Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Doktor Ilmu Kedokteran Buktikan Potensi Ekstrak Buah Pare untuk Kontrasepsi Pria

BALIILU Tayang

:

ekstrak buah pare
Zul Hendry, S.Kep., Ners., M.Kep. saat menerima SK kelulusan Doktor Ilmu Kedokteran FK Unud. (Foto: Hms Unud)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di Gedung Program Pascasarjana Lt. III Ruang Aula Kampus Denpasar, Selasa (17/10/2023), telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovendus, Zul Hendry, S.Kep., Ners., M.Kep., dengan judul disertasi “Pemberian Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L) Menyebabkan Konsentrasi Spermatozoa Lebih Rendah Melalui Ekspresi Protein StAR dan Kadar Testosteron yang Lebih Rendah serta Ekspresi Caspase-3 yang Lebih Tinggi pada Mencit (Mus musculus)”.

Zul Hendry memaparkan, salah satu permasalahan negara berkembang seperti Indonesia adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk. Oleh sebab itu pemerintah terus berusaha mengoptimalkan program keluarga berencana termasuk mendorong partisipasi pria agar berperan aktif, salah satunya dengan menyediakan sarana kontrasepsi untuk pria. Indonesia memiliki berbagai tanaman yang berpotensi sebagai agen kontrasepsi, salah satunya adalah buah pare (Momordica charantia L) yang secara tradisional sudah banyak digunakan di beberapa negara Asia dan Afrika. Berbagai penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ekstrak buah pare berdampak menurunkan fertilitas, namun belum ada penelitian yang menjelaskan mengenai mekanisme terjadinya hal tersebut. Selama ini terdapat 2 (dua) teori mengenai jalur yang mungkin merupakan mekanisme kerjanya yaitu mekanisme hormonal dan mekanisme sitotoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan mekanisme penurunan fertilitas pada mencit yang diberikan ekstrak buah pare.

Hasil penelitian menunjukkan rerata konsentrasi spermatozoa kelompok perlakuan lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kontrol. Ekspresi protein StAR lebih rendah pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Kadar testosteron lebih rendah pada kelompok perlakuan. Sedangkan ekspresi caspase-3 secara signifikan lebih tinggi pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok control. Namun pada pemeriksaan kadar MDA tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Pada analisis multivariat menggunakan regresi linier berganda didapatkan bahwa kadar testosteron berpengaruh paling besar terhadap konsentrasi spermatozoa.

Baca Juga  Tim PKM PM Elingan Raga Gelar Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat di Puskesmas II Denbar

Dari hasil penelitiannya, Zul Hendry menyimpulkan, pemberian ekstrak buah pare menyebabkan konsentrasi spermatozoa, ekspresi protein StAR, dan kadar testosteron menjadi lebih rendah, dan ekspresi caspase-3 menjadi lebih tinggi. Sedangkan Kadar MDA tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah perlu penelitian lebih lanjut terhadap marker/penanda lain terkait efek ekstrak pare terhadap fertilitas.

Zul Hendry menyebutkan kebaruan penelitian ini adalah menemukan bahwa pemberian ekstrak buah pare (Momordica charantia L) menyebabkan penurunanan fertilitas pada mencit terutama terjadi melalui jalur hormonal yaitu penurunan ekspresi protein StAR dan kadar testosteron yang meningkatkan apoptosis sel spermatogenik dengan indikator peningkatan caspase-3. Kadar malondialdehyde (MDA) tidak mengalami peningkatan yang mengindikasikan tidak terjadinya peningkatan stress oksidatif sehingga kemungkinan ekstrak berdampak sitotoksik langsung terhadap sel spermatogenik tidak terbukti.

Ujian dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK Unud Dr. dr. I Made Sudarmaja, M.Kes., dengan tim penguji: Prof. Dr. dr. Bagus Komang Satriyasa, M.Repro (Promotor); Prof. Dr. dr. I Nyoman Mangku Karmaya, M.Repro., PA (K) (Kopromotor I); Prof. Dr. dr. Wimpie I Pangkahila, Sp.And.SubspecSAAM (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM; Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil; Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D; Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si; Prof. Dr. drh. Tjok Gde Oka Pemayun, MS; Dr. dr. I Gusti Ayu Widianti, M.Biomed.

Sedangkan undangan akademik adalah: Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes; Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, S.Ked., M.Kes; Dr. dr. I Gusti Ayu Artini, M.Sc; Dr. Ns. Ika Widi Astuti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Mat; Dr. Ns. I Gusti Ayu Ratih Agustini, M.Kes.

Baca Juga  Kompak FK Unud Gelar Musang, Pilih Ketua Kompak Periode 2022/2023

Pada ujian kali ini, Dr. Zul Hendry, S.Kep., Ners., M.Kep., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke-399 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3816-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Buktikan-Potensi-Ekstrak-Buah-Pare-Untuk-Kontrasepsi-Pria.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Kadis Perhubungan Samsi Gunarta Tamatkan Profesi Insinyur Jalur RPL di Unud

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Apresiasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Badung Hadiri Malam Purna Paskibraka 2025v

Published

on

By

Ketua TP PKK Badung
MALAM PURNA PASKIBRAKA: Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025 di Hotel Made Bali, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025. Acara penuh kebanggaan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), di Hotel Made Bali.

Momen ini menandai penutupan resmi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025. Acara dilaksanakan setelah seluruh anggota Paskibraka Badung 2025 sukses menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dengan khidmat dan bertanggung jawab.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung beserta jajaran, Tim Perumus Kebijakan Pemkab Badung, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, orang tua murid, tim pelatih, serta seluruh anggota Purna Paskibraka Badung 2025.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan anggota Paskibraka. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi resmi atas rampungnya masa pembinaan dan tugas negara oleh pemuda-pemudi pilihan Badung.

Rasniathi Adi Arnawa turut mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh peserta selama masa pendidikan hingga bertugas.

“Kepada seluruh Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025, kami sampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kalian telah membuktikan bahwa generasi muda Badung memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan berjiwa nasionalis yang tinggi dalam mengemban amanah negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Badung. Terima kasih tulus juga disampaikan kepada orang tua dan tim pelatih atas dukungan dan pendampingan yang menjadi kunci utama pembentukan karakter para anggota.

Baca Juga  Seberangi Lautan, Kades Kutampi Hadiri Seminar Bakti Desa V Tahun 2022 Unud

Dirinya berharap pengalaman, ilmu, dan nilai luhur selama pelatihan dapat menjadi bekal seumur hidup. Nilai Pancasila wajib dijaga dan dijadikan pedoman harian.

“Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berprestasi, berkarakter luhur, dan senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar Buka Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM bagi Kader Se-Denpasar

Published

on

By

Posyandu Denpasar
SOSIALISASI POSYANDU: Sekretaris I Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diikuti kader Posyandu se-Kota Denpasar yang berlangsung di Gedung Wanita Shanti Graha Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris I Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diikuti kader Posyandu se-Kota Denpasar. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Shanti Graha Denpasar, Selasa (2/6).

Dalam sambutannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk implementasi dari program Bina Posyandu TP Posyandu Provinsi Bali yang sebelumnya telah dilaksanakan bagi pengurus TP Posyandu dan kader Posyandu se-Bali.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman kader mengenai tugas dan fungsi mereka dalam melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM di tengah masyarakat.

“Kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM yang kita laksanakan pada hari ini merupakan bentuk implementasi Bina Posyandu TP Posyandu Provinsi Bali. Melalui kegiatan ini diharapkan kader akan semakin memahami tugas dan fungsinya dalam melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan layanan sosial dasar kepada masyarakat. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini diharapkan para kader semakin memahami pola pelayanan yang diberikan saat hari buka Posyandu sehingga mampu memberikan layanan yang optimal dan tepat sasaran.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan transformasi layanan Posyandu dapat kita wujudkan bersama, dimana melalui Posyandu 6 SPM dapat mendekatkan layanan guna mewujudkan masyarakat sejahtera menuju Denpasar MAJU,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa juga memohon dukungan dari pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan agar dapat terus memfasilitasi pelaksanaan Posyandu 6 SPM, baik dari sisi pelayanan maupun upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kader Posyandu.

Baca Juga  KUI Unud Hadiri IMS ‘’Materials and Renewable Energy Meeting 2023’’ di Singapura

Ia berharap pembinaan dan sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berjenjang di seluruh wilayah Kota Denpasar, mengingat jumlah kader Posyandu yang sangat banyak dan tersebar di empat kecamatan.

“Harapan kami, mengingat jumlah kader yang sangat banyak dan tersebar di empat kecamatan, hal serupa dapat terus digerakkan secara berjenjang. Sehingga percepatan peningkatan SDM kader Posyandu dapat kita capai bersama,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, TP Posyandu Kota Denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan dasar kepada masyarakat, sekaligus mendukung transformasi Posyandu dalam memberikan enam layanan dasar yang terintegrasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca