Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dorong Investasi Berkualitas, Bank Indonesia Gelar ‘’Investment Talk’’ Bali Jagadhita 2024

BALIILU Tayang

:

Bali Jagadhita 2024
INVESTMENT TALK: Para narasumber di acara ‘’Investment Talk’’ Bali Jagadhita V Tahun 2024 yang bertemakan ”Promoting Investment for Sustainable Economic Growth” pada 10 Juni 2024 di The Meru, Sanur. (Foto: BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih kuat, berkesinambungan, inklusif, dan merata, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan program promosi terintegrasi pada pilar perdagangan, investasi dan pariwisata melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita V Tahun 2024.

Kegiatan Bali Jagadhita V Tahun 2024 mengambil tema “Guna Gina Wisata Bali Hita” yang artinya “Mendorong Pemberdayaan UMKM dan Investasi Hijau serta Implementasi Pariwisata Berkualitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Berkesinambungan dan Inklusif”. Salah satu kegiatan dalam rangkaian promosi investasi di Bali Jagadhita V Tahun 2024 adalah pelaksanaan Investment Talk yang bertemakan ”Promoting Investment for Sustainable Economic Growth” pada 10 Juni 2024 di The Meru, Sanur.

Investment Talk Bali Jagadhita 2024 menghadirkan sejumlah narasumber yakni Kepala Grup Perumusan Kebijakan Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juli Budi Winantya; Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi, Rakhmat Yulianto; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya; dan Komisaris Utama PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), Dodi Miharjana.

Juli Budi Winantya dari Bank Indonesia menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia berada dalam kondisi solid dengan pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan perekonomian Indonesia hingga triwulan I 2024 yang tumbuh menguat sebesar 5,11% (yoy). Capaian tersebut didukung oleh indikator konsumsi swasta dan tingkat investasi yang tumbuh positif. Tingkat inflasi Indonesia pada Mei 2024 sebesar 2,84% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi tahunan 2,5+1%.

”Meskipun kondisi ekonomi global dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik dan perang dagang, ekonomi global dan Indonesia masih tetap bertumbuh. Oleh karenanya, Bank Indonesia senantiasa menjaga momentum tersebut melalui bauran kebijakan untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan perekonomian dari aspek moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran digital.” tutur Juli.

Baca Juga  Akselerasi Digitalisasi Daerah Melalui Komitmen Bersama Kawasan Digital Se-Bali

Dari sisi investasi berkelanjutan, Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi menitikberatkan pentingnya faktor perubahan iklim dalam proses penentuan investasi dan pengambilan kebijakan bisnis. ”Negara-negara global umumnya melihat suatu proyek investasi bisnis pada aspek ramah lingkungan atau tidak,” jelas Rakhmat.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen global untuk mencapai net zero emission pada tahun 2050, salah satunya melalui target dekarbonisasi. Industri hilirisasi mineral memiliki peluang investasi besar di Indonesia seiring dengan tingginya kebutuhan untuk transisi energi global. Oleh karenanya, pemerintah memegang peranan penting untuk mendukung investasi hijau melalui penyederhanaan prosedur perizinan dan pemberian insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan bisnis berkelanjutan.

I Wayan Sumarajaya selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali menambahkan bahwa isu strategis di Provinsi Bali yaitu adanya kesenjangan antar-wilayah dan antar-sektor. Sebagaimana diketahui, perputaran perekonomian di Provinsi Bali didominasi oleh wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) dengan sektor penggerak utama yaitu pariwisata.

”Pangsa realisasi investasi di Provinsi Bali sebesar 87% didominasi oleh kegiatan bisnis yang terletak di Sarbagita. Oleh karena itu, Transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang disusun oleh Pemerintah Provinsi Bali diharapkan akan menjawab permasalahan ketimpangan,” jelas Sumarajaya.

Berdasarkan urutan prioritas, Transformasi Ekonomi Kerthi Bali mencakup pengembangan sektor unggulan antara lain sektor pertanian; sektor kelautan dan perikanan; sektor industri; sektor UMKM dan koperasi; sektor ekonomi kreatif dan digital; serta sektor pariwisata. Untuk menarik investor ke Bali, Pemerintah juga telah memiliki panduan investasi lestari untuk investasi berkelanjutan dan juga telah menyediakan berbagai insentif untuk menarik investasi berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Sumarajaya juga menyampaikan beberapa peluang investasi dalam rangka mewujudkan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali diantaranya Pusat Kebudayaan Bali (ajang eksplorasi seni dan budaya yang mengangkat tema budaya Bali dari seluruh kota/kabupaten); Bali Urban Rail (kerja sama pembangunan, pembiayaan, dan penyelenggaraan sistem angkutan umum berbasis kereta); serta Turyapada Tower (menara sebagai infrastruktur telekomunikasi yang memiliki jangkauan luas di area Bali).

Baca Juga  Gebrakan Brilian Gubernur Koster, Gratiskan Biaya Pendidikan dan Kehidupan 1.450 Mahasiswa dari Keluarga Tak Mampu

Menyambung peluang investasi potensial di Bali yakni pembangunan Bali Urban Rail, Komisaris Utama PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), Dodi Miharjana menuturkan bahwa pembiayaan infrastruktur dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah umumnya hanya mampu memenuhi seperempat dari total anggaran. Sementara pemenuhan pembiayaan dari sektor swasta tidaklah mudah karena terdapat kompleksitas dari sisi regulasi, kelembagaan, proses pengadaan, dan struktur proyek.

Oleh karena itu, PT SBDJ hadir untuk memberikan fasilitasi lelang proyek-proyek potensial di Bali secara bundling (tidak secara satuan) kepada pihak swasta. Salah satu program yang dijalankan PT SBDJ saat ini yaitu pembangunan layanan transportasi publik Bali Urban Rail. Adapun skema kerja sama pembiayaan transportasi publik melalui konsorsium dimana PT SBDJ mengundang investor potensial dalam lelang terbatas proyek-proyek potensial bundling.

”Proses lelang yang diterapkan oleh PT SBDJ tergolong unik karena kami mengundang investor potensial dengan kualifikasi tinggi dari segi pengalaman dan kredibilitas untuk menjelaskan proses bisnis yang terjadi di lapangan. Umumnya sebuah proyek pemerintah dilandasi dari riset terlebih dahulu baru adanya pencarian informasi di lapangan. Padahal cara tersebut belum tentu akurat karena pemerintah belum mendapatkan informasi secara menyeluruh dari pihak yang melaksanakan praktik bisnis.” jelas Dodi.

Secara garis besar, pembahasan Investment Talk memberikan insight bahwa Bali memiliki keunggulan untuk menarik investasi baik dalam hal SDM, infrastruktur, dan kebijakan pemda. Dari sisi SDM, Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali yang berada di peringkat ke-6 se-Indonesia. Dari sisi geografi dan infrastruktur, Provinsi Bali juga memiliki konektivitas yang cukup baik dengan ketersediaan, pelabuhan, dan bandara yang sangat memadai serta kualitas jalan yang baik. Melalui program Transformasi Ekonomi ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Pemerintah Provinsi Bali juga telah berfokus mendorong investasi di Bali termasuk diversifikasi sektor unggulan selain pariwisata. Penyelenggaraan Investment Talk Bali Jagadhita V Tahun 2024 diharapkan dapat menumbuhkan semangat pertumbuhan ekonomi Bali yang semakin berkelanjutan dan inklusif. (gs/bi)

Baca Juga  Hasil Survei November 2023, Optimisme Konsumen Bali Terus Meningkat

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Dukung Belanja Infrastruktur 59,8 Persen, Tapi Ingatkan Soal Kemampuan Fiskal Daerah

Published

on

By

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menerima dokumen penjelasan Bupati Badung atas Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 saat Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama Gosana.
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menerima dokumen penjelasan Bupati Badung atas Rancangan Perubahan KUA-Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 saat Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 13 Agustus 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 13 Agustus 2026. Rapat membahas Penyampaian Penjelasan Bupati Badung atas Rancangan Perubahan KUA-Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.

Setelah itu, Rapat Paripurna DPRD Badung mengagendakan Penandatanganan Berita Acara/Nota Kesepakatan dan Sambutan Bupati Badung terhadap Rancangan Perubahan KUA-Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya dan Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta serta dihadiri Anggota DPRD Badung.

Dari pihak eksekutif, hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung Ida Bagus Surya Suamba, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda Badung dan undangan lainnya.

Usai rapat, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti kepada awak media mengungkapkan bahwa peningkatan porsi anggaran infrastruktur menjadi salah satu poin penting dalam perubahan KUA-Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.

Ia menyatakan pembahasan Rancangan Perubahan KUA-Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 menunjukkan porsi Belanja Infrastruktur Badung meningkat hingga 59,80 persen.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fasilitas publik, khususnya infrastruktur jalan yang berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat maupun aktivitas dunia usaha.

Anom Gumanti menyebut, pada pembahasan sebelumnya porsi infrastruktur untuk tahun anggaran 2027 berada di kisaran 55 persen. Sementara dalam perubahan anggaran 2026, porsinya meningkat hingga 59,80 persen.

“Kita hormati, kita hargai dan kita dukung tentunya Bapak Bupati,” kata Anom Gumanti, saat memberikan keterangan.

Baca Juga  Hasil Survei November 2023, Optimisme Konsumen Bali Terus Meningkat

Anom Gumanti lanjut menyebut, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan penting bagi Badung. Infrastruktur yang memadai tidak hanya menunjang mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan usaha yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Badung.

Meski memberikan apresiasi, DPRD Badung juga mengingatkan Pemerintah Daerah agar peningkatan belanja dan kebijakan pembiayaan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kemampuan daerah dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

“Di samping itu, kami tetap memberikan saran kepada Bapak Bupati agar selalu di dalam pengelolaan keuangan daerah ini betul-betul memperhatikan kepentingan rakyat,” ucap Anom Gumanti.

Perhatian tersebut menjadi penting karena perubahan anggaran juga berkaitan dengan kemampuan daerah dalam mengelola pembiayaan dan utang.

Tak hanya itu, DPRD Badung perlu melihat secara cermat kemampuan bayar daerah agar pembangunan yang dibiayai melalui skema pembiayaan tetap berada dalam koridor kemampuan fiskal Badung. Meski demikian, Anom Gumanti melihat kondisi pendapatan daerah, khususnya dari sektor pariwisata, masih menunjukkan kecenderungan positif.

Berdasarkan data yang dimiliki DPRD Badung, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata disebut terus mengalami peningkatan setiap periode.

“Kita harus hitung kemampuan daerah kita, kemampuan bayar utangnya. Tetapi kalau kita melihat data yang kita punya, setiap triwulan ini pendapatan asli daerah kita di sektor pariwisata cenderung meningkat terus,” ujarnya.

Oleh karena itu, Anom Gumanti berharap trend tersebut dapat terus dipertahankan sehingga kemampuan fiskal Badung tetap kuat untuk menopang berbagai program pembangunan.

Disisi lain, terkait adanya penurunan pendapatan transfer, Anom Gumanti menilai kondisi tersebut perlu dilihat secara proporsional. Menurutnya, Badung tidak perlu bersikap pesimistis karena daerah memiliki kemampuan untuk mengandalkan kekuatan pendapatan sendiri, sekaligus tetap memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Sebut Hasil 'Tourism Ministerial Meeting G20' Sejalan dengan Upaya Menata Kepariwisataan Bali

“Kita juga tidak bisa pesimis masalah itu. Apapun itu, kita bersyukur di Badung ini sampai memiliki kemampuan secara mandiri, juga ada sokongan pemerintah pusat,” kata Gumanti.

Anom Gumanti menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah berkah yang harus dikelola dengan baik. Oleh karena itu, besaran pendapatan transfer tetap menjadi bagian dari kewenangan pemerintah pusat, sementara Badung perlu terus memperkuat kemampuan fiskal daerah secara mandiri.

Rapat Paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembahasan perubahan kebijakan anggaran Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin besar, DPRD Badung menegaskan dukungan atas program pembangunan, namun sekaligus meminta agar pengelolaan keuangan dilakukan secara hati-hati, terukur dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dengan porsi belanja infrastruktur mencapai 59,80 persen, pembangunan jalan dan fasilitas publik menjadi salah satu fokus utama dalam perubahan anggaran Badung.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan besarnya anggaran tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia usaha,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tegaskan Jabatan adalah Amanah untuk Wujudkan Kinerja Nyata

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik 61 pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan di Tabanan Command Center.
LANTIK PEJABAT: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat melantik 61 pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan di Tabanan Command Center pada Kamis (13/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Prosesi yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya di Tabanan Command Center (TCC), Kamis (13/8).

Sebanyak 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas dilantik pada kesempatan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Jero Mangku Utawi Rohaniawan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda Tabanan, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan sekaligus proses pembinaan karier aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia meminta seluruh pejabat memahami bahwa setiap penempatan memiliki tujuan dan kebutuhan organisasi yang harus dijawab melalui kinerja.

“Saya ingin menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun pengisian jabatan dalam birokrasi merupakan sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari kewenangan manajemen pemerintahan, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi, serta prinsip-prinsip sistem merit yang berbasiskan talenta,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, mutasi maupun rotasi tidak semestinya dimaknai sebatas perpindahan tempat atau jabatan, terlebih hanya sebagai urusan administratif. “Jangan pernah memaknai mutasi semata-mata sebagai perpindahan tempat atau perpindahan jabatan, apalagi sekadar urusan administratif belaka. Ingatlah bahwa di balik setiap penempatan terdapat kebutuhan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab dan di balik setiap amanah terdapat harapan masyarakat Tabanan yang harus kita jawab dengan kinerja,” tegasnya.

Baca Juga  Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Sanjaya menjelaskan, pelantikan tersebut memiliki beberapa latar belakang penting. Pertama, pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan hasil proses seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan jabatan strategis diisi pejabat yang memiliki kompetensi, kapasitas, pengalaman, serta kemampuan kepemimpinan sesuai tuntutan organisasi.

Kedua, pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian jabatan administrator dan pengawas sesuai kebutuhan organisasi. Ketiga, terdapat pengisian Kepala Subbagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari amanat struktur organisasi dan tata kerja perangkat daerah. “Artinya, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini adalah bagian dari proses menata organisasi agar lebih efektif, lebih responsif dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,” ungkap Sanjaya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah melaksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Apresiasi turut diberikan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali atas pengawasan terhadap proses seleksi serta Badan Kepegawaian Negara atas dukungan pembinaan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan manajemen ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Menutup arahannya, Sanjaya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, serta senantiasa bekerja keras, bekerja cerdas dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap jabatan dan kinerja pejabat akan terus menjadi bagian dari evaluasi organisasi.

“Jabatan bukan hak yang melekat selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja, kompetensi, disiplin, integritas dan tanggung jawab. Maka tunjukkan melalui kerja nyata bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara memang layak, selamat bekerja, segera lakukan konsolidasi internal, susun langkah strategis, pastikan program dan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai fondasi kuat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pungkas Sanjaya. (gs/bi)

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan di Masa Mendatang, Walikota Jaya Negara Kembali Usulkan Penambahan Kuota Gas LPG 3 Kg

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lantik Direktur BLUD Taman Budaya, Bupati Sanjaya Dorong Pengelolaan Fasilitas Publik Lebih Profesional

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik Direktur BLUD Taman Budaya di Wantilan Singasana RJ Bupati.
LANTIK: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat melantik Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Budaya yang berlangsung di Wantilan Singasana RJ Bupati, Kamis (13/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mendorong penguatan tata kelola aset daerah agar mampu memberikan pelayanan publik yang semakin optimal. Upaya tersebut ditandai dengan dilantiknya Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Budaya oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam acara yang berlangsung di Wantilan Singasana RJ Bupati, Kamis (13/8).

Pada kesempatan tersebut, I Gusti Gede Krishagung Sunda Dewata Putra, S.E., resmi dilantik sebagai Direktur BLUD Taman Budaya. Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta Jero Bendesa Adat Kota Tabanan.

Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menghadirkan pola pengelolaan fasilitas publik yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Keberadaan BLUD Taman Budaya diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan berbagai fasilitas, khususnya Gedung Kesenian I Ketut Marya, sehingga tidak hanya terjaga dari sisi pemeliharaan, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya para seniman dan pelaku kegiatan kreatif.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa pembentukan BLUD Taman Budaya bukanlah sebuah gagasan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari kebutuhan untuk menjawab berbagai persoalan dalam pengelolaan fasilitas publik. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya membangun fasilitas, tetapi juga harus memastikan fasilitas tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. “Ini adalah ada sebuah ide gagasan dan terobosan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sangat luar biasa demi pelayanan masyarakat Tabanan yang kita cintai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menambahkan proses birokrasi yang kurang optimal cender menghambat pelayanan dan proses pemeliharaan fasilitas umum dan sosial yang ada. “Jujur kita akui, selama saya menjadi Wakil Bupati dua periode, banyak yang saya lihat perlu dioptimalisasi dalam pelayanan. Pemerintah memang mampu membangun berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, tetapi dalam pengelolaan dan pemeliharaannya terkadang masih terkendala birokrasi yang cukup panjang. Ini bukan karena OPD tidak baik, tetapi proses birokrasi tersebut yang terkadang membuat pelayanan menjadi terhambat.” imbuhnya.

Baca Juga  Pemprov Bali Raih Penghargaan Penerapan SPBE Terbaik pada Digital Government Award SPBE Summit 2024

Mengambil contoh pengelolaan Gedung Kesenian I Ketut Marya, Bupati Sanjaya menekankan dalam pengelolaan fasilitas umum ini membutuhkan perhatian secara menyeluruh yang dirasa tidak cukup diampu oleh satu perangkat daerah namun memerlukan perhatian secara inklusif mulai dari pemeliharaan, kebersihan, penerangan, keamanan hingga pengelolaan berbagai kegiatan. Kondisi tersebut membutuhkan tata kelola yang lebih fleksibel dan responsif.

Melalui pengelolaan berbasis BLUD, pihaknya berharap sumber-sumber pendapatan yang diperoleh dapat kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan fasilitas. Terlebih, dengan adanya berbagai event dan aktivitas di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya dan sekitarnya turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Pendapatan dari sektor parkir, UMKM, serta pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut tercatat mengalami peningkatan. Bupati Sanjaya meyakini kehadiran BLUD Taman Budaya dapat menjadi salah satu terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di sekitar fasilitas yang dikelola. Ke depan, pola serupa juga diharapkan dapat diterapkan pada fasilitas lain yang masih dikelola pemerintah, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan selamat kepada Direktur BLUD Taman Budaya yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan dedikasi, sehingga mampu membawa pengelolaan Taman Budaya semakin baik serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca