Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Deklarasi Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 Pertegas Komitmen Visi Pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”

Dukungan dan Kolaborasi dengan Lembaga Internasional Mendukung Percepatan dan Perluasan Dampak dari Visi Pembangunan Bali Menuju Emisi Nol Bersih 2045

Loading

BALIILU Tayang

:

emisi
DEKLARASI: Pemerintah Provinsi Bali mendeklarasikan Rencana Aksi Bali Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 yang dihadiri oleh para mitra pembangunan, di tingkat lokal dan internasional, pada Jumat, 4 Agustus 2023 di Gedung Kertasabha, rumah jabatan Gubernur Bali, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengimplementasikan visi Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru Nangun Sat Kerthi Loka Bali kembali menunjukkan momentum positif melalui Deklarasi Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045.

Deklarasi ini merangkum berbagai inisiatif yang mendukung visi besar Bali Emisi Nol Bersih dan merangkul banyak dukungan dari berbagai mitra pembangunan. Target ambisius dari Pemerintah Provinsi Bali ini merangkul kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pembangunan internasional dan mitra lokal, untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan besar bagi kesejahteraan alam dan masyarakat.

Deklarasi ini mencakup beberapa area yang menjadi fokus dalam upaya mendukung tujuan Emisi Nol Bersih pada tahun 2045, termasuk diantaranya: Pembangunan Rendah Karbon, Bali Mandiri Energi Bersih, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), serta bidang lain yang mendukung pencapaian Bali Menuju Emisi Nol Bersih di tahun 2045. Berbagai inisiatif di Bali ini merupakan dapat menjadi sebuah percontohan bagaimana inisiatif menuju nol bersih di tingkat sub-nasional dapat direplikasi di konteks lain, maupun di tingkat nasional.

Pada kesempatan hari ini, Jumat, 4 Agustus 2023 yang mengambil tempat di Gedung Kertasabha, rumah jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Pemerintah Provinsi Bali mendeklarasikan Rencana Aksi Bali Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 tersebut dan dihadiri oleh para mitra pembangunan, di tingkat lokal dan internasional. Mitra pembangunan ini termasuk Bloomberg Philantrophies, ClimateWorks Foundation, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus Indonesia, ViriyaENB, WRI Indonesia, dan beberapa organisasi lainnya.

Di dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan “Dalam Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045, Provinsi Bali telah mengambil langkah nyata dan Deklarasi yang saya luncurkan hari ini akan semakin menggarisbawahi komitmen kami untuk melangkah dan berkolaborasi dengan lebih banyak mitra untuk dampak lebih luas.”

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi PS Putra Angkasa Kapal Wakili Bali di Kompetisi Soeratin U15 di Tangerang

“Adapun inisiatif yang Pemerintah Bali sudah lakukan antara lain mengembangkan kerangka kebijakan untuk sistem pertanian organik dengan Peraturan Daerah Tahun 2019. Kemudian yang kedua adalah memberlakukan kebijakan energi bersih yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 45 tahun 2019, penggunaan energi bersih dari hulu sampai hilir. Selain itu, juga memberlakukan kegiatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019,” lanjut Gubernur Wayan Koster.

“Dengan dukungan berbagai mitra pembangunan, kami yakin akan sangat membantu percepatan dan pelaksanaan dari ketiga peraturan tersebut sehingga dapat mempercepat Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tambah Wayan Koster.

“Bloomberg Philanthropies mengapresiasi komitmen dan semangat inovatif dari Gubernur Bali dalam mengejar tujuan ambisius menuju Bali Emisi Nol Bersih,” kata Ailun Yang, yang memimpin program transisi energi global di Bloomberg Philanthropies.

“Kami senantiasa mendukung kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan berbagai mitra pembangunannya, di tingkat lokal maupun internasional, untuk mendukung tujuan Bali Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045 dan secara bersama-sama mendorong transisi energi bersih menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi,” ucap Ailun Yang.

I Made Wicipta Adi Sukarya, Kepala Asosiasi Dewata Motor Listrik yang merupakan asosiasi lokal yang berdedikasi untuk melindungi hak pengguna sepeda motor listrik dan salah satu kontributor utama bagi tujuan Bali Net Zero 2045, menyatakan, “Misi kami adalah untuk membina ekosistem yang berkelanjutan yang mendorong adopsi kendaraan listrik secara aman, sementara pada saat yang sama, mendukung transisi Bali menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan bagi alam dan masyarakat, serta ekonomi beremisi rendah.”

Ia melanjutkan, “Kami sangat mengapresiasi segala bentuk kerja sama yang menjadi dasar upaya kami, memastikan bahwa kami tidak sendirian dalam usaha kami. Kami menyambut kolaborasi yang terus berlanjut dengan berbagai pihak sebagai upaya kolektif menuju pencapaian tujuan Bali Emisi Nol Bersih.”

Baca Juga  Buka PICA Fest 2025, Gubernur Koster Dukung Kreativitas Anak Muda dan Penguatan Budaya Lokal

Selama dua hari terakhir di Bali, delegasi yang mewakili mitra pembangunan lokal dan internasional berinteraksi dengan komunitas lokal yang secara aktif berpartisipasi dalam beberapa area kunci inisiatif pembangunan menuju Emisi Nol Bersih 2045. Delegasi mengunjungi komunitas pesisir dan nelayan di Pantai Kelan. Penduduk lokal ini telah mengintegrasikan penggunaan teknologi karbon rendah ke dalam mata pencaharian mereka, lewat penggunaan teknologi e-boat dan Mantaboat. Hal ini tidak hanya menunjukkan pengaplikasian teknologi berkelanjutan dalam mendukung pekerjaan mereka, tetapi juga sejalan dengan tujuan lebih luas untuk mewujudkan target Emisi Nol Bersih 2045.

Selain itu, delegasi menjelajahi kawasan di Ubud yang direncanakan akan menjadi zona emisi rendah dan merupakan sebuah upaya perintis dalam perjalanan Bali menuju pembangunan berkelanjutan. Perjalanan juga mencakup kunjungan ke bengkel konversi kendaraan listrik, menampilkan inovasi lokal dan komitmen terhadap ekonomi rendah emisi.

deklarasi
Para peserta saat mendengarkan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual. (Foto: gs)

Inisiatif Bali Menuju Emisi Nol Bersih 2045 merupakan rangkuman berbagai inisiatif program untuk upaya pembangunan rendah karbon di Bali melalui inisiatif transisi energi terbarukan, pengembangan mobilitas listrik, dan kewirausahaan untuk iklim menuju tercapainya Bali Emisi Nol Bersih. Inisiatif ini menggalang aksi sinergis dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali bersama berbagai mitra pembangunan, serta komunitas dan pemangku kepentingan di Bali, untuk mempercepat transisi energi bersih dan penguatan partisipasi komunitas lokal Bali dalam agenda pembangunan rendah karbon.

Pihak yang tergabung dalam inisiatif ini adalah institusi pembangunan internasional, lembaga nirlaba, lembaga kajian independen, sektor privat yang mencakup kewirausahaan dan usaha perintis, institusi akademik, asosiasi, dan komunitas lokal. Beberapa organisasi yang tergabung antara lain Bloomberg Philantrophies, ClimateWorks Foundation, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus Indonesia, ViriyaENB, dan WRI Indonesia. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung Rancangan UU HPI Sebagai Langkah Tegas Tangani WNA

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Kuota Pengiriman Cepat Habis, Distan Pangan Bali Pastikan Pengeluaran Sapi Berdasarkan Analisis Populasi

Published

on

By

sapi bali
Peternakan sapi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali memastikan pengaturan kuota pengeluaran sapi Bali dilakukan berdasarkan analisis populasi ternak secara ketat untuk menjaga keberlanjutan populasi sapi lokal Bali.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada, menjelaskan kuota pengiriman sapi Bali ditetapkan melalui perhitungan populasi sapi jantan dan betina, angka kelahiran, serta angka kematian ternak.

“Kuota pengeluaran sapi Bali ditetapkan oleh Gubernur Bali berdasarkan analisis populasi sehingga keseimbangan ternak tetap terjaga,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (16/5).

Penjelasan tersebut disampaikan menanggapi informasi mengenai cepat habisnya kuota tambahan pengeluaran sapi Bali hingga muncul keluhan adanya sapi yang belum memperoleh izin pengiriman.

Menurut Sunada, seluruh proses pengajuan dilakukan melalui aplikasi nasional lalulintas.isikhnas.pertanian.go.id sesuai ketentuan lalu lintas ternak.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini menyebabkan kuota tambahan cepat habis karena para pemohon yang sebelumnya telah melengkapi persyaratan langsung mengunggah dokumen begitu penambahan kuota diumumkan.

“Begitu ada penambahan kuota, pemohon yang sudah siap langsung melakukan upload kelengkapan dokumen. Sistem akan memverifikasi sesuai urutan pengajuan yang masuk,” jelasnya.

Karena itu, pemohon yang terlambat mengunggah dokumen berpotensi tidak memperoleh kuota karena kapasitas yang tersedia telah lebih dahulu terpenuhi.

Berdasarkan hasil analisis populasi, Pemprov Bali menetapkan sebanyak 53.500 ekor sapi dapat dikeluarkan dari Bali. Kuota awal ditetapkan sebanyak 50.000 ekor, sementara 3.500 ekor disiapkan sebagai cadangan hingga Desember 2025.

Selanjutnya, pemerintah menerbitkan penambahan kuota sebanyak 3.500 ekor pada 29 April 2026, kemudian kembali menambah 3.000 ekor, dan saat ini tengah mengusulkan tambahan kuota baru sebanyak 3.000 ekor lagi. Semua penambahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan hasil analisis populasi.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi PS Putra Angkasa Kapal Wakili Bali di Kompetisi Soeratin U15 di Tangerang

Data populasi sapi Bali menunjukkan tren fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 populasi sapi Bali tercatat mencapai 558.463 ekor, namun turun signifikan pada 2022 menjadi 380.559 ekor atau berkurang sekitar 177.904 ekor. Populasi kemudian kembali meningkat pada 2023 menjadi 391.455 ekor dan 396.717 ekor pada 2024, sebelum kembali mengalami penurunan pada tahun 2025 menjadi 392.160 ekor.

Menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, pengendalian kuota pengeluaran sapi dilakukan sebagai langkah menjaga keberlanjutan populasi sapi Bali sekaligus melindungi peternak lokal dan kebutuhan bibit ternak daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Sampaikan Penghargaan dan Terima Kasih atas Kontribusi Turis Asing pada Program PWA

Published

on

By

pungutan wisatawan asing
PERNYATAAN RESMI: Penghargaan dan apresiasi yang disampaikan Gubernur Koster melalui pernyataan dalam bentuk konten grafis dan video yang diluncurkan secara resmi di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara khusus menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada wisatawan asing yang telah berkontribusi membayar Pungutan Wisatawan Asing (PWA) sebesar Rp 150.000. Penghargaan dan apresiasi itu disampaikan Gubernur Koster melalui pernyataan dalam bentuk konten grafis dan video yang diluncurkan secara resmi di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (16/5/2026).

Selanjutnya, ucapan terima kasih dan penghargaan ini dipublikasikan secara luas melalui berbagai platform media.

Gubernur Koster menginformasikan, PWA mulai diterapkan pada 14 Februari 2024 dan hingga 31 Desember tahun tersebut, tercatat sebanyak 2,1 juta Wisman melunasi pembayaran PWA dengan total kontribusi sebesar Rp 318 miliar.

“Kalau dipersentasekan, jumlah yang membayar PWA di tahun 2024 mencapai 32 persen dari total kunjungan Wisatawan Asing yang tahun itu mencapai 6,3 juta orang,” ujar dia.

Selanjutnya pada tahun 2025, Pemprov Bali melakukan revisi Perda dan Pergub agar bisa melibatkan pelaku pariwisata dalam mengoptimalkan PWA.

Upaya ini membuahkan hasil karena di tahun 2025, jumlah turis asing yang membayar PWA bertambah menjadi 2,4 orang atau 34 persen dari total kunjungan yang mencapai 7 juta orang.

“Total kontribusi yang masuk sebesar Rp. 369 miliar. Dan yang sangat menggembirakan, 96 persen dibayar sebelum wisatawan terbang ke Bali,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa PWA sepenuhnya menerapkan sistem online.

“Tidak ada pembayaran cash, tak ada interaksi antar orang. Jadi saya pastikan tak mungkin ada penyelewengan,” tegasnya.

Ditambahkan olehnya, dana yang dibayarkan turis asing langsung masuk  ke rekening Pemprov Bali di BPD dan selanjutnya disalurkan ke kas daerah.

Berpedoman pada regulasi yang berlaku, dana PWA sepenuhnya dimanfaatkan untuk pelestarian budaya, perlindungan lingkungan alam serta pembangunan infrastruktur yang mendukung pengembangan sektor pariwisata Bali.

Baca Juga  Dukungan Gubernur Bali Perkuat KUPVA BB Berizin untuk Pariwisata Bali Berkualitas

Masih dalam paparannya, Gubernur Koster menegaskan kalau penggunaan dana PWA ini telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Lebih dari itu, program ini juga mendapat atensi Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) yang telah melakukan kajian dan memberi rekomendasi.

“Kita juga mendapat dukungan Jamintel, rekomendasinya agar pungutan ini bisa dioptimalkan. Dipastikan tak ada penyelewengan, hanya saja belum optimal,” urainya.

Gubernur Bali dua periode ini berkomitmen untuk terus berupaya mengoptimalkan implementasi PWA melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

“Kami telah menandatangani MoU dengan Kementarian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, sekarang masuk proses perjanjian kerjasama. Pada intinya, Kementerian Imigrasi sangat mendukung program ini dan akan memfasilitasi sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Upaya lainnya, Pemprov Bali secara resmi meluncurkan kampanye apresiasi berupa video dan konten grafis. Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata serta Direktorat Jenderal Imigrasi, dan akan disebarluaskan melalui kanal digital pemerintah maupun media massa.

Pemprov Bali menjadwalkan pertemuan dengan 34 perwakilan negara sahabat pada 21 Mei 2026 mendatang.

“Kami juga berkolaborasi dengan berbagai maskapai penerbangan internasional dan Online Travel Agent (OTA) besar seperti Trip.com, Tiket.com, Traveloka, Agoda, hingga Booking.com agar kebijakan ini tersosialisasi dengan baik,” jelasnya.

Melalui optimalisasi program PWA, Pemprov Bali berharap kapasitas fiskal daerah semakin kuat. Dana tersebut akan menjadi landasan utama dalam mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas, berkelanjutan, dan tetap ajeg di masa depan.

Menutup uraiannya, Gubernur Koster mengajak seluruh komponen bahu membahu dalam mengoptimalkan pelaksanaan program PWA. Sebab menurutnya, ini adalah kebijakan baru dan hanya ada di Daerah Bali.

“Walaupun belum optimal, tapi ini adalah terobosan luar biasa. Dari tidak ada menjadi ada dan menjadi sumber PAD yang baru,” pungkas Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi PS Putra Angkasa Kapal Wakili Bali di Kompetisi Soeratin U15 di Tangerang

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Percaya Giri Prasta Kembali Bawa Bali ke Top 5 PON

Giri Prasta Dilantik Ketua KONI Pusat, Pimpin KONI Bali Periode 2026-2030

Loading

Published

on

By

koni bali
PENGUKUHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Bali periode 2026–2030 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak kepengurusan KONI Bali periode 2026–2030 di bawah pimpinan I Nyoman Giri Prasta agar mampu kembali merebut peringkat kelima pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTB-NTT.

Sebelumnya, Bali berhasil menduduki peringkat kelima pada PON XX di Papua, dan peringkat ketujuh pada PON XXI di Aceh-Medan.

“Saya yakin setiap pemimpin memiliki tujuan dan motivasi untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya. Sama halnya dengan KONI, saya yakin Giri Prasta yang terpilih memimpin KONI empat tahun ke depan juga memiliki visi untuk memberikan yang terbaik bagi daerah. Besar harapan saya, pada PON 2027 yang akan diselenggarakan di NTB nanti, Bali mampu kembali menduduki peringkat kelima, bahkan lebih tinggi dari itu,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Bali periode 2026–2030 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5).

Ia menambahkan, kepengurusan KONI dan para pelatih agar mulai memetakan cabang olahraga yang berpotensi meraih medali emas, perak, dan perunggu sehingga para atlet memperoleh perhatian yang maksimal, termasuk dukungan sarana dan prasarana latihan.

“Jangan sampai atlet kita melemah karena kurangnya perhatian. Kita bisa bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan para atlet, salah satunya melalui pelibatan CSR. Selain itu, GOR Ngurah Rai yang terletak di pusat Kota Denpasar dapat dimanfaatkan sebagai sarana latihan. Karena itu, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi sangat penting dijaga sebagai bentuk sinergi antara pelatih, atlet, dan kepengurusan KONI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Wayan Koster juga mengajak seluruh pihak, terutama pengurus KONI terpilih, untuk mempersiapkan Bali agar mampu menyelenggarakan event olahraga berkualitas secara rutin, bahkan setiap bulan, yang melibatkan atlet nasional maupun internasional. Dengan demikian, misi menjadikan Bali sebagai destinasi sport tourism dapat terwujud.

Baca Juga  Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Apresiasi Gubernur Koster di Wisuda XXIX ISI Denpasar

Menurutnya, selain memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, sport tourism juga mampu mengangkat citra Bali sebagai destinasi pariwisata olahraga yang mendatangkan atlet sekaligus memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyambut baik harapan agar Bali terus berbenah dan mempertahankan prestasi di bidang olahraga sehingga mampu menjadi destinasi sport tourism pilihan para atlet.

“Dua hal yang saling menguntungkan ini tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali ke depan. Sport tourism Bali akan semakin unggul dibanding daerah lain. Para atlet tidak hanya memperoleh pengalaman olahraga yang berkualitas, tetapi juga menikmati keindahan Bali sebagai destinasi pariwisata,” ujarnya.

Ia juga menyatakan dukungannya agar Bali dapat menjadi tempat penyelenggaraan olahraga dan kejuaraan dunia. Namun demikian, menurutnya, kepengurusan KONI saat ini perlu terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, terutama melalui peningkatan kualitas wasit dan jaminan keamanan atlet selama bertanding.

“Hal tersebut akan menumbuhkan kesan positif dan keinginan untuk kembali datang ke Bali,” tambahnya.

Konsep sport tourism dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan olahraga prestasi, pertumbuhan pariwisata, dan ekonomi kreatif di Bali. Selain itu, konsep ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif untuk menjadikan pariwisata Bali lebih berdaya saing dan berdaya guna dalam pengembangan, pembinaan, serta pengelolaan olahraga prestasi.

Hal tersebut tercermin dari sejumlah event olahraga internasional yang sukses diselenggarakan di Bali dan terbukti memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah, ekonomi kreatif masyarakat, serta promosi Bali di mata dunia.

Sementara itu, Ketua KONI Bali periode 2026–2030 terpilih, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya.

Baca Juga  Dukungan Gubernur Bali Perkuat KUPVA BB Berizin untuk Pariwisata Bali Berkualitas

“Mengemban tugas sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali, saya menyadari bahwa ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa prestasi olahraga Bali ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, mari kita berkolaborasi menjadikan KONI sebagai organisasi yang membangun daerah melalui 56 cabang olahraga yang dimiliki,” ujarnya.

Giri Prasta menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Bali. Ia menilai rekam jejak prestasi Bali dalam berbagai ajang olahraga belakangan ini cukup membanggakan karena beberapa kali mampu menduduki peringkat kelima di luar Pulau Jawa.

Karena itu, di bawah kepemimpinannya, KONI Bali akan terus berupaya menjadikan Bali sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional pada PON mendatang.

“Olahraga tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga memiliki nilai-nilai luhur yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan integritas seseorang. Oleh karena itu, peran KONI sebagai induk organisasi yang membina dan mengembangkan olahraga di Bali sangat penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga memiliki mental kesatria, moral yang kuat, dan berprestasi,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam dinamika perkembangan olahraga saat ini, penyelenggaraan kejuaraan olahraga telah menjadi ajang pertaruhan martabat dan kehormatan bangsa. Bahkan, penyelenggaraan event olahraga kini juga berkembang menjadi bagian dari industri olahraga yang mampu menciptakan lapangan kerja serta menjadi sumber devisa negara.

Selain itu, kesuksesan penyelenggaraan event olahraga juga akan semakin memperkuat promosi Bali, bahwa Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai tempat penyelenggaraan event olahraga bertaraf internasional dan kejuaraan dunia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca