Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Disbud Denpasar Gelar Workshop Legend

Rawat Seni Klasik Dukung Kemajuan Pariwisata

Loading

BALIILU Tayang

:

disbud denpasar
WORKSHOP LEGEND: Pelaksanaan Workshop Legong Denpasar (Legend) bertajuk Merawat Seni Klasik dalam Wisata Denpasar yang menyasar sekaa/sanggar/komunitas seni klasik yang dipusatkan di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada Kamis (31/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menggelar Workshop Legong Denpasar (Legend) bertajuk Merawat Seni Klasik dalam Wisata Denpasar yang menyasar sekaa/sanggar/komunitas seni klasik yang dipusatkan di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada Kamis (31/7). Kegiatan tersebut menegaskan komitmen Pemkot Denpasar untuk mendukung dan melestarikan kesenian klasik.

Pelaksanaan kegiatan ini turut menghadirkan pembina serta konsultan seni di Kota Denpasar. Yakni Maestro Tari Bali,  Ni Ketut Arini Alit, SST, I Nyoman Suarsa, Ni Kadek Diah Pramanasari, S.Sn.,M.Sn, Putu Parama Kesawa Ananda Putra, S.Sn.,M.Sn dan I Made Sukarda, S.Sn., S.Pd.Gr.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa upaya pelestarian seni klasik di Kota Denpasar juga memiliki dasar hukum yang kuat. Secara nasional, pelestarian budaya diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2021, dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang Hak Cipta. Di tingkat daerah, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 menjadi pedoman pelestarian budaya Bali secara komprehensif.

Selain itu, kata Narta, Pemerintah Kota Denpasar melalui Peraturan Walikota Denpasar Nomor 16 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan Daerah menetapkan arah kebijakan dan strategi pelestarian budaya, termasuk kesenian klasik, sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan berbasis masyarakat. Dengan adanya sinergi antara Program Asta Cita, visi-misi Kota Denpasar, dan dasar hukum pelestarian budaya, maka penguatan kegiatan kesenian klasik menjadi sangat strategis.

“Selain menjaga eksistensi seni tradisional, program ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat, mendorong ekonomi kreatif, serta memperkuat identitas budaya lokal yang berdaya saing di kancah nasional dan global. Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas seni, Denpasar diharapkan menjadi kota berbudaya yang dinamis namun tetap berpijak pada akar tradisinya,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Buka Car Free Day Renon

Dikatakan Narta, workshop ini dilaksanakan sebagai upaya mengidentifikasi dan mendata sekaa/sanggar/komunitas seni klasik yang aktif di Kota Denpasar, serta mensosialisasikan pentingnya pendaftaran resmi pada Dinas Kebudayaan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh basis data awal yang valid dan terklasifikasi, sebagai landasan pembinaan, pelestarian, fasilitasi, dan promosi seni klasik secara terstruktur serta berkelanjutan.

Ditambahkannya, workshop ini merupakan implementasi aksi perubahan guna memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja organisasi, baik secara langsung maupun jangka panjang. Sehingga diharapkan mampu mewujudkan ekosistem pelestarian seni klasik yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan sektor pariwisata Kota Denpasar serta Kesenian Legong ini diharapkan menjadi ikon atau menjadi identitas kesenian daerah di Kota Denpasar.

“Melalui workshop ini diharapkan mampu mengembangkan dan mengoperasikan media/sarana pementasan seni klasik berbasis kawasan wisata budaya, khususnya di titik-titik strategis Kota Denpasar. Hal ini untuk memberikan ruang ekspresi rutin bagi seniman lokal, sekaligus menjadikan seni klasik sebagai bagian dari atraksi wisata budaya kota,” ujarnya.

Salah seorang narasumber, I Nyoman Suarsa menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dimana, workshop ini merupakan wahana untuk mewujudkan integrasi seni klasik ke dalam ekosistem pariwisata Kota Denpasar melalui platform digital (Denpasar Tourism), serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekaa/sanggar/komunitas seni, dan pelaku pariwisata.

“Tujuan ini mendorong keberlanjutan pelestarian seni klasik yang berbasis pada sinergi antarpihak, serta memanfaatkan teknologi informasi sebagai media promosi dan edukasi budaya secara luas serta Kesenian Legong ini diharapkan menjadi ikon atau menjadi identitas kesenian di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Tiga Karya Keagamaan di Munggu, Bupati Badung Tegaskan Komitmen Perkuat Adat, Budaya dan Pembangunan

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri rangkaian Karya Keagamaan di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi.
SERAHKAN HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat hadiri tiga rangkaian karya keagamaan di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, desa adat dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan pembangunan dengan keberlangsungan adat, agama, tradisi dan budaya Bali, khususnya di Desa Munggu, Pemkab Badung berkomitmen terus mendukung keberlangsungan kehidupan adat, agama, tradisi dan budaya di tengah masyarakat.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjadi upasaksi dalam sejumlah rangkaian karya keagamaan yang berlangsung di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, pada Tilem Sasih Karo, Rabu (12/8).

Tiga kegiatan karya keagamaan tersebut diantaranya Pujawali dan Melaspas, Pasupati, Arca Pralingga serta Nutug Karya di Pura Puseh Desa Dalem, Desa Adat Pande Munggu, Banjar Dukuh Pandean. Karya Pujawali Pura Dalem Kahyangan Wisesa, Desa Adat Munggu dan Piodalan di Pura Dalem Kahyangan Tuwed Agung, Banjar Dukuh Sengguan, Desa Adat Kertha Bhujangga.

Dalam sambutannya, Bupati I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Badung harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga adat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali. Menurutnya, selain aspek tersebut, pembangunan infrastruktur juga memiliki peranan penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

“Pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian kita, bantuan pembangunan hingga bantuan bagi para penyandang disabilitas ini berasal dari pendapatan Pemerintah Kabupaten Badung yang cukup, yang bersumber dari sektor pariwisata. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan selain infrastruktur, membangun sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas Pemkab Badung melalui program Beasiswa Nak Badung. “Tentunya melalui program Beasiswa Nak Badung ini, saya berharap agar para orang tua yang kurang mampu, maupun yang berprofesi sebagai petani tidak lagi takut untuk menyekolahkan anaknya hingga sarjana,” jelas Adi Arnawa.

Baca Juga  Penutupan Rapat Paripurna DPRD Denpasar

Ia juga berharap seluruh rangkaian karya keagamaan yang dilaksanakan di Desa Munggu berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama. “Semoga seluruh rangkaian karya berjalan dengan lancar, membawa kerahayuan, kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh krama. Mari kita terus jaga kebersamaan, gotong-royong dan keharmonisan antara pemerintah, desa adat dan masyarakat,” harap Bupati.

Pada kesempatan ini juga Bupati Badung Adi Arnawa menyerahkan bantuan secara simbolis hibah pembangunan di Pura Puseh Desa Dalem, Desa Adat Pande Munggu sebesar Rp. 500 juta. Penyerahan ini disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten I Made Rai Wirata dan Wayan Edi Sanjaya, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta beserta perangkat desa, para Bendesa Adat, Kelian Dinas dan Kelian Adat beserta tokoh masyarakat se-Desa Munggu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Maspahit Canggu

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit di Pura Maspahit, Br. Kayutulang, Canggu.
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Medasar Caru Rsi Gana dan Caru Panca Rupa, Pura Maspahit, Br. Kayutulang, Canggu, Kuta Utara, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama pengempon Pura Maspahit, Br. Kayutulang, Canggu, Kuta Utara menggelar Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Medasar Caru Rsi Gana dan Caru Panca Rupa pada Rahina Tilem Sasih Karo, Rabu (12/8). Rangkaian Puncak Karya dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana, Camat Kuta Utara Nyoman Tirtayasa, Perbekel Desa Adat Canggu I Wayan Suarya, Jro Bendesa Adat Canggu I Nyoman Siana, Ketua Kadin Badung, serta jajaran pengurus desa adat setempat. Pada kesempatan tersebut Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti karya dan menyerahkan dana hibah sebesar Rp 800 juta.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Wayan Adi Arnawa mengucapkan terima kasih atas semangat gotong-royong serta sinergi yang kuat antara pengempon (pengelola) Pura Maspahit dan krama (warga) Desa Adat, sehingga pujawali dan rangkaian karya agung ini dapat berjalan dengan lancar dan rahayu (labda karya sida purna sida sidaning don). Bupati menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan Canggu, Kuta Utara. Selain fokus pada penataan infrastruktur demi kenyamanan wisatawan, pembenahan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan juga menjadi prioritas utama.

Ia juga mengatakan bahwa, sebagai salah satu destinasi wisata utama yang perkembangannya sangat pesat, Canggu menghadapi tantangan besar terkait kemacetan dan pelanggaran tata ruang. Menanggapi keluhan dari tokoh masyarakat dan pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Badung tengah menyiapkan langkah strategis berskala besar. “Canggu adalah daerah tujuan wisata yang berkembang luar biasa. Namun, kita harus tegas terhadap pelanggaran tata ruang, seperti bangunan yang melanggar sempadan jalan atau sungai. Jika dibiarkan, wisatawan tidak akan merasa nyaman lagi, dan hal itu akan menurunkan kunjungan yang berdampak langsung pada pendapatan daerah,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Safari Kesehatan

Untuk mengurai kemacetan, Pemkab Badung berencana memberlakukan sistem arus lalu lintas satu arah (one-way system) dari arah timur ke barat di kawasan Canggu. Tak tanggung-tanggung, anggaran hingga ratusan miliar telah disiapkan untuk perbaikan jalan. Bahkan, Pemkab Badung telah berdiskusi dengan konsultan internasional guna mematangkan rencana jangka panjang pembangunan jalur bawah tanah (underground) yang menghubungkan titik-titik krusial menuju jalur utama seperti Gatot Subroto.

Keberhasilan penataan pariwisata ini terbukti mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung secara signifikan. Tercatat hingga 31 Juli 2026, realisasi uang masuk ke kas daerah telah mencapai Rp 4,1 triliun. Pemerintah Kabupaten Badung memastikan bahwa tingginya PAD ini langsung dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang inklusif dan pro-rakyat.

“Beberapa program santunan yang berjalan otomatis antara lain santunan kematian sebesar Rp 10 juta, santunan hari raya Galungan sebesar Rp 2 juta, serta santunan bulanan sebesar Rp 1 juta bagi penyandang disabilitas. Di sektor pendidikan, Pemkab Badung meluncurkan kebijakan baru untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan antara warga kaya dan miskin,” ucap Adi Arnawa.

Bupati juga mengungkapkan, mulai tahun ini, seluruh siswa krama Badung yang menempuh pendidikan di tingkat SD, SMP, hingga SMA/sederajat dibebaskan dari biaya sekolah (gratis). Kebijakan ini berlaku merata baik di sekolah negeri maupun swasta, di luar sekolah internasional. Ke depan, Pemkab Badung juga tengah merancang program bantuan beasiswa kuliah jenjang S1 bagi generasi muda Badung.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistemnya. Kesejahteraan krama dan masa depan pendidikan anak-anak kita di Badung harus berjalan beriringan dengan kemajuan pariwisatanya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Prosesi Potong Rambut Paskibraka Badung

Penguatan Karakter dan Kesadaran Antinarkoba

Loading

Published

on

By

Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memimpin Prosesi Potong Rambut Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2026 di Hotel Made Bali.
PROSESI POTONG RAMBUT: Bunda Antinarkoba Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Prosesi Potong Rambut Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2026, di Hotel Made Bali, Rabu (12/8). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bunda Antinarkoba Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Prosesi Potong Rambut Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung Tahun 2026, Rabu (12/8). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Made Bali ini dirangkaikan dengan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba bagi seluruh anggota Paskibraka yang sedang menjalani masa pemantapan latihan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Narasumber Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, pembina, pelatih, serta seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Badung yang telah terpilih dan siap bertugas dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa prosesi potong rambut bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan simbol penyempurnaan diri, kedisiplinan, kesetaraan, dan keseragaman sebagai persiapan mental dan fisik sebelum mengemban tugas mulia mengibarkan bendera negara.

“Potong rambut ini adalah tanda bahwa kalian sedang membentuk karakter yang tangguh, bersih, dan berwibawa. Tampil rapi mencerminkan hati yang tertib, pikiran yang bersih, serta tekad yang kuat untuk menjadi teladan bagi generasi muda lain di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Selain itu Bunda Antinarkoba Badung menegaskan bahwa anggota Paskibraka adalah wajah dan teladan pemuda Badung. Oleh karena itu, wajib menjauhi segala bentuk pergaulan bebas dan bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan.

“Kalian adalah generasi pilihan, harapan keluarga dan kebanggaan daerah. Jangan pernah menyentuh narkoba dalam bentuk apa pun. Jadilah pemuda yang sehat, cerdas, berprestasi, dan bermanfaat. Isi waktu dengan kegiatan positif, latihan yang tekun, dan pelajaran yang sungguh-sungguh. Sosialisasi ini kami gencarkan agar kalian sadar sejak dini narkoba bukan solusi, melainkan penghancur mimpi dan masa depan,” tegasnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Teken MoU dengan BPSDMP Kemenhub

Lebih lanjut Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Paskibraka, para pelatih, panitia, dan instansi terkait yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap persiapan yang matang ini akan melahirkan pengibar bendera yang gagah, berwibawa, serta bersih dari narkoba dan pergaulan yang tidak sehat.

“Semoga kalian menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, bangga, dan penuh semangat. Tunjukkan kepada semua pemuda Badung itu hebat, bersih, dan berprestasi. Selamat berlatih dengan giat,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca