Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

DPRD Badung Dorong Penataan Pariwisata Pesisir Pantai Agar Memiliki Daya Saing

Dari Diskusi Publik, ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas Melalui Gerakan Budaya’’

Loading

BALIILU Tayang

:

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung mendorong masyarakat secara bersama-sama berbenah menuju Badung yang memiliki orientasi kualitas penataan pariwisata di wilayah pesisir pantai agar memiliki daya saing.

‘’Harapan kami tidak hanya me-manage Pantai Jerman. Karena Badung memiliki kawasan pantai dengan panjang 82 km, dengan potensinya di masing-masing wilayah. Melalui diskusi yang sangat baik ini kami berharap kajian dari akademisi, dari pentahelix bersama-sama untuk membangun kawasan pantai di Badung ini,’’ ujar Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, S.H. saat menghadiri kegiatan Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang diselenggarakan oleh Panitia Bhinnneka Pantai Jerman Culture Festival, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung.

anom
Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. (Foto: gs)

Untuk menata pantai di Badung agar memiliki daya saing yang smart city, ungkap politisi dari PDI Perjuangan dapil Kuta ini, tentu harus dilengkapi dengan pranata-pranata baik infrastruktur, tata ruang, aspek lingkungan dan lain sebagainya. Begitu banyak aspek yang harus dipersiapkan untuk menuju smart city. ‘’Jadi kita tak bisa berbicara pantai ini harus seperti ini. Kenapa karena harus ada kajian, baik akademisi dan masyarakatnya yang paling penting, mau gak diajak ke arah kemajuan seperti itu,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, kata Anom Gumanti, untuk menuju smart city, beberapa persoalan terjadi seperti kawasan pantai yang tidak terlepas dari alam. Ketika musim sekarang misalnya, adalah bulan-bulan musim sampah kiriman, kemudian masalah sumber daya manusia. Begitu juga masalah infrastruktur yang belum memadai. Namun yang paling penting dari semua itu adalah konsepsinya. Misalnya Pantai Kuta konsepnya mau dibawa ke arah mana, daya saingnya mau kemana. Bagaimanapun juga muara akhirnya harus memiliki nilai jual. Destinasi wisata pantai kalau tidak punya nilai jual tidak berkualitas.

Baca Juga  Tindak Lanjut Penataan Organisasi Kejaksaan, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Sambut Menteri PAN-RB

‘’Kami memang ingin mengembalikan Pantai Kuta ke jaman tahun 80-an, maksud saya bukan pantainya yang dikembalikan tetapi wisatawannya biar seperti kunjungan tahun 80-an. Mereka membaringkan badan, melihat sunset begitu banyak. Sekarang sudah bisa dihitung dengan jari. Ini tentu tugas kita. Orang berjemur betah di Pantai Kuta kok sekarang tidak, apa masalahnya, ini yang perlu kita bedah,’’ ujarnya seraya mengungkapkan kita harus meramu lagi bagaimana menciptakan kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta seperti dulu.

‘’Saya berharap ada kajian dari berbagai pihak apakah akademisi atau pelaku pariwisata untuk membuat kawasan pantai itu menarik. Terobosan baru, yang perlu kita gali. Seperti di Uluwatu ada kecak laki-laki dan di sini (Pantai Jerman) kecaknya wanita, nah ini sebuah inovasi yang saling keterkaitan,’’ ujarnya.

jerman
Diskusi Publik, dengan tema ‘’Badung-Bali Bangkit dan Pulih Menuju Kota Cerdas (Smart City) Melalui Gerakan Budaya’’ yang juga menghadirkan narasumber budayawan Eros Jarot, Jumat, 25 November 2022 di Hotel Palm Beach Pantai Jerman Kuta Badung. (Foto: gs)

Sementara narasumber Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Antarnegara Kemendagri Dr. Drs. Amran, M.T. mengatakan penerapan salah satu aspek untuk pengembangan smart city di perkotaan apalagi di Bali berbasis budaya sangat diharapkan. Salah satu smart city dimana lingkungan bisa terbangun dengan baik tentunya membutuhkan peran dari masyarakat. Di Bali masyarakat sudah memiliki budaya yang kuat.

Dikatakan, beberapa kota besar dunia itu berkembang, khususnya bagaimana mereka menjaga kebersihan salah satunya karena budayanya yang baik. Jepang itu sukses menjadi kota yang bersih, salah satunya karena budaya bersih.

‘’Badung khususnya di Pantai Jerman yang sementara ini kita hadir di sini, masyarakatnya sudah terbukti bagaimana Pantai Jerman itu, dulu banyak sampah dan sekarang berubah menjadi bersih bahkan hari ini ada festival kebudayaan. Itu sebuah wujud, bagaimana nanti Badung menjadi kota yang lebih baik dimulai dari beberapa wilayahnya. Kalau kita melihat saat ini di Pantai Jerman itu akan berkembang, mudah-mudahan akan sama di kawasan lain,’’ ujar Amran seraya menegaskan Kemendagri sejak awal mendukung Pantai Jerman, misalnya pada April 2022 menggelar aksi Gila Sampah. Gerakan aksi ini tumbuh dari masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Terima Audiensi Bandesa Adat Sibang Gede, Putu Parwata: Dinas dan Adat agar Bersinergi Jalankan Fungsi dengan Baik

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Catatan Putu Parwata 10 Tahun Menjabat Ketua DPRD Badung

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Catatan Putu Parwata 10 Tahun Menjabat Ketua DPRD Badung

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ketua DPRD Badung Dukung Lomba Mancing di Pengayehan
Lanjutkan Membaca