Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dibuka Sekda Eddy Mulya, Dispar Denpasar Libatkan 170 Tenaga Kerja Hotel dan Restoran Ikuti Sertifikasi Kompetensi

BALIILU Tayang

:

sertifikasi kompetensi denpasar
SERTIFIKASI KOMPETENSI: Pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja hotel dan restoran yang dibuka Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, pada Rabu (11/3) di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP PARBI, Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja hotel dan restoran.

Sebanyak 170 tenaga kerja sektor hotel dan restoran di Kota Denpasar mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan pada 10–11 Maret 2026 di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP PARBI, Denpasar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme serta daya saing SDM pariwisata di Kota Denpasar. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, pada Rabu (11/3) yang hadir mewakili Walikota Denpasar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Ngurah Raini, Direktur Utama LSP Pariwisata Bali Internasional, Dr. Made Sudjana, para asesor kompetensi, serta perwakilan PHRI Kota Denpasar.

Dalam sambutan Walikota Denpasar yang dibacakan Sekda Eddy Mulya disampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, kualitas SDM menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing pariwisata daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tenaga kerja hotel dan restoran di Kota Denpasar memiliki kompetensi yang teruji sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas serta meningkatkan daya saing pariwisata daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM pariwisata melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Ke depan, kegiatan serupa akan terus diperluas agar semakin banyak tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi.

Baca Juga  Wadahi untuk Saling Terkoneksi, Pemkot Denpasar Gelar Pertemuan dengan Perwakilan Komunitas Kreatif

“Ke depan kegiatan ini akan terus ditingkatkan agar semakin masif, sehingga persentase tenaga kerja yang memenuhi standar kompetensi minimal dapat terus bertambah. Harapannya, seluruh tenaga kerja di Kota Denpasar merupakan SDM yang kompeten dan profesional,” tambah Sekda Eddy Mulya.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi merupakan langkah penting untuk memastikan para profesional di industri pariwisata memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Sertifikasi ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kemampuan individu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gusti Ngurah Gede Suyasa, menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi di bidang pariwisata merupakan bukti tertulis yang menyatakan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional, maupun standar khusus yang berlaku.

“Melalui sertifikasi ini diharapkan para tenaga kerja pariwisata memiliki pengakuan kompetensi yang jelas, mampu meningkatkan profesionalisme, sekaligus memperluas peluang karier di sektor pariwisata,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh 170 pekerja pariwisata yang bekerja di hotel dan restoran di Kota Denpasar. Pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar, dengan peserta berasal dari hotel dan restoran anggota PHRI yang sebelumnya melakukan pendaftaran secara daring dan kemudian melalui proses verifikasi administrasi oleh LSP PARBI.

Adapun peserta uji kompetensi terdiri dari beberapa okupasi, yakni Commis Pastry 11 orang, Room Attendant 60 orang, Receptionist 19 orang, Waiter 41 orang, Bartender 13 orang, Demi Chef 18 orang, serta Bellboy 8 orang, dengan total keseluruhan 170 peserta. Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga  Wujudkan Denpasar Kota Kreatif, Arya Wibawa Hadiri Gathering Bersama Insan Kreatif Denpasar

Sementara itu, Direktur Utama LSP Pariwisata Bali Internasional, Dr. Made Sudjana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah mempercayakan lembaganya untuk melaksanakan uji kompetensi bagi tenaga kerja sektor pariwisata.

“Sertifikat yang diujikan telah menggunakan standar dengan pengakuan ASEAN. Artinya, sertifikat yang diterbitkan melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini berlaku dan diakui di negara-negara ASEAN,” jelasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Kesiapsiagaan, 1.040 Warga Seririt Ikuti Simulasi Bencana HKB 2026

Published

on

By

simulasi bencana seririt
SIMULASI: Kegiatan Simulasi Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dilaksanakan pada Minggu (26/04) bertempat di Lapangan Umum Seririt, Kecamatan Seririt. (Foro: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Program Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) yang diinisiasi oleh LPBI NU kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan Simulasi Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (26/04) bertempat di Lapangan Umum Seririt, Kecamatan Seririt.

Simulasi ini melibatkan total 1.040 peserta yang berasal dari delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Seririt, yakni Desa Pengastulan, Patemon, Bubunan, Sulanyah, Ularan, Ringdikit, Lokapaksa, serta Kelurahan Seririt. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi dan respon cepat saat menghadapi potensi bencana.

Perwakilan LPBI NU, Bapak Affan Asirozi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari LPBI NU, BNPB, BPBD, Kesiapsiagaan Pemkab Buleleng, serta seluruh unsur yang terlibat seperti Kedutaan Besar Australia. Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Ke depan, bukan hanya bencana alam, namun juga bencana non-alam, bencana nasional, hingga kerentanan sosial yang perlu kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Bapak Gede Supriatna, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat berdasarkan kondisi wilayah.

“Sesuai Peraturan Bupati Buleleng Nomor 59 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana Kabupaten Buleleng Tahun 2022–2026, Kabupaten Buleleng memiliki sembilan potensi bencana seperti gempa, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, hingga banjir bandang, belum lagi termasuk potensi bencana sosial. Tentunya terjadinya suatu bencana tidak pernah kita harapkan. Oleh karena itu, peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat di daerah rawan bencana sangat penting dilakukan. Semoga kita semakin bertumbuh dan tangguh dalam kesiapan menghadapi bencana,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Sertifikasi Kompetensi, Sasar Pemandu Wisata

Apresiasi juga datang dari salah satu peserta simulasi, Satya Dharma Arta dari Desa Sulanyah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, ke depan masyarakat semakin mawas diri, serta peran pemerintah, akademisi, hingga lembaga-lembaga terkait dapat terus berkolaborasi secara utuh dan kuat,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Seririt semakin memiliki kesadaran, pengetahuan, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga mampu membangun ketangguhan bersama di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sosial yang terus berkembang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Nobatkan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026, Dorong Inovasi Tanpa Meninggalkan Jati Diri

Published

on

By

Jegeg Bagus Badung
HADIRI GRAND FINAL: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat hadir di Malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (25/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026 sukses digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (25/4). Ajang tahunan ini membuahkan hasil dengan terpilihnya Ni Putu Haura Ratnaduhita Prastuti sebagai Jegeg Badung 2026 dan Putu Abhidhamma Dharmika Putra sebagai Bagus Badung 2026.

Penobatan dilakukan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Acara ini juga dihadiri oleh Plt. Kadis Pariwisata Badung Ni Kadek Ari Armaeni, jajaran Badan Promosi Pariwisata Daerah, Komite Ekraf, serta perwakilan Jegeg Bagus se-Bali.

Tahun ini, Jegeg Bagus Badung mengusung tema “Kalakasa” yang bermakna ruang dan waktu tanpa batas. Tema tersebut diterjemahkan oleh para finalis melalui berbagai program inovatif berbasis solusi, seperti Loka Krida (Revitalisasi Permainan Tradisional), Swadaya Gita (Seni Gender Wayang) hingga program Digitalisasi UMKM dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pemilihan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan generasi muda menghadapi arus modernisasi tanpa kehilangan akar budaya.

“Ajang ini bukan sekadar kontestasi penampilan, tetapi wahana strategis untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berbudaya,” ucapnya.

Bupati dan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga terlibat aktif dalam menguji kapasitas berpikir kritis para finalis. Hal ini dilakukan untuk memastikan para duta terpilih memiliki ketahanan mental dan intelektual yang kuat dalam mempromosikan pariwisata Badung di era digital.

“Tentu saya sangat mengapresiasi kegiatan Pemilihan Duta Pariwisata Tahun 2026 ini. Ajang ini tidak hanya sekedar menampilkan kontestasi dari segi penampilan, kecantikan, dan performa semata, tetapi yang paling penting merupakan wahana dalam membangun generasi muda Kabupaten Badung yang berkarakter, berkepribadian, cerdas, dan berbudaya, sekaligus menjadi representasi sebagai Duta Pariwisata Badung,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Sertifikasi Kompetensi, Sasar Pemandu Wisata

Bupati menyatakan rasa optimisnya terhadap kualitas para peserta tahun ini yang dinilai mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Saya melihat penampilan para peserta sangat luar biasa. Oleh karena itu, saya optimis para duta yang terpilih nantinya akan mampu berprestasi dan berjaya pada ajang Pemilihan Duta Pariwisata tingkat Provinsi Bali,” lanjutnya.

Adi Arnawa juga menegaskan bahwa program-program tersebut harus sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana sebagai fondasi utama pariwisata Bali.

“Melalui ajang ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus berkembang mengikuti kemajuan zaman, tanpa meninggalkan jati diri, karakter, dan nilai-nilai budaya yang kita miliki. Hal ini sejalan dengan konsep Tri Hita Karana sebagai landasan budaya kita,” tegasnya.

Bupati berharap para pemenang tidak hanya menjadi simbol promosi, tetapi menjadi penggerak perubahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Badung.

“Kami mendorong Duta Pariwisata menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar simbol. Keberhasilan ajang ini terletak pada lahirnya duta yang mampu merepresentasikan Badung secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Tegaskan Dukungan untuk Generasi Muda di HUT Ke-56 STT Tri Amerta

Published

on

By

alit sucipta
HADIRI HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri perayaan HUT. Ke-56 STT. Tri Amerta di Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (25/4) (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Sekaa Teruna Teruni (STT) Tri Amerta di Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (25/4). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengawal kreativitas pemuda di tingkat desa.

Acara turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, perwakilan DPR RI Dapil Bali I Wayan Sudirta, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa beserta Tripika Kecamatan, tokoh masyarakat I Wayan Muntra, serta warga setempat.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan sebesar Rp 20 juta yang diserahkan langsung Wabup Bagus Alit Sucipta. Dukungan dana juga mengalir dari Putu Yunita Oktarini (Rp 20 juta), I Komang Merta Jiwa (Rp 5 juta), I Wayan Sudirta (Rp 5 juta), serta I Wayan Muntra (Rp 5 juta) dan diterima langsung oleh Ketua STT yang baru, I Nyoman Sudarmayasa.

Wabup Bagus Alit Sucipta dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadirannya merupakan wujud nyata pemerintah daerah mendukung kegiatan kepemudaan. Ia berharap STT Tri Amerta semakin solid dan jaya.

“Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya memberikan dukungan nyata seperti peningkatan dana ogoh-ogoh dari Rp 20 juta menjadi Rp 40 juta, serta dana HUT STT dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta. Ini merupakan bentuk motivasi agar generasi muda terus melestarikan seni, adat, dan budaya Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat dan berpesan agar seluruh anggota STT Tri Amerta terus menjaga kebersamaan dalam berorganisasi.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT, I Made Adi Jonatan, melaporkan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Sahitya Ananta”. Tema ini bermakna upaya meningkatkan solidaritas untuk bergerak menuju kemajuan serta mempererat keharmonisan antar- anggota.

Baca Juga  Wujudkan Denpasar Kota Kreatif, Arya Wibawa Hadiri Gathering Bersama Insan Kreatif Denpasar

Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan merupakan hasil kerja sama terstruktur seluruh pemuda-pemudi STT Tri Amerta, yang terbagi dalam berbagai seksi mulai dari acara hingga upakara. Momentum ini sekaligus menjadi bukti semangat generasi muda dalam menjaga tradisi dan memperkuat peran STT sebagai generasi penerus. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca