Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Distribusikan 677 Tong Komposter CSR, Bupati Badung Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber

BALIILU Tayang

:

csr komposter badung
SERAHKAN TONG KOMPOSTER: Bupati Wayan Adi Arnawa secara simbolis menyerahkan bantuan tong komposter kepada para Perbekel/Lurah dan Kepala Lingkungan se-Kecamatan Kuta Utara di Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (10/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung mendistribusikan 677 unit tong komposter yang bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) sebagai bagian dari penguatan transformasi pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah ini juga merupakan respons atas kebijakan pemerintah pusat terkait penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Program tersebut difokuskan pada penguatan pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga, khususnya bagi warga yang tidak memungkinkan membangun Teba Modern.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara simbolis menyerahkan bantuan tong komposter kepada para Perbekel/Lurah dan Kepala Lingkungan se-Kecamatan Kuta Utara di Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (10/2).

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan struktural yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan tingginya aktivitas pariwisata di Badung. Ketergantungan pada sistem pembuangan akhir dinilai tidak lagi relevan dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, kesehatan, serta menurunkan kualitas destinasi wisata. Ia menambahkan, kebijakan penutupan TPA Suwung, kecuali untuk sampah spesifik seperti kiriman sampah pantai pada periode tertentu menjadi momentum penting untuk melakukan perubahan mendasar dalam sistem pengelolaan sampah daerah.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi bertumpu pada hilir. Penanganan dari sumber, terutama rumah tangga, merupakan prasyarat utama agar sistem pengelolaan sampah berjalan efektif dan berkelanjutan. Pemerintah pusat sudah memberikan batas waktu yang jelas. Di luar sampah spesifik, kita tidak lagi diizinkan membuang sampah ke TPA Suwung, artinya, kita tidak bisa main-main lagi,” ujarnya.

Menurut Bupati, perubahan paradigma harus dimulai dari pemilahan sampah sejak rumah tangga. Pemilahan organik dan anorganik tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai ekonomis melalui daur ulang, sejalan dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Ia juga meminta Camat, Perbekel, Lurah, dan Kepala Lingkungan untuk aktif mengedukasi masyarakat serta memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif melalui pembentukan dan penguatan satuan tugas (satgas) sampah.

Baca Juga  Dinas Perikanan Badung Gelar Bimtek Pengolahan Ikan

“Tanpa pengawasan dan komitmen bersama, program ini tidak akan berjalan. Sampah adalah persoalan serius, apalagi Badung hidup dari sektor pariwisata,” ucapnya.

Dalam konteks kolaborasi multipihak, Bupati mengapresiasi kontribusi sektor swasta melalui program CSR. Sinergi pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi instrumen penting dalam mempercepat perubahan pola pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Program tong komposter ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemkab Badung dalam membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi dengan rumah tangga sebagai titik awal pengendalian.

Bupati juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah akan menjadi indikator penting dalam penilaian kinerja wilayah, disertai skema penghargaan dan insentif bagi desa dan kelurahan dengan kinerja terbaik. Selain pengelolaan organik di sumber, Pemkab Badung bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar tengah menyiapkan fasilitas pengolahan sampah residu melalui TPST Mengwitani dan TPST Padang Seni dengan kapasitas sekitar 300 ton per hari menggunakan teknologi non-insinerator.

“Momentum ini harus kita jadikan langkah awal untuk berubah. Kita harus bergerak sekarang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, menjelaskan bahwa tong komposter dirancang untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan dan material biologis lainnya menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.

Ia merinci, bantuan 677 unit tong komposter bersumber dari sejumlah perusahaan melalui program CSR, yakni Ayana Resort Bali (Yayasan Midplaza Peduli) 117 unit, BPD Bali 400 unit, Discovery Shopping Mall dan LV8 (PT Bali Cakrawala Utama) 50 unit, PDAM Badung 60 unit, serta Hotel Horison 50 unit. Dari total tersebut, 567 unit siap didistribusikan per 12 Februari 2026, sementara 110 unit lainnya masih dalam proses pengadaan.

Baca Juga  Sekda Hadiri ‘’Gathering’’, Wujudkan Badung Daulat Pangan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Badung, serta perbekel/lurah dan kepala lingkungan se-Kecamatan Kuta Utara. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Dukung ICANN87 Digelar di Bali

Siap Luncurkan Domain .Bali dan Angkat Aksara Bali ke Panggung Internet Dunia

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Prof. Hammam Riza bersama jajaran panitia ICANN87 di Jayasabha, Denpasar.
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Prof. Hammam Riza, ilmuwan dan Perekayasa Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Guru Besar Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Universitas Syiah Kuala, bersama jajaran panitia ICANN87 di Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ICANN87 Annual General Meeting (AGM) di Nusa Dua, Bali, pada 17–22 Oktober 2026. Forum tahunan organisasi pengelola tata kelola internet dunia itu dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Bali di panggung global, sekaligus mengangkat nilai-nilai peradaban dan kebudayaan Bali melalui peluncuran domain .Bali serta penguatan eksistensi Aksara Bali di ruang digital internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi Prof. Hammam Riza, ilmuwan dan Perekayasa Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Guru Besar Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Universitas Syiah Kuala, bersama jajaran panitia ICANN87 di Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7).

Dalam pertemuan itu, Prof. Hammam menyampaikan bahwa ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) merupakan organisasi yang mengelola sistem penamaan domain dan alamat protokol internet (IP Address) secara global. Organisasi tersebut kerap disebut sebagai “PBB-nya internet dunia” karena menjadi forum multistakeholder yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas teknis, hingga masyarakat sipil dalam merumuskan tata kelola internet dunia.

ICANN87 yang akan dipusatkan di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua. “ Diperkirakan dihadiri sekitar 2.500 hingga 3.000 peserta dari lebih dari 150 negara,” tandasnya.

Acara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober 2026, dilanjutkan dengan gala dinner pada malam harinya.

Salah satu agenda penting yang diusung Indonesia adalah peluncuran domain .Bali sebagai identitas digital yang diharapkan menjadi penguat branding Pulau Dewata di tingkat internasional.

Selain itu, forum tersebut juga akan menjadi momentum peluncuran dukungan terhadap Aksara Nusantara, termasuk Aksara Bali, sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Indonesia di era digital.

Baca Juga  Forum Kelitbangan Kabupaten Badung, Optimalkan Pengelolaan Keuangan Daerah

Perwakilan ICANN, Samiran Gupta, selaku Vice President, Stakeholder Engagement and Managing Director, Asia Pacific ICANN turut mengapresiasi sambutan positif Gubernur Koster.

“Penyelenggaraan ICANN87 di Bali menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan peran aktif dalam tata kelola internet global,” kata Samiran.

Ia berharap Gubernur Bali dapat hadir sekaligus membuka rangkaian kegiatan tersebut mengingat besarnya arti strategis penyelenggaraan ICANN87 bagi Bali maupun Indonesia.

Menanggapi hal itu, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah pertemuan internet terbesar di dunia tersebut.

“(Domain, red) Dot Bali bagus sekali, karena kata ‘dot’ dalam bahasa Bali juga bermakna ingin atau kepingin. Bisa dimaknai sebagai I want Bali. Ini menjadi branding yang sangat kuat bagi Bali di tingkat internasional,” ujar Koster.

Menurutnya, penyelenggaraan ICANN87 bukan sekadar forum teknologi informasi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai peradaban Bali kepada masyarakat dunia.

“Acara ini sangat penting karena dapat mengangkat nilai peradaban kita. Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Digital yang memberikan kesempatan kepada Bali menjadi tuan rumah,” katanya.

Koster menegaskan bahwa pelestarian Aksara Bali merupakan salah satu kebijakan prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Melalui Peraturan Gubernur tentang Perlindungan dan Penggunaan Aksara Bali, pemerintah mewajibkan penggunaan aksara tersebut pada papan nama kantor pemerintah, fasilitas umum, jalan, lembaga pendidikan, hingga berbagai produk yang berasal dari Bali.

Ia menilai aksara bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi utama sebuah peradaban.

“Semua kebudayaan, adat istiadat, hingga pengetahuan berawal dari aksara. Tanpa aksara kita tidak bisa mewariskan peradaban. Hulunya adalah aksara. Karena itu saya sangat tegas terhadap implementasi kebijakan ini,” tegasnya.

Baca Juga  Sekda Hadiri ‘’Gathering’’, Wujudkan Badung Daulat Pangan

Menurut Koster, berbagai negara maju seperti Jepang dan China tetap mempertahankan penggunaan aksara asli mereka dalam kehidupan sehari-hari tanpa kehilangan daya saing global. Bali pun, katanya, harus memiliki keberanian yang sama dalam menjaga identitas budayanya.

“Nilai spiritual aksara Bali sangat tinggi. Aura dan daya tarik budaya Bali juga lahir dari sana. Karena itu saya mewajibkan produk-produk Bali menggunakan Aksara Bali. Saya bahkan rutin melakukan inspeksi lapangan, jika tidak dilaksanakan, tentu ada sanksi sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia optimistis peluncuran domain .Bali akan memperkuat identitas digital Bali sekaligus menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.

“Kebijakan yang lahir di Bali selalu mendapat perhatian dunia. Saya kira ini menjadi rezeki bagi Bali dan juga bagi saya secara pribadi karena kegiatan internasional yang luar biasa seperti ini dapat berlangsung di Bali,” kata Koster.

ICANN87 merupakan Pertemuan Umum Tahunan (Annual General Meeting/AGM) ke-28 yang diselenggarakan secara hibrida dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Peserta yang ingin mengikuti kegiatan secara langsung diwajibkan mendaftar paling lambat 14 Oktober 2026 melalui situs resmi ICANN.

Forum ini akan mempertemukan perwakilan pemerintah, perusahaan telekomunikasi dan penyedia layanan internet, akademisi, pakar keamanan siber, operator registri domain, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas pengguna internet dari berbagai negara. Indonesia melalui Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan global tersebut.

Dengan dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan ICANN87, Pulau Dewata dikatakan Gubernur Koster tidak hanya menjadi pusat pertemuan tata kelola internet dunia, tetapi juga memperoleh panggung strategis untuk memperkenalkan identitas budaya, memperkuat diplomasi digital, serta menegaskan posisi Bali sebagai daerah yang mampu memadukan kemajuan teknologi dengan pelestarian warisan budaya. (gs/bi)

Baca Juga  Penandatanganan NPHD Pelaksanaan Pilkada Tahun 2024

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Putri Koster Ajak ASN dan Masyarakat Cintai Wastra Bali, Perkuat UMKM dan Lestarikan Tenun Tradisional

Published

on

By

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster membuka Dekranasda Bali Fashion Day "Wastra Hita Kara" di Gedung Ksirarnawa, Denpasar.
DBFD: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hita Kara” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (28/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat Bali untuk semakin mencintai dan menggunakan wastra Bali sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat perekonomian perajin lokal. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hita Kara” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (28/7).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Bank BPD Bali, Direktur Utama Perumda Kerta Bali Saguna, perwakilan BaliMall.id, Ketua Dekranasda Kabupaten Klungkung, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa sejak periode pertama kepemimpinannya di Dekranasda Bali, pemberdayaan UMKM dan IKM menjadi salah satu fokus utama. Melalui sinergi bersama Bank BPD Bali dan berbagai pihak, Dekranasda Bali terus berupaya memberikan pendampingan sekaligus membuka akses pasar bagi produk-produk lokal Bali.

Ia menjelaskan, pada periode kedua kepemimpinannya, Dekranasda Bali kembali menghadirkan program IKM Bali Bangkit yang hingga kini terus menunjukkan hasil menggembirakan. Sejak dibuka pada Maret hingga saat ini, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai kurang lebih Rp 32 miliar.

“Ajang Pesta Kesenian Bali memberikan dampak yang sangat besar terhadap peningkatan penjualan produk UMKM. Kami menyediakan wadah secara gratis bagi para pelaku usaha selama mereka bersedia mengikuti aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Selain menyediakan ruang pameran, Dekranasda Bali juga secara rutin menyelenggarakan peragaan busana setiap bulan sebagai media promosi produk wastra Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk terus memberikan ruang promosi kepada para desainer dan perajin lokal.

Baca Juga  Forum Kelitbangan Kabupaten Badung, Optimalkan Pengelolaan Keuangan Daerah

“Karena tahun ini kami tidak mengikuti Kriya Nusa, maka kami menghadirkan Fashion Week agar para desainer dan perajin tetap memiliki panggung untuk memperkenalkan karya-karyanya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali agar tidak hanya mendukung UMKM secara simbolis, tetapi juga membeli dan mengenakan produk-produk yang dipasarkan di IKM Bali Bangkit.

“Kalau kita ingin UMKM maju, mari kita mulai dengan membeli dan memakai produknya. Saat ini omzet IKM Bali Bangkit telah meningkat, dan hari ini ada empat OPD yang ikut tampil dalam fashion show menggunakan busana karya UMKM Bali,” katanya.

Perangkat daerah yang tampil memperagakan busana berbahan wastra Bali dalam Dekranasda Bali Fashion Day kali ini antara lain Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, RS Mata Bali Mandara, serta satu lembaga Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa Dekranasda Bali Fashion Day merupakan bagian dari rangkaian program Trilogi Dekranasda, yang juga mencakup Fashion Week dan Road Show sebagai upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis wastra Bali.

Ia berharap para desainer Bali mampu menjadi pencipta tren dengan menghadirkan busana modern tanpa meninggalkan identitas budaya Bali.

“Desainer harus menjadi trendsetter, sehingga masyarakat Bali tampil modis tetapi tetap berakar pada budaya sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan kain tenun tradisional Bali yang saat ini menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, sejumlah motif tenun Bali mulai banyak ditiru sehingga perlu mendapatkan perlindungan dan upaya pelestarian yang serius.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Wabup Karangasem

Ia mengungkapkan bahwa kain endek Bali telah memperoleh pengakuan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), sementara kain gringsing Tenganan telah memiliki Indikasi Geografis (IG). Pengakuan tersebut menjadi instrumen penting untuk melindungi keaslian produk sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin.

“Kalau kita benar-benar mencintai kain tenun Bali, maka kita juga harus tahu bagaimana menjaga kelestariannya. Perlindungan terhadap wastra tradisional adalah bentuk penghormatan kepada para perajin sekaligus investasi bagi masa depan budaya Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri “Majaya-jaya” PAKIS MDA Denpasar, Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Dorong Penguatan Peran Krama Istri

Published

on

By

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Majaya-jaya PAKIS MDA Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang.
MEJAYA-JAYA: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri pelaksanaan Majaya-jaya PAKIS MDA Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang berlangsung di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Rabu (29/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Majaya-jaya Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS) Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang berlangsung di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Rabu (29/7).

Prosesi tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar dan PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar sebagai momentum memperkuat peran perempuan adat dalam menjaga keberlangsungan adat, tradisi, dan budaya Bali.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar beserta jajaran, para Jro Bendesa Adat se-Kota Denpasar, Manggala PAKIS Provinsi Bali, serta tokoh adat dan undangan lainnya. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Desa Adat Kota Denpasar tentang Penetapan dan Pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar dan PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pamikukuh oleh Bendesa Madya MDA Kota Denpasar.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang juga selaku Pembina PAKIS MDA Kota Denpasar menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru PAKIS MDA Kota Denpasar. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai penguat keluarga sekaligus penjaga nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan PAKIS diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarkrama istri sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar.

Ny. Sagung Antari juga berharap sinergi antara PAKIS, desa adat, dan Pemerintah Kota Denpasar terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pelestarian adat dan budaya, penguatan ketahanan keluarga, penanganan persoalan sampah, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis desa adat.

Baca Juga  Upacara Peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI di Kabupaten Badung

“Sinergi antara organisasi perempuan adat, desa adat, dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali sekaligus mewujudkan masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan sejahtera,” ujar Ny. Sagung Antari.

Sementara itu, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, I Ketut Wisna menegaskan bahwa PAKIS sebagai salah satu badan otonom Majelis Desa Adat memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan krama istri dalam menjaga kelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali, baik secara sekala maupun niskala.

“Pengurus yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjalankan swadharma dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan awig-awig, AD/ART Majelis Desa Adat Bali, serta semangat ngayah demi kemajuan desa adat dan masyarakat,” ujarnya.

Prosesi Majaya-jaya ditutup dengan doa bersama sebagai simbol permohonan tuntunan dan keselamatan bagi seluruh pengurus dalam menjalankan amanah selama masa bakti 2026–2031. Dengan kepengurusan baru dipimpin Manggala Prof. Dr. Ida Ayu Trisnawati bersama jajaran prajuru yang telah dikukuhkan, PAKIS MDA Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca