Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Deklarasi Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 Pertegas Komitmen Visi Pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”

Dukungan dan Kolaborasi dengan Lembaga Internasional Mendukung Percepatan dan Perluasan Dampak dari Visi Pembangunan Bali Menuju Emisi Nol Bersih 2045

Loading

BALIILU Tayang

:

emisi
DEKLARASI: Pemerintah Provinsi Bali mendeklarasikan Rencana Aksi Bali Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 yang dihadiri oleh para mitra pembangunan, di tingkat lokal dan internasional, pada Jumat, 4 Agustus 2023 di Gedung Kertasabha, rumah jabatan Gubernur Bali, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengimplementasikan visi Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru Nangun Sat Kerthi Loka Bali kembali menunjukkan momentum positif melalui Deklarasi Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045.

Deklarasi ini merangkum berbagai inisiatif yang mendukung visi besar Bali Emisi Nol Bersih dan merangkul banyak dukungan dari berbagai mitra pembangunan. Target ambisius dari Pemerintah Provinsi Bali ini merangkul kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pembangunan internasional dan mitra lokal, untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan besar bagi kesejahteraan alam dan masyarakat.

Deklarasi ini mencakup beberapa area yang menjadi fokus dalam upaya mendukung tujuan Emisi Nol Bersih pada tahun 2045, termasuk diantaranya: Pembangunan Rendah Karbon, Bali Mandiri Energi Bersih, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), serta bidang lain yang mendukung pencapaian Bali Menuju Emisi Nol Bersih di tahun 2045. Berbagai inisiatif di Bali ini merupakan dapat menjadi sebuah percontohan bagaimana inisiatif menuju nol bersih di tingkat sub-nasional dapat direplikasi di konteks lain, maupun di tingkat nasional.

Pada kesempatan hari ini, Jumat, 4 Agustus 2023 yang mengambil tempat di Gedung Kertasabha, rumah jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Pemerintah Provinsi Bali mendeklarasikan Rencana Aksi Bali Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 tersebut dan dihadiri oleh para mitra pembangunan, di tingkat lokal dan internasional. Mitra pembangunan ini termasuk Bloomberg Philantrophies, ClimateWorks Foundation, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus Indonesia, ViriyaENB, WRI Indonesia, dan beberapa organisasi lainnya.

Di dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan “Dalam Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045, Provinsi Bali telah mengambil langkah nyata dan Deklarasi yang saya luncurkan hari ini akan semakin menggarisbawahi komitmen kami untuk melangkah dan berkolaborasi dengan lebih banyak mitra untuk dampak lebih luas.”

Baca Juga  Gubernur Koster Dorong “Atma Wedana” Massal Jadi Model Gotong-royong, Tegaskan Komitmen Perkuat Desa Adat Bali

“Adapun inisiatif yang Pemerintah Bali sudah lakukan antara lain mengembangkan kerangka kebijakan untuk sistem pertanian organik dengan Peraturan Daerah Tahun 2019. Kemudian yang kedua adalah memberlakukan kebijakan energi bersih yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 45 tahun 2019, penggunaan energi bersih dari hulu sampai hilir. Selain itu, juga memberlakukan kegiatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019,” lanjut Gubernur Wayan Koster.

“Dengan dukungan berbagai mitra pembangunan, kami yakin akan sangat membantu percepatan dan pelaksanaan dari ketiga peraturan tersebut sehingga dapat mempercepat Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tambah Wayan Koster.

“Bloomberg Philanthropies mengapresiasi komitmen dan semangat inovatif dari Gubernur Bali dalam mengejar tujuan ambisius menuju Bali Emisi Nol Bersih,” kata Ailun Yang, yang memimpin program transisi energi global di Bloomberg Philanthropies.

“Kami senantiasa mendukung kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan berbagai mitra pembangunannya, di tingkat lokal maupun internasional, untuk mendukung tujuan Bali Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045 dan secara bersama-sama mendorong transisi energi bersih menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi,” ucap Ailun Yang.

I Made Wicipta Adi Sukarya, Kepala Asosiasi Dewata Motor Listrik yang merupakan asosiasi lokal yang berdedikasi untuk melindungi hak pengguna sepeda motor listrik dan salah satu kontributor utama bagi tujuan Bali Net Zero 2045, menyatakan, “Misi kami adalah untuk membina ekosistem yang berkelanjutan yang mendorong adopsi kendaraan listrik secara aman, sementara pada saat yang sama, mendukung transisi Bali menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan bagi alam dan masyarakat, serta ekonomi beremisi rendah.”

Ia melanjutkan, “Kami sangat mengapresiasi segala bentuk kerja sama yang menjadi dasar upaya kami, memastikan bahwa kami tidak sendirian dalam usaha kami. Kami menyambut kolaborasi yang terus berlanjut dengan berbagai pihak sebagai upaya kolektif menuju pencapaian tujuan Bali Emisi Nol Bersih.”

Baca Juga  Gubernur Koster Kembali Berikan Pemutihan Sanksi Administrasi PKB, Berlaku Mulai 4 April 2022

Selama dua hari terakhir di Bali, delegasi yang mewakili mitra pembangunan lokal dan internasional berinteraksi dengan komunitas lokal yang secara aktif berpartisipasi dalam beberapa area kunci inisiatif pembangunan menuju Emisi Nol Bersih 2045. Delegasi mengunjungi komunitas pesisir dan nelayan di Pantai Kelan. Penduduk lokal ini telah mengintegrasikan penggunaan teknologi karbon rendah ke dalam mata pencaharian mereka, lewat penggunaan teknologi e-boat dan Mantaboat. Hal ini tidak hanya menunjukkan pengaplikasian teknologi berkelanjutan dalam mendukung pekerjaan mereka, tetapi juga sejalan dengan tujuan lebih luas untuk mewujudkan target Emisi Nol Bersih 2045.

Selain itu, delegasi menjelajahi kawasan di Ubud yang direncanakan akan menjadi zona emisi rendah dan merupakan sebuah upaya perintis dalam perjalanan Bali menuju pembangunan berkelanjutan. Perjalanan juga mencakup kunjungan ke bengkel konversi kendaraan listrik, menampilkan inovasi lokal dan komitmen terhadap ekonomi rendah emisi.

deklarasi
Para peserta saat mendengarkan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual. (Foto: gs)

Inisiatif Bali Menuju Emisi Nol Bersih 2045 merupakan rangkuman berbagai inisiatif program untuk upaya pembangunan rendah karbon di Bali melalui inisiatif transisi energi terbarukan, pengembangan mobilitas listrik, dan kewirausahaan untuk iklim menuju tercapainya Bali Emisi Nol Bersih. Inisiatif ini menggalang aksi sinergis dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali bersama berbagai mitra pembangunan, serta komunitas dan pemangku kepentingan di Bali, untuk mempercepat transisi energi bersih dan penguatan partisipasi komunitas lokal Bali dalam agenda pembangunan rendah karbon.

Pihak yang tergabung dalam inisiatif ini adalah institusi pembangunan internasional, lembaga nirlaba, lembaga kajian independen, sektor privat yang mencakup kewirausahaan dan usaha perintis, institusi akademik, asosiasi, dan komunitas lokal. Beberapa organisasi yang tergabung antara lain Bloomberg Philantrophies, ClimateWorks Foundation, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus Indonesia, ViriyaENB, dan WRI Indonesia. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Eratnya Hubungan Bali–Jepang pada Resepsi HUT Ke-66 Kaisar Naruhito

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Bulfest 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Gubernur Koster Serahkan Penghargaan kepada Tiga Maestro Tari Buleleng

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Buleleng Festival 2026 di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja.
BUKA BULFEST: Gubernur Bali Wayan Koster membuka Buleleng Festival (Bulfest) 2026 di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com — Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dibuka di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). Mengusung tema “Uriping Rasa”, festival yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi panggung apresiasi seni, budaya, kreativitas, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat Buleleng.

Momentum pembukaan semakin istimewa dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada tiga maestro tari Buleleng, yakni Ni Luh Sustiawati, Luh Herawati, dan Ni Luh Menek.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dedikasi, konsistensi, serta kontribusi luar biasa ketiganya dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkaya khazanah seni tari tradisional di Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi penyelenggaraan Bulfest sebagai ruang untuk memajukan sekaligus memperkuat seni dan budaya Bali, khususnya karya-karya seni dari Kabupaten Buleleng.

“Saya mengapresiasi program Bupati yang telah menyelenggarakan Bulfest untuk memajukan dan memperkuat seni budaya Bali, khususnya karya seni dari Kabupaten Buleleng,” ujar Koster.

Menurutnya, Bulfest tidak hanya menjadi wahana bagi para seniman, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kuliner, kerajinan, dan produk UMKM khas Buleleng. Keberadaan UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Koster juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program pembangunan di Buleleng. Sejumlah agenda strategis turut disampaikan, mulai dari pembangunan shortcut titik 9–10 yang akan dilanjutkan hingga titik 12, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, hingga pengembangan sejumlah pelabuhan lainnya.

“Kalau semuanya sudah selesai pada 2029, dari Denpasar ke Buleleng nanti bisa satu setengah jam,” katanya.

Selain infrastruktur konektivitas, Koster menyebut pengembangan kawasan ekonomi di Kecamatan Gerokgak serta pembangunan tahap kedua Turyapada Tower sebagai bagian dari upaya memperkuat Buleleng.

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Eratnya Hubungan Bali–Jepang pada Resepsi HUT Ke-66 Kaisar Naruhito

Ia berharap berbagai rencana pembangunan tersebut dapat berjalan dan rampung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2030.

“Kita harus menunjukkan komitmen kita sama-sama untuk memajukan Buleleng. Saya mohon guyub, bersatu menjaga Buleleng dan Bali agar tetap kondusif,” tegasnya.

Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga seni, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali. Menurutnya, budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali dan harus dijaga secara konsisten serta penuh tanggung jawab.

“Budaya tidak akan pernah mati, karena budaya adalah jiwa kehidupan kita, napas masyarakat Bali. Jaga dengan konsisten dan serius sepanjang masa,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus berkreativitas sekaligus memastikan regenerasi seniman berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa Bulfest bukan sekadar perhelatan seni, melainkan ruang bersama untuk menghidupkan kembali ingatan, identitas, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan Buleleng.

Mengangkat tema “Uriping Rasa”, Sutjidra menjelaskan bahwa budaya akan tetap hidup ketika rasa di dalam hati masyarakat tetap menyala.

“Uriping Rasa mengajak kita menjaga rasa hormat kepada leluhur, cinta pada tanah kelahiran, kebanggaan identitas, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta tanggung jawab mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Menurut Sutjidra, tradisi tidak harus ditinggalkan ketika zaman berubah. Sebaliknya, tradisi harus mampu menemukan ruang baru agar tetap hidup, relevan, dan dapat diterima generasi masa kini.

Selama enam hari pelaksanaan, Bulfest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, kerajinan, kuliner, dan inovasi. Nuansa Singaraja tempo dulu juga dihadirkan untuk memperkuat identitas dan karakter Buleleng.

Sutjidra berharap Bulfest menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan sebagai orang Buleleng, kecintaan terhadap seni dan budaya, semangat gotong royong, serta kreativitas masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Koster-Christian Dior Tandatangani Kerjasama Promosi Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia untuk Tenun Endek Bali

“Marilah kita hidupkan rasa, hidupkan budaya, dan bersama membangun Buleleng yang semakin maju, berbudaya, dan berkarakter,” pungkasnya.

Melalui Bulfest 2026, pemerintah berharap festival ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan; memberikan ruang berkarya bagi seniman, mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai daerah yang kaya akan seni, budaya, sejarah, dan kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Jajarannya Inovatif dan Kerja Maksimal Genjot Realisasi PAD 2026

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster minta jajaran perangkat daerah bekerja maksimal untuk mengejar realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Penekanan itu disampaikannya saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8).

Gubernur Koster dalam arahan singkat menyinggung pentingnya dukungan anggaran dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. “Kita banyak program, tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran,” katanya. Ia ingin jajaran Pemprov Bali punya pemahaman yang sama terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, Gubernur Koster mendorong jajarannya bekerja maksimal. “Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat,” ujarnya sembari memotivasi perangkat daerah berlomba memberikan yang terbaik agar bisa meninggalkan legacy membanggakan. “Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali,” imbuhnya. Masih dalam arahannya, Gubernur Koster mendorong OPD penghasil membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan realisasi pendapatan.

Untuk diketahui, rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal April 2026, dimana saat itu disepakati penambahan 10 persen target pendapatan pada tiap OPD penghasil.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Dewa Tagel Wirasa dalam paparannya menginformasikan, realisasi PAD hingga 14 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp. 2.499.175.145.467 atau 58,95 persen dari target induk yang ditetapkan sebesar Rp. 4.239.252.167.568. Realisasi ini didukung pemasukan dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan yang sah.

Dalam kegiatan rakor, Gubernur Koster memberi perhatian khusus pada upaya perangkat daerah penghasil seperti Bapenda, BPKAD, BKPSDM, Badan Penghubung, Disparda, PUPRKim, Disnaker dan ESDM, Dinkes, RS Mata Bali Mandara, RSU Bali Mandara, RS Dharma Yadnya dan Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama. Terhadap sejumlah layanan yang memungkinkan dikembangkan secara komersial, Gubernur Koster minta pengelolaan dilakukan dengan meniru pola swasta. Sementara Bapenda didorong mengintensifkan pola jemput bola untuk mengejar penunggak pajak kendaraan agar memenuhi kewajiban mereka. (gs/bi)

Baca Juga  Berkat Perjuangan Gubernur dan Ny. Putri Koster, Endek Bali Tampil di G20

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Serahkan Remisi HUT Ke-81 RI di Rutan Negara, Satu Warga Binaan Langsung Bebas

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyerahkan Remisi Umum kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara.
REMISI: Bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8).

Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

​Dari total penerima remisi tersebut, satu orang warga binaan dipastikan langsung bebas setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan.

​Bupati Kembang berharap para warga binaan yang telah selesai menjalani masa hukumannya maupun yang mendapatkan pengurangan masa pidana dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

​”Harapan kami bagi warga binaan yang hari ini mendapat remisi dan bebas, tentu bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang positif. Saya juga berharap masyarakat dapat menerima mereka kembali, karena mereka telah dibina dan dididik di sini agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi membangun desa dan membangun Jembrana,” ujarnya.

​Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa seluruh usulan remisi dari pihaknya telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor: PAS-1453.PK.05.03 Tahun 2026.

​”Kami mengusulkan total 123 napi untuk menerima remisi kemerdekaan dan seluruhnya disetujui. Rinciannya, 122 orang penerima RU I dan 1 orang penerima RU II yang langsung bebas,” ungkapnya

Warga binaan yang memperoleh RU II hingga langsung bebas merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemotongan masa tahanan selama 2 bulan.

“Karena sisa masa pidananya kurang dari 2 bulan, maka tepat pada momentum kemerdekaan ini yang bersangkutan dapat langsung menghirup udara bebas,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Eratnya Hubungan Bali–Jepang pada Resepsi HUT Ke-66 Kaisar Naruhito
Lanjutkan Membaca