Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dorong Ekonomi dan Pariwisata Bali-Nusra Berkesinambungan dan Inklusif

Bank Indonesia, Pemerintah dan Perbankan Rumuskan 7 Langkah Strategis

Loading

BALIILU Tayang

:

pariwisata bali
RAKORWIL: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali saat menggelar Rakorwil Bali-Nusra yang bertemakan ”Mendorong Digitalisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata yang Berkesinambungan dan Inklusif” pada tanggal 30 Juli 2024 di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka mempercepat dan memperluas digitalisasi guna mendukung ekonomi dan pariwisata yang berkesinambungan dan inklusif di Bali-Nusra, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menginisiasi Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Bali-Nusra yang bertemakan ”Mendorong Digitalisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata yang Berkesinambungan dan Inklusif” pada tanggal 30 Juli 2024 di Bali.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antara BI, Pemerintah, Perbankan, Asosiasi, dan pelaku usaha dalam merumuskan sinergi perluasan digitalisasi sistem pembayaran khususnya di sektor pariwisata.

Rakorwil secara resmi dibuka oleh ADG Bidang 6 Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta dengan penyampaian sambutan dari Pj. Gubernur Provinsi Bali yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Dalam pembukaannya, Filianingsih menyampaikan bahwa Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 telah berhasil mengakselerasi transformasi digital nasional. Dukungan digitalisasi juga hadir di sektor pariwisata yang terlihat dari transaksi QRIS sektor pariwisata yang terus meningkat, serta berlanjutnya perluasan inisiatif cross border payment connectivity.

Selanjutnya, Dewa Made Indra menyampaikan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali-Nusra salah satunya didorong oleh proses transformasi digital yang masif di Provinsi Bali. Dalam Rakorwil Bali-Nusra, diselenggarakan dua agenda High Level Discussion (HLD) yang dilaksanakan secara paralel, yakni Rapat Koordinasi (Rakor) Digitalisasi Sistem Pembayaran dengan tema “Sinergi Kebijakan Perluasan Digitalisasi yang Aman Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Yang Tangguh dan Berkesinambungan di Wilayah Bali-Nusra” dan Rakor Pariwisata dengan tema “Strategi untuk Akselerasi Implementasi Pariwisata Berkualitas di Bali-Nusra”.

Diskusi High Level Digitalisasi Sistem Pembayaran dipimpin oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, serta dihadiri langsung oleh Pj. Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika; Advisor BI Provinsi Bali, Butet Linda H.P.; Direktur Pengawasan OJK Provinsi Bali, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI; Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB; Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT; Kepala Bapenda dan BPKAD se-Provinsi Bali; Direktur Utama BPD se-Bali-Nusra; serta Kepala Kanwil/Regional Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) QRIS se-Bali-Nusra.

Baca Juga  Pariwisata Pulih, Kinerja Penjualan Eceran Bali Terus Meningkat

Fokus pembahasan Rakorwil adalah breakthrough isu-isu strategis perluasan akseptasi digitalisasi sistem pembayaran di wilayah Bali-Nusra. Dalam pembahasan, setiap wilayah (Bali, NTB dan NTT) menyampaikan perkembangan, strategi dan tantangan dalam upaya percepatan dan perluasan digitalisasi di setiap daerah.

Untuk Provinsi Bali, Advisor BI Provinsi Bali, Butet Linda H.P memaparkan perkembangan transformasi digital di Bali yang semakin akseleratif seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan besarnya potensi yang dimiliki Bali antara lain posisi Bali sebagai pusat destinasi wisata, peran aktif generasi-Z dalam adopsi teknologi digital, dan kesiapan digitalisasi Pemerintah Daerah. Peningkatan transaksi digital di Provinsi Bali tidak terlepas dari upaya BI dalam memperluas akseptasi digital di masyarakat melalui 3 (tiga) strategi utama yaitu sinergi flagship event di daerah, digitalisasi sektor ritel dan pariwisata, serta kolaborasi dan sinergi dengan Pemerintah Daerah, otoritas terkait, dan industri sistem pembayaran. Di sisi lain, masih terdapat tantangan yang perlu mendapatkan perhatian seperti pemerataan infrastruktur pendukung (a.l. jaringan komunikasi, kanal pembayaran digital, dll.), peningkatan literasi digital masyarakat, dan peningkatan awareness masyarakat terhadap risiko keamanan transaksi digital.

Untuk mendukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Pj. Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika, menyampaikan progress pengembangan ekosistem digital di seluruh sektor seperti Horeka (Hotel, Restoran, Kafe), transportasi, pembelian tiket wisata, jasa sewa kendaraan, dan pusat perbelanjaan guna mengoptimalkan Penerimaan Asli Daerah (PAD). Lebih lanjut disampaikan, bahwa saat ini Pemkab Klungkung tengah mengembangkan program Lembongan Digital Island sebagai kawasan ekosistem digital yang akan mendorong peningkatan pembayaran digital di sektor UMKM, transportasi, Horeka, dan atraksi wisata di daerah tersebut.

Pada akhir diskusi High Level Digitalisasi Sistem Pembayaran, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyimpulkan hasil kesepakatan tindak lanjut untuk percepatan dan perluasan digitalisasi di Bali-Nusra dengan 7 (tujuh) langkah strategis yaitu: (1) peningkatan intensitas sosialisasi/edukasi; (2) pengembangan infrastruktur; (3) penguatan kolaborasi dan partnership; (4) perumusan solusi digital sesuai kebutuhan dan tantangan di daerah; (5) harmonisasi kebijakan; (6) optimalisasi peran industri sistem pembayaran; dan (7) terus mengedepankan aspek inklusivitas agar digitalisasi menyentuh berbagai lapisan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Survei Konsumen April 2022: Optimisme Konsumen di Bali Meningkat

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bareskrim Polri Jemput Paksa Influencer ZNM dan YouTuber RV Terkait Kasus Gas N2O ‘Whip Pink’

Published

on

By

whip pink
Gedung Bareskrim Polri di Jakarta. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas kasus penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) bermerek Whip Pink. Pada Jumat (29/5/2026), penyidik dari Subdit III terpaksa melakukan upaya penjemputan paksa terhadap dua figur publik, yakni seorang influencer berinisial ZNM dan seorang YouTuber berinisial RV. Tindakan tegas ini diambil lantaran keduanya dinilai tidak kooperatif setelah mangkir dari dua kali panggilan pemeriksaan resmi kepolisian.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol. Zulkarnain Harahap, membenarkan adanya tindakan penjemputan paksa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menjalankan prosedur pemanggilan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku sebelum akhirnya menerbitkan surat perintah penjemputan.

Dua kali dipanggil tidak datang dan Jumat, 29 Mei 2026, dikeluarkan surat perintah membawa untuk dihadapkan ke penyidik, ungkap Kombes Pol. Zulkarnain Harahap kepada awak media.

Dalam pusaran penyidikan kasus ini, pihak kepolisian juga telah melayangkan panggilan kepada saksi-saksi lain yang diduga turut menjadi konsumen dari produk gas tersebut. Terkait status saksi lainnya, Kombes Zulkarnain menjelaskan bahwa hanya saksi berinisial AM yang menyatakan komitmennya untuk memenuhi panggilan penyidik pada hari yang sama.

Untuk saksi APG konfirmasi akan hadir setelah Lebaran (Iduladha), imbuhnya memberikan keterangan terkait saksi yang berhalangan hadir.

Langkah pemanggilan deretan figur publik ini merupakan hasil pengembangan kasus pasca-penggerebekan pabrik produksi Whip Pink yang dikelola oleh PT Suplaindo Sukses Sejahtera (SSS) beberapa waktu lalu. Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menuturkan bahwa penyidik memang tengah membidik para konsumen yang secara aktif membeli dan menyalahgunakan tabung gas tersebut.

Baca Juga  Survei Maret 2024, Kinerja Penjualan Eceran Bali Diperkirakan Terus Meningkat

Kasus ini semakin mencuri perhatian publik setelah influencer ZNM terekam dalam sebuah video viral di jagat maya, khususnya di platform Instagram. Dalam rekaman milik temannya tersebut, ZNM tampak tengah asyik melakukan aktivitas ngebalon, sebuah istilah populer yang merujuk pada penyalahgunaan gas N2O dengan cara dihirup hingga menimbulkan efek tertentu bagi penggunanya.

Subdit 3 akan melakukan pemanggilan beberapa konsumen yang melakukan pembelian tabung Whip Pink, salah satunya adalah influencer platform Instagram. Yang bersangkutan membeli dan menggunakan produk gas N2O Merk Whip Pink dan sempat viral di jagat media sosial Instagram, tutur Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Secara keseluruhan, Bareskrim Polri telah memetakan dan memanggil sejumlah nama yang diduga kuat terlibat sebagai konsumen. Selain influencer ZNM, daftar saksi yang dipanggil meliputi selebgram berinisial APG (21), YouTuber RV (29), AM (29), serta seorang warga sipil berinisial CD (29). Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas rantai peredaran dan penyalahgunaan gas N2O ini guna memutus tren berbahaya di kalangan generasi muda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah

Published

on

By

titik nol singaraja
NARASUMBER: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, saat menjadi narasumber dalam talkshow yang digelar di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja terus menjadi perhatian masyarakat. Selain digadang-gadang menjadi ikon baru kota bersejarah di Bali Utara, proyek tersebut juga dinilai strategis karena mampu menjawab berbagai kebutuhan perkotaan, mulai dari pengendalian banjir, penataan kawasan heritage, hingga pengembangan pariwisata. Menariknya, proyek ini dilaksanakan dengan inovasi anggaran sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng secara berlebihan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, saat menjadi narasumber dalam talkshow yang digelar di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Adiptha, penataan Titik Nol merupakan bentuk keberhasilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun sinergi lintas pemerintahan untuk menghadirkan pembangunan strategis tanpa membebani kemampuan fiskal daerah.

“Proyek ini anggarannya kita inovasikan tanpa memberatkan APBD Kabupaten Buleleng. Pendanaannya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung dan Pemerintah Provinsi Bali. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik sehingga pembangunan tetap bisa berjalan tanpa membebani keuangan daerah,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, penataan kawasan Titik Nol tidak hanya berorientasi pada keindahan kota. Di balik proyek tersebut terdapat fungsi penting sebagai upaya penanggulangan banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kawasan perkotaan Singaraja.

Lebih lanjut dijelaskan kawasan Titik Nol terdapat saluran utama yang memiliki peran besar dalam sistem drainase kota. Melalui proyek tersebut, saluran yang ada dimodernisasi dan ditingkatkan kapasitasnya agar mampu mengalirkan debit air secara lebih optimal menuju Tukad Banyumala.

“Tujuan awalnya memang untuk mengatasi persoalan banjir. Dengan peningkatan kapasitas saluran, diharapkan genangan yang selama ini terjadi di beberapa kawasan perkotaan seperti Jalan Anggrek, Kampung Anyar dan wilayah sekitarnya dapat berkurang secara signifikan,” kata Adiptha.

Baca Juga  Pemprov Bali Lakukan Tes Operasional, Uji Coba Terakhir Aplikasi Love Bali

Selain aspek infrastruktur, penataan Titik Nol juga diarahkan untuk menghidupkan kembali identitas sejarah Kota Singaraja. Kawasan tersebut berada di jantung kota lama yang dikelilingi berbagai bangunan bersejarah dan memiliki nilai penting dalam perjalanan pemerintahan maupun perkembangan ekonomi Buleleng.

Adiptha mengatakan, keberadaan Kantor Bupati Buleleng, Gedung Gallery, Gedung Laksmi Graha, serta sejumlah bangunan heritage lainnya menjadikan kawasan itu layak dikembangkan sebagai pusat wisata sejarah perkotaan.

“Titik Nol adalah pusat kawasan bersejarah Singaraja. Penataan ini menjadi upaya untuk menghubungkan nilai-nilai sejarah yang kita miliki dengan kebutuhan kota modern. Kami ingin masyarakat dapat menikmati ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengenal sejarah daerahnya,” ungkapnya.

Penataan juga dilakukan melalui pengaturan utilitas perkotaan. Jaringan kabel listrik dan telekomunikasi secara bertahap dipindahkan ke bawah tanah guna menciptakan lingkungan yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Lebih jauh, kawasan Titik Nol dirancang menjadi bagian dari jalur city tour yang menghubungkan sejumlah destinasi sejarah dan budaya di Kota Singaraja. Jalur tersebut nantinya akan terkoneksi dengan berbagai titik wisata, mulai dari Puri Agung Singaraja, Taman Bung Karno, sentra kerajinan perak dan songket Beratan, kawasan heritage SMAN 1 Singaraja, hingga Pabean dan Labuan Buleleng.

Ditambahkan, konsep tersebut juga akan diperkuat melalui penyelenggaraan Buleleng Festival pada Agustus mendatang. Kawasan Titik Nol dan Gedung Gallery direncanakan menjadi ruang ekspresi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

“Kami ingin kawasan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu fasilitas pendukung seperti Wi-Fi, toilet, keamanan, serta kantong parkir juga telah menjadi bagian dari perencanaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adiptha juga mengapresiasi tingginya perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai program penataan kota di Buleleng. Menurutnya, kritik dan masukan yang konstruktif menjadi energi positif bagi pemerintah untuk terus melakukan penyempurnaan pembangunan.

Baca Juga  Februari 2024, Waspadai Kenaikan Harga Beras, Bawang Merah dan Canang Sari

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Kepedulian masyarakat menunjukkan bahwa mereka memiliki rasa memiliki terhadap daerahnya. Itu menjadi modal penting untuk membangun Buleleng yang lebih baik,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penataan Titik Nol tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi mampu menjadi simbol kebangkitan kawasan kota lama Singaraja yang modern, tertata, dan tetap berakar pada nilai-nilai sejarahnya. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi antarpemerintah yang terus terjalin, kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru yang membanggakan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali Utara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Kesenian Inklusif, K3S Badung Fasilitasi Sekaa Arja Tuna Netra Tampil di PKB

Published

on

By

k3s badung
SERAHKAN BANTUAN: Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memberikan dukungan moril dan materiil kepada Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung di Sekretariat DPC PERTUNI Badung, Kecamatan Abiansemal, Minggu (31/5). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memberikan dukungan moril dan materiil kepada Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung di Sekretariat DPC PERTUNI Badung, Kecamatan Abiansemal, Minggu (31/5). Bantuan berupa sembako dan dana operasional sebesar Rp 10 juta ini diserahkan untuk mendukung persiapan mereka mewakili Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Plt. Camat Abiansemal, Yayasan Bunga Bali, serta tim Gerakan Badung Peduli.

Nyonya Rasniathi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas dedikasi para seniman. Ia menegaskan keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk melestarikan budaya dan meraih prestasi.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat Bapak-Ibu sekalian. Apa yang Bapak-Ibu lakukan ini bukan sekadar berkarya seni, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa dengan kemauan yang kuat segala sesuatu dapat diwujudkan. Arja bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang harus kita jaga, dan Bapak-Ibu telah membuktikan bahwa Bapak-Ibu adalah pelestari budaya yang hebat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan ini merupakan wujud nyata kepedulian K3S Badung dan pemerintah daerah agar sekaa dapat berlatih dengan fokus. Kehadiran mereka di panggung provinsi diharapkan membawa nama harum daerah sekaligus menyampaikan pesan inklusi sosial.

“Kami berharap Bapak-Ibu dapat tampil percaya diri, tunjukkan bakat terbaik, dan buktikan kepada seluruh masyarakat Bali bahwa Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Badung memiliki kualitas seni yang luar biasa,” tambahnya.

Ketua DPC PERTUNI Kabupaten Badung, Anak Agung Mayun, mengucapkan terima kasih atas perhatian besar tersebut. Dukungan ini menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh anggota untuk berlatih lebih keras demi menampilkan pertunjukan terbaik di PKB. (gs/bi)

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Bali Menguat pada Triwulan III 2024

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca