Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Dharma Shanti Nyepi Caka 1945, Walikota Jaya Negara: Mari Tebarkan Kebaikan, Kedamaian, dan Kebahagiaan  di Tengah Masyarakat

BALIILU Tayang

:

Dharma Santi
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Dharma Shanti sebagai puncak perayaan Hari Suci Nyepi Caka 1945 Tahun 2023 di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Rabu (17/5). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar menggelar Dharma Shanti sebagai puncak perayaan Hari Suci Nyepi Caka 1945 Tahun 2023 di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Rabu (17/5). Puncak perayaan tahun ini turut menggemakan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang mengandung  makna bergotong royong, menyama braya bahwa kita semua bersaudara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Istri Raka, Ida Pedanda Istri Rai Pemecutan, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana, seluruh pimpinan OPD, bendesa adat, perbekel/lurah, sekaa teruna, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Rangkaian Dharma Shanti diawali dengan pemujaan oleh Ida Pedanda Putra Telaga Griya Gulingan Sanur yang dilanjutkan dengan pembacaan sloka serta dharma wacana oleh Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari. Dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut menyerahkan punia kepada Ida Sulinggih.  Dan setelahnya menyerahkan hadiah bagi pemenang Lomba Ogoh-ogoh Mini dan Sketsa Ogoh-ogoh serangkaian Kesanga Fest Tahun 2023.

Dalam dharma wacana yang disampaikan, Ida Pedanda Gede Wahahan Wanasari menekankan pentingnya spirit Vasudhaiva Kutumbakam. Hal ini khususnya dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Sehingga ke depan masyarakat kompak bersama pemerintah.

“Pada intinya, pemimpin harus mampu menjawab keinginan atau permasalahan rakyat, dan rakyat harus sejalan dengan pemimpin, inilah Vasudhaiva Kutumbakam, gotong royong, menyama braya rahayu kepanggih ,” ujar Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Dharma Shanti Nyepi diselenggarakan dengan mempedomani ajaran Sad Dharma. Di mana pelaksanaannya menekankan bagaimana setiap insan mampu menebarkan kebaikan, kedamaian, dan kebahagiaan di tengah masyarakat. Hal ini sesuai dengan falsafah Dharma Raksatah Raksitah yang mengandung makna mendalam bahwa siapapun yang menjaga tegaknya dharma, maka akan dilindungi oleh dharma itu sendiri.

Baca Juga  Kendalikan Inflasi, Pemkot Denpasar Kembali Gelar Pasar Murah

Lebih lanjut Jaya Negara menekankan, sesuai dengan tema kali ini, pihaknya berharap semua pihak membangun sinergi di berbagai bidang untuk kemajuan bangsa dan negara. Hal ini utamanya spirit Vasudhaiva Kutumbakam untuk bersama bersinergi dalam mendukung pembangunan menuju Denpasar Maju.

“Momentum Dharma Santhi ini mari kita tebarkan kebaikan, kedamaian, dan kebahagiaan di tengah masyarakat melalui spirit Vasudhaiva Kutumbakam mari bersinergi mendukung pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan menuju Denpasar Maju,” ujarnya.

Sementara Panitia Kegiatan I Dewa Ketut Adi Putra mengatakan, tema yang diangkat tahun ini yakni, ” Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Serta Semangat Vasudhaiva Kutumbakam Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia”. Hal ini menekankan bahwa dengan semangat pengabdian pada negara dan agama diharapkan menjadi landasan yang kuat untuk membangun karakter dan moral. Sehingga kehidupan sosial yang damai untuk mencapai kebahagiaan, baik antar masyarakat, pemerintah, dan alam itu sendiri dapat tercipta secara berkelanjutan.

Dikatakan Dewa Adi Putra, masyarakat Denpasar adalah masyarakat heterogen yang terbangun dari masyarakat dengan latar belakang multi kultur. Keragaman sosial budaya melahirkan perbedaan. Perbedaan akan menjadi indah jika setiap komponen dapat menghargai dan memanfaatkan perbedaan.

“Semoga melalui Dharma Santhi Nyepi Caka 1945 ini kita bisa mempererat silaturahmi dan memupuk rasa toleransi untuk menghadirkan kedamaian bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, selain pembacaan sloka dan dharma wacana, Dharma Santhi tahun ini berlangsung meriah dengan penampilan Juara I Lomba Gender dan Lomba Rindik Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2023, tampil pula Sekeha Gong  Anak-anak Kencana Wiguna yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada PKB XLV Tahun 2023 yang membawakan Tabuh Kreasi Anyingar Cingar dan Tari Kreasi Ngaro, serta penampilan Pragmentari Sang Aji Saka oleh Komunitas SEJIWA. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Operasi Pasar Serentak di Dua Lokasi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel”

Dipusatkan di Pantai Mertasari Sanur, Diikuti 535 Puspa

Loading

Published

on

By

Puncak Karya Maligia Punggel di Mertasari
HADIRI KARYA: Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel” yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. Upacara yang diselenggarakan oleh Griya Karang Tampak Gangsul, Griya Timbul Intaran Sanur, dan Griya Tambak Sari Intaran ini berlangsung khidmat dengan diikuti 535 puspa sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur.

Turut hadir Anggota DPD RI Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, keluarga besar griya, penglingsir puri, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, dan Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana.

Rangkaian upacara telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal Oktober 2026 dengan melibatkan keluarga, semeton, serta masyarakat yang turut ngayah dalam setiap prosesi. Sejumlah tahapan telah dilalui, mulai dari Mebiakala, Metatah, Muspa Ngendag, hingga berbagai prosesi persiapan menuju puncak karya. Puncak upacara diawali dengan Mundut Eteh-eteh Bhatara Lingga ke Peyadnyan, dilanjutkan dengan Ngadegang Puspa Lingga, Melaspas Puspa, serta Mepurwa Daksina. Seluruh prosesi dipuput oleh para sulinggih sesuai dengan tata cara dan tuntunan agama Hindu.

Di sela-sela prosesi, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Pitra Yadnya memiliki makna mendalam sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan.

“Melalui upacara ini, kita tidak hanya menghormati leluhur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan gotong-royong antarkeluarga serta semeton. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan labda karya, membawa kerahayuan bagi semua, dan nilai-nilai luhur ini terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Kembali Serahkan Bantuan Sosial Pascabencana

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga berkesempatan mengikuti prosesi Ngadegang Puspa Lingga. Kehadiran dan keterlibatan dalam prosesi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang senantiasa dijaga melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Kebersamaan keluarga besar griya, semeton, dan masyarakat dalam ngayah turut mencerminkan kuatnya semangat gotong-royong serta nilai kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat Bali.

Setelah puncak karya, rangkaian upacara dijadwalkan berlanjut pada Kamis (22/10) melalui prosesi Pralina Puja, Putru Adi Parwa Saji, Pralina Puspa, hingga Nganyut ke segara. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi Nyegara Gunung dengan rangkaian menuju Pura Goa Lawah, dilanjutkan dengan Ngelinggihang Dewa Pitara. Pelaksanaan karya ini melibatkan Pengrajeg Karya Ida Pedanda Gede Made Karang dan Ida Bagus Purwadana, Manggala Karya Ida Bagus Ambara, Ida Bagus Ngurah Aribawa, dan Ida Bagus Putu Suarjaya, serta Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Raka Timbul. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  Tingkat Kesembuhan Capai 96,61 Persen, Kasus Aktif Masih 0,77 Persen

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Pimpin Rakor Perbekel/Lurah Triwulan I

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca