuatan kerupuk babi di Banjar Manesa, tempat pengolahan makanan olahan seperti sosis, urutan, dan bakso di Banjar Gumuh Sari, TPS-3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Pudak Sari, serta rumah rehabilitasi yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kegiatan Temu Wirasa ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Badung, DLHK Badung, TP PKK Kabupaten Badung, YKI Badung, Perbekel Desa Darmasaba, BPD, LPM, TP PKK Desa Darmasaba, Yayasan Bunga Bali, serta Gerakan Badung Peduli.

Dalam sambutannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa Temu Wirasa merupakan momentum penting untuk menyelaraskan gerak langkah PKK mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa/kelurahan hingga Posyandu dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.

Baca Juga  Persetujuan Lingkungan Terminal LNG Sidakarya Segera Diproses

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh program PKK dapat berjalan secara terpadu, tidak tumpang tindih, serta memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat, khususnya di Desa Darmasaba dan umumnya di Kabupaten Badung. Koordinasi dan sinergi yang baik antar seluruh unsur PKK akan membuat setiap program lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif,” tegasnya.

Kegiatan Temu Wirasa ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergitas antara PKK dan kader Posyandu di Desa Darmasaba, sehingga seluruh program yang dijalankan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali, Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali

Published

on

By

AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/1). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/1). Audiensi membahas penguatan koperasi multipihak yang beranggotakan koperasi-koperasi eksisting di Bali, sekaligus mempertegas arah pembangunan ekonomi Bali berbasis kearifan lokal.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster menegaskan pentingnya koperasi mengedepankan produk asli Bali dengan identitas dan branding Bali yang kuat. Hal tersebut, menurutnya, merupakan pengejawantahan dari konsep Ekonomi Kerthi Bali yang telah dicanangkan sebelumnya, yakni sistem ekonomi yang berpihak pada masyarakat, berkelanjutan, dan berlandaskan budaya Bali.

“Koperasi harus menjadi penggerak utama ekonomi Bali yang berbasis potensi lokal. Produk pertanian, peternakan, dan seluruh turunannya harus menjadi kekuatan utama kita,” tegas Gubernur Koster.

Gubernur juga menekankan fokus pengembangan usaha pada sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar penting ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Ia menilai Bali memiliki banyak potensi UMKM sektor pangan yang mungkin tidak besar dari sisi luasan, namun jumlahnya banyak dan memiliki keunggulan kualitas untuk dikembangkan secara serius.

“UMKM pangan kita ini kecil-kecil, tetapi banyak. Kalau ditata dengan baik, bisa kita dorong agar bergaung di level nasional,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah peternakan babi. Bali memiliki sumber daya manusia peternak babi yang unggul dan berpengalaman. Dengan pengelolaan yang lebih terencana dan intensif, Bali berpeluang mengambil peran strategis dalam pasar babi nasional.

Pemprov Bali akan Memperkuat Regulasi dan Infrastruktur

Pemprov Bali akan memperkuat regulasi dan infrastruktur, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selain itu, pengembangan peternakan babi akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pemurnian dan penguatan plasma nutfah babi lokal Bali yang diintensifkan di lokasi tertentu, serta pengembangan babi ras guna memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Setwan DPRD Bali Sambangi DLHK NTB, Gali Inovasi Pengelolaan Sampah

Selain sektor peternakan, juga melalui pengembangan komoditas pertanian unggulan, salah satunya padi Sudaji. Berdasarkan hasil riset, padi Sudaji memiliki masa panen relatif singkat, yakni sekitar 105 hari, dengan hasil yang menjanjikan per hektare. Menjadikan Komoditas ini dinilai potensial untuk mendukung kemandirian pangan Bali.

Lebih jauh, Gubernur Koster menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut bertujuan memperkuat ekosistem Ekonomi Kerthi Bali yang berkeadilan dan berkelanjutan, serta menjauhkan sistem ekonomi daerah dari dominasi kapitalisme yang tidak berpihak pada rakyat.

“Kita ingin ekonomi Bali tumbuh kuat, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan. Inilah Ekonomi Kerthi Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca