Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Diskon Tarif Listrik 50 Persen Segera Berakhir, PLN Ingatkan Masyarakat untuk Tetap Waspada terhadap Penipuan

BALIILU Tayang

:

diskon tarif listrik
Petugas PLN saat melakukan pengecekan jaringan pelanggan PLN. (Foto: Hms PLN UID Bali)

Denpasar, baliilu.com – Program diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang diluncurkan oleh PT PLN (Persero) sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat dalam mengurangi beban ekonomi akan segera berakhir.

Program ini berlaku selama dua bulan, mulai Januari hingga Februari 2025, dan telah memberikan manfaat bagi jutaan pelanggan listrik di seluruh Indonesia. Namun, menjelang berakhirnya program ini, PLN mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan diskon tarif listrik.

Program diskon tarif listrik 50% merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang berangsur pulih. Diskon ini berlaku untuk pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 450 VA sampai 2.200 VA, baik pelanggan prabayar (token listrik) maupun pascabayar. Selama periode Januari hingga Februari 2025, pelanggan yang memenuhi kriteria telah menikmati pengurangan tarif listrik sebesar 50% pada tagihan mereka.

Bagi pelanggan prabayar, diskon ini secara otomatis diterapkan pada saat pembelian token listrik melalui kanal resmi seperti PLN Mobile, aplikasi mitra resmi PLN, atau loket pembayaran terafiliasi. Sementara itu, untuk pelanggan pascabayar, diskon langsung terlihat pada tagihan bulanan yang diterima pelanggan.

Dengan berakhirnya program pada akhir Februari 2025, pelanggan prabayar yang akan membeli token listrik pada 1 Maret 2025 secara otomatis akan berlaku biaya normal tanpa adanya potongan. Sedangkan pelanggan pasca bayar, dapat membayar biaya tagihan listrik bulan Februari di bulan Maret dengan biaya yang langsung terpotong 50 persen.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan bahwa diskon tarif listrik 50% diberikan secara otomatis kepada pelanggan dengan daya yang ditentukan tanpa perlu melakukan pendaftaran atau pembayaran biaya tambahan apapun selain pembelian token atau pembayaran tagihan listrik.

Baca Juga  Meningkat Hingga 285 Persen, SPKLU PLN Catatkan 1.355 Transaksi Selama Libur Nyepi dan Idul Fitri 2025

“Pastikan pembayaran tagihan dilakukan pada bulan Januari dan Februari melalui kanal resmi PLN untuk menghindari potensi penipuan,” ujarnya.

Eric mengatakan menjelang berakhirnya program diskon tarif listrik 50%, PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan program ini. Salah satu modus penipuan yang kerap terjadi adalah permintaan uang untuk mendapatkan diskon.

“PLN tidak pernah memungut biaya tambahan atau meminta uang dalam bentuk apa pun untuk memberikan diskon tarif listrik. Jika ada pihak yang meminta uang atau biaya administrasi untuk mendapatkan diskon, masyarakat diminta untuk tidak menuruti dan segera melaporkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Selain itu, ia menuturkan modus lain seperti penyebaran tautan atau aplikasi palsu juga harus diwaspadai.

“Waspada terhadap link atau aplikasi palsu yang mengklaim dapat memberikan diskon tarif listrik. Pastikan semua transaksi dilakukan melalui aplikasi resmi PLN atau mitra resmi yang terdaftar,” imbuhnya.

Adapula pesan atau telepon mencurigakan yang bisa muncul mengatasnamakan program ini sehingga pihaknya menghimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pesan singkat (SMS) atau telepon yang mengatasnamakan PLN dan meminta data pribadi atau informasi keuangan.

“PLN tidak akan pernah meminta data sensitif pelanggan melalui telepon atau pesan singkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eric menjelaskan bahwa program diskon tarif listrik 50% akan berakhir pada 28 Februari 2025. Setelah tanggal tersebut, tarif listrik akan kembali normal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PLN mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu program ini dengan bijak.

“Program diskon tarif listrik 50% telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dalam mengurangi beban ekonomi. Dengan adanya program ini PLN telah menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ungkapnya.

Baca Juga  Dukung KTT G20 dengan Energi Hijau, PLN Bangun 36 PLTS Atap 869 kWp di Bali

Irna, Salah satu pelanggan pasca bayar PLN yang telah menikmati diskon tarif listrik pada periode tagihan di bulan Januari menyambut baik program ini. Dirinya menuturkan potongan biaya ini meringankan biaya kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Sebelumnya saya sudah mendengar bulan Desember lalu pelanggan PLN akan mendapatkan diskon 50 persen di tahun 2025 dan saat melakukan pembayaran untuk tagihan Januari ternyata terbukti dapat potongan biaya. Biasanya saya membayar sampai 400 ribu rupiah, sekarang cukup setengahnya saja, dan sisanya bisa digunakan untuk berhemat,” tutupnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat Jembarana, PLN Salurkan Rp 170 Juta

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, PLN Sigap Atasi Gangguan Listrik

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Resmikan Anjungan Listrik Mandiri , PLN Jadikan Nusa Penida Sebagai Pulau Ramah Lingkungan

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca