Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Ngada Lepas Mahasiswanya ke Jepang

BALIILU Tayang

:

magang stikom bali
Bupati Ngada Raymundus Bena dan Rektor ITB STIKOM Bali bersama mahasiswa ITB STIKOM Bali asal Kabupaten Ngada, Flores. (Foto: Hms STIKOM Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Ngada, Flores, NTT, Raymundus Bena melepas 2 mahasiswa ITB STIKOM Bali asal Kabupaten Ngada, Sanjose Diego Sastronugroho Tambus dan Christianus Vieri Salam Koeng, terbang ke Jepang untuk mengikuti program kuliah sambil magang di Jepang.

Acara yang digelar di STIKOM Bali Convention Center, Renon, Denpasar, Rabu (5/2/2026) ini diikuti seluruh mahasiswa Ngada yang merupakan kerja sama resmi Pemda Ngada dengan ITB STIKOM Bali. Acara ini digabung dengan melepas 7 mahasiswa ITB STIKOM Bali ke Jepang yang menjalani masa karantina di LPK Dwipahara, Bangli.

“Kerja sama ini terbesit sekitar 4 tahun lalu ketika saya didatangi oleh Pak Rahman (Rahman Sabon Nama-red) dan tim dari STIKOM Bali, menjelaskan tentang program kuliah sambil magang di Jepang. Cuma waktu itu saya masih wakil bupati sehingga belum terealisasi, kemudian tahun lalu saya menjadi bupati sehingga saya melihat ini menjadi program unggulan saya dan Pak Wakil (Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhae-red),” kata Raymundus Bena yang memberikan sambutan dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris untuk menghormati Mr. Pasquarleh, salah satu pimpinan LPK ACE Indonesia sebagai lembaga pengirim peserta magang ke Jepang.

Singkat cerita, per 15 Juli 2025  bertempat di halaman Kantor Bupati Ngada, Bajawa, Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhae secara resmi melepas 38 mahasiswa ke ITB STIKOM Bali untuk menjalani program kuliah sambil magang di Jepang. Sebelumnya, 11 mahasiswa sudah ada di Bali. “Sehingga total anak-anak kami peserta program kuliah magang di Jepang sebanyak 49 orang,” kata Ray Bena. Dengan melepas 2 mahasiswa hari ini maka total 3 mahasiswa Ngada sudah ada di Jepang. Sebelumnya, Pius Fernando Wou, asal Desa Beiposo, Bajawa, pada 1 Juli 2025 sudah terbang ke Yamanashi, Jepang.

Baca Juga  Rektor ITB STIKOM Bali Jadi Pembicara di Talkshow Antropologi 2024

Kepada mahasiswa yang belum lulus interview dengan user Jepang Ray Bena memotivasi mereka agar tetap bersemangat, tingkatkan terus kemampuan berbahaas Jepang dan selalu ikuti aturan di LPK ACE Indonesia. “Jangan patah semangat, terus balajar Bahasa Jepang dan mengikuti kuliah seperti biasa,” kata Ray Bena.

Direktur LPK ACE Indonesis Mr. Pasquarleh dalam sambutannya tak lupa berterima kasih kepada Pemda Ngada dan ITB STIKOM Bali yang mempercayakannya sebagai lembaga pengirim. Dia mengaku awalnya ada kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Jepang karena anak-anak datang dengan budaya yang berbeda dengan situasi pendidikan di lembaganya yang sudah bergaya Jepang, semuanya serba disiplin.

“Tapi syukurlah sekitar 50 persen sudah dapat job ke Jepang,” kata Arleh, panggilannya, yang berbicara dalam bahasa Inggris.

Direktur PT Mitra Bisnis Ciptakarya-unit usaha STIKOM Bali yang mengelola mahasiswa kuliah sambil magang di luar negeri, Yusar Hilmi melaporkan, atas kerja sama yang baik dengan LPK ACE Indonesia sehingga total anak-anak Ngada yang terbang ke Jepang hari ini hingga bulan Maret 2026 sebanyak 12 orang.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya memotivasi para mahasiswa peserta program kuliah sambil magang di Jepang karena mereka sudah memiliki kelebihan lain dibandingkan mahasiswa yang hanya mengikuti kuliah saja di Indonesia, termasuk di perguruan tinggi negeri sekalipun.

“Bandingkan dengan teman anda yang kuliah saja di Indonesia, setelah tamat, dia masih cari kerja lagi, kirim-kirim email lamar kerja. Tapi Anda kalau di Jepang, masih kuliah, dapat gelar sarjana, sudah punya uang, bisa biayai kuliah sendiri dan membantu keluarga,” kata Dadang Hermawan.

Sanjose Diego Sastronugroho Tambus yang diberi kesempatan memberikan testimoni mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemda Ngada, DPRD Ngada, ITB STIKOM Bali dan LPK ACE Indonesia karena sudah memfasilitasi keberangkatan mereka ke Jepang.

Baca Juga  Dua Dekade ITB STIKOM Bali, Puncak Acara di Pantai Pandawa Hadirkan Tulus

“Jujur Pak Bupati, orangtua kami dari Bajawa, kami semua dari kampung, tidak tahu apa-apa tentang Bahasa Jepang, dari nol, sampai di sini digodok dari pagi sampai sore, lalu malamnya mengikuti kuliah secara online, hingga kami sampai di titik ini. Saya dan teman saya Christianus Vieri sangat bersyukur karena dari 38 anak-anak Ngada yang tiba di Bali pada 15 Juli 2025, tidak sampai 8 bulan kami akhirnya yang pertama berangkat ke Jepang,” kata Diego.

Usai acara pelepasan, Bupati Ray Bena mengunjungi kantor LPK CE Indonesia sekaligus berdialog  dengan anak-anak Ngada yang sedang mengikuti kursus Bahasa Jepang. Beberapa anak Ngada kemudian dipersilahkan memperkenalkan diri (jikoshokai) dalam Bahasa Jepang.

“Saya tidak mengerti Bahasa Jepang, tapi dari gestur tubuh mereka saya yakin mereka sudah paham sekali. Mereka sudah jauh berbeda, kalau saya bandingkan ketika mereka masih ada di Ngada,” puji Ray Bena.

Terpisah, orangtua Christianus Vieri Salam Koeng tak henti-hentinya menyampaikan rasa syukur dan terima tak terhingga kasih kepada Pemda Ngada, DPRD Ngada, ITB STIKOM Bali dan LPK ACE yang telah membuka jalan anak-anak ke Jepang.

“Perasaan kami senang, bahagia dan sedih. Senang dan bahagia karena anak saya bisa bisa berangkat sekarang, Tapi kami sedih karena tidak bisa hadir di Bali, antar anak ke Jepang.  Saya hanya seorang ibu rumah tangga, suami hanya petani. Tapi kami bersyukur Pak Bupati sudah hadir memberikan penguatan kepada anak-anak kami,” kata Emirensiana Moi, ibunda Christianus Vieri, asal Desa Tanalodu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Ibu Emirensiana dan suaminya, Yohanes Donbosco Koeng sangat berharap Vieri dan Diego bisa menjalani magang dengan baik dan tetap mengikuti kuliah selama 3 tahun di Jepang demi masa depan mereka.

Baca Juga  HMI Cabang Denpasar Soroti APK PT, Rektor ITB STIKOM Bali Tawarkan Beasiswa Hingga Kuliah Sambil Bekerja di Jepang

“Anak saya 6 orang, Vieri anak ke-5. Mungkin ini jalan Tuhan membantu keluarga kami.” tutup Emirensians Moi, dengan suara terbata-bata menahan haru.

Hal senada juga disampaikan Fabianus Sebastianus Pesek, ayah Sanjose Diego Sastronugroho Tambus. ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, asal Desa Ngedukelu, Kecamatan Bajawa, ini awalnya berkeinginan datang ke Bali agar bisa ikut mengantar anaknya terbang ke Jepang. Namun karena ada tugas dinas yang tidak bisa ditinggalkan sehingga dia tak bisa hadir. Meski begitu melalaui komunikasi telepon semalam, dia sudah memberikan motivasi kepada Diego agar selama 3 tahun di Jepang tetap mengikuti aturan Pemerintah Jepang, jaga nama Indonesia, jaga nama baik Ngada, nama baik keluarga, dan lembaga yang mengirim.

“Pada kesempatan ini saya dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih banyak kepada Pemda Ngada, DPRD Ngada, ITB STIKOM Bali dan LPK ACE Indonesia serta Pak Stanis Soly dan Tim Desk Beasiswa Pemda Ngada, yang telah membuka jalan dan membimbing anak-anak Ngada sehingga anak-anak kami bisa terbang ke Jepang. Saya berharap anak-anak lain yang masih di Bali tetap semangat karena mereka semua sudah berada di track yang benar, yang penting banyak sabar dan ikuti aturan yang ada,” pungkas Fabiansu Sebaastianus Pesk yang beristrikan wanita Madiun, ibu Angela Sulistyo Nugraheni. Pantesan, nama anaknya Sanjose Diego ada unsur Jawa, Sastronugroho. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Gerakan Teba Tradisional: Cara Jembrana Percepat Penanganan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Published

on

By

bupati kembang
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat meninjau saluran got yang tertimbun sampah daun. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengeluarkan imbauan strategis terkait pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata terhadap Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 mengenai Gerakan Bali Bersih Sampah.

Melalui imbauan ini, Bupati menitikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat, terutama di lingkungan perdesaan yang memiliki halaman belakang, untuk mulai mengelola limbah rumah tangga secara mandiri di lahan masing-masing melalui metode “Teba Tradisional”.

Sejatinya metode teba ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Bali sejak dulu. Namun seiring waktu, mulai ditinggalkan. Kini, Pemerintah Kabupaten Jembrana ingin menghidupkan kembali untuk menangani sampah organik.

Langkah ini sekaligus solusi mempercepat penanganan masalah persampahan dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Jembrana. Mengingat sekitar 60-70% sampah rumah tangga adalah organik, jika setiap rumah memiliki Teba, maka beban angkut sampah ke TPA akan berkurang secara signifikan.

“Pengelolaan sampah yang paling efektif dimulai dari rumah tangga. Kami mengimbau warga yang memiliki halaman belakang atau lahan tersisa untuk menerapkan sistem Teba Tradisional guna mengolah sampah organik,” tegas Bupati Jembrana dalam keterangannya Rabu (22/4).

Memastikan pelaksanaan imbauan berjalan efektif , Bupati mengharapkan peran aktif seluruh Kelihan Dinas dan Kepala Lingkungan di Kabupaten Jembrana ikut mengawal.

Bupati meminta mereka menjadi garda terdepan dalam menggerakkan, memantau, serta memastikan pelaksanaan sistem ini di lingkungan masing-masing. Para aparat kewilayahan diwajibkan melaporkan progres penerapan Teba Tradisional kepada Bupati melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman paling lambat empat minggu sejak imbauan ditetapkan.

“Kita ingin memastikan gerakan Teba Tradisional ini berjalan. Lakukan pemantauan, gerakkan dan pastikan sehingga imbauan ini benar-benar berjalan dan laporkan hasilnya dalam waktu maksimal empat minggu,” ujar Bupati.

Baca Juga  Awal September 2024, ITB STIKOM Bali dan DNUI-China Bakal Buka Program ‘’Dual Degree International’’

Pemerintah Kabupaten Jembrana juga berharap metode ini segera menjadi budaya di tengah masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari secara berkelanjutan.

Masyarakat dapat memulai langkah mandiri dengan membuat lubang Teba di halaman belakang rumah sedalam maksimal 2 meter. Selain menjadi tempat pengolahan sampah dengan nilai ekonomi seperti pupuk kompos, Teba Tradisional diharapkan efektif sebagai lubang resapan air saat musim hujan guna menjaga cadangan air tanah.

“Kunci keberhasilan sistem ini terletak pada kedisiplinan pemilahan, di mana hanya sampah organik yang boleh dimasukkan ke dalam lubang tersebut agar dapat terurai secara alami. Jika semuanya disiplin, kami meyakini volume sampah yang masuk Ke TPA Peh jauh berkurang,” tutup Bupati Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Bumi, Pemkab Gianyar Tanam 300 Pohon

Published

on

By

pemkab gianyar
TANAM POHON: Memperingati Hari Bumi, Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan penanaman pohon di setra Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Rabu (22/4). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Memperingati Hari Bumi, Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan penanaman pohon di setra Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Rabu (22/4). Kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Mengusung tema “Our Power, Our Planet (Kekuatan Kita, Planet Kita)”, peringatan berfokus pada pemanfaatan kekuatan individu dan kolektif dalam mendorong perubahan positif bagi bumi. Tema ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

Peringatan Hari Bumi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan perlindungan lingkungan, serta menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim seperti kebakaran hutan dan kekeringan yang kian nyata.

Setidaknya ada 300 pohon dari berbagai varietas ditanam dalam kegiatan sebagai upaya meningkatkan kualitas tutupan lahan di Kabupaten Gianyar sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, S.IP., M.Si. mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon guna mendukung pelestarian lingkungan. Sejalan dengan misi Bupati Gianyar ke tiga, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berwawasan lingkungan.

“Terima kasih kepada semua pihak, termasuk rekan-rekan dan pihak hotel yang telah membantu serta mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen untuk terus melaksanakan penanaman pohon secara berkelanjutan. Upaya pembibitan juga telah mulai dilakukan sebagai langkah awal dalam mendukung program penghijauan di wilayah desa adat se-Kabupaten Gianyar.

Selain itu, Sekda juga menginstruksikan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyiapkan satu pohon berukuran besar untuk mendukung pengembangan hutan kota di Kabupaten Gianyar.

“Ke depan, setiap OPD diharapkan menyiapkan satu pohon besar sebagai bagian dari pembangunan hutan kota,” tambahnya.

Baca Juga  MarkPlus Gandeng ITB STIKOM Bali Gelar ‘‘International Marketing Festival‘‘

Melalui kegiatan, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lestari dan berkelanjutan di Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

BPBD Buleleng Dorong Optimalisasi SIK, Perkuat Perencanaan Penanggulangan Bencana yang Inklusif

Published

on

By

BPBD Buleleng
RAPAT OPTIMALISASI: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng saat menggelar rapat Optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK), bertempat di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Buleleng, Selasa (22/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana yang adaptif dan berbasis data, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menggelar rapat Optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK), bertempat di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Buleleng, Selasa (22/4).

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK), sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk menjawab tantangan penanggulangan bencana yang semakin kompleks. SIK tidak hanya fokus pada data kejadian bencana, namun mencakup seluruh siklus penanggulangan bencana, mulai dari tahap pra bencana, saat tanggap darurat, hingga pasca-bencana.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran BPBD dan Pusdalps Kabupaten Buleleng, UPTD PBD Pusdalops BPBD Provinsi Bali serta perwakilan dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng.

Dalam arahannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menegaskan bahwa optimalisasi SIK menjadi langkah strategis dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat berbasis data. Ia menjelaskan bahwa SIK mampu mempermudah pemetaan daerah rawan bencana, analisis risiko, hingga visualisasi data geospasial secara terintegrasi.

“Melalui SIK, seluruh data kebencanaan dapat diakses secara instan dan real-time, sehingga mendukung proses perencanaan yang lebih akurat dan responsif. Ini menjadi kunci dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang inklusif dan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, SIK juga telah terintegrasi antara BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten/Kota, serta mendorong transparansi dan efisiensi melalui digitalisasi birokrasi. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diatasi, seperti ketergantungan pada koneksi internet, potensi sistem kelebihan beban saat pelaporan tinggi, serta pentingnya peningkatan kualitas informasi input data agar validitas tetap terjaga.

Baca Juga  MarkPlus Gandeng ITB STIKOM Bali Gelar ‘‘International Marketing Festival‘‘

Untuk itu, BPBD Kabupaten Buleleng mendorong adanya sistem pengembangan ke depan, salah satunya melalui pembukaan akses Open API dari SIK Provinsi Bali. Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem internal BPBD Buleleng serta meningkatkan interoperabilitas dengan sistem pendukung lainnya di daerah.

Melalui rapat ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan SIK, sekaligus mendorong adaptasi terhadap proses bisnis yang ada, guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, kami optimistis SIK dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca