Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dies Natalis Ke-24 ITB STIKOM Bali

Usung Tema “Agni Jnana Jagadhita”, Sebagai Pijar Pengetahuan untuk Kesejahteraan dan Kebahagiaan Semesta

Loading

BALIILU Tayang

:

Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali menggelar Dies Natalis Ke-24 dirangkai peluncuran buku "Citra dan Biaya" di aula Kampus Pusat ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar.
DIES NATALIS: Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali saat menggelar Dies Natalis Ke-24 yang dirangkai peluncuran buku “Citra dan Biaya” pada Senin, 10 Agustus 2026 di aula Kampus Pusat ITB STIKOM Bali di Renon, Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menggelar Dies Natalis Ke-24 pada Senin, 10 Agustus 2026 di aula Kampus Pusat ITB STIKOM Bali di Renon, Denpasar. Dies Natalis ini mengusung tema Agni Jnana Jagadhita yang dimaknai sebagai pijar pengetahuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semesta.

Hadir pada puncak Dies Natalis tersebut Pembina, Pengawas dan para Pengurus Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, para Pejabat Struktural ITB STIKOM Bali serta para dosen dan mahasiswa.

Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa perayaaan Dies Natalis ke-24 ITB STIKOM Bali mengingatkan pada tahun 2002 lalu, Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar mendirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi dengan keyakinan bahwa masa depan Bali dan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan sumber daya manusia yang unggul.

“Pada saat itu ITB STIKOM Bali hadir sebagai kampus teknologi informasi pertama di Bali,” ujar Prof. Bandem.

Setelah 24 tahun perjalanan, ITB STIKOM Bali kini telah memiliki sekitar 6.000 mahasiswa aktif dan telah melahirkan 12.000 lebih lulusan. Mereka menyebar ke berbagai bidang kehidupan, menjadi profesional, pengusaha, pemimpin, pendidik, praktisi teknologi dan bagian dari masyarakat yang membangun Bali, Indonesia bahkan dunia.

Sesuai dengan tema Agni Jnana Jagadhita yang dimaknai sebagai pijar pengetahuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semesta maka Dies Natalis adalah momentum untuk melakukan refleksi, dari mana kita datang, dimana kita berada dan kemana kita akan melangkah.

“Oleh karena itu, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di ITB STIKOM Bali hendaknya bukan sekedar menjadi cahaya bagi dirinya sendiri tetapi menjadi pijar menerangi kehidupan masyarakat.

Baca Juga  <strong>Gelar Dies Natalis, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Bantu BK FEB Unud</strong>

“Teknologi tidak boleh berhenti pada kecanggihan, ilmu pengetahuan tidak boleh hanya menghasilkan gelar, pendididkan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan lulusan. Lebih jauh dari itu, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni harus memberikan manfaat nyata bagi kemanusiaan dan kesejahteraan semesta,” ucap Bandem.

Prof. Bandem kemudian mengingatkan bahwa dunia sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Artificial intelligence telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi dan menciptakan sesuatu. Oleh karena itu, tidak cukup hanya menguasai teknologi tetapi juga memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, karakter, etika, kepemimpinan dan kemampuan berkolaborasi.

Sementara itu, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya mengatakan bahwa jumlah mahasiswa ITB STIKOM Bali sebanyak 6.182 orang dengan 6 program studi dan 3 Program Dual Degree (jadi 9 program). Asal daerah dari para mahasiswa hampir 70% merupakan putera/i daerah Bali. Sedangkan sisanya datang dari hampir 38 provinsi yang ada di Indonesia bahkan dari luar negeri yakni Perancis, Irak, Jepang, China, Korea Selatan, Philipina, Thailand, Myanmar, Bela Rusia dan Timor Leste.

Sedangkan jumlah alumni sampai dengan wisuda 37 sebanyak 12.337 orang yang terdiri dari S2 sebanyak 54 orang, S1 sebanyak 11.519 orang dan D3 sebanyak 764 orang, yang telah bekerja dan berwirausaha di berbagai bidang/sektor baik pemerintah (PNS, TNI, Polri, BUMN/D) maupun swasta di dalam maupun di luar negeri.

Saat ini jumlah dosen tetap di ITB STIKOM Bali adalah 225 orang untuk 6 program studi. Dosen dengan Pendidikan S3 sebanyak 31 dosen dan 28 dosen yang studi lanjut S3 baik di dalam maupun luar negeri. Sebanyak 111 orang sudah lulus sertifikasi dosen.

Atas dukungan dan persetujuan yayasan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ITB STIKOM Bali telah memberikan beasiswa kepada 11.002 orang mahasiswa dengan taraf ekonomi kecil dan menengah dengan jumlah beasiswa sebesar Rp 68.955.625.381 bagi mahasiswa D3, S1 maupun S2. Beasiswa tersebut diberikan kepada krama Bali yang berasal dari 9 kabupaten/kota se Bali dan beberapa orang dari luar Bali.

Baca Juga  Dari Beasiswa hingga ke China, SMAN 1 Sukasada Buka Lebih Banyak Peluang bagi Siswa Raih Masa Depan

Saat ini, ITB STIKOM Bali sudah menerapkan program Kampus Berdampak yang telah resmi menggantikan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka mulai tanggal 2 Mei 2025 bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional.

“Eksistensi kita juga sudah diapresiasi kalangan lembaga lain baik pemerintah, swasta, BUMN, BUMD maupun sesama Perguruan Tinggi baik dalam maupun luar negeri. Pada setiap kali pelaksanaan wisuda, selalu ditandatangani MoU dengan para mitra,” ujar Dadang.

Sampai saat ini ITB STIKOM Bali telah bekerjasama dengan ratusan mitra dari kalangan Pemerintah, BUMN, Industri, dan Perbankan. Kerja sama internasional di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan beberapa negara, yakni: Amerika Serikat, Cambodia, Australia, Caymand Island, China, Hungaria, India, Jepang, Korea, Malaysia, Phillipinies, Polandia, Singapore, Taiwan dan Thailand.

Lebih lanjut, Dadang menyampaikan, dalam menyemarakkan kegiatan perayaan Dies Natalis ke-24 telah dilaksanakan pameran Robot STIKOM Grup dan pelatihan Cyber Security dengan 200 orang peserta dari STIKOM Grup yang diselenggarakan oleh Bisma Informatika bekerjasama dengan Paralaxnet, sebuah perusahaan asal Amerika yang mencari ribuan talenta digital dari Indonesia dan tidak lupa diselenggarakan juga lomba-lomba.

Pada puncak acara juga digelar peluncuran buku biografi Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan oleh Ketua Yayasan IB Dharma Adyaksa. Buku berjudul “Citra dan Biaya” ini merupakan dokumentasi tentang gagasan, perjuangan, kepemimpinan, tantangan dan nilia-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Terseret Arus Saat Berenang di Pantai Gerokgak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Published

on

By

PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). Informasi kejadian tersebut diterima pada pukul 17.10 WITA dari Kadek Partha, anggota Polsek Gerokgak. Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa (11), bertempat tinggal di Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, diperoleh kronologis kejadian, dimana awalnya sekitar pukul 16.00 WITA, korban bersama dua orang anak lainnya berenang di Pantai Gerokgak dengan menggunakan styrofoam. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus ke arah tengah laut. Dua anak berhasil diselamatkan oleh masyarakat, sementara Gede Adimas Raditya Wibawa terseret arus dan menghilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan Polsek Gerokgak dan pihak keluarga korban. Pada pukul 17.30 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng yang terdiri dari 6 personel bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, mereka melaksanakan briefing untuk pembagian tugas serta menentukan pola pencarian. Empat personel melakukan pencarian menggunakan rubber boat ke arah utara dari lokasi kejadian. Sementara itu, personel lainnya melaksanakan penyisiran darat ke arah timur sejauh 2,5 KM.

“Pada pukul 18.10 rubber boat mengarah ke utara,” jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Pencarian melalui jalur laut menggunakan rubber boat dilakukan hingga pukul 18.40 WITA. Setelah itu, pencarian dilanjutkan dengan penyisiran darat ke arah barat dari lokasi kejadian. “Tim yang di lapangan, yakni pesisir pantai melaksanakan penyisiran di arah timur dan barat,” imbuhnya.

Baca Juga  Mahasiswa ITB STIKOM Bali Nyaris Borong Semua Medali LKTI Faperta Fair 2 di NTB

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian melalui jalur laut dan darat dengan memperhatikan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Pencarian akan terus dilakukan selama 7 hari apabila tak kunjung ditemukannya korban, tentunya dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta situasi di lapangan,” ujar Kadek Donny Indrawan.

Upaya pencarian hari pertama berakhir hingga pukul 21.30 Wita, namun korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian besok pagi, sesuai dengan rencana operasi dan perkembangan situasi di lapangan. Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri atas Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Pol Airud Polda Bali, Pol Airud Polres Gerokgak, Polsek Gerokgak, Babinsa Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak beserta perangkat desa, Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Soroti Partisipasi Disabilitas dan Gender dalam Sosialisasi IDI

Published

on

By

SOSIALISASI IDI: Suasana sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mengikuti kegiatan Sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026).

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Provinsi Bali, I Made Artanegara, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas lembaga dalam menjaga iklim demokrasi di Bali. Ia memaparkan tren capaian IDI Provinsi Bali yang terus mengalami peningkatan berkesinambungan, yaitu 75,35 pada 2021, 83,31 pada 2022, 85,13 pada 2023, 88,34 pada 2024, hingga mencapai 88,73 pada tahun 2025. Artanegara menegaskan bahwa capaian tinggi ini patut disyukuri, namun kualitas demokrasi yang sesungguhnya bukan sekadar diukur dari angka indeks, melainkan dari sejauh mana peran lembaga dalam melayani masyarakat dengan menjiwai kearifan lokal Sad Kerti Loka Dharma.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany. Mengulas hasil pengukuran IDI 2025, Medha menjelaskan bahwa Provinsi Bali berhasil menempati peringkat kedua secara nasional dalam kategori “Tinggi” dengan skor 88,73, di bawah tiga aspek utama: Kebebasan, Kesetaraan, dan Kapasitas Lembaga Demokrasi. Secara spesifik, Medha memaparkan indikator-indikator kunci yang membentuk angka IDI Bali. Pada Aspek Kesetaraan, Indikator 8 mengenai Kesetaraan Gender yang diukur melalui Indeks Ketimpangan Gender (IKG) mencatatkan skor maksimal mencapai 100,00 persen. Sementara pada Aspek Kebebasan, Indikator 5 mengenai Terjaminnya Hak Memilih dan Dipilih bagi Seluruh Kelompok Masyarakat memperoleh skor 91,35 persen, yang diukur berdasarkan ketersediaan fasilitas TPS bagi penyandang disabilitas serta laporan kasus pelanggaran pemilu dengan sumber data dari Bawaslu RI.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 4A TA 2025/2026

Selain itu, Medha mengumumkan bahwa Provinsi Bali bersama Jawa Barat ditunjuk sebagai lokasi piloting project penghitungan IDI tingkat kabupaten/kota guna menyajikan gambaran kondisi demokrasi daerah yang lebih akurat, spesifik, dan responsif.

Menanggapi pemaparan metodologi dan indikator tersebut, Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, memberikan masukan konstruktif agar penyusunan indikator IDI dapat menangkap realitas riil di lapangan. Terkait Indikator 8 (Kesetaraan Gender) yang mencapai skor sempurna, John mengungkapkan bahwa angka kuantitatif tersebut belum sepenuhnya menggambarkan tantangan nyata proses kaderisasi partai politik.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kader perempuan yang benar-benar siap dan memiliki minat politik masih sangat minim akibat kendala budaya patriarki. Dari 100 caleg yang didaftarkan, sering kali hanya sedikit yang memiliki kesungguhan politis, sementara sisanya dimasukkan oleh partai semata-mata demi memenuhi kewajiban administratif kuota 30 persen perempuan. Fakta kualitatif ini harus berani dibuka dan dijadikan bahan evaluasi,” ujar John.

Selanjutnya, mengenai Indikator 5 (Hak Memilih dan Dipilih), John menyoroti rendahnya angka partisipasi pemilih disabilitas di Bali. Meskipun data Bawaslu mencatat ketersediaan fasilitas TPS disabilitas cukup tinggi, kenyataan riil di TPS menunjukkan partisipasi pemilih penyandang disabilitas baru mencapai 20,1 persen dari total lebih dari 20.000 pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT hasil coklit KPU.

“Meskipun partisipasi pemilih umum di Bali masuk 10 besar nasional sebesar 83,3 persen, angka partisipasi disabilitas sebesar 20,1 persen ini merupakan PR besar bersama. Kami menyarankan agar BPS tidak hanya mengambil indikator prosedural dari Bawaslu, tetapi juga mengintegrasikan data riil partisipasi pemilih dan surat suara rusak langsung dari KPU. Tujuannya agar IDI disusun berdasarkan kenyataan lapangan untuk perbaikan bersama, bukan sekadar mengejar peringkat angka semata,” tegas John.

Baca Juga  Mahasiswa ITB STIKOM Bali Nyaris Borong Semua Medali LKTI Faperta Fair 2 di NTB

Merespons pandangan KPU Bali, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany, menyambut positif data serta masukan evaluatif tersebut. Medha mengonfirmasi bahwa masukan mengenai proses penjaringan kader perempuan dan data partisipasi riil pemilih disabilitas sangat relevan untuk memperkaya interpretasi hasil indikator IDI. Pihaknya berkomitmen membawa seluruh catatan dan data lapangan ini ke forum rekonsiliasi IDI tingkat nasional bersama BPS Pusat sebagai bahan penyempurnaan metodologi indikator IDI mendatang.

Melalui keikutsertaan aktif dalam sosialisasi ini, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menyajikan data kepemiluan yang transparan serta bersinergi dengan BPS, Kesbangpol, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan demokrasi Bali yang inklusif, adil dan berintegritas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis dan Bermutu bagi Seluruh Anak Indonesia

Published

on

By

RATAS: Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Komitmen tersebut mencakup layanan pendidikan di sekolah negeri mulai dari jenjang taman kanak-kanak, pendidikan dasar dan menengah, hingga rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Dalam rapat tersebut, Kepala Negara memanggil sejumlah menteri terkait untuk membahas penguatan akses sekaligus peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan penekanan terhadap komitmen penyediaan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri. Komitmen tersebut bahkan dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak.

“Pak Presiden memberikan penekanan, komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Dan ini juga dimulai dari taman kanak-kanak, sehingga itu yang perlu kami tegaskan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya kepada awak media usai rapat.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Presiden mengarahkan agar kualitas guru terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan yang pembiayaannya diupayakan dapat dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bermutu dalam rangka melaksanakan Astacita yang keempat Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Abdul Mu’ti.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi madrasah negeri yang berada di bawah Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa prinsip layanan pendidikan gratis pada sekolah negeri juga diterapkan pada madrasah negeri.

Baca Juga  Program Magister Komputer Prodi S2 Sistem Informasi ITB STIKOM Bali Gelar Seminar ‘’Guest Lecture Series at The Post Graduate Program’’ Bersama Dr. rer. nat. Florian Gondesen

“Apa yang berlaku di sekolah itu juga berlaku di madrasah di bawah Kementerian Agama untuk madrasah negeri,” ujar Nasaruddin.

Sementara itu, untuk pendidikan tinggi, pemerintah tengah menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyiapkan tahapan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden ingin program tersebut terwujud secepat mungkin, dengan pelaksanaan yang mempertimbangkan kesiapan anggaran dan keberlanjutan pendidikan tinggi.

“Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan, namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung,” ucap Brian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca